Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pucuk Glora


__ADS_3

Sampai di kamar vian pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian tidur. setelah itu dia pergi duduk di kursi sambil menyalakan rokok dan minum kopi. setelah itu astrid keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur yang membuat hati dag dig dug. kelihatan bahwa dia sudah mempersiapkan malam ini untuk tidur bersama vian.


setelah itu dia menghampiri vian dan duduk di pangkuan vian.


" mas aku sayang sama mas." kata astrid lalu dia mencium bibir vian, vian membalas ciuman bibir tersebut.


astrid mengajak vian untuk pindah di kasur lalu vian membopong tubuh astrid ke atas kasur dan melanjutkan ciuman.


malam pucuk glora yang membuat dua insan itu ingin menuntaskannya.


" mas aku serahkan seutuhnya untuk mu mas."


" gak sayang aku gak akan melakukan sampai ke hal itu." jawab vian


" kenapa mas, mas gak suka sama aku ya." kata astrid


" bukan begitu, ini sudah cukup sayang. aku ingin mendapatkan itu setelah adanya ijab qobul." jawab vian


" iya mas. makasih ya. aku tambah sayang sama mas." kata astrid lalu mencium bibir vian, dan memainkan tangannya di pusaka vian. astrid bangkit lalu dia memainkan pusaka vian.


" bibir kamu enak banget." kata vian. sehingga permainan mulut astrid bertambah cepat dan vian tidak bisa menahannya, sehingga tuntas gairahnya.

__ADS_1


" mas gimana kalo kita nikah siri aja dulu, biar kita leluasa melakukannya." kata astrid


" iya udah kalo kamu mau seperti itu, tapi nanti setelah usaha restoran jalan ya. mas gak mau nafkahin kamu dari usaha yang mas rintis sama istri mas sekarang." kata vian


" iya mas, aku juga akan berusaha, gimana kalo aku mengundurkan diri aja di resort mas yang dibali aku akan fokus disini mumpung ada moment juga aku mengundurkan dirinya." kata astrid


" iya udah kalo itu pilihan kamu. itu lebih baik." jawab vian


" besok aku kesana sekalian beres beres barang aku dan mengundurkan diri." kata astrid


" iya. setelah usaha ini jalan aku akan ke keluarga kamu. untuk menikahi kamu." kata vian


" iya nanti aku bilang sama ibu. karena kemarin juga aku udah bilang sama dia, gimana kalo aku nikah sama cowok yang udah punya istri, dan aku juga jelasin ke ibu kenapa aku mau." kata astrid


" dia cuma ngasih saran kalo bisa jangan, tapi kalo itu sudah difikirkan dengan baik dan itu membuat aku bahagia. ibu mengijinkan aja." jawab astrid


" iya udah kita bersih bersih dulu." kata vian sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. disusul astrid.


selesai bersih bersih dan memakai kembali pakaian vian duduk di kursi meminum air mineral dan menyalakan rokok. astrid pun datang dan duduk lagi dipangkuan vian


" mas, makasih atas segalanya, cincin ini akan selalu aku kenakan sebagai bukti bahwa aku sudah ada yang punya yaitu mas." kata astrid lalu mencium bibir vian dan **********.

__ADS_1


" nanti kamu pengen lagi. gimana kalo aku gak bisa menahan diri." kata vian


" lakukan aja mas. aku kan udah bilang sama mas." jawab astrid


" aku gak mau merusak segel itu sebelum kita sah suami istri. mas takut kamu akan menyesal nantinya" kata vian


" iya mas, makasih banyak atas kasih sayang yang mas berikan ke aku. besok aku kenalin mas ke ibu dan keluarga aku ya sekalian aku mengembalikan mobil." kata astrid


" iya. dari rumah kamu nanti naik taxi atau ada yang bisa antar." kata vian


" mudah mudahan ada yang bisa antar mas." jawab astrid


" makanya usaha ini harus benar benar jalan kalau kamu memang serius sama mas." kata vian


" iya mas pasti, aku akan sungguh sungguh." jawab astrid


" mas percaya sama kamu." kata vian


" terima kasih ya mas." jawab astrid


" ya udah kita tidur, sudah malam, besok kan kita mau ke lokasi untuk usaha itu." ajak vian lalu dia dan astrid berdiri pergi ke kasur. di atas kasur mereka berbaring berhadap hadapan.

__ADS_1


mereka berpelukan dibawah selimut dan saling memberikan ciuman mesra. akhirnya mereka tertidur dengan pulas mungkin karena cape dan waktu sudah jam 11 malam.


__ADS_2