
Sesampainya di ruko mereka melihat lihat ruko dan design buat LCI
" Bagus mas simple tapi elegant." kata astrid
" jadi kita juga harus buat yang lainnya juga selain produk yang sudah dibuat." kata lily
" kalau begitu kita buat aja dari sabun mandi, masker, dan yang lainnya." kata dilla
" atur aja sama kalian, kalian yang lebih tau soal itu." kata vian
" iya mas kemarin juga sudah aku sampaikan ke tim R&D disana." kata astrid
" kalau perlu untuk promosi cari artis yang bagus dari etika dan tidak banyak konflik untuk endorse." kata vian
" tapi kan mas itu pasti mahal." kata astrid
" nanti kalian ukur juga efek dari endorse tersebut, selagi bisa menaikan citra brand di hadapan konsumen kenapa gak." jawab vian
" nanti mamah coba cari." kata lily
" cari juga moment apa yang bisa menjadikan brand LAD's terkenal, misalnya sponsorship." kata vian
" mamah akan coba hubungi teman teman atau client butik supaya bisa memakai produk LAD's." kata lily
" untuk menjadi sponsorship kalian harus sesuaikan juga dengan target pasar produk LAD's, jangan asal pilih acara." kata vian
" siap bos." jawab mereka serempak.
" oh iya pah mau makan siang dimana nih." kata lily
" terserah mamah aja dimana." kata vian
" kalau gitu ke restoran yang biasa aja ya, astrid dan dilla belum pernah makan di restoran tempat awal kita makan berdua." kata lily
" kita ikut mbak aja." jawab astrid dan dilla
karena sudah siang mereka pun pergi ke restoran yang biasa lily dan vian kunjungi.
" pah besok jadi ke kampung." kata lily
" kalau papah terserah kalian kesana atau gak, tapi kalau papah pasti ke KBB." kata vian
" kalau aku mau mas, pengen tau kampung mas." kata astrid
" iya aku juga pengen tau tempat kelahiran suami." kata dilla
" aku juga pasti lah ikut, lagian kakek lagi sakit kan." kata lily
" iya. tapi papah disana akan pergi pergi mengisi acara sama pak bupati dan dinas." kata vian
" kita ikut aja ya." kata lily
__ADS_1
" o iya pak edi juga ikut ya, soalnya saya bawa mobil juga buat aktivitas disana." kata vian
" siap pak, lagian saya kangen juga ke kampung halaman bapak sejuk dan masih asri lingkungannya." jawab pak edi
" papah naik mobil sendiri, gak bareng sama kita." kata lily
" bareng mah, mobil dibawa pak wahyudi. ingetin papah besok di jalan beli sembako ya buat di kampung buat di bagi bagikan ke tetangga." kata vian
" iya nanti mamah ingetin, sama buat makan kita selama disana." kata lily
mereka pun sampai di restoran lalu memesan makanan
" pah habis dari sini mau kemana lagi, boleh ya kita jalan ke mall." kata lily
" iya boleh sayank." jawab vian
" makasih papah sayank, sekalian beli baju hangat buat astrid, dilla dan keluarganya." kata lily
" memang dingin gitu mbak disana." tanya astrid
" kalau di kamar sih gak." jawab lily
" mbak nih ya mancing mancing." kata astrid
" gak apa apa aku kaya besok sudah gak halangan." kata lily
selesai makan mereka pergi ke mall, vian pamit ke cafe, vian gak mau ikut belanja hanya memberikan kartu debit saja ke lily.
" selamat siang pak vian, maaf nih ganggu waktunya." kata pak bupati
" siang juga pak, gak apa apa pak saya lagi santai, gimana pak ada yang bida saya bantu." kata vian
" untuk lusa apa bapak bisa hadir, soalnya saya dapat kabar bapak sedang di surabaya." kata pak bupati
" minggu kemarin saya sudah kembali pak karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan disini, InsyaAllah saya akan hadir pak, malahan besok saya akan pergi ke kampung halaman bersama keluarga besar." kata vian
" wah kalau ada waktu saya besok ingin berkunjung ke kampung halaman pak vian sama keluarga kalau begitu." kata pak bupati
" boleh pak, saya sangat senang sekali bisa dikunjungi bapak." kata vian
" besok bapak berangkat jam berapa kira kira dari jakarta, mudah mudahan saya gak ada jadwal." kata pak bupati
" jam 7an pak sampai kampung kira2 jam 2an." kata vian
" baik kalau begitu besok saya kabari lagi, terimakasih pak." kata pak bupati
" sama sama pak, terimakasih." kata vian lalu menutjp telepon. setelah itu vian telepon opik kembali supaya menyiapkan perlengkapan tidur dan peralatan mandi yang bagus karena buat jaga jaga kalau pak bupati mau menginap di villa. vian juga minta kasur tambahan lagi
vian juga menelepon dedi yang suka bersih bersih villa untuk membersihkan villa karena besok mau kesana termasuk menyiapkan 1 kamar supaya lebih rapi.
vian meminum kopi dan menyalakan rokoknya. tak lama liky, astrid dan dilla datang dengan membawa belanjaannya.
" sudah belanjanya." kata vian
__ADS_1
" udah dong pah." jawab lily
" o iya mah kita cari perlengkapan tidur dan mandi ya, khawatir besok pak bupati mengknap disana." kata vian
" pak bupati mau menginap." kata lily
" belum tau juga sih, tapi buat jaga jaga aja." kata vian
" iya udah kita cari pah." kata lily
mereka pun pergi dari cafe mencari toko perlengkapan tidur dan mandi. vian pun membeli beberapa buat dipakai sendiri. selesai berbelanja vian pun mengambil uang tunai di ATM center mall tersebut.
Setelah itu mereka kembali ke rumah, di rumah sudah ada orang tua dan mertua vian.
" aa besok jadi kita pergi ke kampung." kata pak adi
" InsyaAllah jadi pak, kita berangkat jam 7an dari sini, sarapan biasa di jalan aja." kata vian
" iya kakek kamu telepon ibu, tanya kapan mau kesana." kata bu Ningsih
" o iya pak kalau rumah bapak yang di sebelah villa masih bisa dipakai kan." kata vian
" masih, emang kenapa gitu." kata pak adi
" khawatir aja gak muat di villa, jadi bisa sebagian tidur disana." kata vian
" memangnya bakalan ada siapa sih." kata pak adi
" tadi pak bupati telepon, vian kasih tau bahwa besok mau pergi kesana, pasti dia suruh ada pengawalan. kasian kalau mereka tidur di mobilkan. sama kita juga pasti bawa bi narsih dan marni untuk masak." kata vian
" oh begitu. iya sudah biar bapak telepon orang kampung suruh beresin." kata pak adi
Keesokan pagi mereka siap siap untuk pergi ke kampung halaman dengan keluarga besarnya. pak edi dan haris di suruh naik mobil vian bersama pak wahyudi, karena di minibus ada lusi, mitha, bi narsih dan marni katanya mau mencoba naik minibus. setelah perjalan 1 setengah jam mereka istirahat di rest area untuk sarapan, vian memberikan intruksi perjalanan ke pada haris, haris pun menelepon Fatwal yang biasa. setelah sarapan mereka melanjutkan perjalanan di perjalanan vian telepon opik.
" pik kamu dimana, gimana persiapan sudah diatur." kata vian
" di pabrik pak, sudah pak kemarin sore sudah diantar kesana." kata opik
" iya sudah saya kayanya ke pabrik dulu." kata vian
" siap pak, saya tunggu." jawab opik
vian pun telepon haris supaya cari supermarket terlebih dahulu lalu pergi ke pabrik LA. sepanjang perjalanan lily, astrid, dilla, ika, bella, lusi, dan mitha bernyanyi. kelaur gerbang tol mereka sudah di tunggu mobil fatwal, haris yang ada di mobil vian koordinasi terlebih dahulu dengan anggota fatwal, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.
" wah pakai pengawalan juga." kata wanto
" biasa pak, karena khawatir terjadi sesuatu kepada vian." kata pak bowo
" memang kenapa pak, nak vian kan asli daerah sini." kata pak wanto
" semenjak kejadian vian di bacok tangannya, pihak polsek ngasih saran supaya ada pengawalan khawatir masih ada yang ingin mencelakai vian, karena takut mobil vian sudah ditandai mereka." kata pak bowo
Setelah perjalanan kembali dan menemukan supermarket mobil pun berhenti, vian, lily, astrid dan dilla pun turun untuk membeli barang barang uang dibutuhkan di kampung sama beli sembako. vian membeli kopi sachet dan rokok untuk dia dan yang lain, beli air mineral galon dan botol. setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan ke pabrik LA.
__ADS_1