Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan Umroh 1


__ADS_3

Ika dan yang lainnya pamitan karena ada kerjaan du kantor SPI, mereka pun diantarkan pak dede ke rumah. Ibu ibu masih mengobrol dengan lily, mereka merasa heran dan takjub sekaligus.


" sama seperti waktu astrid dan dilla datang, si aa langsung memanggil dia mamah, walaupun dia belum pernah mengobrol, kalau lihat dan bertemu mungkin pernah." kata lily


" saya dulu berfikir selagi keberadaan astrid, dilla tidak merusak kehidupan saya dan vian dari sisi materi, dan mereka tidak memanfaatkan harta vian sebagai bentuk kasih sayang mereka sebagai alasan itu akan saya terima, dan alhamdulillah firasat saya benar mereka berdua benar benar murni menyayangi vian dan alhamdulillah keberadaan mereka juga membuka pintu pintu rezeki lainnya begitu pula dengan shinta, saya sudah membahas ini dengan astrid dan dilla, kami juga sudah bicara sama ibu dan bapak serta ibunya shinta, saya bukan wanita sempurna begitu juga vian." lanjut lily


" saya salut akan cara berfikir ibu lily." kata ibu sisil


" saya juga salut." kata ibu zahra, ibu siska, ibu athia dan ibu nurul. Tak lama azka dan akbar datang ke restoran habis main kuda.


" pak aku mau naik bebek bebekan kaya devan." kata azka


" iya pak aku juga mau ayo." kata akbar


" iya ayo nak." kata pak gubernur dan pak bupati mereka pun pergi ke danau. Ibu ibu juga ikut mereka ingin juga naik bebek bebekan, vian sudah naik bebek bersama devan dan shinta, tak lama pak gubernur B dan istri serta azka, pak bupati, ibu siska dan akbar, pak gubernur D enggak mau ketinggalan naik bersama ibu athia.


" aa mamah juga mau dong naik sama papah." kata lily, astrid dan dilla


" oke mah, gantian ya sama mamah shinta." kata devan


" aa kok banyak sih mamahnya, apa enggak pusing." goda pak gubernur


" enggak om, malahan senang banyak yang sayang sama aa." kata devan, shinta pun turun bergantian sama lily, terus astrid dan dilla.

__ADS_1


Setelah selesai bermain mereka pun siap siap pulang ke rumah. Vian pun mengajak kakek braja dan nenek untjk ikut sekalian. Akhirnya mereka pun pulang dari perumahan livi residence. Jam 5.17 menit mereka tiba di rumah, mereka pun masuk ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan istirahat.


Jam 6.37 menit mereka berkumpul di taman untuk makan malam, saling bercerita dan becanda, setelah makan malam dan mengobrol mereka pun istirahat karena kegiatan tadi siang. Di kamar vian, lily, astrid dan dilla mengobrol lagi saling cerita dan akhirnya mereka melakukan permainan suami isteri. Setelah mendapatkan puncaknya vian dan isteri isterinya pun tidur.


Di pagi hari seperti biasa setelah sholat subuh, vian dan lily pergi naik sepeda berkeliling komplek, jam 6 mereka kembali, vian duduk di teras depan, dan lily membawakan air putih dan kopi, vian pun menyalakan rokoknya, dia pun menikmati suasana pagi hari, pak gubernur B dan pak gubernur D meminjam sepeda vian lalu mereka naik sepeda berkeliling komplek juga.


Jam 7.17 menit mereka berkumpul di taman untuk sarapan, setelah sarapan vian mengecek persiapan acara pengajian siang harinya. jam 9.47 menit opik dan isterinya datang dengan membawa jagung, daging untuk BBQ, susu dan udang. Vian pun memberikan menyuruh opik dan isteri istirahat di kamar tamu di rumah.


Jam 11.27 menit acara pengajian pun di mulai, vian selaku tuan rumah pun memberikan sambutan.


" assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, terimakasih kepada semuanya, terutama pak ustad yang berkenan hadir dalam acara tasyakur bi'nimah atas nikmat yang diberikan allah kepada kita semua, kami memohon maaf apabila saya selama ini sudah berbuat dosa terhadap bapak ibu semuanya, saya mohon doanya dari bapak ibu karena saya dan keluarga akan melakukan ibadah umroh, semoga perjalanan ibadah umroh ini Allah ridhoi, lancar dalam melaksanakan ibadahnya dan perjalan pergi dan pulang kembali kesini. Terimakasih banyak dan sekali lagi saya mohon maaf." kata vian


Pak ustad pun memberikan ceramahnya, setelah selesai mereka melakukan makan siang bersama. Para distributor yang mendapatkan hadiah umroh sudah di arahkan sama cindy menginap di hotel dekat perumahan vian dan besok setelah sarapan mereka akan di jemput ke rumah vian. Vian juga meminta pak riki untuk datang ke rumah karena ingin di pijit. Vian juga memastikan kepada semuanya mengenai persiapan umroh dan menanyakan kepada lily tetang dr. Silvy yang akan menampingi astrid dan dilla. Pak menteri UMKM dan pak gubernur B pamit pulang dulu karena mau mengambil barang bawaan untuk pergi umroh.


" pik gimana progress pabrik PBN." kata vian


" menunggu mesin saja pak, karena semuanya sudah beres." kata vian


" terus hasil untuk survey sumber air gimana." kata vian


" alhamdulillah pak, tim sudah menemukan sumber air dan menurut tim dokter bahwa air tersebut bagus, tim pencinta alam pun memberikan masukan supaya bisa mempertahankan lingkungan hutan tersebut. Dan saya sudah komunikasi dengan pihak perhutani untuk kerjasama dan pemakaian sumber mata air tersebut untuk kita pakai, selain koordinasi dengan pihak perhitani kita juga koordinasi dengan dinas kehutanan." kata opik


" terus tanggapan mereka seperti apa." kata vian

__ADS_1


" mereka menyambut baik apalagi kita mau membantu melestarikan hutan lindung disana, kita juga akan melakukan tandatangan kontrak kerjasama dengan perhutani selama 10 tahun untuk penggunaan lahan dan kita juga akan memberikan konvensasi." kata opik


" saya juga sudah menyuruh tim untuk membeli lahan yang berada di belakang atau samping kita, karena kalau yang di depan itu sekarang harga lahannya sudah mahal." lanjut opik


" bagus kalau begitu, berapa lahan yang diperlukan untuk pembangunan pabrik pengolahan air minum tersebut, gimana mesin mesin, apa sudah dicari juga." kata vian


" minimal di 1.500 meteran pak, selain pabrik kita juga perlu gudang dan laboraturium. Untuk mesin mesin sedang dicari oleh tim." kata opik


" kalau mesinnya sudah ada, bangun saja pabriknya yang depan dan untuk lahan pertanian sebagai gantinya sambil jalan aja." kata vian


" baik pak kalau begitu, nanti saya sampaikan ke tim untuk membuat designnya dan nanti saya koordinasi sama pak daryat selaku kontraktor pembangunannya." kata opik


" jaringan pipa dari sumber mata air sampai ke pabrik juga harus diperhatikan dari bahan konsultasikan dengan tim dokter sama cari referensi jangan sampai merubah kandungan mineral air tersebut." kata vian


" itu juga sudah dibicarakan di tim pak, dan tim juga sedang membuat anggarannya." kata opik


" sama fikirkan juga pik untuk masalah produk dari hasil pertanian, kita harua bisa mengolahnya jadi bahan makanan ringan misalnya singkong dan kentang serta jagung juga bisa menjadi kripik singkong dan kentang, ini untuk pengembangan livi." kata vian


" baik pak, karena waktu itu juga sudah ada masukan dari tim riset dan penhembangan usaha mengenai hal tersebut tinggal dimatangkan saja." kata opik


" bagus kalau begitu, jadi pembelian lahan juga bisa sekalian dan untuk pabrik pengolahan makanan ringan juga bisa disiapkan." kata vian


mereka mengobrol sambil merokok dan minum kopi, suasana santai tapi bisa menghasilkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2