
Vian pun menikmati kopi dan rokoknya sambil mengobrol dan duduknya sedikit berjauhan dari mereka.
" oh iya untuk resya, lisa, Bianca dan Nayla yang mungkin baru di lingkungan disini, kalian jangan segan segan ya kalau ada apa apa bilang saja, kalian juga bebas tapi enggak sampai kebablasan, kalau mau keluar sendiri kalian bisa bilang ke yang ada disini untuk diantar jangan sampai pergi pergi aja, apalagi kalau sakit. Kalau untuk makanan atau minum kalian bisa minta ke orang dapur atau membuat sendiri silahkan saja. Mau beli diluar juga enggak masalah. Silahkan pakai fasilitas yang ada disini, kalian sudah pada dewasa kalian tau mana yang baik dan yang enggak untuk kalian." kata vian
" iya om, terimakasih." kata lisa, resya, bianca dan nayla
" untuk masalah cuci baju kalian simpan saja di keranjang cucian yang ada di kamar, nanti ada orang yang akan mencucinya, kalian juga harus bisa menyimpan barang barang berharga milik kalian dengan baik, kalian tanya tanya saja dengan kakak kakak yang lain ya. disini keluarga kalian juga juga jadi jangan segan segan bilang ke om atau tante, anggap rumah ini juga rumah kalian, anggap kamar yang kalian tempati saat ini sebagai kamar kalian sendiri, silahkan kalian menambahkan apa yang menurut kalian kurang, atau masang photo atau fasilitas lain yang kurang menurut kalian, saya hanya bisa memberikan seperti itu." kata vian
" baik om, terimakasih." kata lisa, resya, bianca dan nayla
" terimakasih pak vian dan keluarga sudah mau menerima lisa disini, jangan segan segan juga kalau lisa ada salah atau ada apa tegur saja, karena saya tau pasti untuk kepentingan lisa juga, sekali lagi terimakasih atas pengakuannya, mohon maaf merepotkan keluarga disini." kata pak bupati P
" sama sama pak, bapak dan ibu juga mau kapan pun kesini silahkan saja, baik ada saya ataupun enggak, tinggal bilang saja di depan. Tapi mohon maaf jika memang pelayanan disini tidak sebaik apa yang bapak dan ibu bayangkan." kata vian
" saya bersyukur bisa berkenalan sama pak vian dan keluarga disini, saya bahagia bisa memiliki keluarga baru lagi, terimakasih sudah mengaku kami sebagai bagian dari keluarga ini juga." kata pak bupati P
" saya berterimakasih kesemuanya sudah menerima kami disini, saya sangat senang bisa berada disini dan memiliki saudara baru ini." kata ibu komala
" kalau misal lisa atau siapa mau pulang tinggal bilang saja, saya akan usahakan untuk antar kalian, yang terpenting bilang aja." kata vian
" iya om, terimakasih." kata lisa, resya, bianca dan nayla
" Alhamdulillah bertambah saudara baru lagi, rumah ini akan tambah rame, dan insyaAllah berkah." kata pak adi
" aamiin." jawab mereka
" tapi kita jadi enggak enak ya, mengganggu istirahat pak vian dan keluarga." kata pak menteri sosial
" enggak masalah pak, kalau enggak seperti kita malahan merasa sepi banget ini rumah." kata vian
" betul itu pak, dulu saya suka sendiri, akan tetapi setelah menikah dengan vian saya enggak suka sepi tuh." kata lily
" pantas saja ibu bisa menerima bu astrid, bu dilla dan bu shinta jadi supaya rame ya bu." kata ibu citra
" itu karena terpaksa saja bu, soalnya kalau enggak dinikahi mereka mau loncat dari jembatan suramadu katanya." kata lily
__ADS_1
" enak aja, enggak gitu juga kali mbak." jawab astrid
" iya nih mbak, bikin malu kita aja, enggak segitunya juga." kata dilla
" maaf ibu ibu, iya seperti ini anak kembar saya kelakuannya kalau udah saling menggoda." kata bu retno
" iya nek kalau mamah udah pada berantem bikin aa pusing." kata devan
" bukan berantem sayang, mamah becanda." kata lily
" saya perhatikan waktu awal ketemu di pangandaran itu, saya kira ibu lily, ibu astrid, ibu dilla dan ibu shinta itu kembar loh." kata ibu komala
" sampai mereka mau 1 kamar coba, enggak kebayang kan gimana vian menghadapi mereka ini." kata ibu retno
" sama bu, saua kira juga begitu." kata ibu citra
" tapi saya salut dengan keakraban mereka, saling mendukung, terus keluarga disini pun begitu kental dengan kekeluargaannya, membuat saya iri." kata ibu komala
" iya benar itu bu, bukannya mau membandingkan atau apa ya, tapi dikeluarga saya sendiri aja enggak seperti ini, makanya saya langsung klik, merasa nyaman berada disini." kata ibu citra
" sama si nisa dan mira pun begitu, sampai enggak mau pulang ke rumah coba itu, selama ini dia ada di luar sekarang di negeri sendiri aja enggak mau pulang ke rumah." kata ibu nurlaela
" iya saya mau ah bergabung di LCI supaya enggak suntuk di rumah, pak ibu boleh gabung ya di LCI." kata ibu citra
" beneran ibu mau, iya udah nanti bapak bicarakan sama pak vian kalau begitu." kata pak menteri pendidikan
" aku juga ya pak, biar kalau ditinghal bapak ibu enggak sepi lagi lagian kan resya disini juga." kata ibu kayla
" iya bu supaya rame, masa kita kalah sama anak anak kita, nanti kalaubada ibu ibu kan saya bisa lebih tenang juga kerjanya, soalnya butik saya agak keteteran." kata lily
" ibu lily ada butik juga toh, benar benar pengusaha sejati ini." kata ibu citra
" ada bu, di samping kantor LCI itu butik dan disebelahnya toko swalayan yang menjual produk produk LA dan PBN sama ada cafe juga disana." kata lily
" asyiiik kalau begitu." kata ibu citra
__ADS_1
" oh iya ly cafe akan diambil alih pengelolanya sama ibu, itu kan bidang usaha BBB." kata ibu retno
" apa itu BBB bu." tanya ibu kayla
" Besan Berkah Bersama bu, vian membuatkan kita usaha untuk ibu ibunya ini." kata bu retno
" Ambil aja bu, tapi harus setor modal dulu ke aku ya." kata lily
" itu juga modal dari vian, minta aja sama suami kamu itu." kata ibu retno
" iya modalnya kan dari vian, cafe itu kan buat aku, wajar dong aku minta dibalikan uangnya." kata lily
" oh kamu perhitungan sama ibu ya." kata ibu retno
" bukan perhitungan aku juga kan buat modal di butik bu, sama buat jalan jalan we." kata lily
" kamu ya ly kalau enggak becanda sama astrid dan dilla sama ibu kamu." kata pak bowo
" ini nih mamah sama nenek berantem aja sukanya, bikin aa pusing tau." kata devan
" masa a, toko mamah yang di depan itu mau nenek ambil itu kan dari papah biat mamah kan." kata lily
" kasih aja mah ke nenek, nanti mamah minta lagi aja ke papah bereskan enggak perlu berantem." kata devan
" cucu nenek memang pintar." kata bu retno
" kan papah uangnya habis a gimana dong." kata lily
" iya udah kalau papah habis uangnya, aa yang kasih." kata devan
" memangnya aa punya uang gitu." kata lily
" nanti aa minta sama papah dulu, kalau buat aa pasti ada." kata devan
" aamiin." kata mereka
__ADS_1
mereka pun menikmati malam dengan becanda ria, karena sudah larut malam mereka pun pergi ke kamarnya masing masing.