Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Orang Kreatif penuh Inovasi


__ADS_3

Selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut pak gubernur, lily menunjukan kamar untuk shinta beristirahat. Shinta pun pergi ke kamar tamu yang ditunjukan lily, vian dan lily pun sama masuk ke kamar, mereka pun melaksankan sholat dzuhur berjamaah, selesai sholat vian dan lily kembali lagi ke ruang keluarga. Tak lama pak wahyudi datang


" pak maaf mengganggu, pak gubernur dan pak walikota sudah tiba." kata pak wahyudi


" iya pak yudi, terimakasih ya." kata vian lalu pergi ke depan berasama lily menyambut pak gubernur


" assalamualaikum, pak gub, pak walikota, terimakasih nih sudah bersedia hadir dikediaman kami. Silahkan pak masuk" kata vian


" waalaikumsalam, gimana kabar pak." kata pak gubernur


" alhamdulillah seperti yang bapak lihat." kata vian


" setelah saya mendapat kabar bahwa bapak mengalami kecelakaan saya dan isteri terus mengobrol enggak bisa tidur." kata pak gubernur


" sama saya juga terus memantau dan mencari informasi bapak." kata pak walikota


" terimakasih atas perhatiannya pak, mohon maaf saya telah membuat bapak bapak ini khawatir." kata vian


" kemarin sama ibu lily berangkatnya." kata pak gubernur


" saya baru tiba pak, semalam kita mau berangkat kesini bersama pak bambang menyewa jet pribadi, tapi kata suami enggak usah besok saja, udah gitu astrid sama dilla shock mungkin karena sedang hamil jadi mereka lemah dan pingsan jadi sekarang mereka enghak bisa hadir kesini karena masih di rawat di rumah." kata lily


" jangankan ibu astrid dan ibu dilla, saya aja shock bu mendapat kabar itu apalagi ibu astrid sama ibu dilla." kata pak gubernur


" kehadiran saya kesini selain silaturahmi, saya mau menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa bapak di lokasi pembangunan perumahan, saya sudah suruh aparat kepolisian untuk menindak tegas." kata pak walikota


" enggak apa apa pak, itu sudah biasa terjadi." kata vian


" adakan razia premanisme dan yang mengarah ke arah sana, itu harus dilakukan pak walikota untuk menjamin bagi siapa saja yang akan berinvestasi di daerah ini supaya mereka nyaman." kata pak gubernur


" saya sudah meminta pihak aparat kepolisian dibantu aparat TNI supaya tidak meresahkan warga." kata pak walikota


" kemarin saya sudah sampaikan ke mereka kalau mau mendapatkan penghasilan silahkan menjadi pekerja bangunan disana kita akan akomodir, tapi karena mungkin mereka dalam keadaan mabuk jadi dia menyerang saya, pekerja yang ada disana pun tidak terima bahkan beberapa karyawan pabrik LCI datang yang kebetulan sedang shift." kata vian

__ADS_1


" kita harus rutin merazia tempat tempat penjualan minuman keras, jangan sampai merusak generasi muda kita." kata pak gubernur


" kemarin malam di cafe dekat rumah, itu dari ormas malahan, sampai pak gubernur datang karena pas telepon vian, vian sedang di bentak sama orang itu, malam itu juga pak gubernur koordinasi dengan polres dan polsek." kata lily


" kita tidak bisa menyalahkan 100% kepada mereka, kita harus bisa menjadi wadah untuk melakukan pendampingan supaya keahlian mereka bisa terasah secara positif, seharusnya wadah itu di ormas tersebut bukan menjadi sumber kejahatan." kata vian


" betul itu pak, gimana apa lusa bisa mengisi acara itu pak." kata pak gubernur


" insyaAllah pak, kalaupun besok juga bisa, kamis saya di kampus tempat kemarin acara wisuda tersebut, sabtu saya mengisi acara pendampingan di kota B." kata vian


" iya sudah kalau bapak mau besok kita adakan dulu saja untuk UMKM di kota ini gimana." kata pak walikota


" atur saja waktunya pak, insyaAllah saya bersedia. Sama mumpung ada ibu komisaris BLS juga, beliau bisa langsung membantu untuk urusan permodalan dan pendampingan kedepannya." kata vian


" kalau begitu bagus sekali, saya akan koordinasikan sama dinas terkait." kata pak walikota, dia pun langsung menelepon kepala dinas.


" bagus, semakin cepat semakin baik." kata pak gubernur


" mamah terus harus gimana." kata lily


" siap kalau begitu," kata lily, dia pun langsung telepon murthi


" karena sudah siang, bapak bapak pasti belum makan siang, kalau begitu kita ke dillas cafe saja bagaimana." ajak vian


" boleh pak, saya juga enggak ada acara, sekalian mau melihat kesana." kata pak gubernur. Mereka pun akhirnya pergi ke Dillas Cafe, kurang dari 7 menit mereka sampai di dillas cafe, vian menyuruh Nadhine untuk membawakan menu makanan yang ada disana. Vian juga menyuruh tim pak walikota dan pak gubernur untuk memesan makanan juga


" wah nanti saya boleh mencoba jagung bakarnya." kata pak gubernur


" iya saya juga mau mencobanya, dan ini bisa jadi percontohan bagi tempat lainnya, asalkan kreatif bisa menghasilkan cuan." kata pak walikota


" ini jagung dari daerah M pak gubernur, bapak harus mencobanya, kalau kemarin dari daerah KBB." kata vian


" oh gitu, kita sekalian bisa membantu para petani ya, ide pak vian luar biasa deh, bisa mengolah sesuatu yang tidak dipandang awalnya untuk naik level, tapi dengan membawa produk itu masuk ke cafe itu menjadi luar biasa." kata pak gubernur

__ADS_1


" pak vian saya minta berphoto bersama ya, saya ingin menyampaikan ke group." lanjut pak gubernur, mereka pun berphoto bersama beliau juga meminta di photo sambil memegang jagung bakar. Dia pun mengirimkannya ke group sedangkan yang sedang sendiri memwgang jagung dikrimnya ke medsos miliknya " ini cara orang kreatif yang penuh inovasi, ini hasil pertanian daerah M yang naik kelas." caption pak gubernur.


" kalau produk sayur mayurnya ada di toko sebelah pak, awalnya hanya buah buahan akan tetapi setelah kita mendapatkan hasil pertanian lainnya dari daerah ini kita ubah konsepnya. Kalau untuk shortirnya ada di ruko sebelah sana yang bertanggung jawab bapak mertua." kata vian


" oh iya pak besok jadi ya, lokasinya di kantor dinas UMKM jam 10. pesertanya pelaku usaha UMKM dan ibu ibu PKK." kata pak walikota


" baik pak, InsyaAllah saya kesana sama isteri." kata vian


" terimakasih pak, kami tunggu kehadirannya, kalau begitu saya permisi pamit karena ada acara lainnya." kata pak walikota


" iya pak baik, terimakasih atas silaturahminya." kata vian


" saya juga pak vian permisi pamit dulu, mudah mudah2an besok bisa bertemu, isteri pasti ingin bertemu kalau ibu lily ada disini." kata pak gubernur


" baik pak terimakasih." kata vian


" salam saja sama ibu ya pak." kata lily


" iya nanti saya akan sampaikan." kata pak gubernur.


Tak lama ibu asti dan ibu sri bersama pak wanto datang kesana. vian memberikan salam ke mereka, lily pun bersalaman lalu memeluk ibu asti dan ibu sri. Vian pun mengenalkan mertuanya kepada pak gubernur, setelah itu pak gubernur pergi. Setelah pak gubernur pulang mereka pun mengobrol


" gimana keadaan nak vian." kata ibu asti


" alhamdulillah bu baik, berkat doa ibu dan bapak, maaf jadi membuat bapak dan ibu khawatir." kata vian


" ibu shock mendengar kabar dari bella, apalagi setelah melihat berita." kata ibu asti


" ibu dan bapak di rumah enggak bisa tidur ditambah kedatangan tetangga yang menanyakan kondisi nak vian." kata ibu sri


" oh iya nak lily gimana kabarnya astrid dan dilla." kata ibu asti


" mereka sudah baikan bu, semalam ibu langsung menelepon dr. Silvy untuk datang ke rumah karena khawatir kondisi astrid dan dilla sama bayinya. Tadi pas saya kesini sudah biasa tapi mereka masih lemah jadi enggak ikut kesini." kata lily.

__ADS_1


Vian mempersilahkan mertuanya untuk memesan makanan dan minuman.


__ADS_2