
Pertemuan kali ini membuat astrid dan dilla ingin memantapkan pilihan dan pendamping hidupnya, jangan sampai pilihan mereka salah, vian pun sama ingin menjalani hubungannya dengan astrid dan dilla karena kasian semata akan tetapi karena suka sama suka.
" kalian jangan sampai menyesal kedepannya atas apa yang kalian lakukan sama mas, mas juga gak akan menarik kembali apa yang telah mas kasih ke kalian jika kalian menyesal atas keputusan kalian." kata vian
" dari awal aku sudah yakin kepada mas dan yakin akan keputusan aku, aku suka mas karena hanya melihat harta yang mas miliki, tapi aku benar benar sayang sama mas, aku juga tau konsekwensi dari keputusan aku ini, yang penting jangan menyakiti aku." kata astrid
" semenjak aku kenal mas, aku ke selalu kefikiran tentang mas, aku juga sama bukan karena melihat mas punya harta aja, tapi aku benar benar suka, sehingga waktu itu aku bicara sama astrid, aku yakin akan pilihan dan keputusan aku ini untuk menerima mas sebagai pendamping hidup aku." kata dilla
" terimakasih atas kepercayaan kalian kepada mas, mas sangat menghargai atas pilihan dan keputusan kalian. mas bilang seperti ini karena mas sayang kalian." kata vian dan memeluk mereka berdua
" makasih ya mas, aku tambah sayang deh." kata astrid
" kita akan menjalani ini sama sama baik bahagia ataupun susah, aku sayang sama mas." kata dilla sambil mempererat pelukannya.
" kalian kembangin usaha ini, nanti cari lagi peluang usaha lainnya." kata vian
" iya mas kita fokus jalanin cafe dan toko buah dulu." kata astrid
" mas mau bikin kopi lagi." kata dilla
" boleh, makasih ya." kata vian
" mas kok kaya lagi bingung, ada apa." kata astrid
" mas lagi mikirin pembangunan yayasan pendidikan, siapa yang akan jadi pengelolanya." kata vian
" terus dana pembangunannya gimana mas, apa cafe ini gak masalah." kata astrid
" dananya insyaallah ada, cafe ini kan uang pribadi mas jadi gak masalah, kalian tenang aja." kata vian
" syukur kalau begitu, aku jadi tenang." jawab astrid
" gak apa apa kan kita nemenin mas tidur disini." kata dilla
" iya kalau kalian mau silahkan aja." kata vian
" aku takut aja ganggu mas." kata dilla
" mas seneng kok, jadi ada teman ngobrol gak harus cari teman tidur." kata vian sambil tertawa
" awas aja ya cari yang lain.. nanti aku laporin sama mba, dan kita sama sama gebukin mas." kata astrid
__ADS_1
" iya gak, mas becanda, kan udah ada kalian." kata vian
" kalau gak ada kita gimana." kata dilla
" iya gak lah, masa mas cari yang lain sih. ayo kita siap siap pergi ke cafe." kata vian
setelah siap siap mereka bertiga pergi ke cafe, menempuh perjalan 37 menit akhirnya mereka sampai di lokasi Dilas Cafe, vian melihat pengerjaan cafe tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan astrid dan dilla. vian pun melihat ke toko yang akan dijadikan toko buah buahan, disana sudah tersusun rak dan lemari pendingin. selesai melihat lihat vian pun duduk di kursi depan toko lalu berbicara kepada astrid dan dilla.
" toko buah buahan ini sudah bisa dimulai, kalian bisa langsung memesan buah buahannya ke supplier, dan minta di print dulu sebelum nanti plang di pasang." kata vian
" iya mas, aku sekarang akan memesannya sesuai dengan yang aku buat kan." kata dilla
" iya, ini awal Ujian kalian untuk memulai usaha dan kehidupan kalian." kata vian. vian berdiri ingin membeli rokok dan minuman di supermatket
" mas mau kemana." kata astrid
" mas mau beli rokok dan minuman. kalian mau ikut" jawab vian
" iya dong, masa kita ditinggalin. nanti mas ada yang ambil lagi." kata dilla. akhirnya mereka pun pergi bersama ke supermarket. disana vian membeli minuman kopi dan air mineral. astrid dan dilla mengambil makanan ringan, dikasir vian minta 3 bungkus rokok dan korek api
" kok mas beli minumnya sedikit nanti buat di hotel gimana." kata astrid
" nanti aja beli di mall dekat hotel pasti ada swalayannya, atau mau beli disini aja jadi nanti kita gak usah keluar lagi tinggal makan malam aja" kata vian
" iya udah kalian ambil lagi aja minuman sama cemilannya, banyakin air mineral ya buat bikin kopi sama teh." kata vian.
" iya mas." jawab mereka lalu mengambil barang yang dimaksud tadi.
selesai membayar mereka kembali ke dilas cafe, dengan membawa tas belanjaan yang dibeli di supermarket tersebut. sampai di cafe vian duduk lagi di kursi lalu meminum air putih dan menyalakan rokoknya.
tak lama teman dilla yang seorang notaris datang bersama stafnya.
" hai dill, apa kabarnya?" kata gina
" baik, o iya kenalin ini mas vian dan astrid." kata dilla
" salam kenal mas vian dan mba astrid. saya gina." kata gina lalu bersalaman
" salam kenal juga, semoga bisa membantu kami untuk membuat akta pendirian perusahaan." kata vian
" bisa mas insyaAllah, saya bantu mengurusnya serta izin yang lainnya juga. nama perusahaannya apa ya." kata gina
__ADS_1
" PT. Dilas Maju Bersama, pendirinya saya, asrrid, dan dilla bidang usaha cafe dan toko buah untjuk sementara ini mudah mudahan kedepannya bisa tambah." kata vian
" aamiin, untuk pembagian kepemilikannya dan dewan komisaris dan direksi gimana mas." kata gina
" saya 40%, astrid 30%, dan dilla 30%, saya komisaris, direktur utama astrid, direktur keuangan dan operasional dilla, dan untuk modal disetornya 1,5 milyar." kata vian
" baik mas kalau begitu saya minta KTPnya untuk saya photo dan saya akan urus dan cek ketersediaan nama perusahaan tersebut. untuk alamat perusahaan disini ya." kata gina
" iya, saya serahkan ke ibu gina aja untuk mengurus hal lainnya, untuk masalah biayanya biar dilla yang akan komunikasi dengan ibu." kata vian
" baik kalau begitu, saya akan buatkan aktanya, nanti mas dan yang lainnya tinggal tandatangan." kata gina
" kalau bisa besok sudah bisa saya tandatangani karena saya harus pergi, waktunya bisa sore atau malam, kita ketemuan dimana nanti dilla kasih kabar, soalnya besok saya juga ada urusan lain. bisa kan diatur seperti itu." kata vian
"baik mas saya akan usahakan." kata gina
" kalau bu gina ada kenalan atau bahkan bisa mengurus hak merk bisa sekalian." kata vian
" itu juga bisa mas, bisa kita urus sekalian. kalau begitu saya permisi untuk membuat aktanya, o iya untuk merknya mau apa ya." kata gina
" Dillas untuk katagorinya di restoran," kata vian
" baik kalau begitu nanti kalau ada yang kurang saya akan tanyakan ke dilla. kami izin pamit kalau begitu." kata gina
" baik terimakasih atas waktu dan bantuannya." kata vian
" mas ini supllier buah buahan minta DP dulu bagaimana." kata dilla
" total semuanya berapa saya akan transfer ke kamu, biar kamu nanti yang kelola." kata vian
" totalnya 47 juta mas." kata dilla
" iya udah mas transfer ke kamu 70 juta dula, itu sama buat pengurusan akta perusahaan. mas minta nomor rekening kamu, kalau nanti akta dan perizinan sudah jadi kalian buat rekening perusahaan." kata vian dan dia pun langsung mentransfer ke rekening dilla.
" iya mas nanti aku buat laporannya." kata dilla
" kapan buah buahan itu akan dikirim kan." kata vian
" besok jam 9an sampai sini mas." kata dilla
" iya udah besok kita kesini lagi aja, setelah itu mas baru ketempat pak anam dan melihat toko kamu itu." kata vian
__ADS_1
" iya udah besok sekalian aja." kata astrid
karena waktu sudah sore vian mengajak astrid dan dilla kembali ke hotel