
Vian memberikan masukan kepada pak abe supaya dia merekrut marketing online dan mengembalikan tim online kembali ke semula dan menyuruh supaya tim R&D lebih kreatif lagi dan selalu memperhatikan tend yang sedang booming atau melihat tend apa kedepannya. Vian juga menyampaikan permohonan maaf karena jarang pergi ke LNI lagi. Setelah selesai acara pertemuan tersebut tim LNI pamit kembali ke kantor. Vian memberikan berkas ke raka untuk dibuatkan kartu keluarga baru.
Setelah dengan tim LNI selesai vian juga meminta TIM manajemen BLS untuk memberikan laporan dan rencana kedepannya, serta menanyakan progres produk asuransi kesehatan sudah sejauh mana. Setelah selesai tim manajemen BLS pun pamit untuk kembali ke kantor.
Orang tua, mertua vian pun pulang bersama devan dan de qinar karena mereka sudah rewel.
Vian pun pergi menemui isteri isterinya.
" mah mau makan siang dimana, kapan mau ke dokter." kata vian
" restoran biasa aja pah, sebentar lagi ya." kata lily
" kalau begitu papah tunggu di cafe saja ya." kata vian
" oh iya pah, nanti kita kesana." kata lily. Lily pun masih sibuk menjawab pertanyaan wartawan termasuk ibu sisil juga di tanya tanya. Vian pun pergi ke cafe dan memesan jus lalu menyalakan rokoknya.
30 menit kemudian lily, astrid, dilla dan ibu sisil datang, mereka pun pergi ke restoran di antar pak edi, setibanya di restoran mereka pun memeaan makanan, setelah pesanan datang mereka pun makan dengan lahapnya mungkin karena cape.
Setelah selesai makan vian meminta pak edi untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksa isterinya ke dokter kandungan.
Sampai di rumah sakit vian dan yang lainnya sudah di tunggu dr. Silvi, dr silvi pun membawa mereka ke ruangan dr. Anita. Dr. Silvi menjelaskan siapa yang akan di periksanya kepada dr. Anita
" bu lily sedang hamil lagi." kata dr. Anita candanya
" bukan saya dok. Tapi ini astrid sama dilla." kata lily. Dr. Anita pun menyuruh perawat untuk memeriksa tekanan darah astrid dan dilla
" ibu lily, ibu astrid dan ibu dilla seperti kembar ya." kata dr. anita
" iya dokter kita kembar yang disatukan oleh vian ini." kata lily
" eh ada ibu sisil juga, kok bersama ibu lily ada acara apa ini." kata dr. Anita
" iya bu dokter kebetulan saya ada usaha bareng sama ibu lily dan barusan baru pembukaan toko jadi saya ikut kesini." kata ibu sisil
Dr. Anita pun memanggil astrid untuk di periksa terlebih dahulu.
" wah selamat pak vian dan ibu astrid, ibu sedang mengadung, ini sudah 7 minggu usia kandungannya." kata dr. Anita sambil menunjukan titik di monitor.
" ibu jangan cape cape dulu, dan jangan sering di tengok ya pak vian." lanjut dr. Anita, vian hanya tersenyum. setelah itu dr. Anita memeriksa dilla
" selamat juga pak vian dan ibu dilla , ibu sudah mengandung usianya sama 7 mingguan juga, ibu jangan cape cape dan jangan sering di tengok." kata dr. Anita
" denger kata dokter ya, kalau perlu kalian pisah kamar dulu biar gak kepengen kalau aku sedang berduaan sama vian.. Eh maaf ada ibu sisil, jadi malu." kata lily
__ADS_1
" jadi kenyataan kalian berdua bisa hamil barengan." lanjut lily
" bikinnya barengan ya besar kemungkinan bareng juga, mbak juga periksa harusnya." kata astrid
" aku di KB dan baru datang bulan." kata lily
" benar benar kaya kembar kompak, akur lagi, ngomong ngomong kok ibu astrid dan ibu dilla ini kandungan sudah 7 minggu kok ngakerasa apa gak mual gitu." kata dr. Anita. Dr. Anita pun memberikan resep obat u tjk astrid dan dilla
" gak dokter dan saya juga lupa bahwa saya sudah telat datang bulan karena pulang pergi surabaya jakarta dan ngurus kerjaan." kata astrid
" sama dokter tapi saya memang suka merasa cepat letih aja." kata dilla
" alhamdulillah janinnya kuat." kata dr. Anita
" iya sudah nanti ibu minum obatnya," lanjut dr. Anita
" baik bu dokter. Terimakasih." kata astrid dan dilla
" terimakasih banyak dokter." kata vian
" sama sama pak, sekarang yang saya fikirkan bagaimana nanti menangani kelahir ibu asrrid sama ibu dilla ini berbarengan." kata dr. Anita
" iya juga ya. Tapi masih lama ini dokter sambil jalan dokter fikirkan." kata lily
" mas ibu pengen kesini, gimana ya, tapi ari kan sekolah." kata astrid
" iya mas, bapak sama ibu juga ingin kesini tapi bimo juga sekolah." kata dilla
" iya udah suruh ibu kesini aja, bapak disana dulu sama bimo dan ari titip sama bapak. Kabari aja kapan mau kesini biar mas pesankan tiketnya." kata vian
" iya ya bapak disana dulu jadi si ari juga bisa sama bapak dulu." kata dilla
" iya sudah biar ibu hubungi ibu kamu." kata astrid
" iya aku juga akan bilang ke ibu." kata dilla
Mereka pun pergi ke apotek untuk menebus resep lalu membayar ke kasir. Setelah pamitan sama dr. Silvy mereka pergi kembali ke ruko.
Sesampainya di ruko mereka bertemu sama ika, bella, lusi dan mitha.
" kakak dari mana sih kok nngak ajak ajak kita." kata ika
" maaf ya, tadinya mau ajak tapi kalian lagi sibuk jadi aja kita berangkat terus kita ke rumah sakit." kata lily
__ADS_1
" siapa yang sakit, kakak sakit." kata ika
" bukan kakak, tapi astrid sama dilla mereka akan kasih kamu keponakan baru." kata lily
" selamat ya kak astrid sama kak dilla." kata ika lalu dia memeluk astrid dan dilla
" wah aku bakalan punya keponakan, selamat ya mbak dan mbak dilla." kata bella dia pun sama memeluk astrid dan dilla
" kok kalian gak peluk aku sih." kata lily sambil memberikan muka sedih
" iya kakak ku yang cantik." kata ika lalu dia pun memeluk lily bersama bella
" ibu sudah tau mbak." kata bella
" sudah, mungkin besok siang beliau kesini." kata astrid
" terus ari gimana sekolahnya." kata bella
" rencananya mau di titip di pak wanto." kata astrid
" minggu depan aku juga kan akan kesana, mau sidang. Doain aku ya." kata bella
" pasti bisa lah toh kamu skripsinya apa yang kamunkerjakan selama ini di Dillas. Yapi kamu juga harus belajar." kata astrid
" iya mbak." kata bella
" gimana penjualan hari ini di toko." kata vian
" alhamdulillah aa, tadi sudah mencapai 30 jutaan karena ada yang maunjadi distributor, agen dan reseller." kata ika
" tadi kalian meminta pengunjung datanya gak." kata vian
" diminta aa, tapi ada juga yang gak kasih." kata ika
" bagus, kelola data itu." kata vian
" iya aa nanti akan ika suruh marketing untuk follow up mereka dan memeberiman informasi produk terbaru dan diacount." kata ika
" ibu lily teman teman saya mau pada datang kesini, pengen lihat dan coba katanya." kata ibu sisil
" wah alhamdulillah bu." kata lily
" alhamdulillah kehadiran pak bambang dan pak gubernur memberikan dampak positif termasuk iklan gratis buat LCI dan SPI." kata vian
__ADS_1
Tak lama handphone vian bergetar tanda ada notifikasi pesan masuk. Setelah dilihat pesan dari pak bambang