
Di pagi hari vian seperti biasa bermain di taman bersama devan, selesai bermain vian bersih bersih dan berganti pakaian, lalu pergi sarapan. sedang sarapan vian menerima telepon dari pak daryat
" pagi pak, maaf ganggu." kata pak daryat
" iya pak gak apa apa, ada apa?" kata vian
" apa hari ini bapak ada waktu, kalau bisa kita ketemu di perumahan livi residence pak, saya mau bicarakan masalah sekolah itu." kata pak daryat
" oke saya jam 9an dari rumah." kata vian
" kalau begitu saya tunggu." kata pak daryat lalu mematikan telepon
" telepon dari siapa pah?" tanya lily
" dari pak daryat mah, katanya bahas masalah sekolah di livi residence." kata vian lalu memanggil devan
" aa mau ikut gak sama papah."
" kemana pah." kata devan
" ke tempat thunder." jawab vian
" asyiiik... ikut pah." kata devan gembira
" kalau begitu bapak ikut ya." kata pak bowo
" iya bapak juga ikut." kata pak adi
vian telepon pak dede supaya kerumah minta antar pergi ke livi residence.
" aa mamah gak ikut gak apa apa ya." kata lily
" gak apa apa mah, kan ada papah sama kakek tetus lilis juga ikut." kata devan
" mamah selesaikan aja urusan butiknya." kata vian
" iya pah terimakasih, aa kok seneng gak jalan sama mamah kenapa." kata lily
" enakan sama papah, kalau aa mau apa pasti dibeliin." jawab devan dengan lempengnya
" jadi gitu gak mau jalan sama mamah lagi." kata lily dan memasang muka cemberut
" bukan gitu mah, mamah kan ada kerjaan jadi gak bisa nemeninin aa." kata devan
__ADS_1
" iya aa, maaf mamah gak bisa nemenin ya." kata lily
" gak apa apa mah." kata devan
pak dede sudah datang, ayo kita berangkat, setelah pamitan kepada lily dan ibunya serta ibu mertuanya vian menggendong devan ke mobil dan duduk di kurai depan sebelah pak dede, lilis dibelakang, sedangkan pak bowo dan pak adi duduk di tengah, saat ini vian tidak membawa putra ataupun haris. setelah perjalanan 40 menit mereka sampai di villa perumahan livi residence. devan yang semangat ingin bertemu thunder setelah turun dari mobil dia berlari ke kandang thunder. sedangkan vian menuju kantor L-Pro disana sudah ada pak daryat dan timnya.
pak daryat langsung memimpin acara diskusi tersebut
" terimakasih pak vian sudah hadir disini, langsung saja saya sampaikan bahwa tadi pagi kami telah survey ke lokasi yang kemarin saya ceritakan kepada bapak dan saya juga sudah bertemu dengan orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola lahan tersebut sama pemiliknya. untuk lahannya sendiri menurut saya cocok untuk dibangun sekolah, tanah tersebut 2,5 hektar menurut sertifikat tanahnya, mereka meminta harga 8 milyar. menurut bapak bagaimana." kata pak daryat
" coba saja hubungi lagi orangnya kalau bisa harganya di 7 milyar aja. untuk tanahnya saya percaya kepada pak daryat," kata vian
" baik pak kalau begitu saya akan hubungi pemiliknya kebetulan tadi penangung jawabnya kasih nomor pemiliknya." kata pak daryat lalu telepon pemilik lahan. setelah selesai pak daryat lalu darang lagi ke ruangan rapat
" kabar baik pak, pemilik lahan setuju untuk melepas tanahnya dengan harga 7 milyar. dan siang ini dia akan datang kesini untuk melakukan transaksinya." kata pak daryat
" bagus kalau begitu, untuk dananya saya akan menyuruh tim BLS menyiapkannya." kata vian. dia pun langsung telepon ke BLS, lalu vian menyuruh tim legal L-Pro untuk menyiapkan surat surat untuk memenuhi prosedur pemindahan kepemilikan lahan.
pak daryat memperlihatkan denah lahan yang akan dibeli sesudah itu dia menampilkan design bangunan yang akan didirikan di lahan tersebut.
" lahan sudah ada tinggal menunggu transaksinya saja, dan designnya juga sudah ada jadi saya akan mematangkan konsep sekolah ini dan mungkin ada perubahan lokasi bangunan sekolah. yang akan saya pindahkan itu lokasi bangunan sekolah dasar yang tadinya di lokasi perumahan ini saya pindahkan di lokasi yang akan kita beli, yang dilokasi sini belum dimulai pembangunan kan." kata vian
" belum pak, kami baru mengukur dan mencari lokasi yang tepat saja." kata pak daryat
" bangunan sekolah dasar ini lokasinya tidak jauh dari gerbang utama di depan ruang belajar, ruang guru, perpustakaan, dan ruangan lainnya, ditambah lapangan olah raga sekaligus lapangan upacara, lahan parkir, kantin. sedangkan untuk SMP, SMA, dan SMK itu ditambah bangunan asrama putra dan asrama putri terus bangunan sekolah dan yang lainnya jadi sekolah putra dan sekolah putri juga dan lokasinya harus terpisah antara putra dan putri karena saya ingin sekolah sekolah tersebut menjadi sekolah Boarding School. kalau mengandalkan siswa dari lingkungan sini itu akan sulit. makanya sekolah ini harus bermutu dan berkualitas. sedangkan universitas itu sama saja mungkin peruntukan lahannya yang akan sedikit berkurang."
" berarti yang taman kanak kanak tidak berubah ya pak." kata pak daryat
" iya sesuai dengan rencana saja, o iya tambahkan bangunan untuk gedung yayasan Livi Education di depan dan dekat klinik juga harus di bangun juga yang luas untuk supermarket dan toko alat tulis." kata vian
" baik pak, terus lahan untuk sekolah SD peruntukannya untuk apa." kata pak daryat.
" unit rumah yang ada di perumahan livi residence ini sudah terjual semua." kata vian
" belum pak, dan masih ada tanah kavling yang belum di bangun juga." kata pak daryat
" dilahan yang tadinya untuk sekolah SD bangun cluster 25 unit type 45 nantinya untuk guru guru atau dosen. secepatnya saya akan buat yayasan pendidikan itu, jadi nanti L-Pro berhubungan dengan YLE untuk masalah keuangannya." kata vian
" baik pak, saya akan segera kerjakan." kata pak daryat
vian langsung telepon pak raka untuk membentuk akta pendirian yayasan livi education dan surat surat perizinan lainnya untuk TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Universitas untuk pendirinya Vian, Lily, Pak bowo, dan Pak Adi
setelah selesai mematangkan konsep sekolah, vian pamit ke villa dulu untuk menjumpai devan dan orangtuanya, devan masih anteng main sama thunder, melihat anaknya anteng vian menyuruh pak dede untuk membeli makan siang. lalu dia pergi ke gazebo ternyata disana sudah ada pak bowo, pak adi, dan kakek braja. vian juga meminta kartu identitas pak bowo dan pak adi, vian menjelaskan itu untuk membuat akta pendirian yayasan pendidikan livi.
__ADS_1
sambil merokok vian melihat bahwa ada pesan dari astrid
" mas lagi dimana, kok gak ada kabar sih." kata astrid
" mas lagi di kantor L-Pro lagi bahas pembangunan sekolah dan universitas. kamu dimana." kata vian
" aku sama dilla di cafe mas lagi melihat pengerjaan Cafe." kata astrid
" progresnya bagaimana." kata vian
" untuk toko buah sudah finishing tinggal merapikan saja, untuk cafe mengerjakan canopy depan, pengecoran lahan samping, untuk dapur sudah selesai, sekarang lagi bagian depan." kata astrid
" cepat juga ya kerjanya." kata vian
" iya mas, yang mengerjakannya juga banyak kata mas bayu pengerjaan di tempat lain sudah selesai jadi ditarik kesini." jawab astrid
" kalian jangan sampai lupa makan ya." kata vian
" iya mas, sebentar lagi kita mau pergi dulu cari makan." kata astrid
vian juga menelepon lily untuk memberikan kabar
" mah dimana." kata vian
" di butik pah. papah dimana." kata lily
" papah baru selesai dengan pak daryat, ini lagi di villa, mamah makan siang dimana." kata vian
" pesan di cafe aja pah. malas keluar kalau gak sama papah. si aa dimana." kata lily
" dari datang sampai sekarang main sama thunder, tadinya mau makan di luar melihat aa anteng jadinya nyuruh pak dede beli aja." kata vian
" syukur kalau aa anteng. ya udah mamah kerja dulu ya." kata lily lalu menutup teleponnya.
pak dede pun datang membawa makanan, vian menyuruh lilis membawa devan dulu untuk makan, mereka pun makan siang bersama di villa.
vian menerima telepon dari raka bahwa akta pendirian yayasan harus ditandatangani untuk melanjutkan proses selanjutnya, vian menyuruh raka untuk datang ke rumahnya saja jam 7 malam.
jam 1 siang pemilik lahan datang ke kantor L-Pro, lalu pergi melihat tanah yang akan di jual tersebut. vian juga menjelaskan bahwa lahan tersebut akan di bangun yayasan pendidikan, vian juga memebritahu kepada pengelola lahan yang dipercaya pemilik lahan kedepannya akan dipekerjakan sebagai pegawai yayasan, dia pun gembira karena tadinya dia khawatir kalau dia tidak memiliki pekerjaan lagi.
selesai meninjau lahan mereka kembali ke kantor L-Pro, setelah kedua belah pihak sepakat untuk melakukan transaksi vian meminta BLS untuk mentransfer 7 milyar ke rekening pemilik lahan setelah tim legal L-Pro mengejek keabsahan surat suratnya. setelah uang di terima pemilik lahan penandatanganan akta jual beli dan surat lainnya dilakukan. setelah penandatangan selesai, pemilik lahan pamit untuk pulang. vian menyuruh pak daryat untuk melakukan pematokan lahan tersebut dan mulai mengurus izin izinnya, lalu melakukan persiapan untuk melakukan pembangunan komplek yayasan pendidikan livi
setelah urusan di L-Pro selesai vian pamitan, lalu ke villa untuk mengajak keluarganya pulang ke rumah. jam 4 sore mereka tiba di rumah.
__ADS_1