Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Khawatir waktunya enggak sama


__ADS_3

Di gazebo villa vian meminum kopi kemasan lalu menyalakan rokoknya. Tak lama pak daryat, Hilda dan pak Susilo datang ke villa.


" Pak susilo kenal sama iwan." kata pak daryat


" kenal pak, dia tetangga saya, dan kemarin dia saya ajak untuk bekerja disini tapi ibunya iwan sakit jadi belum bisa datang." kata pak susilo


" iya sudah iwan, karena ibu sudah sehat kamu bisa kerja kapan. Karena kita sedang kekurang orang juga, sebagian saya bawa ke tempat pak vian untuk bangun mess." kata pak daryat


" sekarang juga bisa pak." kata iwan antusias


" iya udah kamu nanti bisa bicara dan bareng sama pak susilo mengenai pulang atau pergi atau kamu mau menginap di mess juga bisa." kata pak daryat


" kayanya hari ini saya pilang dulu pak, karena enggak bawa pakaian ganti. Mungkin mulai besok saya bisa tinghal disini." kata iwan


" iya sudah atur aja, pak susilo tolong bantu iwan ya." kata pak daryat


" baik pak, kalau begitu saya permisi." kata pak susilo, dia pun mengajak iwan pergi.


" penandatanganan kepemilikan rumah sudah pak, dan kunci rumahnya sudah saya serahkan ke hilda." kata pak daryat


" oke pak terimakasih banyak." kata vian


" kalau enggak ada lagi, saya permisi mau ke lokasi pembangunan sekolah." kata pak daryat


" baik pak, nanti saya kesana." kata vian


" pak akhirnya kita punya rumah yang layak pak." kata hilda, sambil menyerahkan kunci rumah. Bapak dan ibunya pun sujud syukur dan mereka menangis bahagia


" kamu atur saja kapan mau tinggal disini, untuk sekolah adik kamu bisa ikut dulu sama bis karyawan kalau memang sudah tinggal disini." kata vian


" iya pak, itu bisa di atur karena dia bawa motor juga sebenarnya." kata hilda


" kamu ikut ibu lihat lihat restoran, supaya kamu bisa tau apa yang perlu dibenahi, karena itu akan jadi tanggung jawab kamu nantinya." kata bu retno


" baik bu." kata hilda, mereka pun pergi ke restoran.


" tuh gitu sifat ibu kamu, dia susah kalau untuk mengurus perusahaan, awalnya saja semangat." kata pak bowo


" iya sudah lah pak, sudah mau juga beruntung." kata vian


" pak, ibu istirahat aja dulu, saya mau mengecek pembangunan." lanjut vian

__ADS_1


" iya nak, terimakasih banyak atas pertolongan kamu." kaga bapaknya hilda


" shin, kamu ikut saya dulu ke lokasi pembangunan supaya kamu tau." kata vian


" pah.. Tante shintanya kan lagi main sama aa." kata devan


" tantenya kerja dulu ya, aa main sama lilis dulu." kata vian


" anak itu.. Kalau udah nyaman sama seseorang kaya gitu deh." kata pak bowo


tak lama shinta datang, vian, shinta, pak adi dan pak bowo pun pergi ke lokasi pembangunan. Vian pun menjelaskan ke shinta bangunan apa saja. Kedepannya shinta akan menjadi penghubung antara yayasan livi dan setiap lembaga pendidikan. Setelah selesai berkeliling vian dan yang lainnya kembali ke villa, karena sudah siang vian mengajak mereka untuk makan siang di restoran disana. Tanpa di suruh shinta pergi menemui devan dan lilis mengajak mereka untuk makan


" aa sayang mainan udah dulu ya, kita makan siang dulu, papah udah nunggu tuh." kata shinta


" iya tante, aa juga lapar nih." kata devan


" aa pinter deh." kata shinta lalu pergi ke restoran.


Vian menyuruh mereka memesan makanan dan setelah makanan di hidangkan mereka pun makan siang bersama.


" pak de, tolong pesanin tiket buat hilda besok dan lusanya ya." kata vian


" hilda jika mau pindahan dan perlu armada untuk mengangkut barang barang kamu koordinasi aja sama pak dede ya, tiket pesawat juga sudah dibelikan sama dia." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata hilda


" oh iya pak kapan akan dilakukan penggusuran rumah rumah disana." kata vian


" 2 mingguan lagi pak, minggu ini sedang di urus biaya penggusurannya." kata bapaknya hilda


"sekarang bapak enggak perlu khawatir lagi mau pindah kemana kan. Kunci rumah sudah bapak pegang." kata vian


" iya pak, sebelumnya saya mikirin ini, tapi Allah mengirimkan penolong disaat saya sedang seperti ini." kata bapaknya hilda


" bagi tetangga bapak yang masih bingung mau pindah kemana, coba suruh tanya ke rusun dekat ruko tadi, sepertinya masih ada beberapa kamar kosong." kata vian


" iya pak nanti saya sampaikan." kata bapaknya hilda


" shin tolong komfirmasi ke cindy atau pak abe untuk pasport distributor dan tim LNI." kata vian


" iya pak, sekarang saya tanyakan." kata shinta

__ADS_1


Tak lama vian menerima telepon dari pak gubernur D


" selamat siang pak, sudah di jakarta." kata pak gubernur


" siang juga pak Gub, sudah pak, sekarang sedang mengecek kelokasi pembangunan sekolah nih, gimana ada yang bisa saya bantu." kata vian


" saya hanya ingim komfirmasi saja untuk acara besok apa bapak bisa hadir." kata pak gubernur


" InsyaAllah pak, beaok pagi saya berangkat dan langsung ke lokasi acara." kata vian


" alhamdulillah kalau begitu, saya akan sampaikan ke tim dinas, saya tunggu dan sampai ketemu besok." kata pak gubernur


" iya pak, sampai ketemu besok." kata vian


" telepon dari siapa vian." kata pak bowo


" pak gubernur D pak, besok vian disuruh ngisi acara." kata vian


" sekarang kamu tambah sibuk ya, jaga kondisi kamu, bukannya minggu depan juga harus ngisi acara di surabaya." kata pak bowo


" iya pak. saya enggak bisa nolak dan ini juga ada hubungan sama usaha." kata vian


" terus pembangunan pabrik gimana." kata pak adi


" lagi berjalan pak, mudah mudahan tahun depan sudah beroperasi. Makanya saya bawa bawa shinta supaya meringankan kerjaan dan mengatur jadwal saya." kata vian


" iya bener itu, kamu enggak bisa lagi kerja sendirian harus dibagi bagi." kata pak bowo


" sama saya takut kalau lagi bicara ada janji yang saya lupa kalau enggak ada yang catat." kata vian


" bagus kalau begitu, karena ucapan pengusaha akan dianggap benar, nah kalau kita lupa itu bisa patal. Jadi kamu juga shinta hatus benar benar perhatikan jangan sampai point point itu terabaikan dan segera ingatkan." kata pak bowo


" iya pak, terimakasih masukannya." kata shinta


" kalau kamu ngandalin lily, astrid dan dilla sekarang mereka lagi fokus ke LCI dan astrid dan dilla lagi hamil, lily masih belum bisa ninggalin de qinar." kata pak bowo


" pak dede nanti janjian sama orang travel habis dari bandung aja ya, supaya pasportnya ke kumpul semua, khawatir nanti waktunya enggak sama." kata vian


" baik pak." kata pak dede


Selesai makan vian dan yang lainnya sholat berjamaah di mesjid, selesai sholat mereka kembali ke villa. Vian pun mengobrol dan menikmati rokoknya sambil istirahat.

__ADS_1


__ADS_2