
seperti biasa di pagi hari vian mengajak devan main di taman. sambil duduk di gazebo vian membuat teh dan vian bilang ke devan bahwa nanti siang bakalan ke villa tempat thunder. devan sangat senang karena dia mau ketemu sama thunder.
" aa mainnya udah ya, nanti kan mau ke rempat thunder jadi aa jangan cape cape dan nanti akan ada teman aa main kesini boleh kan." kata vian
" siapa pah, aa seneng kalau ada teman." jawab devan
" anaknya teman papah sayang, dan dia juga mau nginap disini." kata vian
" asyik aa jadi ada teman main dong pah." kata devan
" iya sayang, papah siap siap mau jemput mereka ya" kata vian. vin pergi ke kamar dan mandi setelah berganti pakaian pergi ke ruang makan. vian juga menyuruh bi narsih untuk siapkan 2 kamar dan extra bad. lalu vian sarapan
" mah, mau ikut ke kantor LNI atau bagaimana." kata vian
" mamah ada kerjaan di butik, gak apa apa kan mamah gak ikut kesana." jawab lily
" gak apa apa sayank, tapi papah minta tolong siapin buat makan malam sama kita BBQan pak dodi sama pak anam mau nginap di rumah." kata vian
" itu gampang pah, mah telepon catering aja." jawab lily
" iya udah kalau begitu papah betangkat ke kantor LNI, nanti sore kita ke villa ajak main devan sama kelaurganya pak dodi dan pak anam naik kuda." kata vian
" iya pah, mudah mudahan sebelum makan siang kerjaan mamah beres. trus makan siang mau dimana." tanya lily
" paling di restoran C aja, nanti kita ketemu disana atau papah jemput." kata vian
" iya udah kabar kabar aja ya." jawab lily.
vian pamitan kekeluarganya, lily mengantar sampai ke mobil lalu dia mencium tangan vian, vian mengecup kening lily.
" papah berangkat ya." kata vian
" iya pah hati hati. pak dede hati hati nyopirnya ya." kata lily
" baik bu." jawab pak dede
di perjalanan vian mengirim pesan ke astrid
" kamu lagi apa?, udah sarapan belum." kata vian
" ini lagi sarapan, terus beres beres rumah pergi cari cincin buat dilla, dan nanti ke lokasi cafe, mas lagi dimana." kata astrid
" ini lagi dijalan mau ke kantor LNI, ada kunjungan distributor." kata vian
" mas aku kangen." kata astrid
" iya mas juga, iya udah mas sebentar lagi sampai kantor, kamu hati hati. jangan lupa tanya chef." jawab vian
sampai di kantor distributor belum pada datang jadi dia mengajak pak dede pergi ke kantin untuk ngopi. lalu dia kirim pesan ke lily
" sayank udah pergi." kata vian
__ADS_1
" sebentar lagi sampai ruko, papah udah sampai." kata lily
" baru sampai ini lagi ngopi di kantin sama pak dede." jawab vian.
" mamah kerja dulu kalau begitu." kata lily
" iya sayank, jangan cape cape ya." kata vian
" iya papah sayank.." jawab lily
tak lama shinta datang ke kantin, memberitahukan bahwa ada kiriman dari PT. LA.
" pak di di resepsionis ada kiriman dari PT. LA buat bapak katanya." kata shinta
" iya. itu nanti kamu berikan ke distributor ya." kata vian
" baik pak, nanti saya cek dulu." jawab shinta
" kamu udah sarapan belum. kalau belum sarapan dulu aja, jam 10an kan diatributor datangnya." kata vian
" iya pak, kalau begitu saya mau pesan makanan dulu." jawab shinta
vian dan pak dede ngopi sambil merokok.
" nanti sore ke villa di livi residence ya kang de, terus besok kita ke KBB kantor LA dan pabrik." kata vian
" siap pak." jawab pak dede
" kemungkinan kita akan nambah mobil box yang ada pendinginnya. karena opik minta tambah. apalagi kalau distributor LNI ngambil produk LA." kata pak dede
" kang dede udah pesan atau cari yang bekas aja." kata vian
" saya usahakan cari yang bekas pak, tapi saya juga sudah pesan 3 unit." kata pak dede
" untuk masalah modal kerja gak keganggu kan." kata vian
" gak pak, pendapatan kita dari LNI dan LA aja sudah bisa nutup semuanya. saya lagi mencari peluang lainnya." kata pak dede.
" o iya nanti kan kita mau umroh dan travel L -Trans pelaksananya. kang dede sama istri siapin dulu pasportnya. anak anak udah pada gede kan bisa ditinggal." kata vian
" siap pak, udah pak." kata pak dede
" shin kamu udah umroh belum." tanya vian
" belum pak, ke luar negeri aja belum pernah." jawab shinta
" iya sudah kalau begitu kamu siapin pasportnya." kata vian
" memang mau kemana pak." kata shinta sambil masih bingung atas instruksi bosnya itu
" ke KUA mau gak." jawab vian sambil ketawa di ikuti oleh pak dede
__ADS_1
" ih bapak. maaf saya belum ngerti." kata shinta sambil tersenyum
" masa ke KUA aja kamu ngangerti mau apa." jawab vian
" tadi bapak tanya masalah Umroh, terus KUA apa hubungannya dengan paport pak." kata shinta
" sekarang saya tanya kamu mau umroh atau ke KUA sama saya." kata vian
" ke KUA aja pak, eh umroh ." kata shinta dan pipinya memerah karena malu
" saya bilangin sama ibu." kata pak dede ngegoda shinta
" ih pak dede jangan." jawab shinta
" iya udah kamu siapin aja persyaratan buat bikin pasport ya." kata vian
" iya pak. terus kalau untuk ke KUAnya gimana pak." kata shinta balik menggoda vian
" emang enak di tantangin." kata pak dede
" kamu bilang aja sama orang tua kamu kalau itu." kata vian
selesai ngopi dan ngobrol di kantin, mereka pergi ke kantor. para diatributor sudah pada datang, vian menyuruh cindy membawa mereka melihat lihat stok barang dan membuat pesanan secara tertulis. di kantor LNI tidak ada acara resmi jadi setelah dirasa cukup akan kunjungannya mereka pamit. shinta membagikan oleh oleh dari PT. LA.
disana tinggal pak dodi dan pak anam saja, vian mengajak pak anam dan keluarganya naik ke kendaraan vian, sedangkan pak dodi membawa kendaraan sendiri. vian mengajak mereka makan di restoran C, di perjalanan vian telephone lily.
" sayank papah lagi di jalan menuju restoran, mamah mau kesana sendiri atau papah jemput." kata vian
" mamah kesana aja pah, sebentar lagi mamah pergi." jawab lily
" iya kalau begitu. sampai ketemu disana ya." kata vian
" iya pah." jawab lily
40 menit perjalanan dari kantor LNI ke restoran C mereka pun sampai disana. vian menyuruh mereka untuk memesan makanan. tak lama lily datang.
" maaf pah mamah terlambat." kata lily dan menyapa pak anam dan pak dodi serta keluarganya.
" gak apa apa sayank, mamah mau pesan apa." tanya vian
" papah udah pesan." kata lily
" belum, papah nunggu mamah." jawab vian
" iya udah papah mau pesan apa. biar mamah sekalian pesan kan." kata lily
" sop buntut sama jus aja." jawab vian
lily lalu memanggil pelayan dan memesan makanan. setelah pesanan mereka sampai vian mempersilahkan untuk segera memakannya.
selesai makan vian mengajak mereka pergi ke ruko terlebih dahulu. vian pindah ke mobil yang dinaiki lily sebelumnya dan menuju ke ruko. disana vian memperlihatkan produk dari LA kepada pak dodi dan pak anam. setelah itu vian mengajak mereka untuk pergi ke rumah.
__ADS_1