
"apakah bapak bersedia memaafkan saya." lanjut chandra
"InsyaAllah saya memaafkan bapak sebelum bapak meminta maaf kepada saya, tapi vian ingin menekankan bahwa orang ini gak bisa seenaknya. kami pribumi di tanah ini sangat berlapang dada membuka siapapun yang datang dengan niat baik, tapi mohon maaf kami juga akan melawan jika orang tersebut memiliki niat jelek apalagi mau mencelakakan. jujur bukan hanya saya saja yang marah pak, setelah kejadian itu teman, orang tua, dan sesepuh tanah pajajaran khususnya telepon saya minta izin mau melenyapkan dan mungkin bisa mengusir orang orang sebrang sana. maaf ini bukan masalah RAS akan tetapi lebih ke tidak senangan akan kelakukan pribadi yang berasal dari sana." tegas vian.
"iya pak saya mengerti, waktu itu saya berfikiran sempit karena usaha saya hancur." jawab chandra.
" saya mengerti juga posisi bapak, tapi kan gak begitu juga caranya, jujur pak saya juga emosi tapi saya masih terorir itu. tapi kalo kemarin mengenai keluarga saya, mohon maaf mau sampai manapun akan saya kejar. bapak juga harusnya bisa mngerti juga kondisi orang lain." kata vian
di ruangan sebelah pak dede dan pak hendra emosinya sudah di ubun ubun pengen ngehajar pak chandra.
"saya salut ke bapak atas keberanian bapak datang kesini, saya sangat menghargainya. ya sudah. yang sudah biar lah menjadi pembelajaran dan untuk menjadi perbaikan diri kita, saya ambil hikmah dari kejadian itu." lanjut vian
"terimakasih pak atas kemurahan hati bapak mau memaafkan saya. saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."jawab pak chandra.
"maafkan saya juga pak, saya gak ada niatan untuk menghancurkan usaha siapapun, walaupun usaha kita sama yang saya harapkan kita bisa bergandengan tangan saling mendukung membesarkan usaha kita dengan kolaborasi bukan menyakiti."kata vian
" bapak gak salah, saya yang salah pak." jawab pak chandra
"mari kita lupakan itu. kita bicarakan bagaimana kedepannya." kata vian
"saya sangat salut ke bapak. sebagai permohonan maaf saya saya kan jual pabrik saya ke bapak dibawah harga pasar pak. bagaimana?" kata pak chandra
"terimakasih pak atas niatnya. memang saya lagi membutuhkan itu. tapi sebelumnya saya mau tanya bagaimana kedepannya bapak, apa ada usaha lain?" tanya vian.
"gak ada pak. mungkin saya akan usaha lain di daerah saya" jawab chandra
"berapa bapak akan jual pabrik itu?" kata vian
__ADS_1
"saya akan jual keseluruhannya 30M pak, dulu saya bangun pabrik itu 25M an. luas tanah 3000 meter, pabrik 2000 meter." jawab chandra
"seperti yang saya katakan tadi bahwa saya lebih senang membangun usaha sama sama. bagaiman kalo begini saya beli 80% kepemilikan bapak disana, sisa nya silahkan bapak atur saja, nanti saya akan rubah nama perusahaan itu menjadi nama perusahaan saya dibawah LIVI group, nanti bapak dan teman teman yang lain kalo ada, masih menjadi pemilik perusahaan itu dengan komposisi tentu saja berubah. dan bapak disana masih bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan tersebut dengan dibantu tim dari sini. jadi perusahaan itu hanya produksi saja. bagaimana.?" kata vian
"terimakasih banyak pak, saya setuju." jawab chandra
" kalo bapak setuju besok saya dan tim kesana meninjau. ini kartu nama saya." kata vian
"baik pak kalo begitu, besok saya tunggu di pabrik. ini kartu nama saya, dan nomor saya sudah saya WA kan ke bapak" jawab chandra.
"kalo begitu semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan lancar, terima aksih bapak sudah berkenan bersilaturahmi ke sini. sampai ketemu besok." kata vian.
"oke kalo begitu pak. sekali lagi terimakasih banyak. saya tunggu kehadiran bapak dan tim di sana." kata chandra
kalo begitu saya permisi pak. vian pun mengantar chandra ke depan kantor. lalu vian memanggil pak dede dan pak hendra mengajak ke kantin perusahaan.
"iya.. pak de. tadi dia minta maaf. katanya karena kondisi perusahaan kesaiangan sama kita." jawab vian
"kenapa gak bapak panggil kita untuk gebukin tuh orang." kata hendra
"ya. kita ambil hikmahnya saja dari bencana yang saya alami. oh iya habis dari sini kita sekalian makan siang kita ke restoran sambil ngobrolin apa yang barusan saya bicarakan dengan pak chandra. di kantin vian memesan jus strowberi. sambil merokok vian bersenda gurau dengan mereka. setelah dari kantin vian, pak dede, dan pak hendra menuju ke ruang tunggu dan duduk di sofa yang ada disana.
"shin, minta tolong panggilin pak aga, bu andriyani, pak andi, dan pak raka bagian legal. sama kamu telepon ke restoran C booking ruangan buat 8 orang" kata vian
tak lama mereka datang kesana. Bu an bawa laporan keuangan per hari ini ya." kata vian.
"baik pak saya ambil dulu." jawab bu andriyani.
__ADS_1
"shin, gimana restorannya bisa." tanya vian
"bisa pak." jawab shinta.
ya udah shinta mulai hari ini kamu sudah jadi sekretaris ya, jadi kamu ikut juga
kita sekarang ke restoran C, shinta sama bu andeiyani ikut mobil saya saja. yang lain pake mobil kantor.
mereka pun berangkat ke restoran C, 30 menit mereka sudah sampai disana. lalu mereka masuk ke ruangan yang sudah di pesan shinta tadi. vian telepon lily ngabarin bahwa dia ada rapat jadi gak makan siang di rumah. mereka pun memesan makanan dan minuman dulu. sambil menunggu makanan datang. vian membuka obrolan
"mohon maaf mengganggu waktu kalian, sekalian makan ada yang harus saya sampaikan sehubungan dengan pertemuan saya tadi dengan pak chandra dan sebelumnya dengan pak andi masalah pengembangan usaha." kata vian
"bu an saya minta laporan keuangan perusahaan." kata vian
"ini pak." jawab bu andriyani sambil menyerahkan laporan.
"jadi begini pak chandra memiliki pabrik Popok di karawang tadinya dia mau jual 30 M, tapi saya bilang kita kolaborasi saja dengan saya membeli 80% kepemilikan pak chandra, kenapa saya bilang begitu karena kita belum tentu bisa secara langsung dan pasti membutuhkan waktu untuk menjalankannya. nah besok yang ada disini ikut saya ke karawang untuk survey pabrik itu, setelah kita survey tentu produksi disana harus ada orang dari kita, bagaimana?" kata vian
"ternyata baru dibicarakan bapak sudah ada jalan keluarnya."kata andi.
"ini hikmah dari bencana." jawab vian
mereka yang hadir disana gak mengerti aoa yang vian omongkan kecuali pak dede dan pak hendra.
" bu an buat skemanya dan hubungi ke BLS untuk pinjaman dana. pak andi buat perencanaan produksi, kemasan. pak raka siapkan legalnya dan nanti periksa surat surat mereka. pak aga buat perencanaan karyawan yang di perlukan, pak hendra buat rencana flow barangnya, shinta kamu catat apa yang di perlukan. pak dede jadi bodyguard saya. besok kita pergi jam 9 an saja." kata vian menjelaskan.
rapat ini selesai mari kita makan. akhirnya mereka pun makan bersama. setelah selesai makan, mereka kembali lagi ke kantor LNI.
__ADS_1