Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Akuisisi Rumah Sakit


__ADS_3

Sampai di rumah vian langsung pergi ke kamar untuk bersih bersih dan ganti pakaian. lily sedang memandikan de qinar, vian pun main bersama devan


" aa besok mau ikut papah gak ke tempat thunder." kata vian


" asyiiik mau dong pah, aa kangen sama thunder." jawab devan


" besok kita kesana ya." kata vian


" makasih papah." jawab devan sambil memainkan mainannya.


Sebelum magrib Ika, bella, lusi dan mitha pun datang mereka langsung ke kamar bersih bersih dan berganti pakaian. tak lama teman teman lily pun datang lalu disusul Raka dan tim Livi group yang menangani rumah sakit yang akan diakusisi.


setelah sholat vian mengajak mereka semua makan malam bersama terlebih dahulu, selesai makan vian pamit ke gazebo mau merokok sambil menunggu yang lain selesai makan. vian juga menyuruh indra untuk membuat pembakaran jagung.


setelah semuanya selesai vian membawa mereka ke pavilun untuk berdiskusi, vian meminta raka untuk terlebih dahulu melakukan penandatanganan akta pendirian perusahaan SPI, raka pun membacakan isi dari akta pendirian perusahaan tersebut, setelah itu vian, ika, Bella, Lusi dan mitha menandatangani akta tersebut.


" Akta pendirian sudah ditandatangani, jadi SPI sudah siap untuk operasional." kata vian


" iya aa, bulan depan SPI sudah bisa jalan karena produksi sudah akan masuk." kata ika


" kalian mau disini atau mau ada acara lain silahkan." kata vian


" disini aja aa, biar ika juga tau." kata ika


vian mempersilahkan tim livi group untuk menyampaikan hasil pekerjaannya


" selamat malam pak, selamat malam semuanya. dari hasil penelusuran kami tentang rumah sakit xxxxx bahwa betul pemilik rumah sakit tersebut akan menjualnya, alasannya karena pengelolaan manajemen yang tidak bagus akibatnya tidak bisa menutupi operasional rumah sakit, pengelola bilang ada kerjasama dengan provider asuransi yang macet pembayaran." kata chandra ketua tim


" terimakasih pak chandra atas kinerjanya, mereka mau jula berapa, dan total aset mereka berapa?" tanya vian


" mereka mau jual Rp. xx milyar dan masih bisa negosiasi pak dan katanya bisa dicicil untuk pembayarannya dengan giro. untuk aset keseluruhan setelah kita Appraisal Rp.xxx milyar itu dari lahan 2000 meter persegi, bangunan, peralatan dan yang lainnya." kata chandra


" untuk prospek kedepannya bagaimana.?" tanya vian

__ADS_1


" bagus pak, kita tinggal memperbaiki beberapa fasilitas dan menambah beberapa fasiltas lain." kata chandra


" untuk karyawan, dokter, susternya bagaimana." kata vian


" dari pemilik itu menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik baru, dan pemilik masih akan membayar gaji mereka sampai akhir bulan ini saja, kalau tidak ada yang beli rumah sakit tersebut akan berhenti operasional bulan depan." kata chandra


" kalau begitu besok kalian negosiasikan harganya kalau bisa, setelah itu dealkan saja. raka besok kamu juga ikut dalam transaksi tersebut setelah selesai kamu urus perizinannya dan ganti dengan nama Livi Hospital, bisa 2 minggu ini seleaaikan perizinannya." kata vian


" siap pak, saya usahakan." jawab raka


" ajak bu andriani juga dan suruh dia bawa segala sesuatunya." kata vian


" baik pak besok saya ke kantor dulu." kata raka


" coba pak chandra hubungi pemiliknya besok jam 10an kita ketemu disana." kata vian


" baik pak kalau begitu, sekarang saya hubungi beliau." kata chandra lalu menelepon pemilik rumah sakit tersebut. setelah itu chandra menutup teleponnya.


" pak chandra bapak kan dokter dan timnya juga sebagian dokter, nanti setelah kita akusisi saya serahkan pengelolaan rumah sakit tersebut kepada bapak." kata vian


" iya pak saya dokter umum, saya diajak masuk ke tim ini karena masih ada kaitannya dengan kedokteran makanya saya mau bergabung. dan di dalam tim saya ini ada dokter, akuntan, dan marketing alat kesehatan juga." kata chandra


" bagus kalau begitu, saya serahkan pengelolaan rumahsakit ini ke bapak dan tim, untuk masalah penghasilan nanti kita bisa bahas." kata vian


" baik pak terimakasih banyak, demi kemanusiaan saya bersedia." jawab pak chandra


" terimakasih banyak, coba bayangkan berapa dokter, suster, karyawan yang akan kena dampak penutupan rumah sakit ini, sama pasien pasien." kata vian


" betul pak, saya sangat setuju pemikiran bapak dan saya salut akan kepedulian bapak." jawab chandra


" kalian jangan pulang dulu kita nikmati jagung bakar, kalian harus mencobanya dan santai dulu di taman." ajak vian


" baik pak terimakasih, kami pergi kesana dulu." jawab chandra, lalu dia dan tim yang lainnya pergi ke taman, sedangkan vian mengobrol dulu dengan tim sekolah

__ADS_1


setelah mendengar laporan dari Tim Sekolah vian juga mengajak mereka untuk menikmati jagung bakar, dan vian bilang bahwa besok setelah dari rumah sakit dia akan pergi ke lokasi pembangunan sekolah dan mereka juga mau kesana.


" mamah besok mau ikut kesana." kata vian


" iya mamah ikut." jawab lily


" bapak juga mau ikut pengen tau pembangunan sampai dimana." kata pak adi


" bapak juga pengen tau." kata pak bowo


mereka pun menikmati jagung bakar dengan suasana kekeluargaan, karena sudah malam mereka pun pamit pulang. vian mengirim pesan ke bu andriani supaya besok mempersiapkan untuk pembayaran rumah sakit dan ikut pergi kesana bersama raka. vian dan yang lainnya pun masuk ke kamar masing masing.


setelah bersih bersih vian bersama lily video call dengan astrid dan dilla setelah itu mereka tidur. di pagi hari setelah sholat dia pergi membuat susu panas dan pergi ke gazebo, vian juga membangunkan astrid dan dilla untuk sholat, vian tidak membangunkan lily karena dia sedang berhalangan. vian melakukan olahraga ringan di lapangan setelah itu duduk di gazebo menikmati susu lalu menyalakan rokoknya.


jam 8 vian masuk ke rumah lalu mandi dan berganti pakaian yang audah disiapkan lily, selanjutnya pergi sarapan.


" kalian mau kemana sih, gak ajak ajak ibu." kata bu retno


" iya nih kok gak ajak ajak kita." kata bu ningsih


" vian mau ke rumah sakit, terus ke pembangunan sekolah bu." jawab vian


" kamu sakit apa aa." kata bu ningsih khawatir


" aa gak sakit bu, aa mau beli rumah sakit. ibu mau ikut juga." kata vian


" iya dong." kata bu retno dan bu ningsih


karena ibu mereka ikut jadi de qinar dibawa pergi juga, pak dede sudah datang dan sedang memanaskan mobil sama pak edi. jam 9 lewat mereka pun pergi ke rumah sakit xxxx, 35 menit mereka pun sampai disana.


Raka, Bu Andriani dan tim rumah sakit sudah ada disana, setelah melihat kedatangan vian mereka menyambutnya bersama pemilik rumah sakit, Pak Wira pemilik rumah sakit membawa vian ke ruangan meeting rumah sakit, disana sudah ada pemegang saham sebelumnya. setelah mengobrol dan bernegosiasi vian sepakat untuk membeli rumah sakit tersebut. vian juga menyampaikan sebelum proses perubahan kepemilikan selesai, vian meminta nama rumah sakit tetap namanya dan menggunakan perizinan sebelumnya. pak wira pun menyanggupinya dan vian menyuruh raka untuk membuatkan perjanjian bahwa setelah penandatanganan proses akuisisi rumah sakit ini pihak livi tidak bertanggung jawab atas kewajiban dan lainnya yang menyangkut transaksi sebelumnya sampai adanya perubahan. Pak wira pun menuampaikan bahwa perusahaannya telah melakukan RUPS luar biasa dan akan menutup perushaan tersebut.


Vian menyuruh bu andriani untuk melakukan pembayaran. setelah terkomfirmasi pembayaran masuk pak wira dan vian menandatangani akta jual beli, dan mulai hari ini vian menyuruh pak chandra dan tim mulai bekerja disana dan untuk mendampingi tim manajemen rumah sakit sebelumnya untuk menyelesaikan segala sesuatunya.

__ADS_1


__ADS_2