Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Merasa Jagoan


__ADS_3

selesai acara aqiqah, mereka langsung pada istirahat karena kecapean mengurus acara dan terima tamu.


di pagi hari lily dan evi membawa baby qinar berjemur, devan pun ikut bermain di taman di temani lilis. vian menerima telepon dari pak daryat bahwa ada sekelompok preman mengatasnamakan warga memunta jatah, pak daryat juga sudah memberikan sejumlah uang tapi mereka gak terima karena katanya sedikit dan meminta jatah lebih seperti pengadaan matrial dan tenaga kerja mereka pengen nguasai. kata pekerja di lokasi bahwa orang orangbtetsebut dari daerah lain yang biasa mengacau dan maunya enak sendiri. mereka juga beralasan bahwa pabrik dan perkebunan milik livi belum memberikan uang keamanan.


vian menyuruh pak daryat untuk koordinasi dengan perangkat desa setempat dan polsek. vian juga bilang dia akan terjun langsung kesana dan menelepon pak kapolsek untuk mengirimkan beberapa intel disana. dan vian juga telepon endris untuk meminta bantuan. vian gak mau gegabah lagi setelah kejadian tempo dulu.


vian pamitan kekeluarganya dan lily tentunya. vian membawa putra dan haris serta pak dede sebagai sopirnya. seperti biasa karena tadi belum sarapan vian meminta berhenti terlebih dahulu di rest area biasa.


jam serengah 11 vian sampai di lokasi pembangunan hanya mengenakan kaos dan helm pelindung supaya tidak mencurigakan disana sudah ada 5 orang dari polsek untuk membantu menangkap para pembuat onar.


vian menyuruh pak dede membeli makan siang, kopi dan gorengan buat makan siang serta cemilan sambil ngobrol, vian mengobrol dengan aparat dari polsek yang menyamar. pekerja bangunan sudah mereka kasih tau supaya bekerja seperti biasa.


pekerja disana sebagian besar dari wilayah sekitar pembangunan perumahan yang tidak memiki pekerjaan disana mereka menjadi kenek yang melayani para tukang. tapi mereka merasa dengan adanya pembangunan ini terbantu dan sangat berterimakasih. tadinya mereka juga mau melawan para pembuat onar itu tapi di larang sama pak daryat.


jam setengah 12 datang 10 motor berboncenagn dan 2 buah mobil ke area pembangunan. vian tidak mau gegabah lagi seperti kejadian di pabrik. vian menyuruh pak daryat menghubungi aparat desa dan vian menelepon opik memberitahukan bahwa dia sekarang ada di lokasi pembangunan perumahan dan sedang di datangi para pembuat onar. vian juga menelepon endris memberitahukan bahwa orang orang melakukan onar sudah datang.


opik membawa 2 securty di pabrik yang kebetulan dia sedang ada disana jadi gak jauh. opik pun menelepon pihak polsek bahwa para pembuat onar sudah ada di lokasi perumahan.


vian menyuruh pak daryat supaya mempersilahkan orang orang tersebut masuk ke area pembangunan suoaya tidak menimbulkan gangguan kepada warga lain.


vian merasa bahwa keahlian mereka tidak begitu bagus mereka beraninya berkelompok saja. dengan mendatangkan banyak bantuan vian ingin menunjukan bahwa livi group tidak semudah itu untuk bisa di tindas.


mereka pun turun dari kendaraan masing masing, ketuanya langsung menemui pak daryat dengan sikap arogan


" mana sini uangnya, kami belum makan nih." kata ketua geng


" uang apa, bukannya kalian kemarin menolak kali diberi uang segitu, kami tidak punya banyak uang." kata pak daryat

__ADS_1


" uang segitu cuma buat makan kami sekali mana cukup." kata ketua geng


" kalo kalian mau uang ya kerja dulu angkat batu bata dan semen, nanti kami kasih upah." jawab pak daryat yang sudah kesal


" kalian mau membangun perumahan berarti kalian punya uang." kata ketua geng


" kalo buat membangun kami ada, tapi kalian siapa minta minta uang tanpa bekerja." kata pak daryat


" jadi begini, kalian hamcurin barang barang yang ada disini semua." kata ketua geng menyuruh anak buahnya


vian menahan pak daryat supaya tidak gegabah dan membiarkan dulu mereka melakukan onar supaya ada bukti buat aparat menindaknya.


praaang.... praaaaang........ praaaang. suara pecahan kaca dari rumah yang sudah jadi didekat sana.


" kalian lihat akibatnya melawan kami." kata ketua geng


lalu dia mengayunkan tangannya ke arah pak daryat. plaaaak suara tamparan itu ke pipi pak daryat. disaat mau memukul yang kedua kali vian maju dan menahan tangan krtua geng tersebut. lalu menendangnya sampai ketua geng itu tersungkur Gedebuuuuuuk....


para anggota yang mau memukul pun tercengang lalu berhenti seketika.


" kalian merunduk. lempar semua senjata kalian." kata salah satu anggota polisi


mereka pun karena takut langsung menunduk dan melemparkan senjata yang mereka bawa. tak lama suara mobil patroli masuk ke area pembangunan. para polisi turun langsung menggeledah para pembuat onar itu dan mereka juga memeriksa mobil dan motor yang mereka pakai. di dalam mobil di temukan minuman keras yang belum mereka minum dan ada yang sudah diminum.


" kalian sudah merasa jagoan ya bikin ulah.perlu kalian tau perumahan ini adalah untuk kami tempati nantinya kalian sudah bosan hidup." kata salah satu polisi


tak lama endris dan timnya pun datang.

__ADS_1


" yah kita gak kebagian jatah tangan dan kaki nih, boleh lah sekali aja ya pak polisi." kata anggota tim endris


dia langsung mengambil ketua geng dan memukil serta menendangnya.


" kalian ya sok jagoan, bukannya mendukung orang yang mau majukan daerah malahan bikin onar." kata anggota tim endris lagi


para anggota geng itu pun semakin ketakutan melihat datangnya tim endris. vian menyuruh anggota polisi untuk meringkus mereka dan membawa mereka ke polsek. vian juga menyuruh pak daryat untuk berobat. mobil dan motor pun dibawa ke polsek untik abrang bukti. mereka pamitan kepada vian lalu pergi. setelah itu endris pun mengobrol dengan vian


" bro gak apa apa kan, sorry telat." kata endris


" gak apa apa bro... sorry ganggu waktu kalian." jawab vian


" o iya bro apa masih ada alokasi rumah buat anggota kita nih." kata endris


" masih ada. nanti saya alokasikan perlu berapa unitnya, soalnya dari polsek juga mau pesan. kamu data aja untuk typenya nih ada." jawab vian sambil menyerahkan brosur rumah.


" untuk harga ini bisa kurangkan." kata endris


" itu harga untuk umum bro. untuk karyawan livi, anggota polisi dan anggota kamu saya samakan, bedanya 30%an lah. pembayarannya juga saya samakan." jawab vian


" ini baru teman, nanti saya informasikan ke anggota yang perlu rumah." kata endris


tak lama pak daryat pulang habis diperiksa di klinik. vian memerintahkan supaya nanti koordinasi dengan tim endris untuk kebutuhan unit rumah.


" nanti suruh aja timnya hubungi pak daryat ini." kata vian


" siaaap bro.. kita izin undur diri karena ada acara nih." kata endris

__ADS_1


" siap. terimakasih banyak nih." jawab vian sambil mengucapakan terimakasih juga ke tim endris


setelah pulangnya tim kepolisian dan tim endris suasana di area pembangunan pun sudah tenang. vian dan yang lain makan siang bersama. setelah makan vian lanjut mengobrol.


__ADS_2