Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Supprise Buat Devan


__ADS_3

Sesampainya di Kantor LA, vian dan rombongan di sambut opik.


" mbak ini perusahaan baru ya." tanya astrid


" ini perusahaan LA, ini kantornya, disini tempat pengemasan produk LA, pabrik untuk LNI tapi di bawah manajemen LA. Kalian belum pernah kesini ya." kata lily


" baru sekarang mbak." kata astrid


vian mengajak pak bambang dan pak gubernur masuk untuk melihat proses pengemasan produk. Para karyawan pun heboh dengan kehadiran pejabat negara kesana.


" gimana kerja disini enak gak." kata pak bambang


" enak banget pak." jawab para karyawan


" jangan bohong, jangan karena ada bos kalian bilang begitu." kata pak bambang lagi


" beneran pak, kalau gak kerja disini mana bisa kita punya rumah sendiri pak." kata salah satu karyawan


" syukur kalau begitu, kalau gak saya akan suruh tutup ini perusahaan." kata pak bambang


" jangan dong pak, dimana lagi kita akan cari pekerjaan yang enak seperti ini." kata karyawan lain


vian pun menjelaskan proses pengemasan produk supaya bisa masuk ke pasar modern. Setelah disana vian membawa ke pabrik untuk produksi produk LNI, vian memberikan sample yang diberikan ika kepada opik untuk dibuat disana, kalau bisa cepat cari mesinnya dan karyawannya.


Opik menunjukan lahan yang masih kosong ke vian. Vian pun menyuruh opik untuk membuat gudang kain dan pabrik untuk produk SPI. Vian juga menyuruh opik supaya tim disana mencari bahan yang berbeda supaya produk SPI tidak mudah untuk orang menirunya. untuk produk SPI vian meminta tim disana untuk langsung berhubungan dengan ika dan timnya. Vian menyuruh Ika dan bella untuk menjelaskan spesifikasi produk ke tim pabrik. Vian menyuruh mereka ke ruangan rapat aja.


" silvy kamu juga ikutan aja sama ika dan bella, kamu juga kan bagian dari SPI supaya kamu juga tau prosesnya." kata vian


" iya om, terimakasih." kata silvy


" maaf pak, saya suruh suruh anaknya." kata vian


" gak apa apa pak, saya senang malahan, supaya dia tau dan belajar." kata pak bambang


" saya jadi lupa ngasih tau, saya baru bisa transfer hari senin pak, karena sekarang bank tutup." lanjut pak bambang


" santai aja pak, maaf pak Gub, saya ajak kesini dulu." kata vian


" gak apa apa pak, saya senang kok, dengan adanya perusahaan bapak akan mengurangi niat orang orang untuk mencari pekerjaan di daerah saya. Ini bagus pak." kata pak gubernur


Setelah 30 menit, ika, bella dan silvy kembali


" gimana mereka bisa mengerjakannya." kata vian


" mereka bisa aa, mereka juga akan mencari bahan untuk membuat sample terlebih dahulu, nanti akan hubungi ika." jawab ika


" syukur kalau begitu, oh iya silvy maaf ya kalau om nyuruh nyuruh kamu." kata vian yang tadi menyuruh silvy


" gak apa apa om, aku senang bisa terlibat dan mendapat pelajaran." kata silvy


" dikirain aa mau ikut, malah membiarkan kita bicara sama mereka." kata ika

__ADS_1


" kalian harus belajar bagaimana cara menjelaskan produk, negosiasi dengan supplier, Aa kan gak mungkin terus dampingi kalian." kata vian


" itu pelajaran yang sangat sulit, kalian beruntung gak akan dapat tuh di tempat kuliah." kata pak bambang


" iya pak dikira aku, gampang bikin usaha tuh, yang penting punya uang beres" kata silvy


" saya sudah koordinasi dengan tim, bahwa disini bisa, saya juga sudah suruh mereka untuk mencari bahan, mesinnya untuk di tempat yang ada dulu, sama pekerjanya." kata opik


" o iya pak kuda sudah di peternakan." lanjut opik


" siiip. iya sudah kalau begitu, sekarang kita lanjut ke pabrik sana." kata vian, mereka pun naik kembali ke mobil


mereka pun melanjutkan perjalanan ke pabrik LA, 1 jam perjalanan mereka sampai disana, vian membawa pak bambang dan pak gubernur langsung ke villa. Devan dan anaknya pak gubernur langsung menuju kandang sapi.


" wah ini luar biasa pak, disini ada apa aja." kata pak gubernur


" disini ada ayam petelur, ayam potong, sapi pedaging, sapi perah, kambing, dan ikan." kata vian


" bisa kambing guling dong." kata pak bambang


" nanti malam kita kambing guling." jawab vian


Pak bowo dan pak adi langsung mengambil alat pancing lalu mengajak pak bambang dan pak gubernur memancing. Vian juga menunjukan villa kalau mereka mau istirahat. Opik menyiapkan makanan untuk makan siang bersama orang dari catering


" suasananya enak, benar benar rilex nih." kata pak gubernur


" strike, saya dapat nih. nanti bisa di bakar nih." kata pak bambang


" saya juga strike nih." kata pak gubernur gembira.


" itu supprise buat si aa." kata vian


" papah beli kuda." kata lily


" iya.. Soalnya waktu itu kan janji." kata vian


" pak makanan sudah siap," kata opik


" iya pik, terimakasih banyak pik." jawab vian, vian pun menyuruh semuanya untuk makan siang dulu. Mereka pun makan siang bersama, selesai makan pak bambang dan pak gubernur pergi ke kamar villa untuk istirahat, sedangkan vian santai di gazebo dekat kolam lalu menyalakan rokoknya. Opik datang menghampiri


" pik kamu udah makan, itu masih banyak, makan dulu sekalian suruh pak dede, haris, putra dan yang lainnya juga.." kata vian


" iya pak," kata opik lalu pergi memanggil mereka terus mengambil makan dan duduk bersama vian


" o iya pak mau lihat tanah sekarang." lanjut opik


" boleh sebelum datang pak bupati dan pak gubernur. Lokasinya jauh gak." kata vian


" gak pak, masih jalan sini paling 1 km." kata opik


tak lama pak bambang datang kesana.

__ADS_1


" o iya pak mau ikut lihat lahan buat pabrik itu." kata vian


" iya boleh pak." kata pak bambang


mereka pamit lalu pergi ke lokasi lahan untuk pabrik, mereka naik mobil operasional LA, hanya 7 menit mereka sudah sampai.


" ini luasnya berapa pak." kata pak bambang


" 2,7 hektar pak kalau di sertifikatnya." jawab opik


" berapa harganya." kata pak bambang


" minta di 2,5 milyar pak." jawab opik


" tawar di 2 milyar, maximal di 2,2 milyar." kata pak bambang


" gimana lokasinya menurut bapak." kata vian


" bagus pak, jalan masuknya juga besar, nanti disana itu buat pengolahan limbahnya." kata pak bambang


" pik kamu tawar dulu aja ya." kata vian


" siap pak, nanti saya hubungi pemilik lahannya." kata opik


setelah melihat lihat, vian, pak bambang dan opik kembali ke pabrik.


" wah dari mana nih, gak ajak ajak saya." kata pak gubernur


" tadi mau di panggil khawatir sedang istirahat, jadi kita jalan lihat lokasi buat pabrik." kata vian


" pah si aa dari tadi tanya, itu kenapa di tutup." kata lily


" kemana anaknya sekarang." kata vian.


" itu lagi main sama anaknya pak gubernur, di suruh tidur gak mau." kata lily


" aa kesini, papah punya kejutan buat aa." kata vian memanggil devan


" iya pah.. Ada apa." kata devan


" papah ada kejutan buat aa, aa harus tutup mata dulu." kata lily. vian membawa devan ke kandang kuda, matanya dia di tutup lily.


" 1....... 2......... 3......." kata mereka, penutup kandang pun terbuka...


" wah ada kuda, pantesan aja aa denger suaranya tadi." kata devan


" gimana aa senang gak." kata vian


" senang banget pah, terimakasih." kata devan


" mau dikasih nama apa kudanya." kata vian

__ADS_1


" si mocha, mochi aja pah." kata devan


devan dan anaknya pak gubernur mendatangi mereka ditemani pak Jamal yang ngurus kuda.


__ADS_2