Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ngobrol Santai


__ADS_3

Setelah membeli sepeda mereka pulang ke rumah, sampai di rumah pak wahyudi menurunkan sepeda buat devan dan membawanya masuk, devan yang sedang main di belakang bersama lilis tidak mengetahuinya.


" aa mamah beli sesuatu loh buat aa." kata lily


" apa mah, mamah beliin apa buat aa." kata devan


" ini lihat apa." kata lily


" asyiiiiik, sepeda, makasih ya mah." kata devan


" aa suka sayang." kata vian


" suka pah, makasih ya pah." kata devan, langsung mencoba naik sepedanya.



" hati hati ya main sepedanya." kata vian


" oke pah." jawab devan


" mamah sama papah mau mandi dulu ya." kata lily


" iya mah." kata devan


" ih gemeznya." kata ibu sisil


" iya udah buat lagi bu, supaya ada anak kecil di rumah." kata lily


" udah ah bu cukup 2 aja." kata ibu sisil


selesai mandi vian pergi ke gazebo, devan masih main sepeda.


" pah nanti sepadanya bawa pulang ya." kata devan


" gak aa, nanti buat disana beli lagi aja, ini simpan disini, jadi kalau aa kesini aa bisa naik sepedanya lagi." kata vian


" iya pah." jawab devan


" wah aa hebat udah pintar naik sepeda." kata astrid sambil membawa susu panas.


" iya mah, aa jagoan." kata devan


" tapi aa harus hati hati ya." kata astrid


" iya mah." kata devan


astrid duduk disebelah vian lalu menyenderkan kepalanya di bahu vian.


" gimana tadi rapatnya." tanya vian


" lancar mas, aku udah suruh tim marketing untuk membuat iklan. mereka udah bisa menjalankannya." kata astrid


" syukur kalau lancar, dan mereka sudah tau kerjanya." kata vian


" mas kapan pulang ke jakarta." kata astrid


" besok siang, karena lusa peresmian SPI. ada apa." kata vian


" gak apa apa, aku masih kangen aja." kata astrid


" iya udah kalian ikut lagi aja ke jakarta." kata vian


" disini kan sudah ada yang bertanggung jawab, kamu tinggal kontrol aja." lanjut vian

__ADS_1


" gak apa apa gitu, kalau aku ikut lagi ke jakarta." kata astrid


" gak apa apa sayang, kata siapa memangnya kalian gak boleh ikut." kata vian


" aku gak enak sama mbak, tapi mbak juga suruh kita ke jakarta juga." kata astrid


" iya udah kenapa gak enak, toh disana pun ada kantor LCI kan." kata vian. tak lama ada video call yang masuk ke handphone vian


" aa lagi apa." kata ika


" aa lagi santai, ada apa." jawab vian


" kapan aa pulang ke jakarta." kata ika


" besok siang." kata vian


" lusa jadikan peresmian kantor SPI." kata ika


" iya jadi, terus gimana renovasi kantornya." kata vian


" sudah mau selesai aa, karena gak banyak yang dikerjakan, rak rak untuk stok juga sudah selesai." kata ika


" terus produknya sudah masuk." kata vian


" udah aa, ini baru selesai dikerjakan oleh karyawan baru." kata ika


" gimana iklan dan udah di hubungi distributor LNI." kata vian


" iklan sudah tayang, tadi bella yang kerjakan, distributor LNI juga sudah di hubungi sama staf pemasaran." kata ika


" responnya gimana." kata vian


" bagus, mereka minta brosur dan pricelist sama produknya buat sample." kata ika


" kalian bikin paket sample, misal 500 ribu dapat 15 pcs produk dan Banner sama brosur." kata vian


" iya, minta dibuatkan aja designnya sama bella biar nanti dia hubungi ke teman temannya. banner dan spanduk, nah kalau di spanduk itu ada nama toko distributor atau agen." kata vian


" iya kalau begitu, ika ngobrol sama bella dan yang lainnya." kata ika. lalu menutup telepon. dilla pun datang, lalu duduk di sebelah vian


" ika semangat banget ya mas." kata astrid


" mudah mudahan aja seterusnya." kata vian


" dill besok kita ikut ke jakarta." kata astrid


" gimana mas vian aja kalau aku." kata dilla


" iya udah kalian ikut lagi aja ke jakarta. kalian juga kan perlu menata kantor disana." kata vian


" mas kalau produk yang hari ini di produksi mau dikirim ke jakarta aja dulu." kata astrid


" iya udah siapin nanti malam ada dari L-Trans yang akan ambil." kata vian lalu mengirim pesan ke pak dede untuk mengatur pengirimannya, vian pun mengirim alamat pabrik LCI. astrid pun mengirim pesan ke pak rudi supaya menyiapkan produk yang hari ini selesai dikerjakan dan memberitahukan nanti malam akan ada yang ambil dari expedisi L-Trans.


" saya boleh ikutan gak nih." kata ibu sisil


" boleh aja bu, kita juga lagi bahas LCI kok." kata astrid


" wah benar benar ya, gak di kantor gak di rumah bahas kerjaan terus." kata ibu sisil


" terkadang beda tempat beda juga cara berfikirnya." kata vian


" mohon bimbingannya aja pak, maklum saya baru kali ini terjun di dunia usaha." kata ibu sisil

__ADS_1


" kita saling aja bu, jangan takut mengungkapkan pendapatnya karena beda orang pasti beda juga cara berfikirnya, belum tentu pemikiran saya juga tepat." kata vian


" nanti saya akan promosikan ke ibu ibu di lingkungan saya dan yang lainnya." kata ibu sisil


" nanti malam produknya akan dikirim ke jakarta ke kantor LCI." kata astrid


" kapan akan pulang ke jakarta bu." kata ibu sisil


" besok sore bu, jadi lusa kita bisa menata produk di kantor kita." kata astrid, tak lama lily datang dan ikut mengobrol disana, devan pun datang kesana.


" mamah kaki aa sakit habis main sepeda." kata devan


" terus mau di apakan sama mamah." kata lily


" di pijit dong mah." kata devan


" terus aa mau di pijitnya sama mamah siapa." kata lily


" duh aa pusing jadinya." kata devan, mereka yang ada di situ pun ketawa melihat tingkah devan


" aa sakit kaki apa pusing." kata lily menggoda devan


" sakit kaki mah, tapi aa pusing mau dipijit mamah siapa." kata devan


" sini sama mamah astrid aja ya dipijitnya." kata astrid


" boleh mamah cantik." kata devan


" jadi mamah sama mamah dilla gak cantik." kata lily


" cantik kok," kata devan


" cantikan siapa, mamah lily, mamah astrid dan mamah dilla." kata ibu sisil


" semuanya cantik dan baik tante." kata devan


" aa benar benar bikin gemes deh, jadi pengen cubit." kata ibu sisil


" jangan di cubit tante sakit." kata devan


suara azan magrib pun tertengar, mereka masuk ke rumah untuk sholat berjamaah, selesai sholat mereka pergi ke rumah makan. setelah makan mereka pergi ke Dillas Cafe, vian pun memesan jus dan duduk di luar lalu menyalakan rokoknya. tak lama pak bambang datang kesana.


" ini cafe yang pak vian bilang itu." kata pak bambang


" iya pak, ini cafe Dilla dan astrid." jawab vian


" bagus konsepnya kekinian." kata pak bambang


" bapak perlu coba makanan dan jagung bakarnya." kata vian


" boleh tuh pak, ayo kalian pesan saja." kata pak bambang kepada ajudannya.


" baik pak, terimakasih." kata ajudannya.


" bapak sudah pesan hotel, kalau belum menginap aja di rumah saya, ada kamar kosong buat ajudan bapak juga." kata vian


" belum pak, tadi saya tanya istri katanya dia mau menginap di rumah bapak aja, jadi saya belum memsan hotel." kata pak bambang


" iya sudah kalau begitu menginap di rumah saya aja." kata vian


" jadi merepotkan bapak." kata pak bambang


" biar kita juga bisa ngobrol santai di rumah, siapa tau kita benar benar bisa kolaborasi usaha." kata vian

__ADS_1


" oke kalau begitu pak, terimakasih banyak." kata pak bambang


setelah menikmati makanan dan minuman yang ada di Dillas Cafe, mereka pulang ke rumah. Sampai di rumah pak wahyudi pamit mau ke rumahnya yang baru, vian memberikan kunci mobil lain untuk di pakai pak wahyudi.


__ADS_2