Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Inovasi


__ADS_3

Setelah sholat magrib astrid menanyakan mau makan malam dimana


" mas mau makan malam dimana." kata astrid


" cari restoran aja yang enak dan tempatnya nyaman dan gak jauh dari sini." kata vian


" di restoran waktu itu gimana mas." kata dilla


" boleh, reservasi aja untuk 20 orang." kata vian


" baik mas." kata dilla dan dia langsung menghubungi restoran tersebut. setelah siap semua mereka pergi ke restoran tersebut, tiba disana mereka langsung memesan makanan.


" pah pulang dari sini boleh ya jalan jalan ke mall dulu." kata lily


" papah sama bapak kan mau ketemu sama teman bapak masalah pabrik, besok siang aja ya kan pulang kita lusa, lagian masih cape juga." kata vian


" iya deh besok, tapi janji ya." kata lily


" iya papah janji." jawab vian


selesai makanan mereka kembali ke rumah, vian dan pak bowo turun di cafe.


" nanti aku kesana ya mas sambil jemput." kata astrid


" oke, terimakasih ya sayang." kata vian


vian dan pak bowo pun menunggu pak Ato temannya pak bowo. tak lama beliau datang dengan membawa map dokumen pabrik. vian mempersilahkan pak ato untuk memesan makanan.


" malam pak, apa kabarnya nih." kata pak ato


" alhamdulillah, kamu sendiri to, oh iya ini kenalin menantu saya vian." kata pak bowo, vian pun bersalaman dengan pak ato


" iya begina pak, usaha saya lagi kurang bagus makanya saya tawarkan ke bapa." kata pak ato


" usaha gak bagus kamu tawarin ke saya." kata pak bowo


" kemarin saya salah perhitungan akibat pesanan menurun dan dana kepakai buat berobat mertua pak." kata pak ato


" memang pabriknya produksi apa pak." kata vian


" kami hanya menerima makloon saja mas, karena saya hak punya brand dan tim pemasaran yang kuat. pabrik menerima makloon kosmetik, kalau saya punya brand mungkin gak akan terjadi seperti ini." kata pak ato


" fasilitas apa aja yang ada disana pak." kata vian


" sudah lengkap mas, laboratorium juga ada tenaganya juga ada, tinggal jalan aja mas." kata pak ato


" supply bahan baku dan yang lainnya ada." kata vian

__ADS_1


" ada mas, mas punya brand aja, udah siap produksi." kata pak ato


" memang kamu mau lepas berapa to." kata pak bowo


" saya sudah tawarkan 23 milyar semuanya. tapi belum ada yang nyangkut bahkan ke orang yang makloon juga sudah." kata pak ayo lalu menyerahkan map berisi photo copy dokumen, vian pun melihat dokumen tersebut.


" gimana mas, kalau mas tertarik saya lepas di 21,5 milyar." kata pak ato


" saya tertarik pak, tapi sebentar nunggu istri datang karena mereka yang akan kelolanya." kata vian


" alhamdulillah, saya bisa bayar karyawan dan biaya berobat orang tua." kata pak ato


vian pun meminta izin untuk memphoto dokumen tersebut lalu dikirim ke raka dan bu gina untuk di lihat. vian memberitahukan bu gina jika dia ingin membeli tersebut kalau deal besok bertemu di lokasi pabrik.


vian juga melihat laporan kas dan bank livi group dan BLS, tak lama astrid, dilla dan lily datang kesana pakai mobil yang baru dibeli. vian memperkenalkan mereka ke pak Ato, vian menanyakan lokasi pabrik tersebut kepada astrid dan dilla.


" mas kita tau lokasinya, memang berada di pinggiran kota tapi dari sini paling 40 menitan kalau santai." kata astrid


" menurut bapak gimana." kata vian


" dengan harga pasar tanah dan bangunan pun sudah di atas 15 milyar, menurut bapak ambil aja." kata pak bowo


" menurut kalaian gimana." kata vian


" mamah sih oke aja." kata lily


" lagian lokasi tersebut gak jauh, kita masih bisa kontrol." kata dilla


" iya sudah pak deal harga segitu kalau memang gak bisa kurang lagi, besok kami akan kesana cek fisiknya sama notaris dan saya juga ingin kenal sama manajemen pabrik sana." kata vian


" terimakasih pak bowo, mas vian, dan mbak mbaknya, harga itu memang sudah gak bisa lagi mas sebwnarnya saya juga sayang tapi bagaimana kebutuhan. iya sudah kalau begitu besok kita ketemu disana jam 9an ya." kata pak ato


" baik pak, kami besok kesana." kata vian, pak ato pun pamit pergi pulang.


" kamu memang sudah cek vian." kata pak bowo


" sudah pak, tadi saya minta raka dan ibu Gina notatis disini mengecek, mereka bilang oke." kata vian


" terus dananya bagaimana." kata pak bowo


" vian akan pakai dana dari BLS, karena dana di livi group sedang dipakai untuk pembangunan sekolah dan universitas sama buat akuisisi rumahsakit." kata vian


" buat beli ruko dan belanja mamah gimana." kata lily


" InsyaAllah aman. yang jelas LAD's harus menguntungkan setidaknya buat operasional dan cicilan ke BLS." kata vian


" papah the best deh." kata lily

__ADS_1


" mulai saat ini selama 1 semester papah gak bisa beli aset dulu." kata vian


" iya udah gak apa apa lagian kaya kendaraan masih bisa dipakai, rumah yang disini juga masih bagus dan besar bisa jadi rumah kedua kita. gak apa apa kan as, dill." kata lily


" iya gak apa apa mba, ini kan rumah kita." kata astrid


" iya mba, kita kan udah jadi keluarga." kata dilla


" terus rencana di KBB gimana." kata pak bowo


" paling bisa dieksekusi semester 2 pak, mudah mudahan aja semua perusahaan berkembang dengan baik." kata vian


" Aamiin." kata mereka


" kalau cafe gimana laporannya." kata vian


" aku udah dapat laporan dari bella dan dea waktu kita gak ada, hasilnya bagus mas, untuk operasional sudah aman." jawab dilla


" terus gimana mas pram sama mas bram mereka kerasan kerja disini atau ada keluhan." kata vian


"selama ini sih gak ngomong apa apa mas, skelihatannya mereka enjoy aja." kata dilla


" coba kamu gak keluar dari resort mungkin perkembangan sudah jauh, atau memang kamu sudah rencanain ya." kata pak bowo


" gak ada rencana sama sekali pak, saya memang harus cari uanh buat berobat ibu waktu itu, dan pas mas vian kasih uang buat berobat ibu, itu pun saya masih mengerjakan tugas disana, karena saya juga harus jagain ibu lama, saya merasa gak enak juga gak masuk lama." kata astrid


tak lama pak win datang membawa alat pembakaran, vian meminta pak win cari arang buat bakar jagung. vian pun pamit pergi ke dalam cafe mau ngobrol ngobrol sama mas pram dan mas bram. mereka melihat vian datang langsung menyambutnya.


" mas bagaimana kabarnya." kata pram


" alhamdulillah kalian sendiri bagimana, kerasan gak kerja disini." kata vian


" alhamdulillah baik mas, kita senang mas apalagi tiap hari selalu tambah pengunjung." kata pram


" alhamdulillah mas, kita enjoy kerja disini apalagi kita diperlakukan kaya saudara." kata bram


" syukur kalau begitu saya jadi tenang, kalau ada apa apa langsung aja bicarakan sama astrid atau ke saya langsung." kata vian


" baik mas terimakasih." jawab mereka


" saya pengen coba jagung bakar, apa kalian bisa kreasikan dengan apa. kita buat inovasi, saya sudah beli alat pembakaran." kata vian


" paling dengan minuman, atau gak jagungnya dikasih rasa nantinya, jagungnya sudah ada mas." kata pram


" sudah ada di toko buah, pak win lagi beli arang dulu." kata vian


" iya nanti saya kedepan deh mas, ini usulan bagus juga." kata pram

__ADS_1


vian pun pamit kedepan lagi, tak lama pak win datang membawa arang.


__ADS_2