
Setelah ditelepon beberapa saat pamannya shinta pun mengangkat vidio call, shinta pun memberikan kepada pak ustad. Setelah berbicara beberapa menit telepon pun di tutup.
" alhamdulillah paman dari ibu shinta telah mewakilkan kepada saya untuk menjadi wali nikahnya." kata pak ustad ogi
" maaf pak ustad saya belum menyiapkan maharnya." kata vian
" tenang pah udah disiapkan dan kemarin sudah kita diskusikan dengan shinta kok." kata lily
" ibu shinta apakah menerima pak vian sebagai suami ibu dengan mas kawin sebesar Rp.7.777.000." kata pak ustad ogi
" iya saya bersedia pak ustad." kata shinta
" kita lanjut ke ijab qobul ya pak vian. Saya sebagai wali nikahnya Shinta Shafira wijaya binti Adi Wijaya, dengan ini nikahkan dan kawinkan Shinta Shafira wijaya binti Adi Wijaya dengan vian permana dengan mas kawin sebesar Rp.7.777.000 dibayar tunai." kata pak ustaf ogi
" saya terima nikahnya Shinta Shafira wijaya binti Adi Wijaya dengan maskawin Rp. 7.777.000 dibayar tunai." jawab vian
" gimana saksi sah." kata pak ustad ogi
" Sah.. Sah." kata pak bowo, pak adi, pak wanto dan yang lainnya. Pak ustad pun membaca doa pernikahan.
" pak vian dan ibu shinta secara agama bapak dan ibu sudah sah menjadi suami isteri, sebagai saksi juga mushola ini menjadi sahnya ada berdua suami isteri," kata pak ustad ogi, lily meneyerahkan cincin kepada vian supaya memakaikannya ke jari shinta. Setelah vian memakaikan cincin shinta mencium tangan vian, vian pun mengecup kening shinta, lalu bersalaman sama yang lainnya, lily juga bilang bahwa bulan depan secara negara pernikahan mereka akan dilangsungkan. Lily, astrid dan dilla memberikan selamat ke shinta dan vian. Mereka pun berpesan supaya vian akan tetap sayang sama mereka walau sudah ada shinta. Vian pun mengucapkan terimakasih kepada liky, astrid dan dilla serta orang tua dan mertuanya.
" akan tambah rame nih rumah kita." kata ibu retno
" iya nih bu ningsih akan dapat lagi cucu baru." kata ibu asti
" keluarga kita jadi nambah, alhamdulillah." kata ibu sri
Setelah acara di muahola mereka pun pergi ke restoran hotel untuk sekedar makan makanan ringan dan minum.
__ADS_1
" terimakasih banyak atas segala doa doanya, mohon maaf atas segala kesalahan saya." kata vian. Tak lama pak bambang, pak menteri, pak gubernur, dan pak bupati datang bersama isterinya. mereka mengucapkan selamat kepada vian
" tambah iri aja nih pak vian." kata pak menteri
" jangankan bapak bapak saya juga. Terlepas dari ini, semalam saya lihat beliau pergi ke mesjid sendiri, saya ikuti karena saya malu, pak vian yang sibuk mengurus usaha saja masih mampu pergi ibadah malam, saya juga enggak tau amalan apa yang membuat pak vian begitu mudah masuk ke Raudhoh seperti masuk ke rumah sendiri dan disambut hangat sama askar." kata pak ustad ogi
" saya tau sekarang pak ustad, beliau memperlakukan dengan sangat baik tamu yang datang ke rumahnya seperti saudara sendiri, beliau sangat memuliakan tamu tamunya, makanya belaiu juga dimuliakan disini." kata pak bambang
" saya setuju itu pak, beliau enggak pernah memandang siapa yang datang bertamu kesana." kata pak gubernur B
" beliau sangat dikagumi dan disayangi sama karyawan karyawannya." kata pak gubernur D
" iya dia banyak disayangi sama dicintai karyawannya, ini salah satu buktinya pak ustad." kata lily, yang ada disana jadi ketawa, shinta hanya tersenyum terlihat kebahagiaan di wajahnya.
" jadi kapan secara negaranya nih dan perayaannya." kata pak bambang
" aamiin." jawab mereka
karena sudah masuk waktu zduhur mereka pergi ke mesjid, selesai sholat mereka makan siang bersama. Di sore hari mereka berbelanja untuk oleh oleh, vian mengajak semuanya pergi membeli barang yang mereka inginkan. Vian membeli hiasan dinding untuk di rumah, tak lupa vian juga membelikan untuk orangtua, mertua dan kakek neneknya serta neneknya lily, selesai berbelanja vian mengajak mereka untuk mencari makanan khas sana.
" evi, lilis, kalian udah ke raudhohkan." kata lily
" udah bu semalam kita kesana lagi sama sama yang lainnya." kata lilis
" nanti malam saya mau nitip anak anak ya, saya mau ke mesjid." kata lily
" iya bu." kata lilis dan evi
" kalau kalian mau beli untuk orang tua kalian beli aja, supaya mereka senang, nanti saya belanjain." kata lily
__ADS_1
" iya bu terimakasih banyak." kata lilis dan evi
Setelah makan malam, pak ustad memberitahukan bahwa "besok akan pergi jam 11an, akan menempuh perjalanan kurang lebih 4 setengah jam, sholat zduhur di Dzul Hulaifah atau yangbterkenal dengan Bir Ali sekaligus mengambil muqat atau niat umroh jadi harus dipersiapkan kain ihramnya. Setelah memakai pakaian ihram jangan lupa dengan larangan larangannya.". nanti di pejalanan setelah memakai pakaian ihram kita membaca lafal talbiyah :
Labbaika allahumma labbaik
(Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang)
Labbaika laa syariika laka labbaik
(Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu)
Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariikalaka (Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu)
" nanti aa di gendong papah sama om putra dan om haris ya." kata vian sambil memperlihatkan rangkaian umroh di handphone
" iya pah." kata devan semangat, mereka pun masuk ke kamar, lily mengajak shinta masuk ke kamarnya, sedangkan devan bermain sama azka dan akbar terlebih dahulu di kamar lilis, lily mengunci pintu lalu dia menarik vian ke pelukannya lalu memberikan ciuman.
" terimakasih ya sayank." kata vian
" ayo kita buktikan, seberapa kuat papah masih mau nambah isteri." kata lily
" mau kasih jatah bagi yang muda dulu apa biasa." kata astrid
" aku duluan lah, orang aku mau kalian cuma nonton aja." kata lily, dia pun langsung menerjang vian mengajak bergulat di atas kasur. Lily mengambil permainan, lily KO dalam pemanasan lalu dia melanjutkan lagi ke permainan sebenarnya, astrid dan dilla pun menciumi vian bergantian dan vian pun memainkan bukit kembar astrid dan dilla, lily pun KO lagi, setelah itu vian main dengan asrid, lily menyuruh shinta ikutan, setelah astrid KO, giliran dilla yang memainkan peran, shinta mencium vian " terimakasih a sudah memenuhi janjinya." bisik shinta. Dilla pun dibuat KO sehingga giliran shinta, vian membaringkan shinta lalu menuntun pusaka supaya masuk ke mahkota shinta, vian pun menciumi shinta dan memainkan tangannya di bukit kembar milik shinta. Entah kenapa vian menjadi kuat sehingga shinta pun enggak tahan lagi, tubuhnya pun menggelinjang, vian memeluk shinta lalu dia menarik lily supaya bermain lagi.
" benar benar hebat papah." kata lily, vian memaknkan permainnannya dia menciumi lily dari bibir, leher sampai bukit kembarnya, lily pun dibuat enggak berdaya, " papah minum apa sih kok kuat, aku enggak tahan lagi papah sayank." lirih lily, vian pun memepercepat permainannya dan akhirnya mereka berdua mendapatkan puncak kenikmatan, vian mencium kening lily " terimakasih ya sayank." bisik lily lalu vian pun mengecup astrid, dilla dan shinta. Mereka berlima pun saling berpelukan sambil mengatur napas.
Vian pun pergi mandi duluan lalu berpakaian rapi, disusul shinta, astrid, dilla dan lily. Mereka pun memakai pakaian dengan menggunakan hijab yang diberikan SPI.
__ADS_1