
Jam 10.17 menit mereka sampai di rumah astrid, pak dani pamannya astrid menyambut mereka. Pak dani telah mempersiapkan segalanya untuk acara di rumah astrid itu. Bu asti membawa ibu ningsih, bu retno, lily, devan dan de qinar serta yang lain masuk ke rumah. Astrid dan dilla pun membawa de avin dan de alea masuk. Vian mengadakan acara ini sebagai bentuk syukuran karena dulu dia dan astrid serta dilla tidak mengadakan resepsi pernikahan. Bahkan ada saudara saudara mereka enggak tau.
" pakdhe makasih banyak ya sudah merepotkan." kata vian
" enggak kok nak vian, enggak repot, saya malahan senang membantu karena kita bisa berkumpul beraama saudara saudara lainnya." kata pak dani. Vian pun duduk di kursi halaman lalu menyalakan rokoknya.
" papah waktu itu aa kesini, aa kan beli ice cream, enak pah ive creamnya." kata devan
" sama aja aa rasanya." kata lily
" enggak mah lain rasanya." kata devan
" iya udah sana beli minta antar sama lilis." kata vian, lalu memberikan uang ke lilis
__ADS_1
" horeeee.. Papah memang is the best." kata devan
" lis sama beli minuman dingin ya." kata lily. Lilis pun membawa devan pergi ditemani haris. Vian mengobrol dengan pak dani.
" lagi musim apa pakdhe disini." kata vian, astrid membuatkan kopi untuk vian, pak dani dan pak wahyudi.
" kemarau nak, makanya petani memakai mesin untuk menyiram tanamannya.Terimakasih loh nak vian, bapak bisa ada kerjaan di dillas, jadinya bapak ada kegiatan dan penghasilan." kata pak dani
" assalamualaikum, selamat datang di rumah kakak saya almarhum Ishak Hartanto kepada saudara saudara semuanya, mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan, saya disini mewakili keluarga mbak asti ingin menyampaikan bahwa saya 4 hari yang lalu di suruh membuat acara ini dan mengundang saudara saudara semuanya, adapun acara ini diadakan adalah untuk menjalin silaturahmi diantara kita dan ibu asti ingin memperkenalkan menantu dan cucunya yang waktu itu dalam acara pernikahan bapak dan ibu saudara sekalian tidak diundang semuanya atau tidak bisa hadir, disini juga saya ingin menjelaskan bahwa pernikahan astrid dan nak vian dilaksanakan bukan karena terburu buru akibat nak astrid hamil duluan, itu yang saya dengar. Makanya saya ingin menjelaskan supaya tidak terus menerus menjadi fitnah, karena waktu itu yang menjadi wali nikahnya saya, mungkin mbak ada yang mau disampaikan." kata pak dani
" asalamualaikum, selamat datang di rumah saya ini kepada saudara saudara semuanya. Terimakasih atas kehadirannya, seperti yang disampaikan mas dani tadi bahwa memang pernikahan astrid anak saya terlihat terburu buru, saya juga ingin meluruskan itu semua biar tidak menjadi pembahasan. tapi sebenarnya tidak buru buru, kenapa tidak diadakan resepsi, karena kondisi nak vian yang telah memiliki isteri dan temannya astrid dilla juga mau menjadi isteri nak vian jadi kami mempertimbangkan itu semua, awalnya saya juga tidak setuju pernikahan itu berlangsung, tapi akhirnya merestuinya karena kesungguhan dari nak vian dan astrid serta dillanya serius walaupun mungkin saat itu nak lily sebagai isteri pertama nak vian belum merestui, dengan perjalannya waktu nak lily dengan keikhlasan dan hati yang sangat baik mau menerima keberadaan astrid dan dilla serta keluarga. Alhamdulillah kami bisa hidup dengan rukun dan bahagia menurut saya. Saat ini astrid dan nak vian sudah dikarunia anak yaitu cucu saya de avin yang sudah 10 bulan, pernikahan mereka saat ini kurang lebih 11 bulan jadi apa yang disangkakan itu tidak benar adanya. Saat ini saya tidak tinggal lagi disini tapi sekarang tinggal di rumah nak vian, nak lily, astrid, dilla dan shinta beserta besan dan orang tua mereka, bella dan ari juga sama tinggal disana karena bella harus mengurus usahanya bersama adik nak vian sedangkan ari kuliah bersama bimo adiknya nak dilla di kampusnya nak vian. sekali lagi terimakasih atas kehadiran dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan kepada semuanya." kata ibu asti, bu asti merasa plong setelah menceritan itu semua, beban selama ini karena mendengar desas desus mengenai astrid sudah dia jelaskan. Tak lama pak wanto dan bu sri tiba disana.
" nah saudara saudara semuanya kita telah mendengarkan penjelasan dari mbak asti. Selanjutnya mungkin nak vian ada yang mau disampaikan." kata pak dani
__ADS_1
" terimakasih pakdhe, assalamualaikum, terimakasih atas kehadiran saudara saudara semuanya, alhamdulillah saat ini kita bisa bersilaturahmi, saling mengenal dan jika bertemu saya tolong tegur saya. Untuk mengenai pernikahan saya dengan astrid sudah ibu jelaskan, disini saya ingin menyampaikan rasa terimakasih saya lily yang sudah berbesar hati menerima keberadaan astrid, dilla dan shinta dan mengenalkan isteri dan anak anak saya, orang tua dan mertua saya juga, ini isteri pertama saya lily, anak pertama saya devan dan de qinar, astrid dan de avin, dilla dan de alea, shinta tidak bisa hadir karena sedang mengandung, ini ibu saya ibu ningsih, ibu retno ibunya lily, ibu asti ibunya astrid, pak wanto dan ibu sri orang tua dilla, ibu anita ibunya shinta juga sama tidak bisa hadir karena menemani shinta sedangkan ayah saya dan ayahnya lily juga enggak bisa hadir karena ada pekerjaan di daerah KBB. Mudah mudahan dengan adanya acara ini semua prasangka buruk mengenai isteri saya tidak ada lagi, mari sama sama kita jalin tali silaturahmi ini dengan baik, demikian, terimakasih dan mohon maaf." kata vian
" aa sekarang giliran aa bicara loh." kata lily, mengerjai devan. Devan pun memberikan ice cream yang sedang ia makan ke lilis. Lalu mengambil mic, ibu bingsih dan bu retno pun bengong melihat tindakan devan, mereka pun mengambil handphonenya untuk merekam aksi devan
" hallo semuanya, assalamualaikum, perkenalkan nama aku Devan Livian Permana, suka dipanggil aa nama papah vian Permana, nama mamah Lily anggraeni Bowo, adik aku de qinar, de avin sama de alea, adik yang 1 lagi masih dalam perut mamah shinta sekarang enggak ikut karena cape habis liburan. Aa suka berenang, naik kuda juga, kuda aa namanya thunder, mocha dan mochi baru kemarin aa main sama mereka. Udah ya aa mau makan ice cream lagi takut mencair sayangkan.. Terimakaaih semuanya." kata devan, lalu dia menyerahkan mic dan pergi ke lilis meminta ice creamnya lagi. Bu ningsih dan bu retno geleng geleng atas tingkah cucunya itu, mereka pun bangga karena devan sudah berani bicara di depan umum. Saudara saudara astrid pun memuji keberanian devan.
" anak mamah pinter dan berani, bangga deh mamah." kata lily
" Hebat banget aa, pinternya cucu nenek ini.." kata bu ningsih lalu memeluk devan dan menciumnya
" iya cucu nenek luar biasa. Penerus papah nanti nih." kata bu retno, bu retno pun sama memeluk.dan mencium devan. Bu asti dan bu sri pun melakukan hal yang sama.
" anak mamah ganteng dan berani ya bicara di depan banyak orang." kata astrid dan dilla, mereka pun mencium devan. karena sudah siang bu asti mempersilahkan mereka untuk makan siang yang sudah disiapkan.
__ADS_1