Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Perpisahan 2R


__ADS_3

karena sudah larut vian mengajak isteri isterinya masuk ke dalam kamar utama. vian menyalakan musik di tv supaya bisa mengaburkan suara di dalam kamar tersebut karena takut suaranya dan suara isterinya terdengar keluar saat pertempuran, astrid dan dilla juga paham apa yang di lakukan suaminya itu.


Vian tiduran di kasur, astrid dan dilla pun disampingnya sambil memeluk.


" besok beli kendaraan ya, buat operasional kalian." kata vian


" gak usah mas, mobil ibu masih bisa aku pinjam kok." kata astrid


" iya mas gak usah, lagian kan kita ke tempat kerjaan kita dekat sekarang, jalan kaki juga bisa." kata dilla


" gak enak sama ibu, dia juga pasti perlu apalagi ibu kan harus tetap berobat, si bella sama si ari udah bisa bawa mobil." kata vian


" sudah mas, biasanya memang dipake bella itu mobil." kata astrid


" di pake bella gak apa apa, tapi kan kalian sekarang udah tanggung jawab mas. awas aja kalau kalian bermain yang gak gak dibelakang mas" kata vian


" aku akan jaga selalu kepercayaan mas." kata astrid


" iya mas, aku gak bakalan menghianati kasih sayang mas." kata dilla


" makasih ya sayang." kata vian lalu mencium kening mereka


vian sampe lupa mengabari lily dan membeli tiket pulang vian pergi ke meja untuk mengambil handphonenya dan kembali kekasur lalu mencari aplikasi pembelian tiket pesawat, setelah menemukan jadwal peswat yang tepat vian pun memesannya lalu membayarnya.


" mas besok pulang pesawat jam 1an ya." kata vian


" aku ikut ya." kata astrid dan dilla


" terus siapa yang akan jalankan cafe. doakan aja mas sehat dan mas ada waktu untuk segera kesini lagi ya." kata vian


" iya mas, mas harus jaga kesehatan, sekarang mas bukan hanya milik mbak aja lho." kata astrid


" kita akan selalu doakan mas yang terbaik." kata dilla

__ADS_1


" kalian juga jangan melupakan atau melewatkan sholat ya." kata vian


" iya mas sayang." kata astrid dan dilla, mereka pun mencium vian.


mereka melakukan kembali hubungan suami istri dan mencapai kebahagiaan bersama lalu saling berpelukan di bawah selimut lalu tertidur pulas sampai pagi. pagi hari mereka bangun terus mandi lalu sholat berjamaah. vian pun pergi ke gazebo, tak lama astrid membawa secangkir teh kesana. dilla masih merapihkan tempat tidur.


tak lama pak wanto datang ke gazebo, astrid pun membuatkan teh buat pak wanto. vian dan pak wanto pun mengobrol, jam 5.30 pagi pak wanto, bu sri dan bimo pamit karena bimo harus sekolah. vian memberikan uang jajan ke bimo, dilla mengantar mereka sampai ke gerbang karena mau mengambil kartu akses, vian mengikuti pakai mobil lain, setelah dilla mengambil kartu akses, dilla kembali ke rumah bersama vian. sampai di rumah bu asti pun pamit.


" nak ibu mau pamit karena ari harus sekolah." kata bu asti


" bell, kamu bisa gak antar ibu." kata vian


" bisa mas lagian aku kuliah siangan, aku juga mau ambil pakaian dulu." kata bella


" iya sudah kalau begitu, kamu pakai mobil antar ibu dan ari." kata vian, lalu vian menyerahkan uang ke bu asti karena kemarin belum sempat waktu nikahan.


" terus nanti mas, mbak, sama ka dilla gimana." kata bella


" gak apa apa, nanti kita bisa naik taxi." kata vian, lalu memberikan uang jajan buat ari dan bella


" nanti mas jam 11an dari cafe." kata vian


" iya udah nanti bella ke cafe deh, kalau selesai kuliah." kata bella, lalu dia salaman dan tanpa diduga dia mendaratkan ciuman ke pipi vian." takut nanti gak sempat. karena aku juga sayang sama mas" kata bella lagi tapi pelan. bu asti, bella, dan ari pun pamit dan pergi pulang.


vian pergi ke gazebo di ikuti astrid dan dilla sambil membawa minum dan martabak yang sudah dihangatkan, vian menyalakan rokoknya


" kita berenang yu mas." ajak astrid


" mumpung cuma ada kita aja." kata dilla.


" iya ambil dul handuk sana." kata vian, astrid dan dilla pun pergi masuk mengambil handuk.


mereka bertiga menuju kolam renang, astrid dan dilla lalu menyebur ke kolam renang. vian pun melepaskan kaos dan celana pendeknya lalu menyebur ke kolam renang, setelah 4 kali balikan bereng dia duduk di pinggir kolam. setelah istirahat vian dan kedua istrinya kembali ke kamar

__ADS_1


mereka pun kembali melakukan hubungan suami istri, setelah mendapatkan puncak bersama vian dan ke dua istrinya bepelukan, vian mengelus rambut istrinya itu. mereka ingin perpisahan sementara ini menjadi sebuah kebahagiaan bukan kesedihan.


setelah istirahat mereka pun mandi bertiga, dikamar mandi pun mereka melakukan hal yang sama. selesai mandi mereka memakai pakaian dan bersiap untuk pergi


" mas mau berangkat sekarang," kata astrid


" iya sayang, kamu pesan taxi ke dealer mobil H ya." kata vian


" iya mas, kita mau sarapan dimana." kata astrid dan dia memesan taxi


" nanti aja di cafe atau dijalan setelah dari dealer Mobil H." kata vian


tak lama taxi yang dipesan sudah datang, mereka pun berangkat ke dealer mobil H. sesampainya di dealer vian meminta astrid dan dilla memilih mobil, mereka memilih mobil H warna putih.


" ini mobil mau atas nama siapa." kata vian


" astrid aja mas gak apa apa, toh yang akan pakai juga kita berdua." kata dilla, astrid pun menyerahkan kartu identitasnya kepada petugas dealer, vian pun meminta dibuatkan surat jalan sebelum plat nomor keluar. vian lalu membayar mobil tersebut. sambil menunggu surat jalan keluar vian dan kedua istrinya pergi mencari sarapan kebetulan dekat dealer ada warung bubur dan aneka makanan lainnya.


selesai makan vian pun merokok sambil menunggu surat jalan keluar. 45 menit menunggu vian dan kedua istrinya balik ke dealer, dan mobil barunya sudah dipasang plat sementara. astrid dan dilla pun mencoba terlebih dahulu mobilnya. setelah yakin mereka pergi ke cafe terlebih dahulu mengisi bensin di perjalanan.


37 menit perjalanan dari dealer ke cafe, mereka sampai disana, setelah mobil di parkir vian dan kedua istrinya itu turun dan pergi ke cafe. disana pak win sedang merapikan meja dan kursi.


" mas vian, ada yang kirim komputer sama mesin kasir sekarang mereka sedang merakitnya." kata pak win


" iya pak win, terimakasih ya." kata vian, vian pun duduk di kursi cafe bagian luar. lalu meminta bram membuatkan kopi. sambil menggu kopi vian menyalakan rokoknya, sedangkan astrid dan dilla pergi ke lantai 2 untuk memeriksa komputer dan mesin kasir. setelah selesai pemasangan komputer dan mesin kasir petugas yang mengantarkan barang tersebut pamit pulang, vian pun tak lupa memberikan tips buat mereka.


vian mengirim pesan kepada bella, menanyakan posisi dia


" hallo bell, kamu lagi dimana." kata vian


" mas kangen sama aku ya. aku masih di kampus mas, sebentar lagi ke cafe." kata bella


" iya udah kesini ajak 5 teman kamu untik mencoba makanan dan minuman disini." kata vian

__ADS_1


" kalau suruh makan sih mereka pasti mau mas, tunggu ya aku sama teman teman kesana." kata bella


setelah itu vian mengirim pesan ke pak dede aupaya dia menjemput di bandara jam 3an. bella dan teman temannya pun datang ke cafe, bella memberikan salam ke vian, astrid dan dilla, lalu memperkenalkan temannya. vian menyuruh bella dan teman temannya memesan makanan dan minuman, astrid dan dilla menjadi pelayan disana, teman teman bella pun memilih menu makanan dan minuman di daftar menu yang dibuat bella. astrid pun menulis pesanan mereka dan membawanya ke dapur di kasih ke pram dan bram.


__ADS_2