
para warga pun menyuruh vian, endris dan opik untuk mencoba hasil karya ibu ibu serta menawarkan kopi, karena mereka ingin terus mengobrol dengan vian.
" terimakasih banyak pak atas perhatiannya kepada kami." kata warga
" saya dengar bahwa Livi juga memeliki yayasan pendidikan, nah apakah kedepannya bapak ada niat untuk membangun sekolah di daerah ini juga pak. Supaya anak anak kami tidak jauh untuk pergi kesekolahnya, lebih bagus lagi ke jenjang perguruan tinggi." kata pak heri
" InsyaAllah doakan saja, rencana itu ada, semoga saja bisa terealisasi." kata vian
" Aamiin." jawab mereka
" kalau bisa tingkat TK saja dulu pak, karena sudah banyak anak anak yang sebentar lagi harus masuk TK." kata Cecep
" nanti saya akan koordinasikan masukan bapak bapak dengan Tim YPL dan tim L-Pro, setidaknya untuk tingkat TK bisa di bangun di lahan baru L-Pro tapi untuk jenjang berikutnya saya rasa harus mencari lahan baru lagi." kata vian
" mohon maaf pak, jadinya kami banyak meminta nih." kata pak heri
" enggak masalah pak, ini menjadi masukan buat saya dan tim untuk pengembangan kedepannya." kata vian
" oh iya pak saya dengar juga bahwa karyawan Perusahaan SPI akan mengambil perumahan disini juga apakah perusahaan SPI dan PBN ini juga bagian dari perusahaan bapak." kata pak heri
" iya betul perusahaan SPI dan PBN juga bagian dari Livi Group, yang ada di daerah ini merupakan pabrik SPI," kata vian
" berarti karyawan kamu udah banyak ya bro." kata endris
" alhamdulillah lebih dari 1000 orang untuk yang ada daerah ini aja, belum di karawang, jakarta dan surabaya." jawab vian
" saya salut bro, punya teman yang sukses bisa mempekerjakan ribuan orang. Apalagi yang saya perhatikan teman teman kamu tuh pejabat pemerintahan." kata endris
" biasa bro enggak ada yang istimewa, alhamdulillah saja saya bisa mengenal mereka." kata vian
" iya pak, kenapa enggak diajak isteri sama anaknya." kata pak heri
" isterinya yang mana, semuanya." kata endris
" maaf pak endris memangnya pak vian memeliki isteri berapa." kata pak heri
__ADS_1
" isteri beliau ini 4, anaknya kamu berapa bro." kata endris
" dari isteri pertama 2, isteri ke dua dan ketiga 1, jadi 4 anak, sama 1 masih dalam kandungan isteri ke 4, mohon doa dari semuanya semoga dilancarkan dalam proses kelahirannya, ibu dan anak kami sehat serta selamat tidak kurang apapun. InsyaAllah lainkali saya bawa kesini bertemu dengan bapak dan ibu" kata vian
" aamiin." jawab mereka
" mohon maaf kalau saya enggak bisa lama lama disini, karena dipabrik ada tamu juga, semoga lain waktu bisa silaturahmi lagi, dan kalau ada permasalahan bisa disampaikan ke pak opik di pabrik LA." kata vian
" siap pak, sekali lagi terimakasih atas silaturahminya." kata pak heri
" oh iya pak mohon dibawa ini oleh oleh dari kami, semoga berkenan dan di makan." lanjut pak heri lalu.memberikan bungkusan yang diberikan ibu ibu.
" saya jadi enggak enak nih, datang kesini enggak baaa apa apa, pulang dibawakan oleh oleh." kata vian
" ini semua juga dari pak vian. Kami yang terimakasih jadinya kami bisa sama sama makan kambing guling." kata pak heri. Vian, endris dan opik pun pamitan pulang ke pabrik LA
" saya salut sama pak vian, enggak sombong, baik lagi, teman temannya aja para pejabat pemerintah tambah pak endris komdan khusus tentara, mau menyempatkan waktu datang kesini." kata pak heri
" betul pak, saya aja terkadang malu kalau lagi ngawal beliau, kita diajak makan sama sama, tidur pun dikasih tempat yang nyaman. Tidak membeda bedakan." kata pak suparman
" iya pak, cantik cantik lagi, yang paling keren mereka semuanya akur seperti saudara aja begitu juga semua mertuanya. Dan isteri isterinya pun enggak sombong ramah banget." kata pak sudianto
" di perusahaan pun sama pak, beliau itu tidak pernah membeda bedakan jabatan, kita semua sama kalau mendapatkan bonus tentunya sesuai porsi masing masing, tapi kan kita meras dihargai gitu sebagai karyawan." kata pak wahyu karyawan LA
" makanya awas aja berbuat macam macam, dimana lagi kita mendapatkan kerja seperti saat ini, dulu bapak kerja dari pagi sampai pagi mana ada penghargaan, yang jelas kita selalu pindah kontrakan." kata istri pak wahyu
" jarang orang seperti pak vian sampai memikirkan kondisi keluarga karyawan, sampai tempat tinggalnya diperhagikan beliau." kata acep karyawan LA
" saya dengar juga beliau punya yayasan yatim piatu ya." kata pak heri
" iya pak di jakarta di dekat yayasan pendidikan livi, beliau bangun yayasan, dari makannya, tempat tidurnya, sekolahnya pun beliau biayai, makanya beliau selalu mengingatkan kita bahwa setiap jerih payah kita ini ada anak yatim piatu yang menunggunya dan akan menjadi amal baik kita juga, udah gitu bagi warga yang berobat ke rumah sakit livi yang tidak mampu akan dilayani terlebih dahulu tanpa menanyakan biayanya mau pakai apa, dan untuk biaya mereka itu dari yayasan sosial Livi. Jadi keuntungan setiap perusahaan di bawah livi group akan dikenakan 2,5% untuk dana itu," kata wahyu
" luar biasa ya." kata pak heri
" saya dengar dari pak opik bahwa di rumah pak vian ada asrama untuk tamu, dan anak anak para pejabat itu tidurnya di asrama, asramanya saja seperti hotel bintang 4 kata pak opik, sudah gitu ada kamar untuk tamu pejabat karena mereka suka menginap disana." kata wahyu
__ADS_1
" pak vian dan keluarganya baru pulang liburan dari bali, dia langsung ke kampungnya tapi sebelumnya meeting dulu di pabrik LA membahas pengembangan usaha LA, terus ke sekolah yang ada di kecamatan C bersama pak menteri, itu sekolah yang biayai dari livi group untuk dikelola pemerintah." kata acep
" oh sekolah itu yang bangun livi group, terus di bali ada usaha juga." kata pak heri
" ada pak resort, di perusahaan ada karyawan yang diberangkatkan kesana untuk liburan kalau melebihi target penjualan, rencana kedepannya akan di rolling semua karyawan yang berangkat kesana." kata wahyu
" benar benar berkah usahanya pak vian ini, dia tidak memikirkan untuk keuntungan dia sendiri, tapi beliau juga memikirkan yang lain juga." kata pak heri
" terus soal gaji nih di perusahaan LA seperti apa." kata pak sudianto
" tentu besar dong." kata pak heri
" alhamdulillah pak kami semua diatas UMR, kelebihannya kerja di perusahaan LA, salah satunya kemudahan dalam mendapatkan rumah, kesehatan dijamin, kalau kita ada urgent membutuhkan dana pun kita bisa cepat melalui bank BLS potongannya pun kita bisa diskusikan, kita juga bisa mengambil sembako produksi Perusahaan PBN melalui koperasi jadi insyaAllah dapur terus ngebul pak." kata wahyu
" pantas saja mau bekerja di perusahaan LA." kata pak heri
Vian pun tiba di pabrik LA, disana sudah ada api unggun, pak bowo pun sedang membakar ikan begitu juga pak gubernur, pak bupati sama pak menteri.
" pak vian sudah datang, bagaimana kunjungan ke livi regencynya pak." kata pak bupati
" lancar pak, mereka meminta dibangunkan sekolah juga." kata vian
" itu peluang pak, sudah bangun." kata pak bupati
" kemungkinan YPL akan membangun TK dulu karena sudah ada lahan baru milik L-Pro, selanjutnya jika memang ada lahan lagi untuk bangun sekolah tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi insyaAllah akan dibangun juga, ini proyek YPL kedepannya." kata vian
" saya minta tolong pak nanti sampaikan ke tim YPL ya, supaya bisa membuat perencanaannya." lanjut vian
" siap, YPL akan berkembang pesat nih." kata pak bowo
" pik nanti kalau senggang kamu cari lahan ya, masuk kedalam juga enggak apa apa yang penting bisa akses mobil dan gidak terlalu jauh dari jalan raya minimal 4 hektar, karena nanti juga lahan itu bisa LA manfaatkan sebavian lahannya." kata vian
" baik pak, nanti saya cari." kata opik
mereka mengobrol, vian meminta dibuatkan kopi lalu duduk di saung menyalakan rokoknya, sambil ngobrol sama endris
__ADS_1