Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bertemu Karyawan Dillas 1


__ADS_3

Vian menyuruh astrid untuk membuatkan susu panas untuk pak gubernur dan pak walikota.


" maaf mengganggu waktu berduanya nih pak, bu." kata pak gubernur


" enggak kok pak gubernur, kita hanya ngobrol biasa saja, kalau begitu saya permisi ke dalam dulu." kata astrid


" iya pak kita hanya mengobrol saja, karena terkadang kita sulit menemukan waktu untuk berdua saja, apalagi udah ada anak." kata vian


" kapan rencana pulang ke jakarta pak." kata pak walikota


" rencana sih besok, tapi saya mau ke kantor dan pabrik baru Dillas." kata vian. astrid datang lagi membawa 2 gelas susu panas lalu menyerahkan kepada pak gubernur dan pak walikota. Setelah itu kembali masuk ke rumah.


" akhir pekan depan bapak ada rencana kemana pak, tadi isteri ngirim pesan katanya ibu nurul mau ke jakarta ngantar febby, nah isteri juga mau kesana ingin tau rumah bapak katanya sekalian mau membawa Nabilla anak saya sambil mencari buat magang kerja, siapa tau dia mau disana, soalnya anak saya sedang cari kampus." kata pak walikota


" belum ada rencana kemana mana pak, soalnya shinta juga 2 bulan ini mjnta supaya saya enggak kemana mana khawatir dia mau melahirkan, boleh aja pak silahkan rumah saya selalu terbuka." kata vian


" pasti anaknya cocok deh magang di SPI, buktinya anak saya febby betah." kata pak gubernur


" makanya itu pak saya mau ngajak dia, saya bisa tenang dan dia bisa mendapatkan ilmu lain lagi kalau magang di SPI." kata pak walikota


" anaknya pak walikota kuliahnya ambil jurusan apa." kata vian


" manajemen bisnis pak, katanya mau jadi pengusaha." kata pak walikota


" boleh nanti saya arahkan, nanti bisa dikantor livi group juga kalau begitu, tapi kalau dia nyaman di SPI enggak masalah juga." kata vian


" kantor livi group dimana pak, jauh dari rumah bapak." kata pak walikota


" malahan kantor livi group yang paling dekat, buka pintu asrama udah kelihatan pintu kantor livi group." kata pak gubernur

__ADS_1


" iya sudah nanti saya bawa anaknya, tadi mau di ajak kesini lagi main sama teman temannya." kata pak walikota


" mau di LCI atau Dillas juga silahkan saja sih pak, tergantung anaknya mau dimana, jangan sampai dipaksakan, karena enggak akan benar nantinya." kata vian. Karena sudah malam pak gubernur dan pak walikota bersama isterinya pamitan pulang, vian mengantar mereka ke depan rumah. Setelah mengantar vian membuat kopi lalu membawa ke gazebo, vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian menelepon shinta, dia ingin tau keadaan dia di rumah.


" hayo. Papah lagi telepon sama siapa." kata lily yang datang kesana


" ini shinta, lihat aja." kata vian sambil menunjukan handphone yang sedang melakukan video call, lily duduk disebelah vian dan menyandarkan kepalanya di bahu vian


" gimana mbak, disana rame." kata shinta


" udah sepi sekarang, makanya aku bisa berduaan sama papah." kata lily sambil mencium vian


" mbak astrid sama mbak dilla kemana." kata shinta


" mereka lagi menidurkan de avin sama de alea tuh." kata lily


" mereka udah tidur kecapean, makanya aku bisa berduaan, gimana disana pasti sepi banget ya." kata lily


" iya mbak sepi, dan aku juga di kamar aja, paling pagi jalan jalan di taman dan berenang." kata shinta


" iya udah kamu istirahat aja, kita pulang kalau enggak besok, lusa baru pulangnya, soalnya mau ke pabrik Dillas dulu." kata vian


" iya pah, jangan malam malam tidurnya ya." kata shinta


" iya kamu juga istirahat, makanan ringan ada kan." kata vian


" banyak pah, iya udah aku istirahat, papah juga ya. Dadah muuuuaach." kata shinta


" nih aku wakilin kamu ya.." kata lily, lalu mencium pipi dan bibir vian.

__ADS_1


" kalau gitu besok setelah dari pabrik dillas, aku ke LCI lagi ya pah." kata lily


" atau mamah mau lanngsung ke LCI juga enggak masalah, supaya efektif waktunya, sore kita baru ketemu disini dan kita langsung ke bandara jam 5 kita udah harus berangkat karena pesawat jam 7.10 menit." kata vian


" kayanya lebih baik gitu deh, mamah bawa mobil sendiri sama astrid dan dilla atau pakai sopir." kata lily


" enaknya mamah gimana, kalau mau pake sopir papah suruh pak yudi supaya menyiapkan sopir." kata vian


" pake sopir aja deh pah, biar enggak cape nyetir." kata lily. Vian pun menelepon pak yudi supaya besok membawa sopir untuk menemani lily, astrid dan dilla. Vian dan lily pun masuk ke kamar, mereka pun melakukan pertarungan suami isteri, srtelah mendapatkan kepuasan mereka pun tidur.


Pagi hari setelah mandi dan melakukan sholat shubuh berjamaah, vian membuat susu panas lalu pergi ke gazebo. Vian minum susu lalu menyalkan rokoknya, vian juga mengecek handphone.Ternyata semalam ada pesan dari pak menteri UMKM menanyakan kapan pulang. Vian membalas pesan itu dan memberitahu bahwa jam 10an sudah ada di rumah. Lily, astrid dan dilla pergi mencari sarapan. Jam 7an mereka sarapan bersama. Jam 8 vian pamit pergi ke dillas sedangkan lily, astrid dan dilla pergi.ke LCI, lily bilang di usahakan pulang jam 1an. Mereka diantar agan sopir dari Dillas, sedangkan vian bersama pak wahyudi ke pabrik dillas, semua karyawan di kumpulkan disana. Jam 8.37 menit vian sampai di pabrik. Vian mengambil kopi dalam kemasan lalu meminumnya, setelah itu menyalakan rokoknya dan bertemu dulu dengan security pabrik dillas. Pak wahyudi memperkenalkan vian ke petugas security disana. Vian mengobrol dengan security


" apa kabarnya pak." kata maulana security dillas


" alhamdulillah pak, gimana kondisi aman." kata vian lalu menghisap rokoknya


" aman pak, mau di buatkan kopi pak," kata pak maulana


" terimakasih pak, saya bawa nih pak, pak maulana asli sini." kata vian


" iya pak saya asli daerah ini." kata pak maulana


" bagus kalau begitu jadi tau kondisi di lapangan seperti apa, oh saya pamit dulu kalau begitu mau Bertemu Karyawan lainnya dulu ya." kata vian


" baik pak.. Silahkan." kata pak maulana. Pak wahyudi membawa vian masuk ke dalam pabrik, disana masih ada renovasi sedikit. Para karyawan sudah berkumpul di area pabrik yang masih kosong.


" selamat pagi semuanya, alhamdulillah hari ini kita kedatangan pak vian selaku pemilik perusahaan ini, beliau ingin bertemu dengan karyawan dillas, karena selama ini pak vian jarang datang ke kota ini, karena kesibukannya. Saya sudah bicara sama beliau jika ada pertanyaan atau permasalahan silahkan sampaikan, jangan takut menyampaikan aspirasi, permasalahannya, kita tidak akan memecat kalian kalaupun itu kritikan buat perusahaan yang bentuknya membangun. Untuk itu manfaatkan waktunya, karena beliau akan kembali ke jakarta sore ini, waktu dan tempat saya persilahkan ke pak vian." kata pak wahyudi


" assalamualakum, selamat pagi semuanya, alhamdulillah pada kesempatan ini saya bisa bersilaturahmi dengan kalian semuanya, mungkin ada satu dua yang pernah bertemu waktu awal didirikannya perusahaan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada kalian semuanya karena sudah mau bekerja dan mengembangkan usaha ini dengan baik, terutama pak wahyudi, saya juga minta maaf kepada kalian semua karena baru kali ini saya bertemu dengan bapak ibu karyawan dillas. Saya sangat senang jika mendapatkan saran dan kritik tentunya yang membangun untuk perkembangan usaha ini, saya juga sudah bicara sama pak wahyudi mengenai banyak hal. Untuk itu saya ingin mendengarkan langsung dari bapak ibu karyawan dillas ini, bisa saja apa yang disampaikan pak wahyudi itu keinginan dia sendiri tapi beliau ini mengatasnamakan bapak ibu, misalnya ingin ada fasilitas untuk memiliki rumah, kantin, pelayanan kesehatan. Saya persilahkan kepada bapak ibu untuk menyampaikannya." kata vian

__ADS_1


__ADS_2