Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pulang untuk Kembali


__ADS_3

Sehabis isya mereka baru kembali ke hotel, dan mereka pun melakukan makan malam terakhir disana.


" Bapak ibu jamaah, ini malam terakhir kita di tanah suci ini, saya berharap bapak dan ibu bisa memanfaatkan malam ini sebaik mungkin keberadaan kita disini dengan melaksanakan ibadah, tapi saya ingatkan kembali jangan sampai sendiri sendiri jika mau berpergian." kata pak ustad Ogi


" Besok kita akan pulang ke tanah air, tapi InsyAllah kita akan kembali lagi kesini. Semoga kita bisa menjalankan ibadah umroh sama sama lagi, kalau Allahnsudah berkhendak pasti ada jalannya." kata vian


" Aamiin." jawab yang lainnya


" oh iya besok kita akan sampai malam hari, dari bandara akan langsung ke rumah saya, jika bapak ibu mau bermalam disana silahkan, jika mau menginap di hotel silahkan, kalau mau.menginap di hotel tolong kabari supaya tim bisa menyiapkannya, di rumah saya inyaAllah bisa menampung semuanya tapi mungkin enggak senyaman di hotel, masalah kondisinya mjngkin tadi bapak dan ibu sudah diberitahu sama ibu cindy, dan jika ada yang langsung pulang dan di jemput itu biar ke rumah saya saja, supaya tertib." kata vian


Selesai makan mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk melakukan packing barang bawaan. Begitu pula vian dan keluarganya. Vian membantu isterinya melakukan packing, termasuk barang yang akan di paketkan.


" papah kok bisa packing barang sih." kata lily


" di tempat kerja dulu papah packing barang, jadi papah bisa karena diajarkan dari orang expedisi." kata vian


Setelah melakukan packing, mereka pun istirahat, shinta memijit vian dan akhirnya mereka melakukan permainan suami isteri, di malam itu mereka merasakan kebahagian setelah mendapatkan puncak kenikmatan bersama, mereka pun tertidur, vian bangun jam 2 lalu mandi dan pergi ke mesjid, vian bertemu jamaah lainnya di lobby hotel mereka pun pergi bersama ke mesjid, setelah melakukan sholat mereka melakukan tawaf. Vian berkesempatan untuk sholat dan berdoa di hijir ismail, berdoa di multazam dan sholat di barisan terdepan. Sehabis sholat shubuh vian kembali ke hotel, ternyata baru shinta yang bangun, vian membangunkan lily, astrid dan dilla untuk mandi dan sholat, shinta membuatkan kopi dan mengobrol di kursi.


" terimakasih ya pah, aku bahagia banget bisa menjadi bagian dalam kehidupan papah." kata shinta


" sama sama, terimakasih juga kamu sudah percaya sama saya, dan mohon maaf apabila ada kesalahan." kata vian


" aku sudah memaafkan papah sebelum papah memintanya." jawab shinta


jam 7 mereka pergi sarapan, selesai sarapan vian meminta tolong haris dan putra untuk mengangkut barang yang akan dipaketkan, dan meminta bantuan dari tim travel untuk membantunya. Vian dan yang lain masih mengobrol disana


" ini perjalanan umroh yang sangat berkesan untuk saya dan keluarga pak." kata pak menteri


" terimakasih loh pak atas segalanya, maaf kami merepotkan bapak dan keluarga." kata ibu nurlaela


" sama sama pak, ibu kami bahagia bisa mengenal dan berteman dengan bapak dan ibu, jangan kapok saja." kata vian


" maaf jika nanti sering main ke rumah bapak ya, dan jangan di tutup pintunya kalau saya main kesana." kata pak menteri sambil tersenyum


" kabari saja pak sebelumnya, khawatir kami sedang keluar kalau bapak dan ibu mau main ke rumah, pintu kami selalu terbuka untuk siapapun yang memiliki niat baik." kata vian

__ADS_1


" kapan kapan kita liburan bareng yu." kata pak menteri


" ayo pak, supaya kita juga enggak stress." kata pak gubernur D


" asyik tuh, kita bisa berlibur bersama." kata pak gubernur L


" tinggal nunggu undangannya saja dari pak vian, kita ikut mudah mudahan saja enggak bemtrok dengan kerjaan." kata pak gubernur B


" saya sedang mesan bus kalau untuk liburan jarak dekat dan bisa lah sampai ke daerah pak gubernur L." kata vian


" boleh pak nanti kita sambut deh, mau ke daerah mana, kalau untuk liburan bisa ke daerah M enak disana dingin dan sekarang sedang dikembangkan wisatanya." kata pak gubernur L


" boleh tuh, kita menggunakan perjalanan darat, jadi bisa mampir mampir, dan bisa sekalian kerja juga." kata pak menteri


" boleh nanti kita agendakan pak, tapi untuk 2 bulan ke depan sepertinya belum bisa karena mau pembukaan pabrik dan operasionalnya." kata vian


" iya sebelum ibu astrid dan ibu dilla lahiran saja." kata ibu Nurul


" iya kita agendakan ya bu, biarin aja kalau suami kita enggak bisa juga." kata ibu athia


" wah ini sudah melakukan perlawanan." kata pak bambang


" enggak apa apa pas astrid dan dilla mau lahiran juga, kita tinggalin di rumah aja, nanti biar dititip ke dr. Silvy." kata lily


" iya udah mbak pergi sendiri aja, papah di rumah we." kata astrid


" udah mulai anak kembar berulah." kata ibu retno


" beneran ya mereka itu seperti anak kembar." kata ibu sisil


" anak kembar ke 4 belum muncul aja, enggak tau seperti apa vian mengurusnya." kata ibu retno


" kalau di lihat lihat ibu lily, ibu astrid, ibu dilla dan ibu shinta memiliki kemiripan ya, nanti kalau ada yang mirip bisa bisa jadi isterinya pak vian lagi." kata ibu Nurul


" jatahnya sudah habis bu." kata lily

__ADS_1


" enggak akan dibuka lagi quotanya bu." kata ibu sisil ketawa


" lihat saja perjalan kehidupan kedepannya." kata lily


" pantas saja ibu lily minta kamar baru ya." kata ibu sisil


" iya bu, soalnya kamar sekarang sudah sempit apalagi nambah 1 ini." kata lily


" iya sudah bu beli saja rumah kita itu, nanti itu khusus buat keluarga ibu nanti bangun jembatan." kata ibu sisil


" kenapa ibu berencana kembali ke rumah dulu." kata lily


" enggak, kita kan bisa menginap di rumah ibu, jadi lita bisa berhemat." kata ibu sisil ketawa


" boleh aja bu, mudah mudahan ada rezekinya ya, jadi bisa buat kita jadikan hotel." kata lily


" pemikiran pengusaha memang beda." kata pak menteri


" jadi kalau kita mengadakan acara seperti ini enggak repot pak, jadi kalau ada acara perusahaan bisa menggunakan itu jadi bisa hemat lah, untuk operasionalnya bisa kita sewakan juga ke yang lain misalnya kalau ada acara nikahan bisa memakai tempat tersebut." kata lily


" iya sudah pak deal deh kalau begitu, jadi saya juga enghak terlalu berat untuk setor modal ke PBN." kata pak bambang


" iya soalnya kita aja seringnya di rumah pak vian dan anak anak juga tinggal disana." kata ibu sisil


" yang penting saya disiapkan kamar khusus aja di rumah pak vian," kata pak bambang


" bapak bicarakan saja terlebih dahulu sama anak anak, kalau memang deal enggak masalah juga." kata vian


" oke kalau begitu pak." kata pak bambang


" itu bagus pak antara rumah bapak dengan rumah pak bambang di bangun jembatan pribadi, kalau rumah pak bambang jadi, bapak renovasi, benar kata ibu lily, disitu bisa jadi tempat orang mengadakan nikahan atau acara lain konsepnya outdor, kan halaman rumah pak bambang besar juga, sekalian sewakan penginapannya." kata pak gubernur D


" jadi ingat masalah danau itu, danau itu sebagai ruang terbuka hijau untuk pengendalian banjir, karena dari pihak developer sudah di setahkan ke pemerintahan maka itu menjadi RTH warga perumahan dan dikelola oleh pemda." kata pak gubernur B


" itu bagus juga pak sebagai objek wisata." kata pak menteri

__ADS_1


Mereka pun terus mengobrol dan kembali ke kamar masing masing untuk siap siap pulang ke tanah air.


__ADS_2