Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Amati, Tiru, Modifikasi


__ADS_3

Jam 3 sore anak anak panti asuhan tadi datang kesana, vian memberikan kunci kamar di mess untuk mereka tinggal, tapi untuk bagas dan sulaeman karena mereka akan bekerja di lokasi kontruksi tidak diberikan kunci. setelah merapihkan barang bawaan mereka, vian menyuruh Dina, Emmi, Siti dan susi untuk membantu bersih bersih.


" pak kalau begitu saya pamit dulu mau antar bagas dan sulaeman ke lokasi pembangunan yayasan, supaya enggak kesorean." kata pak daryat


" baik pak, terimakasih banyak ya." kata vian


" sama sama pak." jawab pak daryat


" saya percaya kepada kalian, akan tetapi saya mengingatkan bersikap dengan baik, jujur dan amanah nanti pak daryat akan memberikan penjelasan kerjaan kalian seperti apa." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." jawab bagas dan sulaeman


mereka pun pamitan lalu pergi ke lokasi pembangunan diantar pak daryat. Vian juga memberikan penjelasan kepada Dina, Emmi, Siti dan susi lalu memanggil karyawan baru yang diberi tugas untuk membersihkan mess dan kamar tamu Yanti dan Imas supaya mereka bisa kerjasama. tak lama bu retno dan bu ningsih ikut memberikan pengertian kepada mereka.


Vian pergi masuk untuk bersih bersih dan beganti pakaian, lily, astrid dan dilla sedang istirahat, vian pun pergi ke gazebo, vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya tak lama pak wanto datang kesana.


" terimakasih ya nak sudah membuat acara seperti ini untuk dilla," kata pak wanto


" sama sama pak toh ini kewajiban saya, saya juga mohon maaf kalau selama ini saya kurang peduli kepada bapak dan keluarga." kata vian


" enggak apa apa nak, kami juga mengerti kondisi kamu, tapi kami bersyukur memiliki menantu seperti kamu nak, bapak bisa bertatap muka dengan para pejabat yang selama ini hanya bisa melihat di televisi, tapi disini bapak bisa duduk bareng sama mereka itu satu kebanggaan buat saya, kamu juga peduli kepada sesama itu yang membuat bapak takjub dan kagum atas tindakan kamu ini." kata pak wanto


" saya juga enggak pernah kefikir bisa kenal mereka, tapi iya alhamdulillah bisa menambah saudara dan bisa bersilaturahmi." kata vian


" tetangga pun pada tanya kok bapak bisa kenal sama pak gubernur pak walikota katanya, saya bilang menantu saya yang kenal jadi saya bisa bertemu mereka." kata pak wanto, tak lama pak bowo dan pak adi datang mereka pun mengobrol.


" a bapak mau ikutan beli tanah untuk panti asuhan, bapak juga ingin ada yang terus mengalir ke bapak disaat bapak udah enggak ada." kata pak adi


" iya silahkan saja pak, aa enggak bisa melarang orang untuk berbuat baik." kata vian


" bapak juga ikutan ah." kata pak bowo


" nanti buat rekening untuk sekolahan dan rekening buat panti asuhan, yang buat panti asuhan itu untuk operasional panti dan membayar gaji pengurus panti seperti pak ustad, karena dia juga memiliki keuarga yang harus dia hidupi, skemanya tinggal dibicarakan saja mau seperti apa." kata vian

__ADS_1


" bapak ingin ikutan tapi saat ini bapak belum bisa. Bapak hanya bisa mendoakan saja nak." kata pak wanto


" itu sudah lebih dari cukup pak, dengan bapak mau mengembangan Dillas saja itu sudah membantu dan dari sana juga bapak sudah menyumbang secara tidak langsung, saya berharap bapak juga bisa membantu di yayasan nantinya." kata vian


" iya pak, sudah bapak dan keluarga pindah saja ya kesini." kata pak adi


" betul pak pindah saja jadi kita bertiga bisa ngembangin yayasan ini, yang di surabaya biarkan saja orang profesional yang menanganinya." kata pak bowo


" terimakasih pak, nanti saya bicarakan sama isteri." kata pak wanto


karena sudah masuk waktu magrib mereka pergi ke musholla, selesai sholat mereka pergi ke ruang makan.


" a ada waktu enggak, ada yang ingin kita diskusikan." kata ika


"serius atau santai acaranya." kata vian


" santai sih a, kita hanya ingin ada pendapat dari aa aja." kata ika


" iya sudah kita di taman aja ya, biar aa bisa sambil merokok." kata vian


" dulu kan ika enggak bisa kaya gini bu ngobrol sama aa, lagian ini masalah kerjaan kok." kata ika


" iya udah enggak apa apa bu, mumpung aa juga ada." kata vian


Selesai makan malam bersama, vian mengajak mereka ke taman.


" mas mau dibuatkan kopi." kata bella


" boleh, tetimakasih ya." jawab vian, bella pun membuatkan kopi, setelah itu membawa ke vian


" apa yang akan kalian diskusikan." kata vian


" ini a, baru berapa hari produl kaoskaki di luncurkan ke pasaran, sudah ada orang yang menirunya bahkan harganya rendah." kata ika

__ADS_1


" kamu udah selidiki dari mana?" kata vian


" sudah, dia pemain kaoskaki juga tapi skalanya masih kecil, kelihatannya sih dia hanya mendompleng kita saja." kata ika


" jangan pernah meremehkan orang lain, terus kalian harusnya bersyukur karena produk kalian ada yang tiru berarti produk kalian itu laku dipasaran, kalau menurut kalian dia hanya pemain kecil jangan takut walaupun dia memberikan harga rendah, yang terpenting produk kalian harus tetap di jaga kualitasnya, sudah gitu kalian harus bisa membedakan bahwa produk kalianlah yang asli baik dari produk ataupun dari kemasannya. Berikan penjelasan kepada agen dan distributor supaya bisa memberikan garansi jika ada produk yang cacat sebelum di pakai konsumen." kata vian


" apa itu bisa kita tuntut om." kata silvy


" kalau memang design itu sudah di patentkan bisa di tuntut, tapi kan ini enggak, sudah gitu kita jangan terlalu mengambil pusing dengan hal seperti itu, anggap saja kalian sedekah, kalian sibuk mikirin perushaan kalian saja jangan mencampuri urusan orang lain, kecuali mereka sudah memakai merk kita baru kita tindak tegas." kata vian


" tapi mas, aku kan cape membuat design itu." kata bella


" kamu bersyukur saja, berarti karya kamu sudah diakui orang lain, bahwa karya kamu itu bagus. Jangan sampai karena hal itu kamu berhenti berkarya, itu yang salah." kata vian


" insyaAllah enggak mas, tapi tetap alu gondok aja." kata bella


" coba kamu buat design yang sulit untuk mereka tiru, dan di design itu kamu buat supaya orang lain enggak tau ada itu, misalnya ada inisial kamu, perusahaan atau lainnya." kata vian


" oke mas, nanti aku fikirkan." kata bella


" kamu bisa minta bantuan sella atau selly, kalau perlu tarik lagi Nadhine atau yang lainnya kalau memang kamu membutuhkan bantuan." kata vian


" iya mas, kita juga suka diskusi kok." kata bella


" kalian atur sendiri, kalau memang mentok enggak ada ide kalian bisa lakukan ATM, Amati, Tiru, Modifikasi, semua yang ada disini pasti ada masukan juga, seperti silvy dia lama di luar negeri pasti secara wawasan akan jauh lebih luas lagi, dan coba kalian juga masuk ke pasaran luar negeri, misal negara tetangga dan negara yang muslimnya besar." kata vian


" oh iya bukannya aa kenal distributor di negara tetangga." kata ika


" ada, nanti kalian coba hubungi saja, aa lasih kontaknya, kalau enggak kalian masuk ke group pengusaha disana dan lakukan iklan dengan lokasi ditujukan disana." kata vian


" oke om, besok kita buat iklan untuk disana." kata silvy


" coba kembangkan produk kalian, kalian masuk juga ke produk muslim misalnya baju koko." kata vian

__ADS_1


Mereka pun terus mengobrol, vian juga mewanti wanti mereka untuk tetap waspada. Vian juga berpesan kepada mereka untuk menjaga fisik dan kesehatan karena minggu depan akan berangkat umroh.


 


__ADS_2