Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Tasyakur binimah dan 4 bulanan


__ADS_3

setelah dari BLS vian dan lily ke butik, vian pun telepon pak dede supaya pergi ke cafe.


" yank udah periksa lagi ke dokter belum." tanya vian


" belum pah, kali bisa sih hari ini." jawab lily


" ya sudah kalo begitu hari ini aja, kalo gak salah kehamilan mamah sudah masuk ke 4 bulan. jadi kita mengadakan syukuran." kata vian


" oh iya ya, ya sudah mamah mau telepon dokter silvy dan catering, sama mau telepon ibu supaya belanja buat bingkisan anak anak panti asuhan dan ibu ibu pengajian. supaya besok bisa mengadakan acara syukurannya, sekalian kita tasyakur binimah atas kesehatan, keselamatan dan rezeki yang Allah berikan kepada kita." jawab lily


sampai di ruko lily pergi ke butik dan vian di cafe memesan kopi dan merokok disana ditemani edi dan putra. tak lama pak riki datang


" waduh pak, otu tangan kenapa." kata riki kaget


" biasa pak ngetes, kemarin saya kena bacokan golok di pabrik LA pak, oh iya pak riki kebetulan nanti malam ke rumah ya, saya pengen dipijit." jawab vian


" baik pak nanti saya ke rumah." jawab riki dan permisi pergi lagi untuk bersih bersih


tak lama pak dede datang menggunakan motor.


" gimana pak kondisinya sekarang." kata pak dede

__ADS_1


" alhamdulillah pak de baik, tapi pegal pegal nih nanti saya udah minta dipijit sama pak riki." jawab vian


" syukur kalo begitu pak, kemarin saya khawatir banget, bapak malah ngadepin sendiri bukan suruh polisi aja." kata pak dede


" terimakasih pak de, itu tanggung jawab saya karena mencari saya kan. o iya pak de gimana bus untuk antar jemput sudah ada. karena saya janjikan minggu depan sudah ada." kata vian


" sudah pak, bus bekas yang waktu itu saya sampaikan ke bapak dan untuk sopirnya pun sudah siap. truk pun sudah mulai operasi ambil barang ke jogja, dan mobil box sudah saya kirim ke pabrik LA." jawab pak dede


" bagus kalo begitu, pak dede sudah bisa ngikutin ritme kerja saya." jawab vian


" sama besok juga minibus jalan pak, sewaan konsumen ibu." kata pak dede. lily pun datang dan mengajak vian pergi ke rumah sakit. vian pun pamit ke pak dede dan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan lily. sampai di rumah sakit sudah ditunggu dr. silvi, dan langsung mengajak vian dan lily ke ruangan dr anita untuk melakukan pemeriksaan.


dr anita menjelaskan bahwa kandungan sudah memasuki minggu ke 16, dan perkembangan janinnya pun bagus. tapi dr. anita menyarankan supaya lily tidak terlalu cape, memperhatikan pola makan. setelah urusan di rumah sakit selesai vian dan lily pulang ke rumah. jam 4 sore vian dan lily sampai di rumah. orang tua mereka sedang menunggu di ruang keluarga.


" dari rumah sakit bu, lily habis meriksa kandungan." jawab lily


" terus untuk bingkisan itu jadinya gimana." kata bu retno


" iya kalo ibu gak keberatan kita minta tolong ke ibu untuk belanja seperti biasa." jawab lily sambil menyerahkan kartu ATM ke ibunya. untuk makanan sudah lily pesan. setelah itu orang tua dan mertuanya pamit untuk pergi berbelanja. vian dan lily pun pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, vian mengajak devan main di taman melihat burung dan mendengarkan kicauannya. setelah puas bermain dan karena sudah sore vian mengajak devan masuk ke rumah. setelah devan bersama lilis, vian masuk ke kamar dan tidur tiduran di kasur.


Sehabis isya vian turun karena mau di pijat sama riki, setelah riki datang, dia pun langsung memijat vian. vian begitu kesakitan karena otot ototnya tegang habis berantem melawan preman kemarin. selesai dipijit vian langsung istirahat.

__ADS_1


di pagi hari vian meminta lily untuk bantu dia bersihin luka dan mengganti perban. disaat itu lily baru melihat luka vian, dia kaget bahwa luka vian itu besar.


" pah kita ke rumah sakit aja ya...supaya luka papah diobati." kata lily cemas


" gak usah sayank, sebentar lagi juga sembuh." jawab vian


" tapi pah luka papah tuh gede gitu." kata lily


" mamah jangan khawatir ya. kan kemarin sudah di obati sama dokter." jawab vian


setelah sarapan vian pamit pergi ke ruko untuk mengambil uang di ATM. setelah mengambil uang vian kembali ke rumah dan menyimpan uang di brangkas di kamar, lalu pergi ke gazebo untuk duduk santai ngopi dan merokok disana. jam 10an vian baru masuk ke rumah dan memasukan uang ke dalam amplop untuk dibagikan kepada anak anak yatim.


vian pun mandi dan siap siap menyambut tamu, vian dan lily tidak mengundang teman dan rekan kerja hanya mengundang ibu ibu pengajian dan anak anak dari panti asuhan. acara dimulai vian memberikan kata sambutan dari tuan rumah


" bismillah, terimakasih bapak ibu dan anak anak sekalian, adapun acara ini adalah Tasyakur binimah dan syukuran 4 bulanan istri saya. tasyakur binimah atas pertolongan Allah kepada saya dan keluarga, serta diberikan kesehatan, rezeki, tentunya iman dan islam. hari ini juga sebagai bentuk syukur kita karena Allah menitipkan jabang bayi anak ke 2 kami, semoga anak dan ibunya selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan dilancarkan nanti dalam persalinan. tidak panjang lebar dari saya dan saya juga mohon maaf kalau saya tidak bisa mengikuti acara sampai selesai dikarenakan kondisi saya yang kurang sehat dan mohon doanya dari semua." kata vian sambil meringis kesakitan , terlihat ada tetesan daraj dari tangan vian.


" pah itu tangannya berdarah lagi. ke rumah sakit yaa." kata lily khawatir


" iya sayank nanti saja habis acara selesai, mamah ikuti aja dulu acaranya. nanti kita ke rumah sakit, atau papah aja sendiri kesana." jawab vian


" gak, mamah ikut papah." kata lily.

__ADS_1


" ya sudah nanti kita pergi, papah mau istirahat dulu." jawab vian dan pergi ke kamar. karena melihat banyak yang menatap vian dan ragu mau menanyakannya. pak bowo berinisiatif menjelaskan.


" mohon maaf sebelumnya, dan terimakasih sudah hadir di rumah ini, saya disini mau menjelaskan kenapa anak saya seperti itu. mungkin dibenak bapak ibu penasaran. kemarin anak saya kena bacokan golok oleh preman di pabrik pengolahan makanan dan minuman di daerah KBB, dia menghadang para preman itu yang menerobos masuk mau menghancurkan pabrik, saya sebagai orang tuanya mohon doanya untuk kesembuhan anak kami." kata pak bowo menjelaskan. akhirnya keheranan yang hadir paham. dan ustazd memimpin acara itu dan meminta doa dari semuanya untuk kesembuhan vian dan keluarganya diberikan kesehatan serta perlindungan dari Allah. acara dan makan selesai, lily dan keluarga membagikan bingkisan dan amplop kepada yang anak anak yatim. setelah dzuhur lily membawa vian ke rumah sakit, di rumah sakit akhirnya lika vian di jahit karena besar dan mengingat aktivitasnya.


__ADS_2