Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ngobrol Bareng Bupati 1


__ADS_3

Warga kampung menjadi tambah heboh dengan kedatangan Bupati, selama ini mereka hanya bisa melihat di televisi. mau tak mau beliau menyalami warganya.


" kok heboh begini pak, padahal saya datang bukan sebagai bupati tapi sebagai teman bapak." kata pak bupati


" ini lah resiko bapak, warga heboh karena si aa anak saya, tadi kesini pengen naik mobil fatwal dan dibunyikan sirine." kata vian


" pantes, tapi saya jadi tau warga saya dan kampung pak vian." kata pak bupati


vian pun mengajak beliau dan keluarga ke rumah kakeknya. pak bupati langsung menyalami kakek vian dan yang ada disana.


" bagimana pak kabarnya." kata pak bupati


" ini pak bupati KBB, kok berkunjung kesini dalam rangka apa pak." kata pak hardian


" saya sama keluarga mau main ke tempat pak vian pak, mumpung beliau datang kesini." kata pak bupati


" bapak kenal sama anak saya ini." kata pak hardian belum percaya


" iya pak, saya sama pak vian sudah kenal lama semenjak beliau bangun usaha di KBB." kata pak bupati


" kamu kok bisa kenal sama pejabat." kata pak hardian


" saya yang merasa bersyukur bisa kenal pak vian, beliau membantu saya dalam menjalankan janji politik saya dan mengembangkan daerah KBB ini." jawab pak bupati


" pantesan kamu sampai bisa di kawal gitu." kata pak hardian


" mungkin bapak mengizinkan kalau saya nanti maju lagi sebagai bupati pak vian jadi wakil saya." kata pak bupati


" mana mungkin bisa diterima rakyat pak, dia aja isterinya 3, gimana tanggapan warga." kata pak hardian


" nah itu dia biar saya sekalian belajar supaya bisa ......" kata pak bupati menggantung ucapannya karena sudah di cubit isterinya


" saya salut pak sama beliau menyatukan isteri isterinya saja dia mampu, bagaimana menyatukan warga pasti bisa kan." lanjut kata pak bupati


" itu isteri isterinya aja pak yang baik." kata pak hardian sambil tersenyum


" saya bahagia, rumah saya bisa dikunjungi pak bupati." lanjut pak hardian


Isteri pak bupati mengobrol dengan lily, astrid dan dilla, sedangkan anaknya main sama devan. devan mengenalkan mertuanya kepada pak bupati. setelah mengobrol vian pamit ke kakeknya mau ke villa. vian juga menawarkan kalau kakek dan neneknya mau ke villa


keluar dari rumah kakeknya topan menghapiri vian dan meminta supaya pak bupati bisa berdialog dengan warga. pak bupati minta saran vian


" menurut pak vian bagaimana." kata pak bupati

__ADS_1


" bapak ada waktu gak untuk bertatap muka dengan warga disini." kata vian


" ada pak, tapi saya takut merepotkan bapak." kata pak bupati


" iya sudah habis isya aja di villa, disana ada aula juga." kata vian


" iya sudah kalau begitu kita bertemu di villa pak vian habis isya ya." kata pak bupati


" bapak kan akan mencalonkan lagi, jadi sekalian mengenalkan diri dan kita bisa memulai penyuluhan mulai dari kampung ini." kata vian


" bagus idenya pak." kata pak bupati


" bapak menginap saja di villa saya kalau tidak keberatan besok kita bisa bareng ke acara itu." kata vian


" saya sih setuju pak, lagian suasana kampung ini masih asri saya jadi betah." kata pak bupati


vian meminta topan untuk membawa jagung ke villa nanti karena khawatir gak cukup jagung yang dibawa dari pabrik LA. setelah itu vian dan pak bupati serta keluarga pulang ke villa.


sampai di villa vian meminta pak wahyudi dan haris untuk membeli kopi, rokok dan makanan ringan buat acara nanti malam.


" jadinya saya merepotkan pak vian." kata pak bupati


" gak sama sekali pak." kata vian


" gak kok bu, kami malahan seneng, tuh si aa jadi punya teman main." kata lily


" o iya bu kalau mau istirahat di kamar sini aja, sudah kami siapkan." kata astrid


" makasih lho, benar benar kita bikin repot." kata ibu siska


" benar benar pak vian beruntung punya istri baik baik." kata pak bupati


" alhamdulillah pak mereka mendukung saya." kata vian


" gimana de mau pulang atau mau nginap disini." kata ibu siska kepada anaknya


" nginep aja ya bu, aku seneng disini ada teman jadibisa main." kata Akbar anaknya pak bupati


" baiklah kalau begitu, untung ibu sudah persiapan kalau mau nginep. enak banget suasana lingkungan disini bu." kata ibu siska


" iya bu, nanti kita bisa sering liburan bareng kesini. nanti malam kita BBQan sama bakar jagung." kata lily


" boleh tuh bu, jadi enak nih." kata ibu siska

__ADS_1


Karena waktu sudah sore mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan berganti pakaian termasuk pak bupati, dia selalu membawa pakaian ganti di dalam mobilnya.


Ibu Ningsih dan Bu retno telah meminta bi narsih dan marni memasak untuk makan malam. setelah selesai sholat magrib berjamaah mereka berkumpul di ruang makan.


" pak vian dan keluarga terimakasih banyak, saya dan keluarga jadi merepotkan." kata pak bupati


" gak sama sekali pak malahan kita seneng, apalagi bisa ngobrol bareng sama pak bupati santai seperti ini." kata vian


" o iya pak vian gimana progres pembangunan sekolahnya sudah sejauh mana." kata pak bupati


" alhamdulillah pak, untuk sekolah TK dan SD tahun ajaran ini sudah bisa dimulai." kata vian


" kalau rumah sakit jadi akuisisi." tanya pak bupati


" Alhamdulillah pak kemarin kita sudah melakukan akuisisi Rumah sakit xxxxx, dan sekarang manajemennya sudah dibawah perusahaan saya." jawab vian


" saya tunggu investasi bapak untuk sekolah dan rumah sakit di KBB ini. untuk lahan sekolah dan rumah sakit saya sudah menemukannya." kata pak bupati


" itu lahan milik pemerintahan atau perorangan pak." kata vian


" lahan perorangan pak, jadi silahkan pak vian diskusikan dengan timnya apakah mau dikelola sendiri atau sama pemerintah dalam hal pengambilalihan lahan tersebut." kata pak bupati


" saya harap bapak bisa membangun sekolah negeri di daerah sini pak untuk tingkat SMA, karena cukup jauh kalau ke daerah lain. untuk universitas dan rumah sakit akan kami kelola sendiri. untuk pembangunan sekolah negeri tersebut nanti saya akan usahakan bantu melalui CSR perusahaan LA." kata vian


" saya setuju idenya, berarti di kecamatan sini saya harus mencari lahan untuk sekolah tersebut." kata pak bupati


" saya kemarin mengobrol sama pak opik direktur LA, bahwa kita butuh pasokan ayam potong, ikan, susu, apa di daerah KBB ada yang bisa support." kata vian


" kita bisa menggerakan para petani pak tinggal spesifikasinya saja, kalau untuk sapi perah kita ada di daerah L. bapak bisa mengunjunginya nanti saya akan minta dinas untuk menemani." kata pak bupati


" Alhamdulillah akhirnya ada jalan keluar, karena kalau kita harus investasi terus menerus kami akan kewalahan dalam pembiayaan." kata vian


" daerah sini banyak yang bisa dimanfaatkan untuk obyek wisata barangkali bapak mau bangun usaha di bidang pariwisata, saya sangat mendukung karena nanti akan berdampak terhadap perekonomian warga sekitarnya. sekarang pemerintah sedang melakukan perbaikan infrastruktur." kata pak bupati


" nanti akan kami kaji pak, jujur saja baru kemarin saya melakukan pembelian pabrik di surabaya untuk usaha istri istri saya." kata vian


" pabrik apa pak." kata pak bupati


" pabrik kosmetik, istri mau usaha dibidang kecantikan." kata vian


" sekarang sudah jalan usahanya." kata pak bupati


" secara resmi baru bulan depan beroperasional pak." kata vian

__ADS_1


obrolan pun terus berlangsung sambil makan malam tersebut. tak lama para warga kampung sudah berdatangan, kepala desa dan camat pun hadir.


__ADS_2