
Obrolan tersebut begitu berkesan bagi pak menteri dan yang lainnya.
" wah benar benar berbobot ya, mengobrol santai tapi menghasilkan sesuatu yang luar biasa." kata pak menteri
" pak bangun lagi perusahaan di daerah saya dong, jangan di daerah pak gubernur D aja." kata pak gubernur L
" kalau saya ayo saja pak, yang penting bisa menghasilkan sesuatu. Kalau bapak mau wacana untuk daerah pertanian diseriuskan pak. " kata vian
" daerah lainnya di provinsi saya belum semua pak, kapan kita berkunjung lagi ke daerah daerah lainnya." kata pak gubernur D
" saya harap di daerah bapak juga kami bisa bekerjasama dalam hal pertanian, perkebunan karena pasti kedepannya kami juga sangat membutuhkan supply bahan baku, kalau di provinsi lainnya pasti saya harus membutuhkan investasi besar karena masalah transportasi kalau enggak kita bangun pabrik baru." kata vian
" dari daerah yang kemarin pak vian kunjungi kita sekarang sudah bekerjasama pak dan alhamdulillah lancar, bahkan mereka juga sekarang sedikit keteteran supplynya." kata opik
" apalagi pak vian menargetkan tahun depan omzet naik pak," lanjut opik
" pak opik perlu bahan baku apa, nanti saya bantu cari dari daerah saya, mungkin ke daerah lainnya," kata pak gubernur L
" kayanya pak gub sudah mempersiapkan kalau sudah tidak menjabat nih." kata pak gubernur D
" iya pak, saya jadi tertarik nih, inilah manfaat kita bersilaturahmi dan banyak saudara." kata pak gubernur L
" carikan lahan pesawahan pak gub selain di karawang." kata pak bambang
" siap pak, jadi saya lebih tenang untuk masalah pasokan bahan kebutuhan pokok." kata pak gubernur D
" saya ikutan pak gabung di PBN, saya jadi tertarik untuk investasi disana, siapa saja yang sudah bergabung dan berapa modalnya." kata pak menteri
" boleh banget pak, modalnya awal 4 triliun, pak bambang 10%, sisanya saya, sekarang kita sudah punya pabrik minyak, pabrik mie instant, pabrik tepung, penggilingan padi, dan lahan pesawahan di karawang kurang lebih 15 hektar sefangkan lahan pabrik kurang lebih 4 hektar. Mudah mudahan awal bulan depan sudah berjalan." kata vian
" nanti saya main kesana deh meninjau." kata pak menteri
" saya baru bisa setor lagi awal bulan depan ya pak." kata pak bambang
" siap pak, dan mohon bantuannya untuk dikirim bahan baku sawitnya pak mulai bulan depan." kata vian
__ADS_1
" siap pak, nanti saya koordinasikan sama direksi perusahaan." kata pak bambang
" main di sembako seperti menarik dan pasti tidak akan ada matinya." kata pak menteri
" itu dia pak, makanya pas pak vian ngobrol saya langsung gabung." kata pak bambang
" kedepannya apa PBN menerima privite label, kalau bisa nanti LA akan ambil pak, karena banyak juga distributor dan agen menanyakan." kata opik
" kita lihat dulu pik, bagaimana nanti keputusan direksi walaupun saya mayoritas di PBN tapi saya enggak mau perkembangan PBN terganggu karena keputusan saya." kata vian
" tapi menurut saya enggak masalah pak, menerima privite label toh itu masih bisa kita kendalikan juga dan nanti juga kita enggak mungkin hanya mengeluarkan merk Berkah saja pasti harus mengeluarkan merk lainnya sesuai dengan segmentasi pasar." kata pak bambang
vian pun izin pergi menjauh karena mau merokok, lily yang mendengar perusahaan lainnya melakukan pengembangan dia menjadi tertekan.
" papah, jangan mikirin perusahaan lain dong, LCI juga papah fikirin pengembangan produknya." kata lily
" kalian yang lebih tau kebutuhan apa saja selama ini yang dipakai, mamah tanya kebagian riset selama ini masih berkutat di produk wanita, kembangkan ke produk prianya, kan berbeda kulit wanita dan pria." kata vian
" tuh benarkan langsung terpecahkan, memang suami aku is the best deh." kata lily
" suami aku juga mbak." kata astrid dan dilla
" bagus ini, bisa aa pakai untuk umroh kalau begitu." kata vian
" itu hasil design febby dan bella a." kata ika
" kamu ternyata berbakat juga ya menjadi pengusaha." kata pak gubernur L
" jadikan bapak beli sahamnya SPI." kata febby
" iya sudah bapak bicarakan, bulan besok ya." kata pak gubernur L
" aku juga pak bulan besok ya." kata Nirmala
" iya bulan besok." kata pak gubernur D
__ADS_1
" ibu juga gabung LCI ya pak, ibu kan bisa ngantor juga di pabrik LCI di surabaya." kata ibu nurul
" iya doakan ya." kata pak gubernur L
" hebat pak vian enggak harus masuk bursa efek, sudah laku sahamnya, dan saya perhatikan semua lini usaha pak vian saling berkaitan ya." kata pak menteri
" iya pak, saya ciptakan seperti itu, pasti ada keterkaitan satu sama lainnya." kata vian
" itu luar biasa pak bisa menciptakan perusahaan yang saling berkaitan, 1 usaha untung yang lainnya juga merasakan, jadi kalau terjadi suatu masalah di 1 perusahaan bisa langsung terdeteksi lebih cepat." kata pak menteri
" betul pak, misalnya kenapa produk lama diperjalanan, saya bisa mengecek ke L-Trans ada masalah apa, kenapa pembelian mesin terlambat kalau masalah dananya saya bisa langsung mengecek ke BLS ada masalah apa, kalau kata BLS pembayaran hutang perushaaan lain telat, itu bisa saya langsung cek." kata vian
" kembangkan di perusahaan pariwisata dong pak, supaya bantu saya juga selain UMKMnya." kata pak menteri
" saya di bali ada livi resort pak, sekarang alhamdulillah sudah naik pengunjungnya, saya buat tempat tongkrongan yang nyaman dan bisa menikmati jagung bakar di pinggir pantai dengan mendengarkan musik." kata vian
" wah kapan kapan harus kesana nih. Sepertinya romantis makan jagung bakar berdua di pinggir pantai." kata pak menteri
" hayo sama siapa kesananya." kata ibu Nulaela
" iya sama ibu dong masa yang lain." kata pak menteri
" bohong bu, jadi kalau pak menteri ke luar kota harus diikuti tuh." kata pak bambang sambil ketawa
" yang mengajarkan saya kan bapak." kata pak menteri sambil ketawa juga
" kembangin usaha pariwisatanya di daerah saya pak." kata pak gubernur L
" saya tertarik sih pak di daerah M," kata vian
" iya sudah kapan kita kesana." kata pak gubernur L
" mudah mudahan akhir semester ini pak, sekalian family gathering LA." kata vian
" boleh tuh pak masukannya selain ke jogja." kata opik
__ADS_1
karena sudah malam mereka pun bubar dan masuk ke kamar masing masing karena besok mau mempersipkan acara menjelang keberangkatan Umroh.
vian, lily, astrid dan dilla pun masuk ke kamar, mereka pun bercengkrama lalu melakukan hubungan suami isteri dengan penuh gairah, selesai semuanya mendapatkan puncak kenikmatannya, vian pun mencijm kening mereka lalu berpelukan dan tidur. Di pagi hari setelah mandi dan sholat bersama vian dan dilla melakukan olahraga naik sepeda keliling komplek. Selesai naik sepeda lily menyiapkan minum air putih dan susu panas untuk vian yang sedang duduk di kursi depan. Setelah itu lily pamitan masuk ke kamar untuk istirahat.