Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mempersiapkan pembukaan kantor cabang


__ADS_3

Selesai mengobrol mereka masuk ke kamar masing masing, di dalam kamar vian pergi ke balkon lalu menyalakan rokoknya dan mengecek laporan dari perusahaan perusahaan livi.


" pah kelihatannya pak ikhwan ini bisa diandalkan ya." kata lily


" iya, makanya ini sebagai test dia juga." kata vian


" aku dengar dengar dari saudara lain bahwa om manopo lagi ada masalah sama isterinya jadi dia enggak fokus bekerja." kata lily


" papah juga kasihan, tapi kan ini menyangkut hidup orang banyak, dan seharusnya pak manopo ini bisa menjalankan kewajibannya sebagai direktur utama perusahaan, kalau memang dirasa perlu kan dia bisa mengajukan cuti dulu ke komisaris dan pemegang saham, supaya dia bisa menyelesaikan masalahnya dulu nantinya komisaris akan menunjuk pengganti sementara untuk menjalankan tugas dan fungsi sebagai direktur utama." kata vian


" iya sih, sungguh disayangkan, mamah juga enggak nyangka. Kok papah bisa tau sih kinerja BLS menurun, mamah lihat baik baik aja." kata lily


" setiap hari papah kan menerima laporan dari perusahaan perusahaan livi, disana papah bisa tau dari pembayaran hutang perusahaan tersebut kan itu menjadi omzet BLS, sebenarnya tidak menurun tapi yang papah lihat perusahaan perusahaan livi lainnya ini menjadi sapi perah BLS untuk menghidupi operasionalnya, coba kalau perusahaan livi lainnya ini mengalami penurunan otomatis BLS juga akan mengalami kesulitan, bukan papah menginginkan itu terjadi akan tetapi efek domino dari masalah ini akan sangat luas kalau terus terusan mengandalkan perusahaan livi lainnya. Yang papah harapkan keuntungan dari perusahaan livi ini sebagai bonus bukan sebagai pemasukan yang dapat dipakai untuk operasional BLS, buat apa kita banyak karyawan kalau begitu, udah aja cukup karyawan perusahaan livi lainnya saja yang bekerja, karyawan BLS paling banyak 10 orang aja cukup enggak harus ratusan orang, kan lebih hemat untuk biaya gaji." kqta vian


" iya sih, karyawan lain yang bekerja keras, karyawan BLS yang menikmatinya." kata lily


" kalau begitu dimana rasa keadilan papah ke karyawan perusahaan livi lainnya, contohnya aja mamah di LCI toh tohan cari omzet supaya untung besar, walau BLS enggak sebanyak yang di dapat LCI tapi kan BLS tidak memikirkan biaya operasional LCI." kata vian

__ADS_1


" papah pinter banget sih." kata lily lalu dia memeluk vian dan mencium pipinya.


Disisi lain pak ikhwan di dalam kamar sedang bekerja mempersiapkan pembukaan kantor cabang BLS, dia pun meminta pak raka untuk membantu mengurus perizinannya. pak ikhwan pun mulai menghitung kebutuhan karyawan dan biaya operasional yang dibutuhkan, serta peralatan dan perlengkapan kantor, pak ikhwan pun memikirkan siapa yang akan menjadi kepala cabang BLS di surabaya ini.


Di pagi hari setelah sholat shubuh vian duduk di balkon lagi, sambil minum susu panas, vian pun menyalakan rokoknya sambil mengecek CV yang diberikan murti untuk melihat kandidat yang cocok sebagai kepala cabang BLS di surabaya. Vian pun mengirim pesan ke pak dede supaya memesankan tiket pesawat kembali ke jakarta sore hari dan meminta dia untuk menjemputnya. Lily mengajak vian untuk melakukan pertempuran lagi, mereka pun di pagi itu bergulat penuh gairah.


Jam 7 pagi vian, lily, dan shinta pergi sarapan, selesai sarapan mereka kembali ke kamar untuk siap siap check out. Vian menyuruh pak ikhwan jika mau melanjutkan di hotel tersebut supaya memperpanjang kamarnya. Setelah seleaai urusan di hotel vian meminta supaya pulang dulu ke rumah karena takut nanti tidak keburu untuk kembali kesana lagi karena langsung ke bandara. Selesai merapihkan di rumah dan barang barang belanjaan sudah di masukan kemobil vian dan yang lainnya berangkat ke pabrik LCI.


Jam 9.27 menit mereka sampai di pabrik LCI, lily dan shinta pamitan masuk ke pabrik LCI sedangkan vian dan pak ikhwan pergi melihat ke ruko yamg akan dijadikan kantor cabang BLS. Vian menyalakan rokoknya dan mengobrol bersama pak ikhwan, pak ikhwan memperlihatkan apa saja yang dibutuhkan berapa karyawan, anggaran yang harus dipersiapkan, dan peralatan serta perlengkapan kantor. Pak ikhwan juga memberitahukan untuk perizinan sedang di urus sama pak raka.


" saya rasa bapak sudah mempersiapkan pembukaan kantor cabang BLS ini dengan baik, saya minta bapak ajukan saja siapa yanh cocok untuk mengisi kepala cabang ini dan beberapa staf senior yang mau dipindahkan kesini, selebihnya bapak bisa membuka lowongan pekerjaan." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata pak ikhwan


" saya akan pulang sore ini ke jakarta, bapak bisa disini dulu untuk menyusun apa saja yang perlu dipersiapkan sesuai kebutuhan yang telah bapak buat tadi, lebih cepat lebih baik. Oh iya untuk bangunan itu bapak koordinasi saja sama pak daryat selaku direktur utama L-Pro bagaimana cara pembayaran bangunan tersebut." kata vian


" baik pak." kata pak ikhwan

__ADS_1


vian pun membawa pak ikhwan menemui pak rudi bagian operasional LCI tak lupa vian juga memperkenalkan pak ikhwan ke pak dado, vian memberitahukan pak rudi supaya membawa pak ikhwan menemui HRD disana dan memberikan surat lamaran yang dititip ke security. Vian pun pamitan pergi ke kantin, karena vian enggak mau mengganggu lily yang sedang melakukan koordinasi di pabrik.


Sesampai di kantin vian memesan kopi, lalu menyalakan rokoknya, vian pun menelepon ke pak daryat menyampaikan bahwa ruko untuk BLS itu akan dibeli oleh BLS, untuk skema pembayarannya vian menyarankan untuk bicara dengan pak ikhwan, vian juga menyampaikan bahwa dia pun telah memberitahukan ke pak ikhwan. Tak lama pak windarto penanggung jawab pelaksana pembangunan perumahan LAD's residence datang menemui vian


" siang pak maaf mengganggu waktunya, saya di suruh pak daryat menemui bapak untik membicarakan kelanjutan pemasaran perumahan ini, karena sudah ada sekitar 11 unti perumahan yang sudah jadi." kata pak windarto


" iya sudah kita bicarakan dengan pak rudi dan pak ikhwan ya." kata vian


mereka pun masuk kembali ke pabrik LCI, vian memanggil pak rudi dan pak ikhwan untuk rapat.


" siang bapak bapak terimakasih atas waktunya, mohon maaf mengganggu kerjaannya. Ini perkenalkan pak windarto yang mengurus pembangunan LAD's residence, beliau bilang bahwa sudah ada yang sudah siap huni, jadi sekalian saya ajak mengobrol disini, untuk ruko itu akan di beli oleh BLS, dan Rumah sakit Livi, terus perumahan yang sudah jadi sesuaikan saja dengan pemesanan awal karyawan LCI ini, untjk skema pembayarannya nanti pak Ikhwan dan pak rudi bicarakan, samakan saja dengan yang sudah terjadi di Livi Residence dan livi regency, kalau memang sudah ada yang jadi biar pak ikhwan memanggil bagian legal BLS untuk datang dan melakukan akad kredit swcwpatnya walaupun kantor cabang BLS belum beroperasional, pak ikhwan bisa mengatur hal tersebut." kata vian


" baik pak kalau begitu nanti saya bicarakan dengan pak rudi dan pak windarto." kata pak ikhwan


" saya juga akan menanyakan ke HRD pak siapa saja karyawan yang audah memesan perumahan tersebut." kata pak rudi


" kalau saya berarti utusannya dengan BLS saja ya kedepannya bagaimana." kata pak windarto

__ADS_1


" iya pak, bapak koordinasikan saja dengan pak ikhwan sebelum ada kepala cabang BLS disini." kata vian


Karena audah siang vian, lily dan shinta pamitan, vian juga menyuruh pak wahyudi untuk koordinasi dengan pak ikhwan untuk keperluan operasional pak ikhwan di surabaya, vian memberitahukan ke pak wahyudi nanti pakai saja mobil putih dan sopir lain juga enggak masalah untuk pak ikhwan dan tim BLS selama di surabaya.


__ADS_2