Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Memiliki Kesan Lebih


__ADS_3

Vian mengajak mereka untuk makan siang di tempat makan biasa vian kunjungi kalau kesana, tak lupa vian juga mengajak opik, pak daryat, pak opik dan pak hendri. Sampai di tempat makan vian mempersilahkan mereka untuk memesan makanan sesuai dengan selera mereka. setelah memesan makan vian pergi ke tempat duduk pak dede dan opik, vian menyalakan rokoknya.


" ini proyek besar ya pak, sekaligus dibangun." kata opik


" iya pik, semoga saja tidak ada halangan apapun, oh iya bagaimana perkembangan usaha LA sekarang." kata vian


" alhamdulillah pak, permintaan dari distributor, agen selalu ada terkadang permintaan mereka melampaui pesanan bulan bulan sebelumnya. Loyalitas kepada merk kita pun sudah tinggi, dan distributor pun merasa nyaman bekerjasama dengan kita lewat system yang kita bangun, saya selalu memberikan masukan kepada tim terutama tim marketing agar kita menjaga kepercayaan distributor atau agen dan harus memberikan pelayanan maximal." kata opik menjelaskan


" bagus kalau begitu, saya lebih tenang menyerahkan perihal manajemen ke kamu pik." kata vian


" terimakasih banyak pak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya." kata opik karena makanan sudah siap, vian kembali ke meja tadi. mereka pun mulai makan siang bersama. Selesai makan vian kembali ke tempat tadi sambil membawa jus jeruk, vian menyalakan rokoknya dan menelepon lily menanyakan keberadaan dan mennayakan apakah sudah makan siang atau belum. Vian juga menelepon shinta menanyakan kondisi dia. Setelah menelepon isterinya vian menanyakan kepada dr. Chandra apa mau menginap atau pulang kembali ke jakarta. Dr. Chandra rencananya mau pulang lagi karena masih ada kerjaan di rumah sakit.


" dr. Chandra dan yang lain istirahat dulu saja di villa baru kembali pulang." kata vian


" baik pak." jawab mereka. Setelah membayar vian kembali ke villa di pabrik LA. Opik memberikan kunci kamar di asrama kepada tim LFI, sedangkan dr. Chandra dan silvia disuruh vian di villa saja.


" om jadi menginap." kata silvia


" iya jadi, karena om mau cek pembangunan YPl, restoran dan yang lainnya. Paling cepat besok pagi pulangnya." kata vian


" iya udah, aku ikut om aja ya, aku pengen santai dulu disini, tapi om.. Aku takut jalau tidur di villa sendiri." kata silvia


" iya udah di villa om aja, disana ada 2 kamar kok," kata vian, silvia mengembalikan kunci villanya, lalu membawa barang bawaannya ke villa vian. Vian juga sama dia membawa tasnya. via. Membuka villa lalu menunjukan kamar yang akan di tempati silvia. Vian membuat air panas untuk kopi, lalu masuk ke kamar yang biasa dia tempati lalu berbaring sebentar lalu kembali ke ruang keluarga menyalakan music di televisi. Vian membuat kopi lalu duduk di sofa depan televisi. Vian menyalakan rokoknya dan melihat design bangunan yang akan di bangun di area lahan YPL.


Tak lama silvia datang sambil bernyanyi mengikuti music yang ada di televisi.

__ADS_1


" kamu enggak istirahat, apa suara televisinya kekencengan." kata vian


" enggak kok om, malahan kurang kencang." jawab silvia, silvia pun duduk di sofa.


" kamu kalau mau minum jus atau snack ambil sendiri aja ya." kata vian


" iya om, aku kalau mau ambil sendiri, baru aku lihat om seperti ini, ternyata sibuk banget ya, lagi santai aja masih mengurus kerjaan, di kira aku om itu santai aja." jawab silvia


" om belum bisa melepaskan semua kerjaan om ke orang lain, om masih harus mengawasi dan memberikan saran ke mereka, dan itu tugas dari komisaris, nanti kamu juga hafus melakukan itu sebagai komisaris di LFI." kata vian


" tolong ajari dan bimbing aku ya om." kata silvia


" iya... Kalau ada apa apa kamu langsung tanya om aja ya." kata vian


" kamu mau ikut melihat lokasi lain atau mau disini aja istirahat." kata vian


" kalau boleh aku ikut om aja deh, enggak enak sendirian disini." kata silvia


" oh iya maaf om merokok disini," kata vian


" enggak apa apa om santai aja." kata silvia


Jam setengah dua, dr. Chandra dan tim pamit untuk pulang lagi ke jakarta, vian dan silvia pun mengantar sampai ke tempat parkir. Setelah dr. Chandra dan tim pergi, vian pergi ke lokasi pembangunan restoran, vian melihat progres pembangunan restoran dan memphotonya.


" oh iya pak, tadi pak wanto telepon saya, beliau menanyakan apakah di lokasi pembangunan masih kekurangan orang, kalau memang masih perlu beliau mau mendatangkan kerabat dan tetangganya dari surabaya." kata pak daryat

__ADS_1


" kalau memang kita membutuhkan kenapa enggak, tapi kalau enggak jangan," kata vian


" memang kita membutuhkan banyak orang pak, jadi L-Pro kekurangan tenaga kerja, apalagi di YPL jakarta juga sedang membangun, di LAD,S Residence jakarta juga, livi Village masih belum selesai, disini apalagi di tambah pembangunan pabrik LFI." kata pak daryat


" iya sudah kalau memang membutuhkan, tapi walaupun mereka kerabat dan tetangga mertua saya perlakukan mereka sama dengan yang lainnya, " kata vian


" baik kalau begitu pak." kata pak daryat, setelah meninjau pembangunan restoran BBB, vian pergi melihat pematangan lahan untuk waterboom, kolam renang, lapangan futsal dan lapangan bulutangkis. Pak daryat menjelaskan rangkaian pembangunannya kepada vian. Selesai dari sana baru melihat ke pembangunan sekolah.


" kita baru du area sini pak untuk pematangan lahannya, karena kesana belum bisa masuk alat berat, jembatan yang kita buat ini belum bisa dilewati oleh kendaraan jadi di area sana masih pakai tenaga manusia saja." kata pak daryat


" bapak lebih mengerti silahkan saja, saya tidak akan ikut camlur masalah teknis tersebut. Yang terpenting keselamatan harus diutamakan." kata vian, selama melihat lihat itu vian melakukan pemotretan progres pembangunan.


Cukup lama vian berkeliling melihat lokasi pembangunan, baru jam 4 sore dia kembali ke villa bersama silvia, vian meminta dibuatkan jus strowbery, silvia juga sama. Vian dan silvia masuk ke villa, mereka pun duduk di sofa ruang keluarga sambil menunggu supaya keringat turun terlebih dabulu sebelum mandi. Vian minum air putih lalu minum kopi setelah itu dia menyalakan rokoknya kembali.


" om benar benar benar kuat ya, aku aja cape banget." kata silvia lalu minum air putih yang dia ambil dari kulkas. Dia pun merebahkan tubuhnya di sofa tersebut terlihat dia memang kecapean. Tak lama OB LA yang membuat jus datang mengantarkan minuman yang tadi di pesan,. Vian mengucapkan terimakasih, lalu OB LA itu pun pergi, entah karena cape silvia tertidur di sofa. Vian pergi ke kamar untuk mandi dan sholat. Lalu kembali ke ruang keluarga, mengambil jus dan pergi ke depan villa. Tak lama opik datang kesana


" oh iya pak, untuk makan malam mau diluar atau saya belikan saja." kata opik


" beli saja pik, saya sudah malas keluar, jujur saya cape banget, semalam saya kurang tidur karena shinta tidurnya enggak nyenyak mungkin karena sebentar lagi mau melahirkan." kata vian


" baik pak, bapak mau makan apa." kata opik


" nasi goreng aja pik, nanti tambah bakar BBQ aja, terus beli martabak manis sama asin yang waktu itu kamu beli enak tuh." kata vian


" oke pak." kata opik, lalu dia pergi meninggalkan vian

__ADS_1


__ADS_2