Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Mereka pun makan siang bersama sambil mengobrol dan menceritakan masa lalu waktu sekolah dulu.


" kalau ibu lily dulu sekolah dan kuliah dimana." kata pak bambang


" saya sekolah dan kuliah di singapura pak." kata lily


" disana masih ada property dong bu." kata pak bambang


" ada pak, rumah orang tua." kata lily, teman teman vian menjadi takjub mendengarkan hal tersebut.


" ibu hebat bisa beradaptasi dan bergaul di lingkungan seperti disini." kata pak gubernur


" saya seperti ini setelah bertemu vian aja pak, dulu saya jarang mengobrol." kata lily


" dulu tuh pak, enggak boleh ada orang yang naik ke mobilnya, tapi cuma saya yang boleh naik." kata vian


" ternyata seperti itu, bu lily sudah menyukai pak vian." kata ibu sisil


" enggak bu, saya kasian aja dia pergi ke bank naik motor, waktu itu belum ada rasa." kata lily


" dia aja pacaran sama resepsionis kantor." lanjut lily


" jadinya sama direktur." kata vian


" memang jodohnya harus seperti itu." kata pak gubernur


" waktu sekolah pak vian ada pacar enggak." kata pak bambang


" enggak ada pak, mana ada yang mau sama saya." kata vian


" di pendiam pak, kaya enggak suka sama perempuan." kata endris


" pantesan sekarang balas dendamnya." kata pak bambang sambil ketawa


" mungkin baru sekarang ini ada yang mau." kata vian


" awalnya bu lily suka gimana." kata ibu sisil


" saya minta antar dia ke bank, terus di bank saya diperlakukan seperti nasabah prioritas karena vian kenal sama karyawan banknya, setelah itu kita makan bareng, kita ngobrol kok enak, dari situ kita sering teleponan, serius terus nikah deh." kata lily


" terus pak vian yang resepsionis itu gimana." kata pak bambang penasaran

__ADS_1


" dia ditinggal nikah sama cewek itu pak," kata lily


" untung aja ditinggal nikah ya, jadinya sama bu lily." kata pak bambang


" dia nyesel pak, sampe dia telepon minta balikan." kata lily


" pantesan ibu melarang pak vian ke BLS." kata pak bambang


" di larang ke BLS eh dapat dari surabaya." kata lily


" jadi enggak ikhlas nih." kata astrid yang datang waktu makan


" ikhlas habis udah nikah duluan." kata lily


" oh gitu pak vian caranya ya." kata pak bambang


" lakukan dulu baru minta maaf." kata vian sambil ketawa


" boleh tuh ajarannya di praktekan." kata pak bambang


" awas saja ya, enggak akan dibukukan pintu, dan pergi tanpa bawa apapun." kata bu sisil


" enggak kok bu, bapak hanya becanda." kata pak bambang


" iya. Daerah lain sampai mengantre, walikota aja sampai di suruh gubernurnya untuk bertemu beliau ini." kata pak bambang


" betul pak, dulu saya sempat ragu untuk menerima kerjasama dengan livi group karena khawatir akan ada sesuatu dibalik itu, ternyata malahan kebalik, kita yang memanfaatkan pak vian." kata pak gubernur. Teman teman vian mendengarkan itu, mereka pun jadi kagum.


" daya pikat keluarga ini juga sungguh luar biasa, sampai anak saya aja, yang awalnya enggak mau bisnis dan ingin berkarir diluar setelah bertemu keluarga ini, mereka ingin cepat cepat pulang, dulu mana mau mereka pulang." kata pak bambang


" saya enggak pernah kefikiran sampai sejauh ini, saya bersyukur bisa berkenalan dengan bapak bapak. Saya hanya ingin memperbanyak teman dan saudara, mungkin suatu saat anak anak saya akan membutuhkan bantuan orang lain, dengan apa yang saya lakukan saat ini mudah mudahan bermanfaat buat anak anak saya kedepannya. Dan jika saya sudah enggak ada orang orang mengingat saya atas kebaikan bukan keburukan yang saya lakukan." kata vian


" betul pak, saya banyak belajar kali ini dari pak vian, perbuatan baik yang kita kerjakan akan sia sia kalau ternyata masih banyak orang yang membicarakan keburukan kita, anak cucu kita akan merasa malu mendengar itu, tetapi jika kebaikan yang kita tebarkan, orang orang akan merasa sedih kehilangan kita, bukan senang." kata pak gubernur


" walaupun kita di hina, di caci kalau memang itu baik laksanakan aja, jangan pernah berharap penilaian dari manusia tapi yang harus kita cari penilaian dari Tuhan kita." kata vian


" saya sangat setuju." kata pak gubernur


" ayo mengobrolnya sambil dimakan makanan yang tersedia, disini hanya ada seperti ini aja, mohon maaf." kata astrid


" ini sudah luar biasa bu, ini makanan mewah semuanya." kata halida

__ADS_1


" terimakasih." kata astrid


mereka menikamati makanan sambil mendengarkan musik


" vian boleh dong saya daftar jadi staf pengajar di sekolah kamu." kata aida


" boleh, nanti saya suruh tim hubungi kamu ya." kata vian


" tapi seandainya diterima saya kejauhan juga ya." kata aida


" tenang aja bu, pak vian ini sudah menyiapkan tempat tinggal untuk tenaga pengajar disana." kata pak gubernur


" seriusan vian." kata aida semangat


" saya baru dari sana bu, menurut saya tempat itu jauh lebih baik dan ibu akan nyaman tinggal disana," kata pak gubernur


" oh iya pak vian, seandainya tenaga pengajar disana kebanyakan berasal dari daerah yang jauh, apa akan muat." lanjut pak gubernur


" kalau memang seperti itu, L-Pro akan membangun lahan yang masih kosong pak." kata vian


" kalau memang tenaga pengajar itu banyak yang masih belum nikah dan perempuan bisa saja ditempatkan di villa untuk sementara waktu, disana juga kan sedang dibangun kos kosan untuk putri dan putra, seandainya tidak mau tinggal disana, pihak yayasan bisa adakan antar jemput dari titik dimana para pengajar tersebut kebanyakan." lanjut vian


" ini luar biasa, sangat menghormati profesi pengajar." kata pak gubernur


" saya akan melakukan sebisa saya pak tidak hanya ke tenaga pengajar akan tetapi ke seluruh karyawan livi Group, saya berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka dulu, kalau sudah kita berikan yang terbaik untuk mereka, saya rasa mereka akan menunjukan kinerja yang maximal juga, mereka tidak akan melakulan hal hal kotor." kata vian


" memang saya lihat tadi di perumahan livi residence mereka seperti senang, pekerjaan bukan menjadikan mereka beban, saya sebagai pejabat publik mungkin enggak akan sehebat pak vian, saya dengar dari warga disana mereka bersyukur bisa kerja di livi, mereka bilang memanusiakan manusia." kata pak gubernur


" alhamdulillah kalau begitu, saya awalnya takut juga membuat perumahan untuk karyawan karena setelah kita hitung, kita hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil apalagi waktu mendapatkan kembali modal lebih lama dan modal yang dipakai disana juga bukan sedikit, saya takut perusahaan lain terkena imbasnya. Tapi dibalik itu mungkin karena doa doa dari mereka sehingga rezeki terus mengalir dan perusahaan lainnya mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu." kata vian


" kalau kita sudah mementingkan Allah terlebih dahulu dengan menyayangi mahluk ciptaannya, Allah akan membukakan pintu pintu rezeki lainnya." kata pak gubernur


" apalagi pak vian banyak bersilaturahmi, membantu sesama, rezeki enggak akan habis habisnya menghampiri pak vian dan keluarga." kata pak bambang


" aamiin." kata yang lainnya


" pak endris ikut dong umroh bersama kita." kata pak bambang


" insyaAllah pak saya ikut, kemarin pak vian dan isterinya mengajak saya dan keluarga untuk pergi umroh bersama." kata endris


" ini yang saya salut ke beliau ini masih muda tidak sombong, mau membantu, selalu ingat temannya." kata pak bambang

__ADS_1


" mungkin saya juga akan diperlakukan hal yang sama kalau saya juga sedang membutuhkan bantuan." kata vian


Tak lama devan, azka, devina dan febry datang ke taman. Mereka meminta makan karena habis main tadi dan pas pulang mereka tidur jadi belum makan siang.


__ADS_2