Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sharing Ilmu


__ADS_3

Dipagi hari vian membangunkan istrinya untuk sholat subuh berjamaah. setelah itu vian pergi ke Gazebo villa, astrid membuatkan susu panas untuk vian lalu membawanya ke gazebo.


" mas ini minumannya." kata astrid


" terimakasih sayang, lily sama dilla sedang apa." tanya vian


" lagi beresin tempat tidur mas, mungkin sebentar lagi mbak sama dilla kesini." jawab astrid. vian menyalakan rokoknya, sedangkan astrid menyandarkan kepalanya di bahu vian.


" dari kampung ini mas berasal, mungkin kamu menyesal setelah tau asal mas." kata vian


" kampung ini enak kok mas, masih asri lagi, malahan aku bangga mas punya suami yang bisa mengangkat nama daerahnya, sampai kepala daerahnya saja menginap di rumah mas." kata astrid


" kalian mau ikut mas ke acara penyuluhan, atau mau disini aja." kata vian


" kata mbak sih kita akan ikut mas." kata astrid


" iya sudah kalau begitu." kata vian


tak lama pak bupati dan ibu siska datang


" mah kita udah keduluan sama pak vian." kata pak bupati


" ibu lily sama ibu dilla kemana bu astrid." kata ibu siska


" tadi sedang beresin kamar bu, mungkin sebentar lagi kesini." jawab astrid


" o iya pak ibu mau minum apa, biar saya buatkan." lanjut astrid


" teh boleh bu, jadi merepotkan." kata ibu siska


" gak apa apa bu, kapan lagi nyiapin minuman buat kepala daerah." kata astrid, lalu beranjak dari sana, ibu siska juga ikut masuk.


" pak nanti acaranya jam berapa ya." tanya vian


" jam 10an pak, dari sini jam 8an lah." kata pak bupati

__ADS_1


" baik kalau begitu." jawab vian


" saya suka suasana disini, saya bisa sering berkunjung kesini buat liburan." kata pak bupati


" silahkan pak, kapan saja boleh." kata vian


" tapi harus ada bapak biar saya ada teman ngobrol, saya akan banyak minta masukan pak vian nih untuk memajukan daerah KBB ini." kata pak bupati


" insyaAllah saya bersedia pak, apalagi pak bupati yang minta." kata vian


" jadi kalau saya gak jadi kepala daerah gak bisa dong." kata pak bupati


" gak begitu juga pak." kata vian


" pak vian gak ambil rumah di daerah kotanya pak, kalau kesini kan kejauhan." kata pak bupati


" ada sih pak rencana, tapi di belakang pabrik juga ada villa kalau untuk keluarga istirahat." kata vian


" oh gitu, kapan kapan saya bisa ngajak keluarga kesana, biar akbar anak saya juga bisa tau dari mana asalnya makanan yang suka dia makan." kata pak bupati


" bagus itu pak, sangat menarik." kata pak bupati


ibu siska, lily, astrid dan dilla pun datang ke gazebo, mereka seperti sahabat yang sudah lama kenal.


" pah kita ikut ya ke acaranya." kata lily


" boleh aja, emang kalian gak cape." kata vian


" gak lah, sekalian jalan jalan." kata lily


mereka pun pergi ke kamar untuk siap siap, selesai sarapan mereka pamitan untuk pergi ke acara penyuluhan dengan dikawal 2 mobil fatwal. 1 jam setengah mereka pun sampai di balai pertemuan, pak bupati dan vian pun disambut panitia penyelenggara dari dinas dinas yang ada di daerah KBB. Panitia pun membuka acara tersebut, pak bupati memberikan kata sambutan " selamat pagi semuanya, yang terhormat Bapak dan Ibu kepala Dinas dan jajarannya, yang terhormat pak vian selaku pencetus acara ini, terimakasih banyak atas kehadiran beliau bisa hadir dan menyempatkan waktu dari kesibukannya. semalam saya ngobrol dengan beliau bagaimana caranya supaya daerah ini bisa berkembang dan semalam juga saya mendapatkan masukan dari warga di kampung asal pak vian ini, salah satunya mereka meminta dibangun sekolah SMA Negeri sederajat, rumah sakit dan itu juga sudah saya sampaikan kepada pak camat daerah sana supaya bisa mencarikan lahan untuk pembangunannya, terus mereka juga ingin memiliki payung hukum untuk kelompok taninya. saya lihat kelompok tani tersebut sudah berhasil karena dibantu oleh perusahaan pak vian ini. saya minta kepada kepala dinas pendidikan, kesehatan, Koperasi dan usaha kecil menengah bisa menampung dan menyelesaikan masalah ini. sya tidak akan panjang lebar lagi, terimakasih.".


selanjutnya vian diminta untuk memberikan sambutan.


" yang terhormat bapak bupati, bapak ibu kepala dinas dan jajarannya. langsung saja kepada inti dari pertemuan ini, saya disini bukan ingin mengajarkan karena saya tau bapak ibu lebih paham akan tugasnya masing masing, disini saya ingin sharing ilmu dengan bapak ibu sekalian, saya telah menerima data bahwa daerah KBB ini memiliki potensi dibidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. analisa tersebut sesuai dengan yang saya lakukan sebelum membuka usaha didaerah sini. yang saya tanyakan sekarang apakah para petani tersebut bisa kita atur untuk menyesuaikan dengan apa yang perusahaan saya butuhkan, misalnya perusahaan saya membutuhkan Jagung manis, bapak bisa menyampaikan itu ke petani dan mencari daerah mana yang cocok untuk tanaman tersebut, saat ini juga kita sedang perlu pasokan daging ayam dan sapi serta ikan, sama susu. kita berdiskusi saja ya." kata vian

__ADS_1


" saya rasa bisa pak, tinggal bagaimana kita menyakinkan mereka bahwa hasil tanam mereka akan ada yang membelinya." kata kepala dinas pertanian


" iya pak nanti juga akan kami sampaikan pas kita kunjungan ke para peternak." kata kepala dinas peternakan


" saya harapkan adanya koordinasi antar Dinas karena akan ada saling keterkaitan, misal dinas pertanian dan peternakan, dinas pertanian membutuhkan pupuk kandang, nah dinas peternakan mengolah kotoran ayam, kambing menjadi pupuk kandang." kata vian


"dinas kesehatan bisa memantau kesehatan hewan hewan tersebut supaya layak dikonsumsi konsumen. untuk kedepannya impian saya adalah kita bisa menjaga pasokan dan harga bahan bahan kebutuhan pokok, stabilkan dulu kebutuhan untuk daerah sini baru kita jual ke daerah lain. untuk dinas pendidikan membangun sekokah SMK negeri dengan ada jurusan pertanian, peternakan biar mereka bisa membangun tempat asalnya dengan diberikan materi kewirausahaan." lanjut vian


" betul itu pak saya setuju supaya anak muda bisa mengolah sumber daya ditempatnya masing masing." kata pak bupati


" dengan kita saling mendukung satu sama lainnya insyaAllah daerah ini akan maju didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang dimiliki daerah ini." kata vian


"untuk membangun sekolah silahkan bapak kepala dinas berkoordinasi dengan kecamatan kecamatan. saya harapkan ke depannya disetiap kecamatan ada sekolah menengah kejuruan dengan jurusannya menyesuaikan potensi daerah tersebut." kata pak bupati


" baik pak." kata kepala dinas


" untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan di kecamatan C tempat asal pak vian, beliau akan membantu proses pembangunannya, beliau juga mau mendirikan sekolah swasta dan universitas didaerah sini serta membangun klinik dan rumah sakit." kata pak bupati


" insyaAllah pak doakan saja." kata vian


" saya harap bapak nanti bisa memberikan pengetahuan dasar kewirausahaan kepada siswa siswi, bapak kan pelaku usaha jadi mereka pasti tertarik." kata kepala dinas


" insyaAllah pak, dan pabrik saya juga akan dibuka untuk para siswa dari anak anak TK untuk bisa melihat proses pembuatan produk kami itu." kata vian


" kalian sudah pernah merasakan produk dari perusahaan pak vian belum. kalau belum kalian kebangetan." kata pak bupati sambil tersenyum,


" sudah pak." kata mereka yang hadir


" pak apakah kita bisa ikut menjual produk bapak." kata salah satu ibu


" boleh saja ibu yang penting jangan sampai mengganggu pekerjaan, kalau perlu bentuk koperasi di kantor dan nanti juga kita akan ada produk kosmetik. maaf sekalian promosi." kata vian


" pabriknya disini juga pak." kata kepala dinas kesehatan


" pabriknya di surabaya pak, mudah mudahan awal bulan kita sudah beroperasi." jawab vian

__ADS_1


Obrolan pun yerus berlanjut, suasana disana tidak kaku lagi sehingga acara tidak monoton.


__ADS_2