Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Anak kembar kembali


__ADS_3

Di cafe vian meminta pak dede untuk membantu mempersiapkan kedatangan pak gubernur dan menjadi koki untuk membakar jagung, setelah habis kopinya vian kembali ke kantor LCI.


" pak vian sudah pulang, mana nih oleh olehnya." kata ibu sisil, tadi dia tidak ada karena sedang ke kamar mandi


" ada di mobil bu." kata vian


" mah masih lama disini, papah pulang duluan ya, mau mempersiapkan buat nanti." lanjut vian


" wah ada acara apa nih, kok bu lily gak undang undang saya sih." kata ibu sisil


" sudah selesai kok pah, kita pulang aja kasian juga tuh sella dan selly. enggak ada apa apa bu, nanti malam pak gubernur B, pak Gubernur D, dan Pak Gubernur L katanya mau datang berkunjung ke rumah." kata lily


" pak vian sudah terjun ke politik nih." kata ibu sisil


" mana boleh bu, waktu buat kita kapan, sekarang aja sudah berkurang." kata lily


" iya sih bu, dan kehidupan kita juga serasa dibatasi." jawab ibu sisil


" iya sudah kalau begitu kita pulang sekarang. Oh iya catering sudah mamah pesan." kata vian


" sudah papah sayank. Beres itu." kata lily


Vian pun mengajak bella, sella dan selly untuk pulang bersama dia. Lily, astrid, dilla, dan ibu sisil juga sama pulang. Sampai di rumah menyalami orangtua dan mertuanya, vian memperkenalkan sella dan selly, lalu menyuruh bella mengajak mereka ke kamar di seblah kamar yang biasa dipakai lusi dan mitha.


" gimana nak bella lulus sidangnya." kata ibu retno


" alhamdulillah lulus tante." jawab bella


" selamat ya, sella dan selly gimana." kata bu retno


" alhamdulillah tante kami juga lulus." jawab sella dan selly


" selamat ya buat kalian juga, semiga kalian betah tinggal disini." kata bu retno


" terimakasih tante." jawab mereka.


" iya sudah bell, antar teman kamu ke kamarnya." kata ibu asti


" iya kasian mereka pasti cape." kata bu retno


" gimana disana aman kan." kata pak bowo


" alhamdulillah pak, pihak dinas dan walikota mengapresiasi kita." jawab vian


" bapak dengar pak gubernur D mau datang nanti malam." kata pak adi


" iya pak, bahkan sama pak gubernur B dan Pak gubernur L." jawab vian


" kamu kaya pejabat penting aja, sampai para pejabat daerah mau datang kesini." kata bu ningsih


" alhamdulillah masih ada orang yang mau betsilaturahmi kesini bu, mudah mudahan ini sebagai jalan rezeki kita." kata vian


" Aamiin." jawab mereka


" iya udah aa mau beresin gazebo dulu, biar nanti ngobrolnya disana sambil bakar jagung. Oh iya kiriman dari LA udah datang belum." kata vian


" sudah pak." kata marni yang sedang membantu pak dede membawa barang dari mobil, lalu mengirimkan tas troly ke sella dan selly.


Di kamar, sella dan selly ngobrol sama bella mereka pun mengucapkan terimakasih ke marni yang sudah mengantarkan tasnya.


" bell, ini rumah mas vian, gede banget." kata sella


" iya rumah mas vian, nanti kalau sudah istirahat aku ajak kalian keliling di taman." kata bella


" bell enak banget rumahnya, tuh lihat ada danau juga." kata selly


" iya udah kalian istirahat dulu ya, aku mau mandi." kata bella lalu keluar dan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


" ly lihat ada kebun, kandang burungnya gede, kolam ikan, dan ini ly kamar buat kita bagus kaya di hotel." kata sella


" iya la, mimpi apa kita baru lulus udah bisa kerja, tinggal di rumah gede begini." kata selly. Mereka pun memberi kabar ke orangtuanya.


Vian, pak dede, indra dibantu juga pak adi dan pak bowo merapikan taman terutama gazebo, indra dan pak dede mendirikan tenda disebelah gazebo. Waktu itu Vian menyuruh pak dede untuk membeli tenda dan kursi karena suka banyak datang tamu, bahkan vian membeli kursi 20 buah seperti mau buka penyewaan tenda.


Setelah selesai vian dan yang lainnya bubar untuk siap siap dan karena sudah mau magrib juga. Vian masuk ke kamar lalu mandi, selesai mandi vian berganti pakaian yang sudah disiapkan lalu duduk di sofa. " kalian sudah kontrol ke dokter belum sayang." kata vian


" sudah kemarin mas, di antar mbak sama ibu." jawab astrid


" habis suaminya gak ada waktu untuk antar isterinya." kata dilla


" maafin mas ya, mas kan pergi karena ada kerjaan." kata vian


" iya mas gak apa apa kok, aku becanda." kata dilla, lalu dia memeluk vian dan memberikan ciuman, lalu menarik tangan vian supaya mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit. astrid pun gak mau ketinggalan dia duduk disebelah vian lalu menciumnya dan meminta supaya perutnya juga di elus elus. Melihat astrid dan dilla yang sedang di elus elus perutnya membuat lily panas, dia datang lalu duduk di pangkuan vian dan mencium bibir vian.


" mbak ganggu aja nih." kata astrid


" biarin aja.. Ya kan pah, nanti malam kita buat ya." kata lily


" buat roti mbak." kata dilla


" buat yang enak enak, kalian gak boleh ikutan." kata lily


" ih mbak gitu, dede bayi mau ditengok papahnya juga." kata astrid


" udah ah, kalian siap siap sebentar lagi magrib." kata vian, vian geleng geleng melihat tingkah isteri isterinya itu. Mereka pun bergantian ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Nereka memakai pakaian yang sama.


" kapan kalian membeli pakaian yang sama itu." kata vian


" waktu mas pergi ke surabaya, mbak ngajak kita belanja." kata astrid


" bagus kan pah." tanya lily


" bagus, cantik." jawab vian


" mamah pakai kartu yang papah kasih buat belanja bulanan." kata lily


" iya sudah kalau begitu. Papah kok gak lihat aa ya kemana dia." kata vian


" kalau sore sekarang aa belajar ngaji pah, mungkin tadi lagi di ruang belajar." kata lily. Tak lama terdengar suara mengetuk pintu


" assalamualaikum... Mah.... Mah.... Mah." kata devan


" waalaikumsalam aa. Masuk aja." jawab lily


" papah udah pulang kok aa gak tau." kata devan


" emangnya aa dari mana." kata vian


" aa habis belajar ngaji pah." jawab devan


" hebat anak papah." kata vian lalu menggendong dia dan mencium pipinya.


Vian pun melaksanakan sholat magrib berjamaah bersama devan dan isteri isterinya. Selesai sholat mereka turun ke ruang makan, disana sudah berkumpul orang tua dan mertua vian, ika, bella, lusi, sella, selly, silvy, silvia dan ibu sisil sudah ada disana, karena makanan yang disiapkan dari pihak catering di taman jadi vian membawa mereka ke taman.


" ini tamunya belum datang kok kita duluan makan." kata bu retno


" gak apa apa bu, buat tamu sudah dipisahkan, jadi kita bisa duluan makan." kata vian


" lagian kan kita juga gak tau mereka sudah makan atau belum." lanjut vian


Mereka pun mengambil makanan dan makan bersama disana.


" bu, bapak mana." tanya vian ke ibu sisil


" masih kerja pak, katanya nanti kesini." jawab ibu sisil

__ADS_1


" gimana silvia udah ke rumah sakit lagi." tanya vian


" sudah om, aku tadi dari sana." jawab silvia


" oke bagus kalau begitu." kata vian


" kita jadi ngerepotin keluarga pak vian nih." kata ibu sisil


" kita malahan senang bu, jadi banyak orang bisa berkumpul seperti ini." kata vian


" iya bu tenang aja, nanti tagihannya menyusul." canda lily sambil ketawa


" ibu lily ini bisa aja deh.. " kata ibu sisil


" alhamdulillah berkat kamu vian, ibu bisa menemukan anak ibu kembali." kata bu retno


" siapa bu." tanya vian heran


" anak kembar ibu yang terpisah waktu lahir." kata bu retno. Vian baru sadar akan keberadaan isteri isterinya yang memakai baju sama. Lily, astrid dan dilla belum sadar akan candaan ibu retno


" memang terpisahnya dulu kenapa bu." kata vian


" ibu tadinya ingin punya anak laki laki. Eh brojolnya perempuan semua. Jadi ibu buang aja ke got. Eh pas itu banjir yang 1 bayi balik lagi kebawa air ke rumah dan yang dua kebawa air ke laut sampai ditemukan ibu sri sama ibu asti di surabaya." kata ibu retno


" jadi gitu, aku anak yang gak dihatapkan ibu." kata lily, setelah lily ngomong gitu mereka yang ada disana jadi sadar. Ibu asti dan ibu sri tersenyum akan candaan ibu retno


" oh iya ibu asti sama ibu sri waktu itu kok bisa menemukan bayi saya." kata ibu retno


" waktu itu kita sedang main ke pantai bu, lalu mendengar suara tangisan bayi, kita samperin eh bener bayi yang kedinginan, karena kasian kita ambil aja karena kasian lagian waktu itu kita ingin punya bayi." kata ibu asti


" terimakasih ya bu udah mau merawat anak anak saya, pantesan dia menyukai laki laki yang sama, jadi anak kembar saya kembali." kata ibu retno


" oh jadi kita ini anak buangan nih, anak pungut." kata lily, astrid dan dilla, mereka bicara barengan


" tuh kan sama." kata bu retno


" aa, masa mamah dibilang nenek anak yang di buang sama nenek." kata lily


" nenek gak boleh bilang begitu." kata devan


" coba aa perhatikan mamah lily, mamah astrid sama mamah dilla sama gak." kata bu retno


" sama, mirip." kata devan


" tuh anaknya aja bilang mirip." kata ibu retno


" iya ya, saya perhatikan ibu lily, ibu astrid, ibu dilla mirip." kata ibu sisil


" iya udah besok kita ke rumah sakit ya, buat test DNA." kata bu retno


" bu apa bener aku anak pungut ibu." kata astrid


" iya bu apa bener aku anak pungut ibu." kata dilla


" ibu retno ini bisa aja candain anak anak." kata ibu asti


" habisnya tambah hari kelakuan mereka tuh kaya kembar bu." kata bu retno


" iya juga sih bu, mereka mirip." kata ibu sri


" untung aja vian menemukan mereka, jadi saya bisa berkumpul lagi sama anak anak saya." kata bu retno


" ibu puas candain kita." kata lily


" oh iya ibu lupa waktu itu ibu melahirkan 5 bayi, yang 2 lagi dimana ya." kata ibu retno


" emang kita ini anak kucing apa." kata lily cemberut

__ADS_1


" seperti ini kalau kucing sama anjing kalau beraksi." kata pak bowo. Mereka yang ada disana pun tertawa bahagia. selesai makan vian menyalakan rokoknya, tak lama pak dede datang kesana, vian menyuruh pak dede makan dulu, akan tetapi pak dede katanya sudah makan di rumah, jadi dia langsung menyiapkan pembakaran jagung dan BBQ.


__ADS_2