Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membuka pasar dan pengembangan pabrik LA 1


__ADS_3

di kamar lily terbangun karena de qinar bangun minta susu. setelah diberi ASI de qinar tidur kembali.


" mamah cape ya, maaf ya papah gak bisa bantuin mamah jagain de qinar." kata vian, lalu memijit pundak lily


" iya gak apa apa pah, ini kan kewajiban aku juga, papah juga cape kerja." kata lily


" kalau begitu udah lepas aja butiknya mamah gak perlu kerja lagi." kata vian


" gak pah, mamah suka kok, lagian kalau mamah gak kerja nanti bosen di rumah terus." kata lily


" ya udah terserah mamah aja yang penting mamah tidak terbebani dan bahagia ngejalaninnya." kata vian terus memijat lily dari punggung lalu badan


" ini mijitnya modua." kata lily lalu membalikan badan dan mencium bibir vian


" tapi mamah suka kan." kata vian, lily mengangguk dan terus mencium bibir vian, akhirnya birahi mereka pun meningkat dan akhirnya hubungan intim suami istri terjadi hingga puncak yang didambakan tiba bersama.


" makasih ya sayank." kata vian lalu mencium kening dan bibir lily.


" iya pah, makasih juga udah buat aku bahagia." jawab lily. mereka lalu tidur berpelukan dibawah selimut hingga pagi.


setelah bangun dan mandi serta berpakaian mereka siap siap untuk pergi ke kantor LA lalu ke pabrik, keluarga pak anam dan pak dodi juga sudah siap menunggu di ruangan tamu sama orang tua dan mertuanya vian.


" aa, ika, mitha dan lusi ikut ya, sekalian jalan jalan." kata ika


" iya udah cukup kok mobilnya," jawab vian


" kita gak sarapan dulu, nenek gak ikut katanya dia pengen di rumah aja." kata bu retno


" iya sudah gak apa apa lagian kita juga pulang pergi. sarapan di jalan aja bu, biar gak kesiangan." kata vian


akhirnya mereka pun naik ke mini bus yang sudah menunggu di halaman rumah. pak dede membawa pak burhan untuk gantian dan vian hanya membawa putra untuk keamanan. jam 6.30 mereka berangkat setelah menempuh perjalanan 1 jam mereka berhenti di rest area untuk sarapan, selesai sarapan mereka melanjutkan perjalanan, karena takut macet putra sudah koordinasi dengan patwal yang sudah biasa dan disuruh menunggu di pintu keluar tol. minibus yang di tumpangi vian dan yang lainnya ke luar pintu tol disana sudah ditunggu mobil fatwal. putra menyuruh pak dede untuk berhenti dahulu karena ingin memberikan intruksi rute ke petugas fatwal tersebut. setelah selesai mobil fatwal bergerak di ikuti minibus menuju kantor LA.


hanya perlu 30 menit minibus sudah sampai di kantor LA. vian mengajak mereka turun dahulu. berkeliling kantor dan pabrik, vian menjelaskan bahwa disana juga selain untuk proses pengemasan produk LA ada juga pabrik untuk LNI. selesai berkeliling mereka melanjutkan perjalanan ke pabrik dan peternakan LA.


sebelum ke pabrik dan peternakan terlebih dahulu melewati perumahan Livi Regency, vian juga memberitahukan bahwa perumahan tersebut dibangun oleh L-Pro sama dengan perumahan Livi Residence. Livi Regency juga dihuni oleh karyawan LA dan sebagian diisi oleh anggota keamanan dari Polsek dan anggota Militer. gak lama perjalanan setelah melewati perumahan Livi Regency mereka tiba di lokasi pertanian, peternakan dan pabrik LA.


vian menunjukan kepada pak dodi dan pak anam bahwa produk LA sebagian hasil dari pertanian disini. lalu vian membawa mereka ke villa dekat kandang peternakan. devan dan teman temannya langsung menuju kandang sapi, sedangkan vian membawa keluarganya dan pak dodi serta pak anam ke villa untuk istirahat. pak bowo dan pak adi langsung mengambil alat pancing dan memancing di kolam yang ada dekat villa tersebut. setelah beristirahat sebentar vian membawa pak anam dan pak dodi melihat ke kandang ayam dan sapi. sedangkan devan dan temannya dari tadi melihat proses pemerasan susu.


" pah itu susu yang suka aa minum ya, aa mau dong pah." kata devan


" iya sayang, aa gak bisa langsung minum harus diolah dulu biar bakterinya mati, supaya aa gak sakit." jawab vian


" iya aa, kalau aa mau nanti di depan ada kok." kata lily

__ADS_1


" ini bagus juga pak, buat edukasi anak anak." kata pak anam


" kita juga bisa menerima kunjungan jika ada yang mau tau proses produksi disini." jawab vian


" jadi anak anak bisa tau produk yang dia makan itu prosesnya. bagus itu pak." kata pak dodi


" alurnya mulai dari sini, lalu ke rumah pemotongan, baru masuk ke pabrik, sedangkan proses pengemasan produk pertanian di tempat tadi." kata vian


" tuh lihat anak anak seneng gitu." kata lily


" jarang jarang kan anak anak dapat pengetahuan seperti gini." kata istri pak dodi


" nah untuk pengirimannya gimana pak, kan ini perlu perlakuan khusus." kata pak anam


" kita sudah siap expedisi sendiri pak, jadi kalau ke surabaya bisa kita antar langsung mudah mudahan saja ada daerah sekitaran surabaya yang mau memasarkan produk ini, biar sekalian kirimnya." kata vian


" kalau begitu saya mau pak ikut memasarkan produk ini." kata pak anam


" saya juga mau pak." kata pak dodi


" iya sudah kita bisa lihat dulu proses produksinya." ajak vian. lalu mengajak devan dan yang lainnya untuk pergi ke tempat produksi.


" aa katanya mau minum susu, sana aa lihat lihat ajak temannya untuk beli, bilang nanti papah yang bayarnya." kata vian


" oke pah." jawab devan lalu mengajak teman temannya ke toko yang ada di depan pabrik. setelah itu devan kembali dengan membawa susu dan meminumnya.


Selesai berkeliling pak anam dan pak dodi tambah yakin untuk membuka pasar di tempat mereka. vian meminta opik untuk menjelaskan prosedur menjadi mitra atau distributor LA sambil duduk di dekat toko. disana juga disediakan produk yang bisa dicoba.


" pah bolehkan beli disini, buat stok kita di rumah buat aa dan kita." kata lily


" iya boleh dong mah. mamah pilih aja yang biasa kita beli atau mau coba yang lainnya, pasti disini lengkap." kata vian


" tuh anak anak juga suka." kata pak anam


" iya tumben anak anak saya juga mau makanan frozen food." kata pak dodi


" ini memang enak sih pak." kata istrinya pak dodi


" ya udah sana ibu beli buat anak anak dan buat kita pasarin sebelum dikirim dari sini." kata pak dodi


" ini juga sudah masuk pesanan dari distributor LNI yang kemarin ikut Distributor Gathering. dia sudah mencoba sample yang dibagikan dan mau jadi mitra LA." kata opik


" alhamdulillah, kamu sudah komfirmasi ke mereka." kata vian

__ADS_1


" sudah saya suruh tim marketing untuk verifikasi." jawab opik


" kamu udah cek juga kemampuan produksi kita." kata vian


" sudah pak, untuk saat ini tinggal tambah shift aja untuk ningkatin produksi dan karyawan." kata opik


" sudah buka lowongannya." kata vian


" sudah pak dan kita juga masih memiliki data pelamar sebelumnya." jawab opik


" bagus kalau begitu, kamu rencanakan juga penambahan mesin jika sewaktu waktu dibutuhkan." kata vian


" minggu kemarin hasil rapat tim produksi dan mekanik mengusulkan penambahan mesin 10 unit, itu dari masukan tim marketing karena permintaan konsumen meningkat." kata opik


" bangunannya memadai gak untuk nambah 10 sampai 20 mesin lagi, sekarangkan sudah ada 30 unit." kata vian


" kebetulan bapak ada disini jadi saya minta persetujuan bapak juga untuk menambah bangunan nanti bangan itu akan khusus buat produk yang fast moving saja." kata opik


" iya sudah saya setuju, kerjakan aja secepatnya. lokasinya dimana." kata vian


" kemarin sudah di survey lokasinya disana dilahan pertanian." kata opik


" kalau bisa kamu cari tanah lagi untuk pengganti lahan pertananian yang ke pakai karena produk hasil pertanian juga kan masih kurang, dan lebih bagus dapat tanah sekitaran sini untuk pabrik jadi gak ngeganggu." kata vian


" iya pak sudah, saya lagi nego tanah yang sebelah ini luasnya 1,7 hektar. kalau kebeli itu sangat bagus jadi dari kali sampai kesini jadi milik kita" kata opik


" emang dia minta harga berapa." tanya vian


" minta di 2,5 milyar pak saya nego di 1,7 milyar." jawab opik


" iya udah kalau gak bisa segitu kamu tawar di 2 milyar aja." kata vian


" baik pak, saya akan komfirmasi ke pemilik lahan." kata opik


" untuk pendanaannya gimana." tanya vian


" kalau dengan harga segitu paling kita pinjam ke BLS lagi pak, karena dana yang ada sudah saya pakai untuk pesan mesin dan dana pembangunan pabrik." kata opik


" kamu komunikasikan lagi dengan BLS, dan pesan mesin di 20 unit aja sekalian, biar jadi tantangan buat kalian." kata vian


" baik pak saya akan komunikasikan kembali dengan pabrik mesin." jawab opik


" saya sudah membuka pasar, jadi untuk pengembangan pabrik saya serahkan ke kamu." kata vian

__ADS_1


tak lama handphone opik berbunyi, ada telepon dari pemilik lahan sebelah


" panjang umurnya, baru dibicarakan sudah telepon." kata opik. opik pun mengangkat teleponnya.


__ADS_2