
Setiba di rumah vian dan yang lainnya pergi ke kamar masing masing, Bella pergi ke kamar Ika.
" jadi sepi ya pah." kata lily
" iya.. kerasa sepi." jawab vian
" pah besok mau kemana." tanya lily
" ke ruko, mau lihat lihat dulu, papah udah janjian sama marketingnya." kata vian
" iya sudah, mamah juga mau ke butik sekalian aja ya." kata lily
" iya sekalian aja sama ika dan bella." kata vian
vian pamit ke lily mau ke gazebo, vian membawa laptop kesana. di gazebo sudah ada ika dan bella sedang mengobrol.
" mas gak istirahat, mau dibuatkan kopi." kata bella
" kalian gak istirahat, mas lagi mau lihat laporan. iya bell boleh, makasih ya." kata vian, lalu vian juga mengirim pesan ke astrid
" sayang, mas sudah sampai ya, kalian lagi apa, udah makan belum." kata vian
" alhamdulillah, lagi di cafe mas, tadi udah makan disini." jawab astrid
" jangan malam malam ya pulangnya, istirahat." kata vian
" iya mas sayang, mas lagi apa." kata astrid
" ini lagi ngopi dibuatkan bella, sama lagi buka laporan." jawab vian
" iya udah kalao begitu, aku juga lagi siapin berkas buat besok dan ini nunggu bu gina." kata astrid
" iya sudah sayang ya mas kerja dulu, salam ke dilla ya." kata vian
" iya mas, jangan malam malam." kata astrid
" hayo chatan sama siapa." kata bella
" sama mba kamu lah." jawab vian, vian pun menyalakan rokoknya lalu membuka laptopnya.
" o iya kalian besok ikut ke ruko ya." lanjut vian
" iya aa, jadi lihat lihat rukonya. o iya aa lusi sama mitha mau kesini sekarang gak apa apa." kata ika
" iya mudah mudahan aja cocok, iya gak apa apa." kata vian
__ADS_1
" aamiin." jawab ika dan bella
" mba lily lagi apa mas." kata bella
" lagi nidurin de qinar." jawab vian
" ini rumahnya besar sekali mas." kata bella
" alhamdulillah, disini suka dipake rapat juga soalnya." kata vian
" o iya ka, aa pengen bakar jagung tolong panggilkan indra untuk membuat pembakarannya sama bawa jagung kesini." lanjut vian
" iya a, sekalian ika mau nunggu lusi dan mitha di depan, gak apa apa kan bell aku tinggal." kata ika
" iya gak apa apa kak, kan ada mas vian juga disini." jawab bella, ika pun pergi ke rumah
" mas makasih ya untuk semuanya." lanjut bella setelah ika pergi
" iya bell, kenapa kamu kangen rumah ya." kata vian
" iya mas, aku kan belum pernah pergi jauh sendiri mas. boleh ya aku bersender di bahu mas." kata bella
" iya boleh, mau tiduran juga boleh." kata vian
" gak boleh gini bell." kata vian sambil mau menarik tangannya tapi di pegang erat
" mas kan udah janji mau sayangin aku, aku pengen merasakan di peluk mas, aku suka banyangin tidur bersama mas, kenapa aku jelek ya, gak cantik." kata bella
" kamu masih muda, cantik pasti banyak cowok yang ingin jadi pacar kamu." kata vian
" aku maunya sama mas. jangan jauhi aku ya mas." jawab bella
" iya bell, hak mungkin mas bisa jauhi kamu, kamu istirahat sana kamu pasti cape." kata vian
" kalau sama mas aku mau, tapi begini juga aku udah seneng bisa berdua sama mas." kata bella, dia pun bangkit dari tidurannya lalu mencium bibir vian, vian pun membalas ciuman tersebut sehingga tubuhnya tertunduk, tak lama terdengar suara yang datang vian melepas couman tersebut dan bella pun langsung duduk. ternyata indra yang datang membawa jagung.
" pak mau dinyalakan sekarang." kata indra
" iya dra tolong ya. makasih." kata vian, indra pun mengambil pemanggangan dan arang lalu menyalakannya sehinga membuat bara api. jagung pun di bakar. vian menelepon lily menanyakan apakah dia mau jagung atau tidak
" mah mau jagung bakar gak." kata vian
" boleh pah tapi mamah gak bisa kesana, de qinar lagi rewel." kata lily
" iya sayang nanti diantar sama bella." jawab vian
__ADS_1
" pak ini udah ada yang matang." kata indra
" iya ke piringin aja 2 buat ibu." kata vian lalu meminta bella untuk mengantarkannya.
" tapi nanti aku dipeluk ya." kata bella lalu pergi mengantar jagung ke lily.
Vian mengirim pesan ke raka supaya besok dia datang ke ruko dan membawa akta pendirian perusahaan SPI.
Ika, bella, lusi, dan mitha datang, vian menikmati jagung bakar dan kopi
" kalau mau minum buat aja sendiri ya, dra udah janhan banyak banyak bakarnya." kata vian kepada lusi dan mitha. indra pun merapihkan pembakaran. setelah rapi dia pamit masuk ke rumah.
" iya kak. makasih." jawab lusi dan mitha
" gimana persiapan untuk usaha SPI." kata vian
" udah aa, ika udah cetak untuk kemasan, meminta supplier untuk membuat sample produki dan nunggu intruksi aa." kata ika
" bagus kalau begitu, besok kita lihat ruko buat kantor SPI lalu tandatangan akta pendirian perusahaannya." kata vian
" setelah ruko ada tinggal pesan buat rak produk, beli peralatan kantor, jadi sekarang kalian buat list apa saja yang di perlukan di kantor." lanjut vian, lalu menyalakan rokoknya
" aa kita duluan ya mau bahasnya di kamar aja." kata ika
" iya kak bella disini sebentar mau telepon ibu dulu." kata bella
" iya kalau begitu, jangan lama lama ya." kata ika
" iya kak, terimakasih." kata bella dan pura pura membuka handphonenya.
ika, lusi dan mitha pun pamit untuk masuk ke rumah, disana tinggal vian dan bella, setelah melihat ika dan temannya sudah masuk rumah bella pun duduk di pangkuan vian
" gak apa apa kan mas kaya gini, aku ingin di sayang sama mas." kata bella
" kamu ya, udah mulai berani gimana kalau mas lupa kamu adik ipar mas." kata vian
" aku pengen merasakan di peluk mas." kata bella lalu menarik tangan vian untuk memeluknya dan dia mencium bibir vian, vian membalas ciuman itu, vian pun menyudahi ciuman tersebut.
" udah ya kita istirahat. jangan sampai kelewat batas." kata vian lalu mengecup kening bella
" maafin bella ya mas, bella bahagia banget sekarang." jawab bella. mereka pun pergi dari gazebo dan masuk ke kamar masing masing. vian langsung ke kamar mandi bersih bersih lalu tiduran disebelah lily dan mencium kening lalu memeluknya.
pagi hari setelah sholat vian membuat susu panas dan pergi ke gazebo lalu lari lari kecil, dirasa cukup vian duduk di gazebo minim susu lalu menyalakan rokoknya, sambil melihat lihat ruko yang ditawarkan marketing.
Jam 7an vian kembali ke kamar bermain dengan de qinar, setelah itu vian dan lily pergi sarapan, semuanya sudah kumpul di meja makan.
__ADS_1