
Jam 9an Lily dan yang lainnya pergi ke kantor, lily memberitahukan keluarga yang ada di rumah nanti akan dijemput pake minibus, sedangkan vian masih di rumah karena mau menunggu orang dari travel dan pergi ke gazebo disana dia membuat kopi lalu menyalakan rokoknya.
Tepat jam 9.20 pak dede dan 2 orang dari pihak travel umroh datang ke rumah.
" pak maaf ganggu, di depan ada pak dede sama katanya dari travel." kata mirna
" iya mir, tolong suruh kesini aja ya. Terimakasih." kata vian
" baik pak, kalau begitu saya pamit." kata mirna, lalu pergi ke depan dan menyuruh pak dede untuk ke gazebo.
" pagi pak, ini saya bersama orang dari travel." kata pak dede
" oh iya silahkan duduk." kata vian
" perkenalkan saya mirza dan ini ali dari travel P." kata mirza
" saya vian, salam kenal, maaf nih saya akan merepotkan bapak." kata vian
" enggak pak, malahan kami senang." kata mirza
" kami sudah menerima daftar yang akan berangkat umroh bulan depan itu. Apakah itu fix jumlah segitu pak." kata ali
" untuk sementara fix dan mungkin bisa nambah lagi. Fixnya nanti akhir bulan deh. Kita kan berangkat akhir bulan depan, saya rasa masih bisa untuk mengejar visa, tapi yang 80 orang ini nanti setelah pasport lengkap silahkan aja proses pembuatan visanya." kata vian
" baik kalau begitu pak, berarti kami akan menunggu pasport lengkapnya ya." kata ali
" saya ingin hotel yang dekat dengan mesjid ya karena bawa anak kecil dan ibu hamil. Silahkan saja bapak hitung berapa biayanya, nanti kalau sudah bapak kirimkan ke saya biar saya transfer." kata vian
" baik kalau begitu pak kami akan buatkan penawaran harganya serta fasilitas yang akan di dapat seperti apa." kata mirza
" boleh saya tunggu kabar baiknya. Semoga niat baik ini berjalan dengan lancar." kata vian
" aamiin." sahut mereka
" mungkin ada permintaan lain lagi pak." kata mirza
"menurut saya sih cukup." kata vian. Vian pun memberikan nomor teleponnya ke mirza. Mereka mengobrol hanya 20 menitan setelah itu mirza dan ali pamit pergi. Vian dan pak dede pun mengantar mereka pergi.
" pak de saya mau minta antar ke mall, si aa katanya mau beli hadiah buat mamah mamahnya." kata vian
" siap pak, sekarang." kata pak dede
" iya, soalnya nanti siang, lily ngajak makan siang bersama di restoran C, jadi hubungi anak L-Trans untuk membawa minibus kesini." kata vian
" siap pak, saya kondisikan." jawab pak dede. dia pun langaung telepon anak L-Trans. Sedangkan vian memanggil devan.
" kamu mau kemana ngajak devan." kata bu retno
" itu bu ke mall, tadi pagi si aa bilang mau kasih hadiah buat mamahnya. Jadi vian mau ajak dia beli ke mall, ibu mau ikut." kata vian
" boleh deh, ibu ajak ibu kamu ya." kata bu retno
" iya bu." jawab vian. Tak lama devan datang kesana
" papah cari aa, ada apa pah." kata devan
" katanya mau beli hadiah buat mamah. Ayo sekarang kita perginya." kata vian
" oh iya ya, aa lupa pah." kata devan. Bu rrtno dan bu ningsih pun datang kesana
__ADS_1
" nenek mau kemana." kata devan
" nenek mau ikut aa." kata bu ningsih
" iya deh boleh." kata devan. Mereka pun pamit lalu pergi ke mall. Mereka pun tiba di mall, vian mengajak aa ke toko G.
" aa mau beli apa buat hadiah mamah." kata bu retno
" mamah suka pakai baju yang kemarin waktu mamah dilla ulang tahun, belikan itu aja biar punya banyak." kata devan lalu menunjuk baju outer
" ini 3 ya yang sama." lanjut devan
" buat siapa aja memangnya a." kata bu retno
" buat mamah lah nek." kata devan
" buat nenek mana." kata bu retno lagi
" nenek pilih aja sendiri ya, nanti aa yang bayar." kata devan
" siap bos kecil." kata bu retno
" terus apa lagi a." kata vian
" tas aja pah." kata devan sambil jalan ke counter tas.
" ini bagus pah buat mamah ya, tolong ini 3 juga ya." lanjut devan
" udah belum a," kata vian
" udah aja deh pah, aa pusing." kata devan
" baik pak silahkan bayar dulu dikasir." kata pelayan.
" aa nenek mau ini ya, boleh." kata bu retno
" boleh nek," kata devan
" sekalian belikan buat nenek surabaya ya." kata bu retno
" iya nek." kata devan
" sama ini juga mbak ya, tolong bungkus terpisah." kata vian. Lalu membayarnya di kasir. Setelah belanja mereka pun langsung pulang.
" tadi itu orang dari travel ya aa." kata bu ningsih
" iya bu, aa mau mastikan saja, dan aa minta supaya hotelnya dekat dengan mesjid karena bawa orang tua, anak dan ibu hamil." kata vian
" bagus kalau begitu, jadi enggak begitu cape." kata ibu ningsih
" bapak aki sama ema gimana bu." kata vian
" minggu depan sudah jadi, ibu sama bapak kamu mau pergi kesana juga." kata ibu ningsih
" iya udah kalau sudah jadi pasportnya nanti bawa kesini sekalian ajak bapak sama emanya juga biar istirahat disini aja." kata vian
" iya a, nanti ibu akan ajak mereka." kata ibu ningsih
" kalau nenek sama bi rina gimana bu." kata vian
__ADS_1
" sudah, nunggu jadinya aja, mudah mudahan minggu depan sudah jadi." kata bu retno
" kalau gitu suruh ke sini aja, biar bisa istirahat dan takut nanti ada manasik juga kan." kata vian
" tapi di rumah cukup enggak." kata bu retno
" cukup lah bu, nanti sebagian bisa di paviliun." kata vian
" iya udah kalau begitu." kata bu retno
Di perjalanan vian mengirim pesan ke shinta
" shin, kamu kerja gak." kata vian
" kerja pak ini baru sampai kantor, tapi tadi saya izin dulu karena lihat lihat dulu ruko tadinya mau ngabarin bapak tapi takut ganggu." kata shinta
" enggak apa apa kabari aja. Gimana udah dapat dapat." kata vian
" ada pak ruko depan komplek rumah luasnya tanahnya 72 meter 2 lantai minta harga xxx juta." kata shinta
" menurut kamu bagus enggak lokasinya." kata vian
" menurut aku sih bagus, strategis tapi harganya aja mahal." kata shinta
" kalau kamu suka iya sudah beli aja, coba kamu nego dulu, kalau sudah kasih tau saya, nanti untuk transaksinya minta bantuan raka aja ya." kata vian
" tapi pak kalau pun turun masih mahal, enggak usah aja." kata shinta
" saya sudah suruh beli ya beli, kecuali kamu enggak anggap saya." kata vian
" iya pak sekarang saya telepon orangnya." kata shinta.
" saya tunggu kabar dari kamu ya, nanti jangan lupa ajak raka, saya akan kasih tau dia juga." kata vian
" iya pak," kata shinta, vian pun mengirim pesan ke raka supaya membantu shinta dalam proses pembelian ruko. Jam 11. Lewat 37 menit vian dan yang lainnya tiba di rumah, vian menelepon lily, lily menyuruh untuk menjemputnya di ruko. Vian pun mengajak semua keluarganya untuk pergi ke restoran C, barang barang yang dibeli pun di pindahkan ke mini bus lalu pergi ke ruko menjemput lily. Lily dan yang lainnya pun masuk ke minibus, ika, bella dan teman temannya pun sama ikut di minibus. setelah naik semua minibus pun pergi ke restoran C, di dalam minibus devan memberikan hadiah ke neneknya, ibu retno, ibu ningsih, ibu sri, ibu asti.
" terimakasih aa sayang atas hadiahnya." kata mereka
" aa, mamah yang ulang tahun kok enggak dikasih malah nenek yang di kasih." kata lily
" mamah kan bisa beli sendiri." kata devan menggoda mamahnya
" betul itu a." kata bu retno, setelah itu devan mengambil hadiah lalu memberikannya ke lily.
" selamat ulang tahun mamah, ini hadiah dari aa." kata devan sambil menyerahkan kotak hadiah ke lily
" makasih banyak aa sayang." kata lily sambil memeluk devan
" ini juga buat mamah astrid dan mamah dilla, aa kasih hadiah juga." lanjut devan lalu menyerahkannya ke astrid dan dilla.
" makasih aa sayang." kata astrid dan dilla lalu memeluk devan
" buat bi ika mana a." kata ika
" bi ika sama yang lainnya beli sendiri aja ya." kata devan
" uangnya dari siapa." kata ika
" uangnya minta sama papah aja, soalnya uang aa ada di papah." kata devan
__ADS_1
Mereka pun tiba di restoran C, karena sudah reservasi mereka langsung mendapat tempat duduk.