
Astrid sudah di ajak masuk sama Dilla ke dalam kamar, dia merasa bahwa vian dan yang lainnya tidak ingat ulang tahunnya apalagi merayakan ulang tahunnya, dia pun masuk dengan sedikit cemberut. vian dan lily melihat ketidak puasan astrid.
" kalian ya, bikin anak orang cemberut." kata bu retno
" sambil menunggu kita bakar bakar yu." kata lily
" asyiiik, kita makan makan lagi." kata ika
mereka pun pergi ke halaman belakang, vian menyuruh indra membuat pembakaran, vian pun membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. Tak lama vian menerima pesan dari dilla.
" pah astrid nangis nih di kamar." kata dilla
" kenapa kok nangis." kata vian
" papah jahat katanya." kata dilla
" jahat kenapa, papah enggak apa apain dia kok. Iya udah sebentar papah kesana." kata vian
" kenapa pah." kata lily
" astrid lagi nangis di kamar kata dilla." kata vian
" iya sudah papah samperin sana, nanti bawa dia kesini." kata lily. Vian pun mematikan rokoknya lalu pergi masuk. Sesampainya di kamar vian melihat astrid sedang menangis di bawah selimut.
" mamah kenapa, kok nangis sih." kata vian
" enggak apa apa, aku lagi sedih aja." kata astrid
" iya sedihnya kenapa, papah membuat salah ke mamah." kata vian
" papah enggak buat salah kok." kata astrid, vian pun memeluk astrid
" iya udah jangan nangis dong, kasian dede bayi, nanti dia nangis juga loh." kata vian, astrid pun berhenti menangis.
" papah masih sayang sama mamah enggak sih." kata astrid
" kenapa tanya itu, papah sayang lah." kata vian
" papah kayanya udah melupakan aku." kata astrid
" lupa gimana sih, papah kan enggak meninggalkan kamu, ini papah ada disini." kata vian
" masa sih papah enggak inget." kata astrid
" iya apa bilang dong sayang, kalau enggak mamah bilang papah enggak tau, maaf papah banyak kerjaan jadi mungkin papah lupa." kata vian
__ADS_1
" papah lebih mementingkan kerjaan daripada aku." kata astrid
" papah kan harus kerja, terus kalian nanti gimana, kalau papah enggak kerja, kalian tau sendiri kan, besok kalian mau ikut enggak, lily mau ikut ke kota B." kata vian
" aku ikut pah, terus mbak dimana sekarang." kata dilla
" itu lagi bakar bakaran di taman, katanya dia pengen jagung bakar." kata vian
" kamu jangan sedih dong sayang." kata vian lalu mengecup kening astrid dan mencium bibirnya. Astrid pun membalas ciuman tersebut
" pah dede bayi mau ditengok." kata astrid berbisik
" aku juga mau di tengok pah." kata dilla lalu menyambar bibir vian
" kunci dulu pintunya, nanti takut si aa masuk." kata vian, dilla pun bangun lalu mengunci pintu, astrid menciumi vian lalu membuka bajunya, vian pun meremas bukit kembar astrid, dia pun membuka bajunya, dilla membuka bajunya lalu memainkan pusaka vian, setelah siap vian memasukan pusakanya ke dalam mahkota astrid, dilla pun menciumi vian, setelah astrid mencapai puncaknya, vian memasukan pusakanya ke mahkota milik dilla. Disaat dilla mencapai puncaknya, vian mencapai puncaknya. Vian memberikan kecupan hangat di kening mereka, setelah istirahat vian mengajak astrid dan dilla mandi. Selesai mandi mereka ganti pakaian lalu merapihkan tempat tidur.
" kok mbak belum datang ya," kata astrid
" mungkin masih di taman, kita susul aja." kata vian, karena setelah melihat jam sudah jam 23.55 menit, dan lily telah memberikan pesan supaya mengajak astrid ke taman. Vian menyuruh astrid dan dilla memakai jaket lalu pergi ke taman, di taman lampu sudah dimatikan
" kok di taman enggak ada orang pah, lampunya juga udah mati." kata dilla
" kita lihat aja, soalnya di rumah enggak ada, takutnya dia ketiduran di gazebo." kata vian, vian pun menggandeng mereka berdua. Tepat disaat mereka hendak sampai di gazebo lampu taman menyala dan lilin diatas kue ulang tahun, mereka pun menyanyikan lagi selamat ulang tahun. Astrid pun menangis bahagia.
" duh yang ngambek karena enggak dirayain ulang tahunnya." ledek lily
" selamat ulang tahun ya sayang." kata vian lalu memberikan ciuman di pipi dan kening astrid
" terimakasih ya pah, maaf kalau aku ada salah." kata astrid.
" kok aku enggak di cium sih." kata lily
" iya, makasih juga ya sayank sudah siapin semua ini." kata vian lalu memeluk mencium lily, terus memeluk dan mencium dilla juga.
" maaf ya, papah enggak bisa ngasih apa apa." kata vian
" ini udah luar biasa pah, ini benar benar kejutan buat aku." kata astrid
" ayo dong tiup lilinnya, sebelumnya kamu berdoa." kata bu retno, astrid pun berdoa lalu meniup lilin
" terimakasih ya bu, atas doa doanya buat aku, semoga ibu juga diberikan kesehatan." kata astrid lalu memeluk ibu ningsih dan bu retno, dia pun memberikan salam kepada pak adi dan pak bowo.
" kamu yang sehat ya, supaya dede bayi di perut kamu sehat juga." kata bu ningsih
" iya bu, terimakasih, terimakasih juga untuk semuanya." kata astrid. Tak lama datang devan bersama lilis.
__ADS_1
" kok aa belum tidur." kata lily
" udah mah, tapi aa bangun karena ada ribut ribut, kenapa ada kue ulang tahun, aa kan enggak ulang tahun mah." kata devan
" ini yang ulang tahun bukan aa, tapi mamah astrid." kata lily
" ayo dong mah tiup lilin lagi, aa kan mau ikutan." kata devan. Vian pun menyalakan lagi lilin lalu menyuruh devan meniupnya
" sini dong mah, barengan sama aa, de aa wakili ade ya." kata devan sambil memegang perut astrid lalu meniup lilin
" terimakasih aa sayang mamah." kata astrid
" aa mau kasih hadiah apa ke mamah astrid." kata bu retno
" aa belum beli nek," kata devan
" iya udah besok kita beli ya, sambil jemput opa." kata bu retno
" maunya tuh, biar sekalian dibeliin." kata lily
" aa besok belinya buat mamah astrid, mamah dilla dan nenek aja ya, mamah lily jangan dibeliin." kata bu retno
" kenapa mamah lily enggak bileh dibeliin nek." kata devan
" iya jangan aja, habisnya mamah lily gitu sama nenek." kata bu retno
" enggak boleh gitu nek, besok aa beliin juga buat mamah." kata devan
" kasihan deh, enggak ditanggapi aa." kata lily
" iya udah aa bobo sana, udah malam." kata vian
" iya pah, tapi aa lapar." kata devan
" aa mau sosis, atau jagung." kata vian
" jagung aja deh." kata devan, vian pun mengambil jagung bakar lalu memberikannya ke devan
" besok papah temani aa belanja kan." kata devan
" maaf ya sayang, papah ada acara jadi enggak bisa temani aa." kata vian
" iya udah deh, aa sama nenek aja." kata devan, setelah makan jagung devan pun pamitan ke semuanya. Vian pun membuat kopi lalu menyalakan rokoknya dan duduk di gazebo, yang lain pada membubarkan diri dan masuk ke kamar masing masing.
" papah masih mau disini." kata lily
__ADS_1
" iya papah disini dulu, kalian masuk aja duluan nanti papah nyusul." kata vian
liky, astrid dan dilla pun pergi masuk ke rumah.