
Vian mempersilahkan yang lainnya untuk menikmati permainan air, vian duduk di kursi pantai sambil menyalakan rokoknya dan melihat devan dan de qinar main pasir.
" papah enggak main sama bapak bapak lainnya." kata shinta yang datang menghampiri vian dan duduk disamping vian.
" enggak ah... papah lagi kurang enak badan nih. Takut nanti malahan bikin sakit lagi." kata vian
" mau aku pijitin." kata shinta
" enggak usah sayang, kamu juga pasti cape." kata vian
" enggak apa apa pah... Kalau memang papah mau dipijitin aku." kata shinta
" nanti aja ya. Kamu enggak main... Gimana ibu senang enggak liburannya." kata vian
" ibu senang banget pah, hal seperti ini yang ibu inginkan dari dulu tapi belum sempat karena ayah keburu meninggal." kata shinta sambil menahan tangisan karena mengingat ayahnya, vian pun mengelus kepala shinta.
" kamu tanya aja apa keinginan ibu, dan tanya apa keinginan ayah yang belum kesampaian, semoga aja kita bisa merealisasikan keinginnya itu." kata vian
" iya pah, terimakasih banyak ya.. Aku bahagia banget bisa jadi isteri papah dan mau membahagiakan aku dan keluarga aku juga." kata shinta
" aku menerima kamu sebagai isteri berarti aku juga harus bisa menerima keluarga kamu juga, karena kita menikah itu bukan hanya kita aja, menyatukan hati kita aja, tapi yang paling sulit itu menyatukan 2 buah keluarga, apa bisa saling menerima kekurangan yang lainnya, papah harus bisa menerima keluarga kamu, dan kamu juga sama harus bisa menerima kekurangan keluarga papah." kata vian
" aku melihat keluarga papah baik, mau menerima aku dan keluarga aku, walaupun keluarga aku orang enggak punya." kata shinta
" apa kamu hanya melihat itu, kondisi papah saat ini, apa kalau papah disaat enggak punya kamu enggak akan mau menjadi isteri papah dan menerima keluarga papah." kata vian
" aku akan tetap menerima papah, papah baik kok, papah tanggung jawab dan sayang keluarga, aku lihat papah mau kerja keras untuk bisa bahagiakan keluarga." jawab shinta sambil menyandarkan kepalanya di bahu vian
" papah sini dong main sama aa, berduaan aja sama mamah shinta." teriak devan. Vian pun mematikan rokoknya lalu mengajak shinta main bersama devan dan de qinar. Karena sudah mau magrib vian mengajak semuanya kembali ke kamar untuk bersih bersih dan makan malam bersama. Vian menggendong de qinar.
" papah aa juga mau digendong cape pah." kata devan
__ADS_1
" aa kan udah besar, adiknya kan jalannya belum lancar," kata lily menjawab devan
" gendong sama mamah aja kalau begitu." kata devan
" berat aa. Mamah enggak kuat." kata lily
" sini aa di gendong kakek aja." kata pak adi
" asyiiik aa digendong kakek." kata devan
" gimana kalau de avin dan de alea udah besar minta di gendong semua." kata pak bowo
" nanti di gendong sama aa kek," kata devan. Akhirnya mereka pun sampai di resort. Lily meminta lilis dan evi untuk memandikan devan dan de qinar. Lily pun menyampaikan kepada semuanya kalau makan malam akan dilakukan di resort tempat menginap dia. Vian pun masuk ke kamar bersama isteri isterinya dan meminta astrid untuk mengisi kolam rendam.
" kita berendam bareng ya pah." kata astrid lalu pergi ke kolam rendam untuk mengisi air.
" iya kita mandi sama sama." kata vian
" aku juga ikut pah." kata dilla
" papah ada acara enggak malam ini, supaya disiapkan pakaiannya." kata shinta
" enggak ada, palingan kita makan malam sama sama aja." kata vian
" pakaian santai aja kalau begitu ya." kata shinta.
Mereka pun pergi ke kolam rendam yang cukup untuk berlima berendam disana. Vian pun berendam dan dipijit oleh astrid, lily udah mendahului permainan, dia mencium bibir vian dan meminta supaya memainkan bukit kembar miliknya dan melepas pakaian dalamnya.
" mbak mendahului aja nih." kata dilla
" iya dong harus itu.. Tanpa izin aku kalian enggak boleh ya... Kamu sama astrid udah di suntik KB belum." kata lily sambil terengah engah menikmati rangsangan dari vian
__ADS_1
" udah dong mbak pas pemeriksaan de alea." kata dilla
" sama mbak aku juga pas periksa de avin." kata astrid yang terus meminit punggung vian. Sedangkan dilla dan shinta membuka ****** ***** vian lalu mereka bergantian memainkan pusaka vian. Lily menyuruh vian duduk di tepian kolam lalu membimbing pusaka vian untuk memasuki mahkota miliknya, astrid pun mencium bibir vian dan memainkan bukit kembar lily. Setelah lily mencapai puncaknya gantian astrid, lalu shinta. Dilla meminta untuk terakhir karena dia ingin barengan mencapai puncaknya sama vian. Setelah semuanya mencapai kenikmatan mereka berendam sebentar lalu membersihkan diri. Setelah itu sholat magrib bersama.
Vian dan isteri istetinya pun pergi ke halaman resort untuk makan malam bersama. Yang lainnya pun sudah ada disana. Mereka pun mengambil makanan yang sudah disediakan.
" papah aa mau makan jagung." kata devan
" nanti ya aa sayang, sekarang aa makan nasi dulu ya, setelah makan nasi aa boleh makan jagung." kata vian
" iya pah, aa makan nasi dulu." jawab devan
" ayo semuanya kita makan malam, kalau ada yang kurang bilang saja, nanti biar disiapkan sama restoran disini." kata vian
" ini sudah cukup pak vian, ini sudah luar biasa mewah." kata pak bambang
" iya pak ini sudah cukup, terlepas dari makanannya yang terpenting kebersamaan kita. Saya sangat senang akan kekeluargaan seperti ini, ini hal yang luar biasa." kata pak menteri UMKM
" betul pak, saya baru merasakan bagaimana rasa kekeluarga di keluarga pak vian, ini yang tidak bisa terlupakan." kata pak menteri Sosial
" saya merasakan liburan kali ini sangat spesial, saya bisa merasakan hubungan kekeluargaan yang sangat erat." kata pak menteri pendidikan
" tadi saya bertemu dengan karyawan disini, dia bilang ke saya bahwa dia sangat senang bisa bekerja disini, dia merasakan bagaimana diperlakukan dengan baik, gaji yang bagus dan tidak ada perlakuan yang berbeda antar karyawan dan dia bilang juga bahwa dia merasa bangga bahwa hasil dari pertanian dari daerahnya bisa dinikmati oleh turis turis asing sehingga bisa meningkatkan kehidupan saudara saudaranya di daerah, dia pun menjafi termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan membesarkan resort ini, karena secara tidak langsung bisa membantu saudara saudaranya tersebut. Untuk itu saya mewakili warga dari daerah saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada pak vian dan keluarga." kata pak gubernur L
" jadi mari kita tunggu terobosan apalagi dari livi group untuk bisa membantu dalam mengsejahterakan warga lainnya." kata pak menteri sosial
" dalam jangka pendek ini saya tidak akan melakukan usaha baru, akan tetapi akan melakukan pengembangan produk terlebih dahulu. Misalnya saja perusahaan PBN kita akan melakukan kerjasama dengan banyak petani karena alhamdulillah permintaan untuk produk keluaran PBN cukup diminati, begitu pula untuk produk dari perusahaan LA kita akan mengembangkan produk produk dari hasil pertanian lainnya." kata vian
" kapan rencana mau ke pabrik LA dan PBN pak, saya ingin kesana melihat." kata pak menteri pendidikan
" 1 atau 2 minggu setelah kita pulang pak, saya juga sudah lama enggak kesana." jawab vian
__ADS_1
" saya kangen mancing dan santai di pinggir kolam sambil menyalakan api unggun, saya suka suasana dan udara disana sejuk." kata pak gubernur B
" boleh kita agendakan sebagai liburan selanjutnya, sebagai liburan kahir pekan aja." kata pak menteri UMKM. Mereka pun makan sambil mengobrol, selesai makan vian pergi untuk merokok bersama pak dede dan yang lainnya.