Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Dilas Cafe 3


__ADS_3

jam 5 sore chef dilas cafe Pram dan Bram datang dengan membawa bahan bahan untuk tester, astrid memperkenalkan mereka kepada vian


" mas ini mas pram dan mas bram chef dilas, mas pram dan mas bram kenalin ini suamu aku mas vian." kata astrid


" hallo mas, saya pram." kata pram


" hallo mas, salam kenal, saya bram." kata bram


" salam kenal juga saya vian." kata vian lalu menjabat tangan mereka


" untuk bahan bahan yang mas beli ajukan aja reimburse ke dilla ya." kata vian


" baik mas, nanti kami reimburse ke mbak dilla." kata mereka berdua


" mas silahkan dilihat dulu, tadi kami sudah membeli peralatan sesuai yang mas minta." kata astrid


" baik mbak, kita lihat dulu." kata pram


" ayo kedalam biar tau dan barangkali ada yang masih kurang." kata astrid


astrid, dilla, bella, pram dan pram masuk ke dalam cafe sedangkan vian mengobrol dengan mas bayu


" mbak astrid kapan mbak menikah, kok kita gak tau dan gak di undang sih." kata pram


" iya nih mbak." kata bram


" kita nikah malam kemarin, karena mas vian ada waktunya sekarang takutnya beberapa bulan ke depan mas vian gak bisa karena harus ngerjain proyek." kata astrid


" iya kita nikah malam kemarin." kata dilla


" oh mbak dilla juga, sama siapa mbak, dan kapan kok kita gak di undang sih." kata bram


" kalian juga udah kenalan sama suami aku, aku nikah bareng astrid lah." kata dilla


" jadi mas vian juga suami mbak dilla." kata bram, dilla menganggukan kepalanya


" iya mas suami aku dan dilla mas vian kemarin kami menikah bareng. usaha ini mas vian yang kasih jadi mas pram dan mas bram bantuin kita supaya usaha ini maju ya." kata astrid


" siap mbak kita kembangkan usaha ini dengan baik." kata pram dan bram


" kalau adik ini siapa." kata pram melihat ke bella


" aku calon istri mas vian yang ke 4." kata bella


" tuh adik mu ngebet pengen dinikahin sama mas vian." kata dilla. pram dan pram geleng geleng kepala.


" gimana mas apa yang kurang." kata astrid


" ini belum ada kulkas freezer dan kulkas buat menyimpan sayuran dan diafenser mbak." kata bram


" iya ya kita lupa." kata astrid


" iya udah telepon ke toko elektronik biar dikirim sekalian sama tv." kata dilla, astrid pun telepon supaya dikirim kulkas freezer dan kulkas biasa dan disfenser ke dillas cafe sekalian sama tv dan yang lainnya.

__ADS_1


" gak apa pa mbak besok aja, toh ini bahan bahan yang saya beli buat sekarang ini." kata pram


" gak apa apa mas biar sekalian, uang lain gimana apa ada yang masih kurang." kata astrid


" sudah mbak cukup." kata pram


mereka pun memulai memasak dan membuat minuman, astrid, dilla dan bella pergi lagi ke luar cafe


" mas kita lupa beli kulkas freezer sama kulkas buat sayuran dan diafenser." kata astrid


" udah telepon ke toko elektronik itu biar sekalian dikirim." kata vian


" udah mas segini totalnya." kata astrid


" iya udah biar mas transfer." kata vian lalu dia mentransfer uang ke rekening toko tadi. setelah selesai vian memberikan bukti transfer ke astrid dan dilla, astrid pun mengirimkan bukti transfer ke toko. lampu cafe pun dinyalakan dan sudah terasa suasana cafenya.


" gimana menurut mas suasananya." kata mas bayu


" asyik, nyaman kelihatannya." kata vian


" kalau begitu kami permisi dulu karena pengerjaan kami telah selesai, kalau ada apa apa kabari saya aja." kata mas bayu


" baik mas, tapi jangan kapok ya." kata dilla


" gak dong mbak masa kapok, kami pamit pulang dulu ya." kata mas bayu


" iya mas bayu, terimakasih atas hasil kerjanya." kata vian. setelah bersalaman mas bayu dan timnya pulang.


" gimana mas vian rasanya." kata bram


" enak banget mas bram, saya suka. nanti kasih tau ke dilla ya untuk 1 cangkir kopi ini habis berapa, biar bisa menentukan harga jualnya, dan saya juga berharap mas bram mau untuk sementara yang membeli bahan bakunya, kedepannya kalau sudah rame mas bram kasih tau dimana belinya sama bagian pembelian." kata vian


" siap mas, gak masalah yang penting bagaimana cafanya kita mengembangkan usaha ini supaya rame, saya juga mengucapkan terimakasih ke mas karena udah mau mempekerjakan saya, jadi saya gak jauh lagi sama keluarga." kata bram


" sama sama mas, saya juga terimakasih mas bram sudah mau bekerja di dilas cafe ini, kita bangun bersama cafe ini supaya maju, dan saya juga gak akan melupakan jasa mas bram. kalau ada apa apa bilang saja ke astrid atau ke dilla ya." kata vian


" baik mas, terimakasih." kata bram dan masuk kembali ke dalam


" berarti beli harus beli galon air ya." kata vian


" iya mas," kata astrid


" suruh pak win aja beli ke supermarket dulu sam beliin rokok mas." kata vian sambil mengeluarkan uang dan memberikannya ke astrid. astrid pun menyuruh pak win untuk membeli galon dan rokok vian


orang tua dan adiknya dilla datang, vian dan yang lainnya bersalaman sama mereka


" ini toh tempat usaha kalian." kata pak wanto


" iya pak, ini baru selesai di renovasi, mungkin besok baru percobaan bukanya. gimana kabar bapak dan ibu" kata vian


" alhamdulillah nak, kami sehat." kata pak wanto


tak lama ibu dan adiknya astrid datang dengan taxi, vian dan yang lainnya pun menyalami mereka

__ADS_1


" bagaimana bu kabarnya." kata vian


" alhamdulillah nak, ibu sehat. ini toko yang waktu itu disewakan nak, kok ibu jadi pangling ya" kata bu asti


" iya bu, ini baru selesai diperbaiki, doakan ya bu semoga usaha ini lancar." kata astrid


" ibu pasti doakan nak." kata bu asti


pak win datang lalu memberikan galon serta rokok vian dan mengembalikan uang kembalian.


" terimakasih pak win, minta tolong galonnya di masukan saja dan ambil uang kembaliannya buat pak win aja." kata vian


" terimakasih mas." kata pak win lalu mengangkat galon ke dalam cafe.


mereka semua duduk di kursi cafe yang sudah ditata, tak lama pram datang dengan membawa hidangan kesana.


" silahkan mas vian dan keluarga dicoba hidangan ini." kata pram.


" terimakaaih mas pram." kata vian dan membagikan hidangan itu kepada keluarga astrid dan dilla, dilla juga sudah memanggil dea dan pak win untuk mencoba masakan itu.


" mas ini buat mas aja." kata astrid


" iya mas buat mas aja coba." kata dilla


" kita makan bersama aja ya, mas coba dua duanya." kata vian, astrid dan dilla pun mengangguk, vian mencoba hidangan astrid terlebih dahulu


" enak mas pram luar biasa ini masakannya." kata vian


" iya enak banget ini." kata yang lain


" makasih atas sanjungannya, semoga dengan masakan ini bisa membawa kemajuannuntuk cafe ini." kata pram


" selalu pertahankan kualitas dan rasa masakannya ya, dan saya memohon dan meminta mas pram karena kita belum ada bagian pembelian bahan baku, saya minta tolong mas pram untuk melakukannya juga nanti dananya minta ke dilla." kata vian


" siap mas, saya tau cafe ini baru buka dan saya siap membantu mengembangkan usaha ini, saya juga berterimakasih karena saya bisa bekerja disini sehingha saya bisa lebih dekat dwngan keluarga." kata pram


" nanti kalau sudah berjalan dan sudah ada penangging jawabnya sendiri mas pram bisa kasih tau ke dia dan mas pram hanya masak saja. semoga usaha ini akan terus berkembang, saya juga tidak akan melupakan jasa mas pram " kata vian


" terimakasih banyak mas. kalau begitu saya masuk dulu." kata pram


" as, dil, jadi lihat dalam 1 minggu ini gimana perkembangan pengunjung cafe, dan harus siapkan bagian pembelian bahan, atau tanyakan kepada pram dan bram dimana mereka membeli bahan bakunya, kalian hubungi yang menjual bahan tersebut, berapa minimal kalau barang tersebut diantar kesini. urus juga dengan aplikasi penjualan online, dan cari siapa untuk pelayan." kata vian


" baik mas," kata astrid dan dilla, vian lalu mengirim pesan ke bu gina menanyakan perizinan cafe


" selamat malam bu, maaf ganggu, mau tanya bagaimana untuk perizinan cafe ya." kata vian


"malam juga pak vian, gak apa apa pak, untuk perizinan cafe sudah selesai pak, besok saya antarkan ke cafe." kata bu gina


" kalau begitu terimakasih banyak nih bu atas bantuannya. saya tunggu kalau begitu di cafe." kata vian


" sama sama pak." kata bu gina


vian pun menyalakan rokoknya, tak lama ada mobil yang mengirim barang barangbyang dipesan dari toko elektronik. pak win membantu menurunkan barang barang tersebut dan dimasukan ke dalam cafe, sedangkan tv dan yang lainnya buat di rumah vian memasukan ke dalam mobil, setelah selesai bagian pengiriman tersebut pamit dan vian memberika tips untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2