
Pagi hari Riko terbangun dan duduk diatas kasur, Riko merasakan pegal diseluruh tubuhnya dan dia merasa tubuhnya sangat berat, karena akhir-akhir ini dia sangat jarang berolahraga ditambah lagi semalam dia makan sangat banyak, dan semuanya mengandung lemak. Akhirnya Riko berinisiatif untuk berolahraga.
Rikopun bangkit dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajah dan menyikat giginya, setelah itu dia segera berganti pakaian olahraga, setelah berpakaian olahraga diapun mendekati Citra, Riko duduk disamping Citra yang masih tertidur, Rikopun membangunkan Citra dengan pelan. Perlahan-lahan Citra mengeliat dan membuka matanya.
"Sayang ayo bangun, kita olahraga." Ucap Riko sambil membelai pipi istrinya dengan lembut, Citra kemudian menyingkirkan tangan Riko, lalu merubah posisi tidurnya memunggungi Riko membuat Riko heran.
"Loh, kok kamu malah ganti posisi sih." gerutu Riko.
"Aku ngga mau olahraga kak, Capek,, kak Riko ngga kasihan apa sama aku, akukan lagi hamil." Ucap Citra menolak masih dengan posisi memunggungi Riko.
"Sayang, justru aku itu perhatian sama kamu, kamu itu harus olahraga, biar kamu dan anak kita sehat, emang kamu mau semua lemak kamu bertumpuk-tumpuk dengan anak kita didalam perut kamu, kamu mau." ucap Riko lagi membuat Citra kesal dan langsung duduk sambil menatap Riko sinis.
"Kak Riko ngatain aku gendut." gerutu Citra kesal.
"Kamu memang gendut, kamu ngga nyadar, pipi kamu lemak semua, paha kamu lemak semua dan perut kamu juga lemak semua." ucap Riko mengejek Citra sambil menusuk pipi, paha dan perut Citra dengan telunjuknya.
"Iiihhh, kak Riko nyebelin banget sih." gerutu Citra kesal dengan perkataan Riko.
"Yah makanya kita olahraga sayang, biar lemak kamu berkurang dan kamu juga sehat." bujuk Riko lagi.
"Ngga." ketus Citra menolak.
"Udah buruan dong sayang, ganti pakaian kamu terus kita pergi, mumpung ini masih pagi dan udaranya juga bagus untuk kamu dan anak kita." bujuk Riko lagi, dan Citra masih menolak.
"Kalau kamu ngga mau, aku akan paksa kamu, aku akan lepasin pakaian kamu." ancam Riko.
"Ihhh, kak Riko kenapa mau ngelepas pakaian aku, dasar mesum." ketus Citra.
"Yah itu karna kamu ngga mau ganti pakaian kamu, jadi biar aku aja yang ngelepas semuanya, habis itu kita olahraga disini aja gimana." ancam Riko lagi sambil menaik turunkan alisnya membuat Citra merasa aneh.
"Ihhh, kak Riko apaan sih, ini masih pagi kak, tapi pikiran kak Riko udah kotor, dasar otak mesum." gerutu Citra mengatai Riko sambil mendorong Riko menjauh.
"Tapi kamu suka kan, buktinya udah ada dedek dalam perut kamu." ucap Riko lagi menggoda Citra sambip terus menempelkan dadanya pada Citra.
"Ihhh, kak Riko,, iya iya, aku ganti baju, kak Riko tungguin aku dibawah, 5 menit lagi aku kebawah." ucap Citra pasrah dan akhirnya menuruti kemauan Riko.
"Ya udah 5 menit, awas aja kalau kamu ngaret, kita olahraga di disini." ketus Riko sambil mengedipkan matanya menggoda Citra membuat Citra bergidik ngeri lalu Riko pun meninggalkan Citra.
"Kok dia jadi aneh gitu sih, apa semalam dia salah makan." gumam Citra sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajah dan menyikat giginya.
********
__ADS_1
Next
Mereka berolahraga di lapangan bola dekat dari rumah orang tua Riko, mereka kesana menggunakan mobil.
Sebelum mereka berlari untuk mengelilingi lapangan, terlebih dahulu mereka melakukan pemanasan yang sederhana, Setelah itu merekapun berlari. Lapangan itu ukurannya tidak terlalu besar, sehingga Riko sangat mudah untuk menyelesaikan 1x putarannya. Sementara Citra baru menyelesaikan setengah putaran, Riko masih terus berlari hingga dia kembali sejajar dengan Citra.
"Ya ampun, kamu itu lari atau jalan sih sayang, lambat banget." ejek Riko sambil terus menyamakan langkahnya dengan Citra.
"Kak Riko ngga liat apa, aku itu udah lari." gerutu Citra kesal.
Riko hanya tersenyum, karena sangat senang mengganggu istrinya, Riko kemudian berhenti sambil menahan Citra agar berhenti juga.
"Kenapa?" tanya Citra penasaran.
"Aku kasih tips deh biar lari kamu cepet, mau?" tawar Riko dan Citra hanya mengangguk polos.
"Kayak gini, kamu harus melangkahkan kaki kamu sangat jauh saat kamu lari." jelas Riko mempraktekkan langkahnya yang sangat panjang karna kakinya juga panjang jadi langkahnya sangat jauh.
"Seperti ini." ucap Citra mempraktekan cara Riko, dan langkah mereka tidak sama, langkah Riko lebih jauh.
Melihat langkah Citra membuat Riko berdesis dengan wajah seolah-olah dia kecewa sambil dia menatap kaki Citra.
"Makan tuh kaki panjang kak Riko." ketus Citra kesal dan merasa puas melihat Riki kesakitan.
"Aku akan buktiin sama kak Riko, kalau aku itu lebih cepat dari kak Riko." Ucap Citra yakin.
"Oh yah." ucap Riko tidak percaya.
"Aku tantang kak Riko untuk berlari dari sini sampai di garis finis, dan yang kalah dia harus menuruti semua kemauan sang pemenang." tantang Citra dan Riko menerima tantangan Citra.
Mereka kemudian mengambil ancang-ancang, dan Riko yang menghitungnya.
"Saaatuuu.. duuuaaaa... tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
"Ih kak Riko apa-apaan Sih." gerutu Citra kesal karna Riko mempermainkannya.
"Tiga." ucap Riko lalu Citra pun bergegas lari sangat kencang menurutnya, dan Riko menunggu Citra tiba di garis finis lebih dulu lalu berlari sekencang-kencangnya.
"Yeehhh, aku menang, aku menang kak Riki kalah, weeee.." ucap Citra kegirangan dan sambil menjulurkan lidahnya mengejek Riko, dan Riko merasa senang melihat istrinya senang.
"kak Riko kaki aja yang panjang, tapi tenaga ngga ada, liat aku dong, kaki aku memang pendek tapi aku lincah." ucap Citra sombong, sambil berpose menunjukkan kakinya untuk mengejek Riko, padahal Riko sengaja mengalah untuk dia.
__ADS_1
"Yah jelas lincah lah,, kamu liat bebek ngga, dia pendek dan dia juga sangat lincah, nah, kamu seperti itu." ejek Riko lagi membuat Citra kesal lalu menyikut perut Riko dan membuat Riko lagi-lagi kesakitan.
"Rasain, emang enak." ucap Citra merasa puas dan Riko hanya pasrah.
"Yah udah sekarang kak Riko turutin semua permintaan aku." ucap Citra menagih hadiahnya.
"Ok, apa permintaan kamu?" tanya Riko dan seketika Citra langsung tersenyum licik.
"Apa maksudnya itu." tanya Riko bingung.
"Sekarang kak Riko lari keliling lapangan sebanyak 1x putaran." pinta Citra.
"Ahhh, itu doang mah kecil." ucap Riko sombong.
"Sambil gendong aku." ucap Citra tiba-tiba membuat Riko terkejut.
"Sayang kamu serius." ucap Riko tidak percaya dan Citra mengangguk yakin.
"Tapii....
"Ihhh, kamu itu kan tinggi dan kuat, masa sih kamu ngga bisa gendong istri kamu yang pendek dan kecil ini." rengek Citra memotong perkataan Riko.
"Ya udah. sekarang naik." ucap Riko pasrah dan Citrapun langsung melompat kepunggung Riko membuat Riko tersentak karna memang berat badan Citra semakin bertambah.
Perlahan-lahan Riko mulai berlari sambil menggendong istrinya.
"Sayang, sepertinya kamu harus olahraga setiap hari deh." ucap Riko memberi saran kepada istrinya.
"Sayang sepertinya kamu harus banyak makan deh, biar kamu tambah kuat gending aku dengan anak kita." ucap Citra juga memberi saran kepada Riko dan Riko hanya menghela nafasnya dengan kasar mendengar perkataan istrinya yang tidak mengindahkan perkataannya, malah Citra menyerang Riko balik.
Diatas punggung Riko, Citra hanya berteriak menyemangati suaminya...
"Semangat,, semangat.." ucap Citra.
Saat garis finis sudah dekat, Citra menyuruh Riko keluar dari lapangan memuju stand yang menjual minuman dingin, dan Riko hanya menuruti Istrinya. Citra membeli minuman dingin dengan keadaan dia masih berada digendongan Riko, membuat penjaga stand itu merasa heran dengan tingkah mereka.
Setelah Citra membayar minuman itu, Riko berniat untuk menurunkan Citra, tapi Citra menolak.
"Kak Riko, garis finisnya itu masih disana." protes Citra sambil menunjuk kearah garis finis, Rikopun kembali berjalan masuk kedalam lapangan dan berlari kearah garis finis, dan Citra kembali berteriak menyemangati Riko.
"Semangat... semangat...." teriak Citra.
__ADS_1