Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Empat Belas "TSJC"


__ADS_3

Romi terlihat sibuk merapikan barang-barang dimeja kerjanya, setelah meja kerjanya rapi, Romipun meraih tasnya lalu bersiap untuk pergi.


Saat Romi hendak pergi, tiba-tiba Silfa masuk kedalam ruangan Romi.


"Kita makan siang yuk." ajak Silfa diambang pintu.


"Maaf yah sayang, hari ini kamu makan sendiri dulu, soalnya aku harus kerumah Riko. " ucap Romi sambil berjalan mendekati Silfa.


"Ya udah, aku makan siang bareng Yuni aja." ucap Silfa lalu keluar dari ruangan Romi bersama Romi.


"Iya sayang, kamu makan bareng Yuni aja dulu, aku minta maaf yah, soalnya urusan Riko saat ini sangat penting." ucap Romi sambil mengusap pucuk kepala Silfa.


"Iya aku ngerti kok, ya udah kamu hati-hati dijalan yah." ucap Silfa lagi dan Romi hanya tersenyum lalu meninggalkan Silfa menuju parkiran.


***


Dari tadi pagi Riko belum keluar dari kamarnya, Riko terlihat sangat sibuk mengurusi pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi. Riko sedang menulis nama-nama keluarganya yang akan dia undang keacaranya, terlihat dalam daftar nama keluarga tersebut Riko mengundang Alex. Sementara Citra sedang bermain game diponselnya di ruang tamu.


Tidak lama kemudian suara mobil tiba didepan rumah Riko lalu parkir didepan rumah dan itu adalah Romi. Romipun turun dari mobil menuju pintu rumah lalu memencet bel, Citra kemudian membuka pintu untuk Romi.


"Kak Romi." ucap Citra saat diambang pintu melihat Romi.


"Hy Cit, apa Riko ada?" tanya Romi.


"Ada kok kak, kak Riko ada di kamar, ayo silahkan masuk kak." ucap Citra mempersilahkan Romi masuk lalu Romipun masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.


"Tunggu bentar yah kak, aku panggilin Kak Riko dulu." ucap Citra lagi dan Romi hanya mengangguk lalu Citrapun berjalan menuju lantai dua untuk memanggil Riko.


Saat Citra tiba didepan pintu kamarnya, Citra mengetuk pintu 1x lalu membukanya.

__ADS_1


"Ada kak Romi di bawah, nungguin kak Riko." ketus Citra diambang pintu membuat Riko mengerutkan keningnya karena Citra yang memasang wajah jutek.


"Ya udah aku turun sekarang." ucap Riko mencoba untuk berdiri, saat dia telah berdiri dia melirik ke ambang pintu kamar, tapi sudah tidak melihat Citra. Karena Citra sudah meninggalkan Riko menuju lantai bawah.


"Apa dia masih marah." gumam Riko sambil berjalan meninggalkan kamar menuju lantai bawah.


"Hai Rom." sapa Riko sambil menghampiri Romi sambil membawa kertas yang berisi daftar nama keluarganya.


"Hai Rik." balas Romi lalu Rikopun duduk didepan Romi.


"Gimana kerjaan di kantor, ngga ada masalah kan?" tanya Riko sambil duduk disofa depan Romi.


"Iya Rik, semuanya baik, lo tenang aja." ucap Romi yakin.


"Bagus deh kalau kayak gitu. Oh yah Gimana? lo udah ngumpulin semua nama-nama mitra bisnis kita dan nama karyawan?" tanya Riko.


"Udah Rik, semuanya udah selesai." ucap Romi.


"Di minum dulu kopinya kak." tawar Citra sambil meletakkan kopi didepan Romi lalu duduk disamping Riko.


"Kamu harusnya ngga usah repot-repot buatin aku kopi Cit, aku udah mau pergi kok." ucap Romi.


"Udah lo ngga usah protes, minum aja, soalnya istri gue udah capek-capek buatin lo kopi." ketus Riko sambil tangannya merangkul pundak Citra lalu Citra berusaha menyingkirkan rangkulan Riko, karena dari semalam Citra masih kesal dengan Riko.


"Ok gue minum." ucap Romi pasrah lalu meminum kopi yang Citra buat dengan 3x tegukan, Lalu Romipun berpamitan kepada Riko dan Citra untuk pergi ke kantor Wedding Organizer untuk menyerahkan daftat nama yang akan Riko undang di pernikahan Riko dan Citra.


Setelah Romi pergi, Citrapun berdiri lalu membereskan gelas bekas Romi untuk dia bawa ke dapur, tanpa menghiraukan Riko sedikitpun, Riko yang sadar dengan sikap Citra yang cuek, Dia lalu menarik tangan Citra dengan keras hingga Citra tertarik kepangkuan Riko.


Mereka pun saling bertatapan, Citra kemudian berusaha untuk berdiri, tapi Riko menahannya dengan memeluk pinggang Citra dengan erat.

__ADS_1


"Lepasin aku kak." ketus Citra sambil berusaha menyingkirkan tangan Riko, tapi Riko tidak menghiraukan Citra dia hanya terus menatap mata Citra.


"Aku ngga akan melepaskan kamu, sebelum kamu berhenti marah sama aku." ucap Riko masih menatap Citra.


"Aku ngga marah sama kak Riko, aku cuma kesel, karna kak Riko lebih ngebela teman kak Riko yang sudah phpin sahabat aku." jelas Citra dengan wajah juteknya.


"Sayang, kamu cuekin aku cuma masalah kecil seperti itu?" tanya Riko menatap mata Citra, Citrapun tertunduk tidak mampu menatap mata Riko karena memang dia terlalu berlebihan.


"Mita sahabat aku kak, aku sayang sama dia, aku udah anggap dia itu seperti saudara aku sendiri, saat dia disakiti oleh laki-laki, aku ngga terima itu. dan kak Riko malah ngebela laki-laki yang nyakitin Mita." ucap Citra lirih sambil tertunduk.


"Sayang, aku kan udah bilang sama kamu, aku ngga ngebela siapapun dan aku ngga menyalahkan siapapun, hanya saja hubungan mereka memang rumit, Doni ngga pernah php in Mita. Doni mencintai Mita, tapi keadaan Doni yang tidak memungkinkan." jelas Riko, Citra pun mengangkat kepalanya menatap Riko saat dia mendengar perkataan Riko.


"Keadaan seperti apa kak?" tanya Citra penasaran.


"Mama Doni sedang sakit parah, dan mamanya meminta Doni untuk menikah dengan sepupu Doni yaitu keponakan dari mamanya Doni, Mamanya meminta Doni untuk menikahi sepupunya itu karena sepupunya itu yatim piatu, dan mamanya Doni khawatir, jika dia meninggal nanti ngga ada lagi yang mengurusi keponakannya itu, makanya mamanya Doni bersikeras untuk menikahkan Doni dengan sepupunya itu agar Doni bisa menjaga sepupunya itu." jelas Riko membuat Citra terlihat sedih.


"Kasihan Mita." gumam Citra terlihat sedih.


"Sayang, kamu fikir cuma Mita yang sedih, Doni juga sedih, tapi kita ngga bisa berbuat apa-apa itu udah takdir mereka berdua. kita sekarang hanya bisa menghibur mereka." ucap Riko menghibur Citra dan Citra hanya mengangguk.


Rikopun tersenyum menatap Citra sambil membelai rambut Citra.


"Sekarang kamu udah ngga ngambek lagi kan sama aku?" tanya Riko dan Citra hanya mengangguk pasrah.


"Aku minta maaf kak, karna aku udah nggambek ngga jelas sama kak Riko." ucap Citra menyesal sambil memeluk suaminya.


"Udah ngga ppa sayang, aku maafin kamu kok tapi dengan satu syarat." ucap Riko membuat Citra penasaran lalu melepaskan pelukannya dan menatap Riko heran.


"Syarat apa?" tanya Citra penasaran membuat Riko tersenyum licik menatap Citra. Citra kemudian mengerutkan keningnya heran dengan maksud dari senyuman Riko.

__ADS_1


Riko kemudian mengecup bibir Citra lalu menggendong Citra menuju lantai atas. Citra yang sudah mengerti maksud dari suaminya hanya tersenyum sambil membenamkan wajahnya didada Riko karena malu dengan tingkah Riko yang to the point.


__ADS_2