
Disebuah rumah sebuah keluarga berkumpul mengadakan acaran selamatan kepada seorang gadis yang baru saja menyelesaikan magangnya.
Histi disambut meriah saat pulang kerumah orang tuanya,gadis dengan tas punggung hitam itu terlihat nanar menatap satu persatu anggota keluarga yang memberinya supries.
Seditik dua detik berlalu Histi masih diam,membuat semua anggota keluarga diam dengan expresi masing2 seolah dunia berhenti sesesaat.
" Huaaaaaaaa " Tangis gadis itu pecah.
" Ulu2 sayangg,selamat ya atas keberhasilan magangnya,jangan gak lulus loh udah meriah ini " Kata Ana memeluk anak itu.
" Huaaaa huaaaa " Tangis Histi makin menggelegar membuat semua orang tertawa berpikir bahwa gadis itu terharu dengan sambutan mereka padahal Histi menangis karna Serkan hingga akhir acara tak muncul2.
" Hiks hiks Onty " Panggil Histi mendongak dengan air mata bersimbah.
" Iya,jangan nangis lagi onty tau kamu bahagia kan dengan supries kita " Kata Ana tersenyum manis.
Histi menggeleng pelan dengan bibir mengkrucut.
" Gak usah malu2,kita ikhlas kok " kata Ana terkekeh.
Histi menepuk wajahnya tak sanggup lagi.
" Ayo sini Kak,kita potong kue " Kata Angel menarik tangan Histi.
" Hah siapa yang ulang tahun ?" Tanya Histi bingung.
" Aku " Jawab Azura mengacungkan tangan.
" Lah kenapa dirayainnya disini ?" Tanya Histi semakin bingung.
" Gak tau,Papa gak modal " Jawab Azura kesal.
Lelaki yang disindir sibuk menghidupkan api lilin dengan korek.
" Ya elah susah banget nih korek " kata Aktam melempar kesal korek api tersebut.
Sang anak yang menemani pria itu menatap datar wajah kesal Papanya.
" Ini Om " Kata Jack memberi korek dengan ukiran yang sangat bagus.
" Punya siapa ini ?" tanya Aktam.
" Hehe punya Kakek,diem2 ya " Jawab Jack cengengesan.
" Astaga Jackk,nanti diamukin Kakek kamu " kata Aktam menepuk jidatnya.
Bocah usil itu sudah melesat kabur membuat Aktam mengumpat kesal.
" Aku bilang Mama nih,Papa ngomong gak bener " Kata anak lelaki Aktam.
" Haistt nih bocah diem2 ngadu teross sama emaknya " Gerutu Aktam kesal.
Bocah dengan nama Uguy Putra Salders itu tersenyum manis.
Meski namanya sangat norak dan sering di ditertawai orang banyak tapi memiliki arti yang dahsyat yaitu pembawa rezeki dan terbukti setelah anak itu lahir karir Aktam semakin melejit bak roket menembus angkasa,Lulu sebagai ibu pun mulai bangkit lagi dengan bisnis Fashion nya bersama sang ipar yaitu 2 sahabatnya Ana dan Miska,ketiga perempuan itu juga mendirikan sebuah tempat amal untuk membantu anak2 kurang mampu serta hewan terlantar apalagi Ana mempunya suami yang sampai kini aktif menjadi dokter hewan dirumah singgah Nisa.
__ADS_1
Histi menarik nafas berusaha tenang meski sebenarnya sangat kesal.
" Ayo semuanya kumpul " Seru Ana semangat.
" Ayo sini2 " Seru Angel menemani Mamanya.
Semua orang merapat,Ana memasangkan satu persatu topi ala anak2 ulang tahun dikepala semua anggota keluarga.
Reno dan Ayahnya yang sedang mengopi di luar pun ikut dipasangkan oleh perempuan itu membuat Antoni tertawa ngakak dan Reno mendengus kesal.
" Harus nurut ntar Azura marah " Ancam Ana.
" ck iya,dah sana ganggu aja " Kata Reno gemas dengan anak bontotnya itu.
" Kakek jangan marah marah,nanti jadi cepat tua,Kakek setia orangnya..." Kata Angel malah bernyanyi dengan apik didepan 2 lelaki itu.
Reno mengacak2 rambutnya kesal,pembicaraan dirinya dan Antoni sedang serius malah cucu nya mengacau pembahasan mereka.
Antoni tertawa ngakak sampai terbatuk2 membuat Ana khawatir dan menjitak kepala anaknya.
Angel sudah berlari masuk lagi kedalam.
" Jangan meninggal sekarang Kek huhu " kata Ana mendrama seraya mengusap punggung Antoni.
" Eeehhh " pekik Reno melotot.
Antoni menampar gemas lengan cucunya yang asal bicara.
" Gak Kakek mau panjang umur biar bisa lihat cicit kakek menikah " kata Antoni tersenyum getir.
Reno menghela nafas panjang,dirinya juga takut lelaki itu pergi karna hanya Antoni yang ia miliki sebagai orang tua,karna mertua lelakinya sudah meninggal 1 tahun yang lalu dan membuat istri tercintanya sangat bersedih.
Semua orang mengelilingi Azura yang terlihat cantik meski tanpa bedak diwajahnya.
Mereka menyanyikan lagu ulang tahun dengan semangat,meski Histi masih lesu tapi gadis itu ikut bernyanyi.
" Ayo doa dulu " kata Lulu lembut.
" Iya Ma " jawab Azura.
Gadis itu menadahkan tangan dan berdoa dalam hati.
Aktam menatap anak gadisnya dengan mata berkaca kaca.
Sungguh Aktam tak menyangka bayi kecil yang ia rawat dengan sepenuh hati kini mulai tumbuh dewasa dan cantik serta berkepribadian yang indah seperti ibu dan Kakaknya.
" Bang,Azura dan Arshad udah dewasa,aku harap Abang memberi selamat kepada anak gadis dan bujang abang ini,dia tak pernah melupakan Abang,dia selalu berdoa disolatnya meminta kepada Tuhan agar bisa dipertemukan dengan Abang,tapi aku meminta Tuhan menunda keinginannya untuk bertemu Abang sekarang,aku sangat menyayangi anak mu Bang,maafkan keegoisan ku ini " Batin Aktam tanpa sadar menitikkan air mata.
" Sayang " Tegur Lulu melihat suaminya malah menangis.
" Hah em " kata Aktam dengan cepat menghapus air matanya.
" Kenapa nangis ?" Tanya Lulu sedikit panik.
" Gak papa " Jawab Aktam tersenyum dan bersikap seperti biasa.
__ADS_1
Lulu tersenyum menggenggam tangan lelaki itu,keduanya terlihat saling mencintai.
" Yeee sekarang saatnya potong kue " Pekik Angel tiba2 jadi host bersama ibunya.
" Ayo ayo,cepat potong kue " Kata Ana semangat.
Azura dan Arshad tersenyum,anak kembar itu pun memberi kue pertama untuk kedua orang tuanya dan mendapat balasan kecupan dikening.
Acara pun dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Histi,gadis itu kembali kesal karna belum selesai ia membagi nasi para sepupu malah mengambil langsung dari tempatnya tanpa menunggu di suap seperti Azura.
" Heh kalo ngambil sendiri kenapa nyuruh aku bagi2 sih " Kata Azura menggelutukkan gigi.
" Kelamaan Kak,aku udah laper " jawab Jack sambil menggigit ayam goreng.
" Iya,mana baginya dikit lagi " Cibir Uguy.
" Ya kan itu..
" Udah,mangap sini " Kata Juna mengambil piring di tangan Kakaknya dan menyuapkan nasi kemulut Histi.
Gadis itu menghela nafas lalu menganga lebar menerima suapan sang adik.
Juna tersenyum dan kembali mendekati Tumpeng yang sudah diserbu para sepupunya.
Si kembar yang baru pulang langsung heboh melihat banyak makanan dimeja makan.
" Waaah mau " pekik Salma melepas tasnya asal dan berlari.
" Eeet etttt,ganti baju dulu " Kata Zaiva menarik kerah baju gadis itu.
" Lapar Ma " Kata Salma mengkrucut.
" Nantii cepetan ganti baju " Kata Zaiva melotot.
Salma melihat Histi,sang Kakak malah pura2 buta tak melihat dirinya.
" Haistt iya2 " Kata Salma kesal.
Gadis itu pun langsung berlari menuju kamarnya.
Histi terkekeh kecil dengan tingkah lucu adiknya tersebut.
Hingga malam hari keluarga besar itu berkumpul disana dan para anak2 nya sudah ada yang tepar lelah bermain seharian.
Dikamar Histi dan Azura berbaring diranjang,keduanya saling diam dengan hape masing2.
" Kak " Panggil Azura menoleh ke Histi.
" Hm " Jawab Histi melihat2 foto perpisahan mereka siang tadi.
" Kak aku boleh suka sama Bang Bryan gak ?" Tanya Azura hati2.
Deg...
Histi melotot kaget mendengar pertanyaan gadis itu.
__ADS_1
Azura menunduk takut dengan wajah kaget sepupunya.