Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
593


__ADS_3

" Sam " Ucap Winda dengan wajah syoknya.


" Aku merindukan mu " Ucap Samuel mengeratkan pelukan.


" Ap...


" Aku merindukan mu Sayang " Ucap Samuel lagi.


Winda mendorong dada Sam dengan kuat tapi lelaki itu seolah enggan melepaskan dirinya.


" Saammmm lepasss " Kata Winda melawan.


" Aku tidak akan melepaskan kamu lagi " Kata Samuel tegas.


" Mama hiks hiks " Afdhal mulai merengek merasa sesak.


Samuel tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.


Nafas Winda tercekat,wanita itu sontak mundur membawa anaknya menjauh.


" Kau gila Sam !" Bentak Winda emosi.


" Ya aku sudah gila,aku sangat gila " Bentak Samuel menggelegar.


Winda masuk kedalam rumah,Samuel menyugar kasar rambutnya dan berlari masuk.


" Keluar !" Usir Winda.


" Winda,aku merindukan mu " Ucap Samuel melas.


" Keluar Sam !" Teriak Winda mulai takut.


" Hiks hiks " Afdhal kembali merengek takut mendengar suara keras Ibunya.


" Gak papa sayang,Mama bukan marahin kamu " kata Winda menenangkan putranya.


" Kembalilah kepada ku Winda,aku membutuhkan mu " pinta Samuel mendekat.


Winda membelalakkan matanya mendengar permintaan lelaki itu.


" Pulang lah sebelum aku teriak " Kata Winda tenang.


" Aku tidak perduli,teriaklah dengan kencang " Kata Samuel tersenyum miring.


Glek.....


Winda menelan ludah kasar,lelaki itu terlihat aneh malam ini bahkan tampang Samuel begitu menakutkan.


" Aku sudah lelah berpura2 Win,ayo kembali seperti dulu " Ajak Samuel duduk disofa.


" Apa kau lupa kau sudah berkeluarga begitupun aku !" kata Winda heran.


" Keluarga ?? aku rasa itu hanya lelucon saja " Balas Samuel terkekeh.


" Maksud mu ?" tanya Winda mengernyit.


" Mereka menjodohkan aku dengan wanita tak normal,aku hanya ingin kamu Win,ayo hidup bersama " Jawab Samuel memelas.


" Kita sudah selesai " Kata Winda tegas.


" Aku tidak pernah menyelesaikannya,kau yg kabur dari pernikahan dan menikahi lelaki bodoh itu " Kata Samuel geram.


" Kau !!!" Ucap Winda geram suaminya dikatai bodoh.


" Aku sudah cukup berbaik hati selama ini,sekarang aku ingin merebut hak ku kembali " Kata Samuel tegas.


" Kau tidak punya hak apapun " Kata Winda emosi.


" Benarkah ? aku bisa saja menuntut suami mu yg sudah berani mengambil istri orang " Kata Samuel terkekeh.


" Apa !" Pekik Winda syok.


" Aku belum menceraikan mu Winda,kau masih milik ku " Kata Samuel mendekat.

__ADS_1


" Aku bukan milik mu,aku bukan barang Sam " Teriak Winda geram.


" Kau berlian ku Win " Desis Samuel tepat ditelinga wanita itu.


Grgrgrgrgrgr.....


Bulu kuduk Winda seketika meremang,aura Samuel benar2 sudah berubah seperti seorang singa yg siap menerkam mangsanya.


" Mamaaaa " Panggil Afdhal takut.


Winda mendorong Samuel dan menggendong anaknya dengan hati2.


" Iya sayang ini Mama " Kata Winda lembut.


Afdhal melingkarkan tangan kecilnya dileher sang ibu,Samuel menatap bocah itu dengan wajah yg sulit dimengerti.


" Pulanglah Sam " Pinta Winda hati2.


" Aku akan tidur disini " Kata Samuel tenang.


" Sam " Panggil Winda melas.


" Aku ingin tidur dengan mu Win,aku ingin didekap " Rengek Samuel.


Winda menggeleng pelan,lelaki dewasa itu sudah benar2 kehilangan otak warasnya.


" Istri mu sudah menunggu dirumah,jangan membuat keadaan menjadi sulit " Kata Winda memohon.


" Aku tidak perduli dia,kalau aku pulang pun aku tidak berselera menyentuhnya " Kata Samuel melepas sepatu yg ia pakai.


Winda menelan ludah kasar,wanita itu tau kemana arah pembicaraan mantan suaminya tersebut.


" Aku tidak akan menyentuh anak dan suami mu,aku akan menunggu kau siap " kata Samuel tegas.


" Aku tidak akan meninggalkan mereka " kata Winda tak kalah tegas.


" Kau yakin ?" Tanya Samuel terkekeh.


" Aku tidak tertarik dengan uang mu Sam,aku butuh keluarga yg hangat dan mau menerima aku " Jawab Winda.


" Tapi tidak keluarga mu " Potong Winda.


Samuel terdiam,memang sangat fatal masalah mereka dimasa lalu saat Lutfia ikut campur.


" Jangan membahas itu lagi " Kata Samuel melemah.


" Baik,tapi kau harus pulang " Ucap Winda tenang.


Samuel diam,lelaki itu kembali memperhatikan Winda dari ujung kaki hingga kepala.


Tak banyak yg berubah,Winda masih seperti dulu dengan pakaian sederhananya,yg membedakan hanyalah sikap wanita itu kini lebih berani..


" Apa dia membuat mu bahagia ?" Tanya Samuel ambigu.


" Siapa ?" Tanya Winda mengernyit.


Samuel diam dan melirik Afdhal yg tak henti melihat nya.


" Mas Restu ? ya dia memberi aku segalanya " Jawab Winda ngeh.


" Kau sudah melupakan aku ?" Tanya Samuel lagi.


" Sam " Panggil Winda lembut.


" Mudah bagi mu melupakan aku Win ?" tanya Samuel berkaca kaca.


" Aku tidak melupakan kamu " Jawab Winda menghela nafas.


" Lalu kenapa kau berpaling ?" tanya Samuel kembali kesal.


" Kau tidak tau apa yg aku lalui setelah surat itu ditanda tangani " Jawab Winda menunduk.


" Aku ingin kembali dan memperbaiki semuanya " kata Samuel melas.

__ADS_1


" Aku tidak bahagia Winda,aku sudah berusaha mengikhlaskan kamu tapi begitu sulit " Kata Samuel geram.


" Kau harus pulang Sam dan mulailah dengan istri mu,aku yakin kau bisa melupakan tentang kità " Kata Winda membujuk.


" Apa aku harus menghabiskan malam dengannya ?" Tanya Samuel terkekeh.


" em ya hm itu hak mu jika mau " Jawab Winda tak enak.


" Hahaha " Samuel tertawa sumbang.


Lelaki itu tak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghàbiskan malam dengan istri barunya.


Winda mendekat dan mengusap bahu lelaki itu.


" Kau harus bahagia Sam,aku sudah mencobanya dan itu tidak terlalu sulit juga,kita hanya perlu yakin dan sabar " Kata Winda menenangkan.


Samuel mengambil tanģan Winda dan menggenggam dengan erat.


" Jika aku tidak berhasil ?" Tanya Samuel mendongak.


" Kau bisa " jawab Winda tegas.


Samuel tersenyum kecil seraya mendekatkan tangan Winda kewajahnya.


Winda tak bisa menolak,ia membiarkan saja Samuel yg bermanja karna Winda bisa merasakan bahwa mantan suaminya tersebut sangatlah kesepian dan butuh teman curhat.


Setelah drama selesai,Samuel mendekati Afdhal dan menggendong anak itu dengan wajah tenang.


" Aku begitu iri kepada mu " Ucap Samuel kepada Afdhal.


" Harusnya aku merasakan hal yg sama seperti mu " Lanjut Samuel terkekeh.


Afdhal melihat wajah Samùel dengan bingung,bocah itu tidak mengerti apa maksud lelaki dewasa didepannya.


Winda menggeleng pelan,wanita itu membiarkan Samuel bercengkrama sebentar dengan sang putra .


" Oh iya aku tidak melihat mereka " Ucap Samuel celingak celinguk.


" Siapa ?" tanya Winda.


" Nur dan Restu,mereka dimana ?" tanya Samuel baru tersadar.


Deg....


Winda tersentak kaget,wanita itu baru teringat bahwa Samuel tak tau apapun yg kepergian anak suaminya.


" Apa mereka sudah tidur ?"


" Ya em mereka lagi keluar sama Mama dan Papa " Jawab Winda berbohong.


" Keluar ? selarut ini ? bukankah Nur dan Restu sulit berjalan ?" Tanya Samuel mengernyit.


" Ya Mama dan Papa membawa mereka kedokter " Jawab Winda beralibi.


Restu menyelisik hingga anggukan kecil ia berikan.


" Baiklah,kalau begitu aku pulang dulu " Pamit Samuel menyerahkan Afdhal kepada Winda lagi.


" Hati2 " Jawab Winda canggung.


Samuel berjalan keluar,bebannya sedikit berkurang tapi otak lelaki itu masih pusing dengan masalah lain.


" Kau harus berkeringat malam ini Sam " Ucap Winda menggoda.


Samuel menoleh dan terkekeh geli.


" Akan aku coba dan jika tidak berhasil kau harus membantu ku berkeringat " Jawab Samuel mengerdipkan sebelah matanya.


Deg..


Seketika Winda terbelalak kaget,wanita itu langsung mundur ngeri dengan wajah Samuel yg malah menantang dirinya.


" Senjata makan tuan " Gumam Winda merinding.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment yaaa.


__ADS_2