
Selama beberapa hari Riko sangat sibuk di kantor dan di kampus untuk mengurus semua pekerjaan dan keperluan wisudanya.
Riko selalu pulang larut malam dan pergi bekerja sebelum Citra bangun tidur.
Riko merasa sedih karna tidak ada waktu untuk istrinya, tapi dia juga merasa lega karna istrinya tidak kesepian saat dia sibuk karena sudah ada mamanya dan juga bi Ina yang menemani Citra.
*******
Saat ini Citra sedang menghadapi ujian akhir semester, setelah selesai mengerjakan soal ujiannya, diapun mencoba untuk tidur di mejanya. Dan di sisi lain seorang pria sedang memperhatikannya dengan tatapan mata yang sangat indah, pria itu adalah teman kelas Citra, pria itu kemudian menghampiri Citra.
"Hai Cit." sapa Leon teman satu kelas Citra. Citra yang tadinya menutup matanya terkejut saat ada yang menyapanya. Citra perlahan-lahan melihat orang tersebut.
"Haii." jawab Citra cuek lalu kembali menutup matanya, karna memang dia sangat mengantuk, beberapa hari ini dia begadang untuk belajar sekaligus menunggu Riko pulang kerja, tapi apa daya Citra tidak tahan untuk begadang. jadi dia selalu ketiduran sebelum Riko pulang kerja.
"Aku gaggu yah?" tanya Leon sedikit canggung karena Citra cuek.
Citra merasa kalau sikapnya sedikit cuek, dan membuatnya merasa bersalah dengan proa tersebut, perlahan-lahan Citra duduk dengan benar di depan Leon.
"Ngga kok,,emang ada apa?" ucap Citra datar.
"Gini, aku boleh ngga minta nomor ponsel kamu ngga." ucap Leon, sambil mengambil ponselnya di saku switernya.
Saat Leon sedang sibuk mencari ponselnya, bau farfum di switer Leon menyebar, membuat Citra merasa mual dengan bau farfum Leon.
"Hmm bau apa ini." batin Citra sambil menutup hidungnya dan menahan perutnya yang mual.
"Nomor kamu berapa?" tanya Leon sambil menatap Citra yang sedang menutup hidungnya.
Leon merasa risih saat melihat Citra menutup hidungnya.
"Apa aku bau." batin Leon sambil mencium dirinya sendiri.
Citra yang sudah tidak tahan dengan bau farfum Leon langsung mual di depan Leon, membuat Leon sangat terkejut.
"Maaf Leon, aku harus ke toilet." ucap Citra lalu berlari ke toilet meninggalkan Leon yang sudah sangat malu, karna dia fikir Citra mual karena bau badannya.
Leon kembali memeriksa bau badannya.
"Perasaan aku wangi, aku pakai farfum yang sangat mahal, tapi kok dia muntah sih." gerutu Leon sambil mencium badannya sendiri.
__ADS_1
********
Citra dan Indah sedang duduk di kantin, tidak lama kemudian Mita pun datang dengan membawa makanan yang telah dipesan oleh Indah dan Mita yaitu mie ayam dan bakso..
Mita meletakkan makanan itu di meja, Citra kembali menghirup bau makanan itu dan membuat dia kembali merasa mual.
"Bau makanan ini aneh banget sih." gerutu Citra sambil menutup hidungnya dan berusaha menjauhkan makanan itu di depannya.
Indah dan Mita merasa aneh dengan sikap Citra.
"Cit, aromanya memang kayak gini dari dulu, ngga pernah berubah." ucap Indah lalu Mita pun mengangguk menyetujui.
"Pokoknya jauhin makanan itu dari aku, aku mual mencium aromanya." gerutu Citra lagi.
Mita dan Indah pun paham dengan kondisi Citra yang sedang hamil. Mita kemudian menggeser meja sedikit menjauh dari Citra dab Indah memberikan Citra sapu tangan untuk Citra gunakan menutup hidungnya dan itu membuat Citra merasa baikan.
Disaat Indah dan Mita sedang makan, Citra sibuk dengan ponselnya, Citra mengirim pesan kepada suaminya, tapi tidak ada balasan, karena Riko sedang meeting.
"Sibuk banget yah, sampai-sampai ngga dibales." gumam Citra kecewa.
"Kak Riko ngga bales pesan kamu?" tanya Indah dan Citra mengangguk pasrah.
"Aku juga, kemarin aku lihat kak Riko keluar dari gedung fakultasnya, sepertinya dia sedang mengurus sesuatu." ucap Indah lagi, sambil menyendok mi ayam masuk ke mulutnya.
Citra menghela nafasnya kasar, dia merasa iri dengan twman-temannya karna mereka bisa melihat Riko, sementara dia belum melihat suaminya selama beberapa hari ini.
"Aku kangen." gumam Citra
"Ngga usah lebay deh Cit, kamu kan selalu ketemu sama Kak Riko di rumah, baru bentar doang ngga ketemu udah kangen. Lebay banget."gerutu Mita.
"Aku belum ketemu sama kak Riko selama beberapa hari ini." protes Citra membela diri.
"Kok bisa?" tanya Mita penasaran.
"Kalian baik-baik aja kan, kalian ngga lagi berantem kan." tanya Indah.
"Ngga ada kok, kita baik-baik aja." ucap Citra.
"Terus, kenapa kalian ngga pernah ketemu, bukannya kalian serumah?" tanya Indah lagi.
__ADS_1
"Kak Riko sibuk, sibuk kerja dan mengurus keperluan kuliahnya, jadi dia selalu berangkat pagi-pagi ke kentor sebelum aku bangun, dan pulang tengah malam saat aku udah tidur." gerutu Citra merasa kecewa.
"Emangnya kak Riko ngga bangunin kamu saat dia pulang, bukannya dia harus banguni kamu saat dia lagi pengen yah. apa jangan-jangan kak Riko lagi puasa yah, karna kamu lagi hamil." ucap Mita sembarangan.
Indah merasa malu dengan perkataan mesum Mita, diapun memukul kepala Mita menggunakan sendok makan yang dia pegang.
"Akhhh." pekik Mita kesakitan sambil mengelus kepalanya, Mita kemudian melirik sendok yang Indah pakai untuk memukulnya.
"Indah, kok kamu mukul aku pakai sendok makan sih,,aahhhhh rambut aku jadi bau mie ayam jadinya." gerutu Mita sambil mencium rambutnya.
"Yahh, habisnya pikiran kamu kotor banget." ketus Indah dan Citra tidak perduli.
"Hai." ucap Anton yang tiba-tiba datang dari arah yang tidak diketahui dan tidak ada yang meresponnya. Mita sibuk makan, Indah sedang membersihkan sendoknya dengan tissue sementara Citra masih fokus dengan ponselnya.
Anton merasa canggung, karna tidak di perhatikan oleh mereka. Anton kemudian fokus kepada Citra yang sedang main ponsel dan Anton fokus dengan pipi Citra yang terlihat tembem, karna memang berat badannya naik.
"Hei Cit,, sekarang kamu udah makin berisi yah." ucap Anton tidak hati-hati.
Indah dan Mita terkejut mendengar perkataan Anton yang keluar begitu saja, sementara Citra sudah menatap Anton dengan sinis saat Citra Mendengar kata "berisi" dan itu membuat Citra tidak senang.
"Pipi kamu tembem." ucap Anton lagi semakin membuat Citra murka. Indah dan Mita hanya melotot melihat Anton yang tidak merasa bersalah dengan perkataannya.
"Mati deh." ucap Mita sambil berbisik kepada Indah.
"Kak Anton ngatain aku gendut." gerutu Citra kesal kepada Anton.
"Ngga Cit, aku ngga bilang kamu gendut, aku cuma bilang badan kamu berisi." ucap Anton membela diri.
"Sama aja kak. ihhhh." gerutu Citra kesal lalu meninggalkan Anton, Mita dan Indah.
"Kok dia marah sih,, aku kan ngomong apa adanya." gumam Anton bingung lalu duduk.
"Gimana dia ngga kesal kak, kak Anton bilang dia gendut." ucap Mita.
"Aku ngga bilang dia gendut, aku bilang badan dia sedikit berisi saat dia hamil." ucap Anton membela dirinya.
"Kak, berisi dengan gendut itu ngga beda jauh, cuman kata berisi itu sedikit halus tapi menusuk, dan asal kak Anton tau, cewek itu paling ngga suka dikatain berisi atau gendut." jelas Indah.
"Gitu yah,, jadi dia marah sama aku karna itu." ucap Anton sadar lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1