
Sesampainya dirumah,Winda dibantu keluar oleh Samuel.
Malvin yang sedang duduk santai depan teras langsung berlari mendekati mereka.
" Ada apa ?" Tanya Malvin panik.
" Gak papa Om,dia cuma muntah tadi " Jawab Samuel
" Hah muntah ?" tanya Malvin kaget.
Winda menunduk takut,gadis itu merasa menyesal melihat expresi sang Papa yang terlihat khawatir.
" Sayang kamu gak papa ?" tanya Malvin memegang bahu Winda.
" Iya Pa " Jawab Winda pelan.
" Hm kalo gitu saya permisi Om " Ucap Samuel sopan.
" Eeeh nanti " Kata Malvin menahan pria itu.
" Ada apa ?" tanya Samuel mengernyit.
Malvin melihat penampilan Samuel dari ujung kaki hingga kepala,lelaki itu merasa aneh melihat Samuel hanya memakai kaos kutang.
" Ayo masuk " Ajak Malvin.
" Hah " Pekik Winda dan Samuel bersamaan.
" Kamu akan masuk angin pake baju begitu " Kata Malvin tenang.
" Oh ini,gak papa Om tadi bekas Winda muntah " Kata Samuel tak enak.
" Ayo masuk,pake baju saya buat ganti " Ajak Malvin ramah.
Winda dan Samuel saling melihat,gadis itu mengangguk pelan menyetujui ajakan Papanya.
Malvin berjalan duluan memberitahu sang istri,Winda dan Samuel masih diluar dengan keheningan.
" Mm masuk lah dulu,nanti kamu masuk angin " Ucap Winda canggung
" Hm " Jawab Samuel dingin.
Keduanya masuk kerumah,jantung Winda berdegub kencang.
Ntah mengapa dekat dengan lelaki itu Winda berasa sedang uji nyali,dirinya tak tau bahwa malam ini akan bergabung lagi dengan Samuel,karna yang Winda tau Jonathan hanya menganjaknya makan saja tapi ternyata lelaki itu malah bertemu dengan teman2nya yang lain.
Samuel duduk diruang tamu rumah Winda,pria itu mangut2 melihat isi perabotan.
Rumah 2 tingkat itu terlihat minimalis dengan aksen santai.
" Kau punya adik ?" tanya Samuel.
" Iya " Jawab Winda.
" Mana ?" tanya lelaki itu lagi.
" Mungkin sudah tidur " Jawab Winda.
Samuel ber Oh ria,keduanya kembali diam,Winda benar2 salah tingkah.
Gadis itu tak pernah menganjak lelaki asing masuk kerumahnya kecuali Alexi yang bolak balik seperti rumah sendiri.
Tak lama Malvin datang dengan kaos oblong warna hitam ditangan.
" Ini pakailah " Ucap Malvin memberikan baju itu ke Samuel.
Winda melihat baju itu dan terbelalak.
" Ini baju baru ?" tanya Samuel melihat2.
" Ya,baru sekali saya pakai " Jawab Malvin terkekeh.
" Bukannya itu baju yang aku beli ya ?" Gumam Winda pelan.
" Hehe iya sayang,kasih ke Samuel gak papa ya " Jawab Malvin.
" Hah em ya " Balas Winda kelabakan.
Samuel melihat gadis itu dengan tatapan dalam,Winda kembali menunduk.
Samuel memakaikannya dengan cepat.
"Tuh pas gak ?" tanya Malvin.
" Pas Om " Jawab Samuel tersenyum canggung.
" Buat kamu aja,makasih udah mau berkorban untuk Winda sampe baju kamu kotor " Ucap Malvin tulus.
__ADS_1
" Iya Om " Jawab Samuel ramah.
" Hm kalo gitu saya pulang dulu Om " Kata Samuel pamit.
" Gak minum dulu ?" Tawar Malvin.
" Hm nanti aja Om " Tolak Samuel sopan.
Malvin tersenyum mengangguk,Winda melihat raut Papa nya dengan wajah bingung.
Baru kali ini Winda melihat Malvin tak mengusir seorang pria kecuali Alexi dan Jonathan.
Biasanya Malvin akan sangat rese jika ada yang mendekati putri tercintanya itu.
Samuel diantar sampai pintu depan oleh lelaki dewasa itu,Winda mengintip dari jendela karna tak berani ikut mengantar.
" Hati2 " Ucap Malvin tersenyum menerima klakson dari Samuel.
Lelaki itu masuk kedalam rumah dan mengunci semua pintu.
" Pa " Panggil Winda pelan.
" Iya " Jawab Malvin berbalik badan.
" Kenapa Papa baik sama dia ?" tanya Winda.
" Hah kenapa nanya gitu ?" tanya Malvin bingung.
" Hm biasanya kan Papa gak suka kalo ada cowok kerumah " Jawab Winda takut2.
" Lah itu kan pacar kamu,jadi Papa harus sopan dong " Kata Malvin terkekeh.
" Hah " pekik Winda melotot.
" Mama kamu bilang orang tua dia pernah ngobrol sama Mama,orangnya ramah " Kata Malvin mengingat.
Winda diam,gadis itu merasa orang tuanya sudah salah paham dengan Samuel.
" Dia bukan pacar aku Pa " Ucap Winda lirih.
" Masa sih ?" Tanya Malvin menggoda.
Winda mengangguk cepat.
" Ya udah,gak papa toh kalo jodoh gak kemana " Ucap Malvin tenang.
Malvin tersenyum dan mengusap kepala putrinya.
" Ya udah,sekarang ayok istirahat " Ajak Malvin merangkul gadis itu.
" Iya " Jawab Winda tersenyum kecil.
Keduanya menaiki anak tangga,Malvin mengantar Winda sampai ke tempat tidur.
" Gak mau ganti baju dulu ?" Goda Malvin melihat Winda betah memakai jaket Samuel.
" Enak Pa,adem " jawab Winda malu.
" Hmm ya udah,jangan sampe kebawa mimpi ya " Goda Malvin.
" Papa " Rengek Winda malu.
Malvin terkekeh geli,pria itu merasa menghangat melihat putrinya kini seperti orang kasmaran.
Malvin keluar setelah memberi kecupan selamat malam di kening Winda.
Gadis itu mulai menutup mata,walaupun tadi kepalanya sangat pusing tapi kini lebih baikan.
Winda meringkuk diranjang dan mulai terpejam dengan senyum kecil.
Disebuah rumah,seorang gadis menggigit jarinya mendengar Alexi mengutarakan maksud kepada orang tua.
Yap,Alexi memberitahu Romi bahwa ia ingin menikahi Salsa lagi dan itu sangat membuat Romi kaget.
" Kamu ngapain dia hah ?" Tanya Romi garang.
" Gak ngapai2n Yah,aku sama dia emang mau balik " Jawab Alexi menelan ludah kasar.
" Gak usah bohong sama Ayah Alexi !" Bentak Romi.
Alexi terdiam pria itu menoleh ke Salsa dan kaget wajah Salsa sudah pucat mendengar suara keras Romi.
" Hamil berapa bulan Salsa ?" Tanya Romi.
" Ehhh gak hamil Yah " Pekik Alexi terbelalak.
Romi diam,Alexi meminta Salsa mengatakan sesuatu tapi gadis itu malah menyilangkan tangan tanda takut untuk bicara.
__ADS_1
" Pulang kamu Lex !" ucap Romi tegas.
" Yah " Kata Alexi kesal.
" Pulang ! gak usah bikin masalah kamu ya,Ayah suruh kamu kesana buat jagain Salsa bukan menghancurkan dia " Kesal Romi.
" Aku gak hancurin dia Yah,aku dan Salsa baik " Kata Alexi tak terima.
" Mana Salsa ?" tanya Romi.
" Nih " kata Alexi memberi hape ke Salsa.
" Gak mau Lex " kata Salsa mendorong tangan Alexi.
" Ngomong aja daripada aku difitnah terus " Kata Alexi gemas
" Nanti aku dimarahin juga " Kata Salsa ngeri.
" Ck cepetan ntar Ayah nyusul kesini lebih berabe " Kata Alexi memaksa.
Salsa berdecak kesal,gadis itu sudah mengunci rapat2 mulutnya tadi tak mau ikut campur tapi Alexi malah membuat masalah dengan membicarakan pernikahan yang mendadak.
" Hal lo Yah ?" Sapa Salsa mengigit jari.
" Salsa " Panggil Romi tegas.
" I i ya Yah " Jawab Salsa kaget
" Bener Alexi ngajakin kamu nikah ?" tanya Romi.
" Hm ya Yah " jawab Salsa menunduk.
" Yang tegas dong Sa " kata Alexi gemas melihat Salsa menye2.
" Kamu gak di perkodok kan sama Alexi ?" tanya Romi.
" Hah perkodok ?" tanya Salsa bingung
Alexi mengusap wajahnya kasar,Alexi sudah menebak Romi akan tau kelakuannya.
" Hm,udah berapa kali ?" Tanya Romi.
" Ayaaahhhh !" pekik Alexi kesal.
Salsa melepas hape tersebut dan tak mau bicara lagi dengan Romi.
Gadis itu langsung kena mental dengan pertanyaan prontal sang Ayah.
" Ayah ih,kasih restu aja napa,gak kuat aku Yah " Kata Alexi merengek.
" Dasar otak cabul kamu ya,awas kamu pulang kesini Ayah pasung kamu !" Ancam Romi.
" Ck,aku mau nikah Ayahhhh,,disini musim dinginnnn " pekik Alexi.
Romi diam hingga panggilan terputus sepihak.
" Haisttt !" Alexi melempar asal hapenya ke sofa dan mengacak2 rambut.
Salsa menelan ludah kasar melihat Alexi prustasi apalagi ucapan akhir pria itu yang membuat otaknya traveling.
" Sa " Panggil Alexi nanar.
" Gak usah macem2 kamu Lex !" kata Salsa mengancungkan garpu buah ke wajah Alexi.
" Hehe " Alexi cengengesan menggaruk kepalanya.
Salsa langsung kabur masuk kedalam kamar sebelum Alexi bertindak.
Dirumah Romi,pria itu terlihat diam dengan otak yang terus berpikir.
" Bener2 dah tuh bocah,dulu aja nolaknya minta ampun,sekarang malah dia yang ngerengek minta dikawinin !" Gerutu Romi kesal.
" Mas " Panggil Yuni berdiri diambang pintu kamar dengan pakaian dinas.
Romi mendongak dan kembali mematung.
" Jadi kolab gak nih ?" tanya Yuni malu.
Romi tertawa,disaat otaknya sedang memikirkan banyak masalah,sang istri justru berbaik hati menawarkan obat.
" Aduhh istri ku cantik banget,sini sayang " Jawab Romi menepuk kasur disebelahnya.
Yuni tertawa dan masuk kedalam mengunci pintu.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1