
Sore harinya,Winda bersiap pergi wanita itu juga membawa putrinya Nur ikut bersama.
Sindi mengernyit bingung dengan sikap putrinya saat ini,padahal dari pagi menuju siang mood Winda begitu berantakan.
" Kamu mau kemana Win ?" tanya Sindi tak tahan lagi.
" Mau pergi Ma " jawab Winda tenang.
" Pergi kemana ?" Tanya Sindi.
" Jalan2 " jawab Winda singkat.
" Bawa El juga ?" Tanya Sindi menyebut nama panggilan anak Winda.
" Iya Ma " jawab Winda mengangguk.
" Terus Nur ?"
" Bawa juga "
" Bertiga ? tujuannya mau kemana ?" Tanya Sindi heran.
" Aku gak lama " Jawab Winda tenang.
" Win,suami kamu lagi sakit,Nur juga kurang baik gimana kamu bawa mereka dalam waktu bersamaan ?" tanya Sindi gemas.
" Mereka masih hidup " Jawab Winda tenang.
" Ya Mama tau mereka masih hidup,tapi apa kamu tega ninggalin Restu sendiri ?" tanya Sindi mulai tersulut.
" Aku butuh refreshing " Jawab Winda.
" Astaga,butuh refreshing bukan kamu aja Win,Mama juga butuh tapi bukan sekarang,ini mau malam loh " Kata Sindi marah.
Winda tak menghirau,wanita itu tetap memasukkan peralatan bayinya kedalam tas kecil.
Tak lama Nur muncul,gadis itu sudah cantik dengan dress lengan pendek dan bando ungu.
" Ayo Ma " ajak Nur semangat.
" Kamu udah siap ?" tanya Winda.
" Udah,aku juga bawa obat dari Dokter " Jawab Nur.
Winda mengangguk tersenyum,Sindi berjalan keluar dari kamar.
Melihat wajah ceria cucunya membuat Sindi tak tega jika harus melarang nya pergi.
" Kami berangkat Mas " Ucap Winda kepada Restu.
" Iya hati2 " Jawab Restu tersenyum.
" Nanti butuh apa2 bilang sama Mama " Kata Winda tenang.
Restu mengangguk kecil,Nur mendekati Restu dan menyalami lelaki itu.
" Kami belangkat ya Pa,nanti Nul bawa hadiah buat Papa " Ucap Nur tersenyum manis.
" iya sayang,jaga Mama dan Adik ya " Jawab Restu lembut.
Nur mengangguk,Restu mengecup lama kening putrinya dan melepaskan mereka pergi.
Winda berjalan menyusuri jalanan gang rumahnya,beberapa tetangga terlihat menegur wanita itu tapi Winda hanya membalas seadanya saja dan terkesan cuek.
" Kasihan ya Jeng,Winda sekarang murung banget " Ucap Tetangga mulai gibah.
" Iya,aku kasihan banget loh,masih muda tapi cobaannya bukan main " Balas tetangga.
" Iya,padahal mereka orang baik ya " Sahut tetangga lain.
Winda terus berjalan seraya memperhatikan Nur yg hati2 dalam melangkah.
Mereka menaiki taxi,Nur sangat bahagia sudah lama gadis itu terkurung dalam rumah karna kondisinya.
Tak lama mereka sampai disebuah perusahaan,Winda turun seraya membantu Putrinya.
__ADS_1
" Hati2 " Ucap Winda lembut.
Nur mengangguk pelan dan melihat gedung pencakar langit yg begitu tinggi.
" Kita kenapa kesini Ma ?" tanya Nur polos.
" Hm Mama ada kerjaan sebentar " Jawab Winda.
Nur mengangguk paham,mereka kembali melangkah masuk dan distop oleh satpam.
" Ada yg bisa saya bantu ?" tanya Satpam sopan.
" Apa Pak Rafael ada disini ?" tanya Winda pelan.
" Pak Rafael ?" tanya Satpam balik.
" Iya saya sudah ada janji dengannya " Jawab Winda berbohong.
" Oh benarkah ? kalau begitu silahkan masuk " balas Satpam polos.
Winda tersenyum kecil dan kembali berjalan..
Nur celingak celinguk melihat orang2 yang berpakaian sangat rapi.
" Om itu mirip Papa Ma " ucap Nur menunjuk seorang pria yg mengenakan atribut lengkap..
" Iya " Jawab Winda tersenyum kecut.
Mereka tiba direceptionist,seperti tadi Winda membritahu bahwa dirinya sudah ada janji dengan Rafael meski kenyataannya tidak ada.
Receptionist tidak percaya begitu saja,wanita itu langsung menelfon sang Bos untuk menanyai kebenaran.
" Winda ?" Ucap seseorang menegur dari arah belakang.
Winda menoleh,dan terkejut melihat pria tua berdiri dibelakangnya dengan 2 orang pengawal.
" Kakek " Tegur Winda sopan.
" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Zaki mengernyit.
" Apa Papa eh maksud aku Pak Rafael ada disini ?" Tanya Winda keceplosan.
" Iya " Jawab Winda mengangguk.
" Dia ada diruangannya " Ujar Zaki melirik Nur dan bayi dalam gendongan Winda.
" Bawa mereka keatas " Titah Zaki kepada anak buahnya.
Salah satu bodyguard mengangguk,Winda pun diarahkan menuju Lift.
Zaki masih diam memperhatikan wanita itu apalagi Nur yg berjalan mengenakan tongkat kiri kanan.
Nur menoleh kebelakang dan terkejut melihat Zaki menatapnya dalam,gadis itu pun cepat2 bersembunyi kepada ibunya.
" Anaknya kenapa ?" Gumam Zaki bingung.
" Pak,ayo " Ajak pengawal menegur.
" Ah iya,beri laporan mengenai wanita itu nanti " Pinta Zaki
" Siàp Pak " Jawab pengawal mantap.
Tak lama lift terbuka,nampaklah sebuah ruangan yg tertata rapi dan estetica.
" Waw " Ucap Nur takjub.
" Sebelah sini " Kata pengawal menunjuk ruangan.
" Terima kasih " Balas Winda sopan.
" Sama2,saya tinggal dulu " Kata pengawal pamit.
Winda mengangguk pelan dengan senyum kecilnya.
" Ma " Panggil Nur menegur.
__ADS_1
" Iya " Jawab Winda
" Kita mau ketemu siapa ?" tanya Nur bingung.
" Tenang aja,kita gak ketemu orang jahat " Jawab Winda mengusap kepala anaknya.
Nur mengangguk paham dan menurut saja.
Ceklek....
Pintu ruangan dibuka,Winda masuk kedalam dan disambut dengan seorang lelaki yg sibuk dengan berkas ditangannya.
" Winda " Ucap Rafael terbelalak.
" Assalamualaikum Pa " Sapa Winda sopan.
" Waalaikumsalam " Jawab Rafael berdiri.
" Ayo kesini " Kata Rafael hangat.
Winda mengangguk dan memegang sebelah tangan anaknya.
Rafael memperhatikan mantan menantunya dengan tatapan menyelisik,hingga maniknya berhenti melihat Nur dari ujung kaki hingga kepala.
" Anak kamu kenapa ?" Tanya Rafael duduk tenang disofa.
" Dia kecelakaan " Jawab Winda menunduk.
" Ayo duduk sini sayang " Pinta Rafael lembut kepada Nur.
Gadis kecil itu memepet Winda merasa takut.
" Jangan takut,Kakek gak jahat kok " Kata Rafael terkekeh.
" Gak papa,ayo duduk disana " Kata Winda memberi pengertian.
Rafael berdiri dan memegang tangan Nur dengan lembut.
" Kamu cantik banget " Puji Rafael takjub.
" Makasih " Jawab Nur tersenyum malu.
" Ah pintarnya " Kata Rafael girang.
" Pa " Panggil Winda menegur.
" Iya,ada apa ?" Tanya Rafael.
" Hm maaf aku lancang kesini " Jawab Winda menunduk.
" Gak papa,Papa emang terkejut kamu tiba2 kesini gak ada pesan " Balas Rafael.
" Aku butuh bantuan Pa " kata Winda to the point.
" Bantuan apa ?" Tanya Rafael mode serius.
Winda menarik nafas seraya meremas kain bajunya.
" Ngomong aja Win,jika Papa bisa bantu maka akan Papa bantu "
" Aku butuh biaya Pa,maaf jika aku terkesan tak tau diri " Kata Winda mulai berkaca kaca.
Rafael tersentak lalu melirik Nur yg menatap ibunya dengan wajah lugu.
" Aku gak sanggup lagi Pa " Kata Winda gemetar.
" Emangnya Kakek Nenek kamu gak mampu lagi ?" tanya Rafael hati2.
" Mereka sudah banyak menghabiskan dana untuk kami Pa,anak ku sakit dan suami ku hiks hiks dia lumpuh Pa " Kata Winda mulai menangis.
" Restu beneran lumpuh ?" Tanya Rafael syok.
" Iya,aku bingung harus kemana mencari dana untuk menyembuhkannya,setiap minggu Nur dan Mas Restu harus terapi,dan itu bukan biaya sedikit,Papa aku udah usaha tapi tidak cukup hiks hiks " Winda terus menangis menceritakan masalah hidupnya.
Rafael mendengar dengan seksama,lelaki itu sesekali mengusap kepala Nur yg menunduk dalam seolah tau kesakitan ibunya saat ini.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.