
Afdhal kembali mengaduh kesakitan,sungguh Winda dan Restu tak bisa berbuat banyak.
keduanya bingung dicampur panik dengan keadaan sang putra.
Doni terpaksa pergi duluan,pria itu sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan keponakannya.
Setelah sampai ditengah lapang,Doni celingak celinguk mencari keberadaan gadis tersebut.
" Dimana Nur ?" Gumam Doni menelan ludah kasar.
Tak ada siapapun disana,sangat sepi dan sunyi.
" Ya Tuhan,jangan sampai dia pergi " Gumam Doni panik.
Lelaki itu berlari kesana kemari mencari seraya meneriaki nama keponakannya.
" Nurrrr kamu dimanaaaaaa Nurrrrr " Teriak Doni.
Wajah nya sudah panik,tak ada sahutan atau suara apapun hingga seorang wanita mendekati dirinya.
" Cari siapa Den ?" tanya wanita dengan topi kumuh tersebut.
" Bu,ada lihat anak segini gak ?" tanya Doni membayangkan tubuh keponakannya.
" Anak umur berapa ?"
" 4 tahun " Jawab Doni cepat.
" Hah em kalo 4 tahun gak ada Den,tapi kalo umur anak Sd gitu ada " jawab Wanita tersebut mengingat.
" Hah dimana apa dia perempuan ?" tanya Doni kaget.
" Iya,sama beberapa pria badan gede " Jawab pihak kebersihan tersebut.
" Astagfirullah,sekarang dia dimana ?" tanya Doni syok.
" Udah pergi Den,tadi duduk disana lama banget " Jawab wanita itu menunjuk kursi taman.
Doni melihat kursi tersebut tepat didepan matanya.
" Jadi sekarang dia udah pergi ?" tanya Doni ketar ketir.
Wanita itu mengangguk pelan dan menunjuk arah perginya.
Setelah mengucap terima kasih,Doni langsung berlari kearah lain.
Pria itu sangat2 takut dan khawatir,tanpa sadar lelaki itu menerabas rumput2 yg baru dipangkas oleh pihak taman.
Tak lama,Restu berada ditengah taman dan panik mencari iparnya yg juga menghilang.
" Loh Doni mana Mas ?" tanya Winda ikut panik.
" Aku akan mencarinya " Jawab Restu berlari menyusuri jalan lain.
Winda ikut berlari walau harus tergopoh2 seraya menggendong sang putra.
" Nurrrrrrrrrrrr " Teriak Doni menggelegar.
Tak ada siapapun,parkiran luas itu terlihat sepi tak ada pengunjung.
" Nur kamu dimanaaaa " Teriak Doni kesal.
" Nuuuu...." Pekik Doni tertahan saat maniknya melotot.
" Tintinnnnn......." Sebuah mobil tiba2 melesat dari arah belakang pria itu.
" Doni awasssssssss " Teriak Restu terbelalak.
" Doniiiiiiiiiii " Pekik Winda melotot kaget dengan keadaan adiknya.
Ciiiiittttttttttttttttttr.....
__ADS_1
Kereta besi itu sontak mengerem mendadak melihat ada anak manusia yg tak tau cara menyebrang jalan.
Brugh....
Seisi mobil pun terpelanting kedepan dan kebelakang.
" Aduhhhhh " Ringis seseorang yg duduk dikursi belakang.
" Ada apa ?" tanya Bodyguard kesal kepada temannya.
" Ada anak menyebrang jalan gak pake mata !" Jawab teman lelaki itu geram.
Huh uh uh...
Nafas Doni tercekat,jarak ia dan mobil begitu dekat hanya menyisakan jarak berapa senti saja.
" Doni " pekik Restu langsung menarik remaja itu kepinggir.
" Maaf Tuan,maaf adik saya tidak sengaja !" kata Restu langsung membungkuk.
Kaca mobil dibuka,si supir pun ingin marah tapi tak jadi saat mendengar suara dari belakang.
" Papa " Ucap gadis itu pelan.
" Papa ?" Ulang Bodyguar semua menoleh.
" Papaaaaaaaaa " Teriak Nur heboh dan ingin keluar.
Bodyguard kaget,Restu yg seperti mengenali suara pun ikut kaget.
" Papa hiks hiks Papaa !" Kata Nur menggedor kaca hitam yg belum terbuka.
" Nurrr Kak,itu Nurrr " Pekik Doni heboh.
" Nur " Ulang Restu syok.
" Paman,tlong buka pintunya itu Papa Nur " Kata Nur kepada Bodyguard.
" Paman,itu Papa Nur,itu Om Doni tlong Nur " Kata Nur menggoyangkan lengan lelaki itu.
" Tapi kita harus pergi,Tuan besar sudah menunggu dirumah " Jawab Bodyguard datar.
" Apa !" kata Nur kaget.
Dorbarkdbarodksjs....
" Nurrrr " Teriak Doni menggedor kaca jendela.
" Paman aku mohon hiks hiks " Nur mulai menangis panik.
Semua orang masih diam,4 pria itu sedang berperang dengan kepala dan isi hati.
" Pamaaaannnnn " Teriak Nur tak sabaran.
Seorang wanita mendekat,Winda menatap putrinya dalam mobil dengan wajah nanar.
" Anak ku " Ucap Winda meraba kaca tersebut.
" Mama " Ucap Nur melihat wajah sedih sang ibu.
" Mama hiks hiks Mama tlongin Nur Ma huhuhu " Nur menangis pilu menyatukan tangan kecilnya dengan wanita yg sudah melahirkannya tersebut.
" Tolong lepaskan anak saya " Pinta Winda menangis pilu.
" Bagaimana ini ?" tanya Supir kepada temannya.
" Buka saja,mereka berhak atas anak ini " Ucap bodyguard tegas.
Supir mengangguk dan membuka kunci pintu.
Dengan tergesa2 Restu membuka pintu dan langsung mendpat loncatan dari putrinya.
__ADS_1
" Nurrr hiks hiks " Restu memeluk putrinya dengan sangat erat.
Winda terjatuh ke tanah bersama sang putra yg sangat pucat.
" Papa,Mama huhu Nur kangen " Ucap Nur menangis terisak.
Rasa rindu yg meledak2 mereka luapkan dengan pelukan yg begitu hangat dan erat,bahkan Doni tak mau ketinggalan moment.
Penjaga hanya bisa diam menyaksikan pertemuan yg menguras emosi tersebut.
Beberapa menit berlalu,Restu mendekati penjaga yg berdiri dibelakang anaknya.
" Bisa bicara sebentar ?" Tanya Restu sopan.
" Silahkan " Jawab penjaga tenang.
" Boleh kami bawa anak kami untuk beberapa hari ?" tanya Restu berharap.
" Tidak bisa " Jawab Penjaga tegas.
Restu diam menatap para lelaki tersebut.
" Kontrak kalian masih jauh,jangan berharap lebih " Jawab penjaga.
" Bisakah saya membalasnya dengan membayar cicilan saja ? tidak apa jika seumur hidup " Kata Restu serius.
Winda melotot kaget mendengar ucapan suaminya.
" Saya bersedia bekerja dengan kalian asal putri saya pulang kerumah " Kata Restu serius.
" Dia akan baik2 saja,Tuan dan Nyonya sangat menyayanginya jadi jangan takut anak kalian terluka " kata Penjaga tenang.
" Ya saya tau mereka orang yg baik,hanya saja rumah saya terasa hampa tidak ada dia " Balas Restu.
Penjaga diam,mereka juga manusia biasa yg punya hati tulus seperti manusia lainnya.
" Tidak bisa " Ucap penjaga kekeh.
Restu menghela nafas dan melihat lagi Nur yg begitu girang bertemu dengan sang adik,Afdhal terlihat kebingungan dengan gadis didepannya yg berusaha aktf mengobrol.
Doni menganjak kedua bocah itu sedikit menjauh,remaja itu benar tak ingin hilang kesempatan.
" Jangan coba2 membawa nona ini menjauh atau kau pulang tanpa kepala !" Ancam bodyguard lainnya yg mengintili mereka.
Doni melotot kaget dan menoleh kepada Nur yg ikut terkejut.
" Hehe nggak kok Om,duduk disana aja disini panas soalnya " kata Doni ngeri.
Nur hanya diam saja tak menjawab.
Penjaga mengangguk,Doni kembali melangkah meski kakinya mulai gemeteran.
" Bagaimana apa bisa ?" tanya Restu lagi membahas hal lainnya.
Penjaga saling melihat,karna kasihan mereka pun memberi kesempatan untuk Nur seharian dirumah mereka.
" Akan kami jemput kebesokan paginya dan jangan coba2 membawa anak ini kabur !" kata Penjaga tegas.
" Baik Pak terima kasih " kata Restu dan Winda menunduk sopan.
" Mereka masih kerabatnya Serkan dan Tuan Romi,selidiki semuanya !" Ucap penjaga memegang benda yg berada ditelinga sebelah kanan.
Winda dan Restu saling melihat,tak ada yg bisa mereka lakukan karna Rafael sudah melibatkan keluarga Yuni juga dalam hal ini.
Mobil mahal itu pun melesat pergi meninggalkan lokasi.
" Gak papa Yank,yg penting kita bisa melihat Nur lagi dalam keadaan sehat dan utuh " Kata Restu menenangkan istrinya yg masih sedih.
" iya Yank,Nur sekarang udah gede ya,gendutan juga hehe " kata Winda terkekeh melihat tubuh putrinya yg asik memeluk Afdhal walau sesekali bocah lelaki itu menolak.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya