
Siang harinya,Winda masih bersama Lutfia.
Sindi sudah pulang duluan karna wanita itu harus bekerja dan menjemput Doni pulang sekolah lalu mengantarkannya ke tempat kerja Malvin.
Kesibukan mereka mulai seperti biasa lagi,perekonomian keluarga Sindi mulai membaik meski hubungan dengan keluarga Malvin masih belum menemukan titik terang.
Sejak kejadian orang tua Malvin tau Samuel mendonorkan ginjal,Malvin belum mau bertemu ibunya,lelaki itu takut sang Mama berulah dan membuat Winda dalam keadaan terpuruk..
Sore ini Winda diajak Lutfia kerumah orang tuanya untuk dikenalkan.
Pony begitu terkejut saat mengetahui sang cucu akan menikah dalam waktu dekat.
" Jadi dia hamil duluan ?" tanya Pony terkejut.
" Iya Ma " Jawab Lutfia tenang.
" Astaga yang benar saja Kak " kata Adik Lutfia sama terkejutnya.
" Tidak usah bahas itu,aku sudah menerimanya dengan lapang dada,kalian doakan saja agar semua berjalan baik " Kata Lutfia tenang.
Winda diam menundukkan kepala.
" Wajahnya kalem tapi ternyata..." Ucap lelaki itu tersenyum miring.
Winda terus menunduk memainkan tangannya,Lutfia memutar mata malas.
Wanita itu memang kurang dekat dengan sang adik,karna dulu ia selalu iri2an..
Beruntung setelah menikah keadaan membalikakan hati Lutfia menjadi wanita kalem.
" Jadi apa rencana kamu ?" Tanya Pony berusaha tenang mengimbangi sang anak.
" Tak banyak,aku akan menikahkan mereka dan membiarkan mereka hidup seperti yang mereka mau " Jawab Lutfia.
" Kau tak bisa membiarkan mereka begitu saja Lia " Kata Pony tidak setuju.
" Aku tidak mau anak ku terkekang Ma,mereka sudah dewasa cukup aku dulu yang meras...
" Jangan ungkit masa lalu " Sambung Pony.
Lutfia terdiam.
Winda melihat bingung kedua wanita beda usia tersebut.
" Ya,aku tidak akan membahasnya lagi dan aku minta kalian tak usah ikut campur " Kata Lutfia tenang.
" Baiklah,nanti Mama beritahu Papa mu " Balas Pony.
" Dan kau " Kata Pony melihat Winda.
" Iya Nek " Jawab Winda mengangkat kepala.
" Jadilah anak yang baik,hormati suami dan mertua mu seperti kau menghormati orang tua kandung mu " Kata Pony tersenyum.
" Iya Nek " Balas Winda ikut tersenyum canggung.
Pony menghela nafas,Wanita itu setuju jika Samuel menikah dengan Winda karna jika dilihat dari luar Winda seperti gadis baik2.
Adik Lutfia menatap gadis itu penuh selidik,ia merasa ada keganjalan dimanik calon keponakannya.
Tak lama Samuel datang dengan 2 kurcaci menyandang tas sekolah.
Seperti biasa,keduanya disambut hangat oleh Pony dan adik Lutfia.
" Kalo mau istirahat di atas ada kamar " Kata Lutfia kepada Winda.
" Iya Te " balas Winda sopan.
Lutfia pamit pergi,kini tinggallah Samuel dan Winda diruang tamu.
" Udah kamu anter ?" tanya Winda membuka suara
__ADS_1
" Hm " Jawab Samuel.
Hening....
Winda memilih diam mendengar jawaban Samuel yang akan membuatnya darah tinggi.
" Sudah makan ?" Tanya Samuel sambil melihat hape.
" Sudah " Jawab Winda.
" Makan apa ?" tanya Samuel lagi.
" Mie kuah " Jawab Winda cuek.
" Apa !" Pekik Samuel melotot.
Winda melonjak kaget dan menampar lengan lelaki itu.
" Kau mau mati hah !" Bentak Samuel tertahan.
" Mungkin " Balas Winda santai.
" Kau !!!" Kata Samuel tajam.
" Apa ? ujung2nya juga aku bakal mati jadi mulai dari sekarang persiapan " Kata Winda tenang dan mengambil es di meja.
" Jangan pernah meminum ini " Kata Samuel menyingkirkan botol minuman bersoda itu.
" Kenapa ? aku dari tadi meminumnya " Kata Winda kesal.
" Kau ingin menguji ku atau gimana ?" Tanya Samuel bersedekap dada.
" Menguji ? apa maksud mu ?" Tanya Winda balik.
" Kita selesaikan ini,selama dalam proses jangan pernah membuat kesalahan !" kata Samuel tegas.
" Aku hanya ingin minum Sam,kenapa kau melarang " Gerutu Winda.
Samuel berdiri dan ingin membuang botol ke tong sampah tapi naas didepan pintu ruangan,2 orang adik dan sang ibu terlihat mematung disana.
Winda langsung berdiri ikut terkejut.
" Kenapa kalian berkelahi ?" Tanya Lutfia masuk membawa potongan buah.
Sàmuel diam menelan ludah kasar.
" Kenapa kamu buang minuman Winda ? dia mungkin haus " Kata Lutfia mengernyit.
" Ini tidak baik " Kata Samuel melempar minuman tersebut ke tong sampah.
" Kenapa ? apa dia alergi ?" tanya Lutfia terkejut.
" Ya "
" Tidak "
Jawab Samuel dan Winda bersamaan.
" Lihat,mereka serasi bukan " Kata Lutfia malah menggoda.
2 adik Samuel mengangguk dengan senyum menggoda.
" Akhhh terserah " kata Samuel mengusap rambutnya dan pergi dari sana.
Winda diam melihat Lutfia begitu girang sendiri.
" Sudah jangan marah,Sam emang gitu dia perduli sama calon anak kalian " Kata Lutfia menepuk bahu Winda.
" Hah " Kata Winda syok.
" Em ya mungkin Te "Lanjut Winda mengusap perut datarnya.
__ADS_1
" Huh salah paham lagi " Batin Winda gemas.
Kadang Winda merasa sangat bersalah kepada Lutfia yang begitu baik kepadanya dan keluarga,rasa takut mulai menghampiri gadis itu saat ia nanti ketahuan berbohong,Winda tak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Lutfia dan Rafael nanti jika mengetahui kebenaran sesungguhnya.
Selesai semuanya,Samuel mengantar Winda pulang.
Keduanya diam seribu bahasa didalam mobil.
" Ehm " Dehem Winda merasa serak.
Samuel diam tak menoleh sedikit pun.
Hingga sampai dirumah,keduanya masih diam.
" Kau ingin tidur disini ?" Tanya Samuel menoleh kearah gadis itu.
" Habis ini kau mau kemana ?" tanya Winda.
" Kenapa ?" tanya Samuel mengernyit.
" Hm tidak kenapa2 hanya bertanya saja " Jawab Winda.
" Aku akan bertemu Naya " Ucap Samuel.
" Naya ? siapa ? oh mantan pacar mu ?" tanya Winda.
" Kami balikan " Jawab Samuel.
Deg....
Winda tersentak mendengar kata balikan dari mulut lelaki itu.
" Kenapa ? kaget ?" tanya Samuel tersenyum miring.
" Hm ya sedikit " Jawab Winda jujur.
Keduanya kembali diam,hati Winda terasa nyeri mengetahui fakta mengejutkan yang ia terima.
" Kau yang ingin menikah jadi nikmati keinginan mu " Kata Samuel tenang.
" Bukankah kau juga ingin menikahi ku ?" tanya Winda.
" Ya tapi itu dulu,sekarang tidak " Jawab Samuel.
" Lalu ?"
" Ya mau gimana lagi,undangan sudah tersebar dan baju sudah menunggu " Ucap Samuel santai.
Winda kembali diam hingga gadis itu membuka pintu mobil.
" Baiklah " Balas Winda tersenyum.
Samuel terdiam melihat senyuman manis yang Winda tampakkan.
" Selamat atas kembalinya kalian,aku turut bahagia " Kata Winda tersenyum.
Samuel diam memperhatikan gerak gerik Winda yang begitu tenang.
" Kau tidak sakit hati ?" Tanya Samuel.
" Aku harus bagaimana ? aku yang membuat ini semua jadi aku harus menanggung resiko juga bukan ?" Tanya Winda balik.
" Ya udah,aku pulang dulu ya kamu hati2 dijalan " Kata Winda melambaikan tangan.
Samuel diam,gadis itu turun dengan cepat dan kembali melambaikan tangan dengan senyum cerah.
Karna tak ada respon dari Samuel,gadis itu berbalik badan dan merubah senyum manisnya menjadi datar..
Dengan tangan menggenggam sebelah bajunya gadis itu berjalan cepat mengetuk pintu rumah.
" Aku gak boleh lemah dihadapannya " Gumam Winda menguatkan hati.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys minta suportnya ya jangan lupa Vote,Like,Coment🙂.