Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
147


__ADS_3

Salsa mulai menjalankan tugasnya untuk menuntut ilmu.


Gadis itu hanya punya waktu 1 hari untuk beres2 dan istirhat.


Hena dan Helend berperan penting dalam pembentukan Salsa yang sekarang.


Seperti pagi ini Salsa bersiap2 untuk bekerja karna tak lama lagi gadis itu akan kuliah kembali.


Salsa berjalan mendekati dapur sambil membawa hapenya.


Salsa berusaha menelfon Yuni tapi dari semalam no hape Yuni tak bisa dihubungi.


" Duh ibu kemana sih,kenapa ngak angkat telfon aku ?" Gumam Salsa khawatir.


" Ada apa Sa ?" tanya Helend mendekat.


" Aku nelfon kerumah tapi gak diangkat sama Ibu " Jawab Salsa.


" Mungkin lagi tidur " Jawab Helend.


" Udah dari semalam Kak,susah banget hubunginnya " Kata Salsa sedih.


" Udah telfon yang lain ?" tanya Hena tenang.


" Gak diangkat semua " jawab Salsa kesal.


" Emang nya kamu ada perlu apa sama mereka ?" Tanya Hena heran.


" Alexi kecelakaan Bi " Jawab Salsa ingin menangis.


" Apa !" Pekik Hena dan Helend kaget.


Salsa menunduk,gadis itu sangat khawatir dengan kondisi Alexi.


" Gimana bisa ?" Tanya Helend.


" Temennya nelfon aku bilang kalo Alexi kecelakaan " Jawab Salsa.


" Ya Tuhan " kata Helend sungguh kaget.


" Mungkin karna itu gak diangkat Sa,mereka semua lagi sibuk ngurusin Alexi " Kata Hena menebak.


" Iya Bi aku tau,aku hanya mau tanya kabar Alexi doang " Kata Salsa mengkrucut.


" Semoga Alexi gak kenapa napa " doa Helend.


Salsa mengangguk.


Gadis itu pun mulai sarapan meski hatinya tak tenang.


Ditempat lain,Yuni menghela nafas panjang melihat hapenya tak berdering lagi.


Yuni belum siap bicara kepada Salsa tentang kondisi Alexi apalagi kini anaknya kembali kepada Ayu.


Padahal Yuni sudah sangat berharap Salsa balikan ke Alexi,tapi apa daya anaknya kembali memilih orang lain dan Yuni tak bisa melarang.


" Serkan " Panggil Yuni melihat Serkan keluar dari ruangan.


Serkan menatap sang ibu dan berjalan mendekat.


" Gimana Alexi ?" tanya Yuni khawatir.


" Cukup parah Bu,dia harus bersabar " jawab Serkan lesu.


" Apa Alexi tak bisa melihat selamanya ?" tanya Yuni gemetar.


" Aku belum bisa memastikan,tapi aku akan coba cari jalan keluar " Jawab Serkan tegas.


" Selamatin adik kamu Serkan,ibu gak tega liat Alexi begini " Kata Yuni berkaca kaca.


" Aku akan usaha Bu,doakan kami " Jawab Serkan mengusap bahu ibu tirinya.

__ADS_1


Yuni mengangguk kecil.


" Apa Ayah kembali kekantor ?" tanya Serkan.


" Iya,Ayah mu sangat sibuk,tadi ditelfon orang kantor " Jawab Yuni lesu.


Serkan mengangguk paham,Romi memang pria sibuk dengan segudang pekerjaan.


" Ibu keruangan aku saja yuk " Ajak Serkan.


" Emang boleh ?" tanya Yuni.


" Boleh,Ibu istirahat disana,Alexi juga sedang tidur " Jawab Serkan tersenyum.


Yuni mengangguk setuju,keduanya pun berjalan beriringan.


Yuni masuk keruangan sang anak dan langsung disambut bau harum menyerbak.


" Wah rapi banget " Gumam Yuni takjub.


" Ibu bisa tiduran disana,aku bikin laporan " Ucap Serkan.


" Hm " Jawab Yuni paham.


Wanita itu mendekati ranjang dan melihat seikat bunga warna warni didalam vas.


" Kamu suka bunga ?" tanya Yuni mengernyit.


Serkan menoleh dan tersenyum malu.


" Hm gak juga,itu Histi yang bawa Bu " Jawab Serkan jujur.


" Dia sering kesini ?" tanya Yuni kaget.


" Ngak juga,kalo dia kesini bawa bunga buat percantik ruangan katanya " Jawab Serkan.


Yuni ber Oh ria dan mulai berbaring.


Yuni menatap pria itu dalam,perempuan itu tak menyangka anak yang ia rawat dari kecil kini benar2 sudah dewasa dan tampan seperti ayahnya.


" Ganteng sekali anak ku " Gumam Yuni terkekeh.


Serkan terus bekerja dengan fokus,suasana seketika hening.


Manik Yuni perlahan terpejam hingga dengkuran halus terdengar.


Serkan melepas kaca matanya dan mendekat kearah sang ibu tiri.


" Huufftttt " Serkan menghela nafas panjang dan menunduk.


" Kasihan sekali ibu ku ini,pasti dia kelelahan " Gumam Serkan iba.


" Aku janji Bu,aku akan membalas semua jasa ibu kepada ku,aku tidak akan membiarkan ibu sedih lagi " Ucap Serkan sungguh2.


Disekolahan,seorang gadis kecil mengikuti lomba menari.


Sebenarnya Byanca sangat sedih karna tak ada satupun keluarga yang mensuport dirinya,tapi gadis itu tak mau berkecil hati karna ia tetap harus melakukannya.


Semua orang tua berkumpul di aula sekolah melihat anak2 mereka tampil.


" Byan " Panggil seorang perempuan mendekati gadis itu.


" Iya Bu guru " Jawab Byanca mendongak.


" Kenapa disini ?" tanya wanita itu duduk disamping Byanca.


" Udah mulai ya Bu ?" tanya Byanca.


" Bentar lagi " jawab wanita itu ramah.


" Orang tua kamu gak datang ?" tanya sang guru.

__ADS_1


" Tid...


" Byanca " Pekik seorang wanita berlari tergopoh2.


Byanca berbalik badan dan tersenyum melihat Camelia berlari kearahnya dengan rantang ditangan.


" Tante " Pekik Byanca heboh.


" Huh huh huh maaf Tante telat " Kata Camelia ngos ngosan.


" Ibu sendiri ?" tanya guru Byanca ramah.


" Gak,saya sama seseorang " jawab Camelia tersenyum.


" Sini " Kata Camelia melambaikan tangan kepada seorang gadis bercadar mendekati mereka.


" Wah itu Kak Sifa ya ?" Tanya Byanca heboh.


" Iya " Jawab Camelia tersenyum.


Guru Byanca menatap gadis bercadar itu menyelisik.


" Apa mungkin ini calonnya Dokter Serkan ?" Batin guru Byanca kesal.


" Hay Byanca " Sapa gadis itu ramah kepada Byanca.


" Hay Kak Sifa " jawab Byanca ramah.


" Maaf ya telat,Kakak gak tau kamu lomba " Kata Sifa merasa bersalah.


" Gak papa Kak,belum dimulai kok " Jawab Byanca tersenyum.


" Ayo kita kesana " Ajak Camelia semangat.


" Ayok " Ajak Byanca ikut semangat.


" Makasih ya Bu udah jagain Byanca " Ucap Sifa kepada wanita rambut sebahu itu.


" Iya " Jawab guru Byanca tersenyum paksa.


Ketiganya berjalan menjauh kearah lapangan.


" Huh aku kalah saing dong kalo itu benaran calonnya dokter Serkan !" Gerutu Guru Byanca kesal.


Gadis itu bukan tanpa alasan mendekati Byanca,selain karna ingin menegur ia juga berharap bisa dekat dengan Byanca agar bisa mendekati kakak gadis kecil itu yang terkenal disekolahan karna wajah tampan dan sikap cueknya saat mengantar Byanca sekolah.


Gadis bernama Sifa itu terlihat akrab dengan Byanca,mereka semua bercanda gurau,Byanca yang tadinya sedih kini kembali ceria.


" Gih sana udah dipanggil tuh " Kata Sifa menunjuk guru olahraga memegang mic.


" Iya udah mulai " Kata Byanca melepas roti isinya.


" Aku kesana dulu ya " kata Byanca buru2.


" Nih minum dulu " kata Camelia memberi air.


Byanca mengangguk dan menandak setengah lalu berlari kearah gurunya.


Sifa tersenyum melihat gadis itu sangat aktif.


" Byanca hebat ya Bu " Ucap Sifa lembut.


" Iya,Ibu suka sama anak itu " Jawab Camelia.


" Hm aku juga suka,dia bikin mood banget " Jawab Sifa tertawa pelan.


Camelia mengangguk,meski Sifa bercadar hitam tapi dari maniknya saja sudah terlihat bahwa gadis itu merupakan gadis yang sangat cantik dan ramah.


" Berharap banget bisa punya mantu model beginian,sekalian aku bisa belajar juga jadi muslimah " Batin Camelia berharap.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys mana nih dukungannya,masa author kalah sama author sebelah sih,pengen juga menang update tim biar semangat buat up terus tiap hari🤧


__ADS_2