Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
412


__ADS_3

Warga dibuat heboh saat kedatangan wanita yang baru saja melahirkan,Histi diantar oleh pihak puskesmas mengenakan ambulan meski jarak rumahnya ke puskesmas hanya hitung langkah.


Dirumah,Histi sudah disambut bak pahlawan kesiangan,semua sudah bersih rapi dan wangi.


Tetangga sangat antusias menyambut warga baru itu karna Histi sudah menjadi penghibur bagi ibu2 disana.


" Rame banget Mas " Kata Histi sedikit ngeri.


" Iya,gak nyangka bakal serame ini " Balas Serkan seraya menggendong anaknya.


" Ayo keluar " Ajak mbah dukun yang masih setia bersama pasangan itu.


Histi dirawat 2 hari di puskesmas berhubung wanita itu kemarin masih syok dan lemah atas kelahiran anaknya.


Tangan Histi dipegang oleh si Mbah,satu persatu pun turun.


Ramai warga mulai terdengar memberi jalan pasangan terkontroversional tersebut.


" Hay Tanteee " Sapa seorang bocah nyempil berdesakan dengan warga.


Histi menoleh dan kaget melihat Sania terjepit dikeramain.


" Awas jatuh " Kata Histi ngeri.


Sania tersenyum mengangguk.


Didepan pintu sudah ada Ibu Sania dan temannya 2 orang.


" Sini biar kami yang bawa " Ucap Ibu Sania kepada mbah dukun yang membawa pakaian Histi.


Mbah tersenyum menyerahkan 2 kantong tas berisi baju bersih dan kotor.


" Hati2 Yank " Ucap Serkan saat Histi akan menaiki anak tangga rumahnya.


Histi berpegangan lagi pada mbah dukun yang masih berjaga.


" Kamu lihat gak wajah anaknya ?" tanya seorang gadis kepada temannya.


" Gak,ditutupin sama Dokter " jawab Gadis lain mengkrucut.


" Iya kenapa ditutupin ya padahal kan aku mau lihat"


" Nanti juga keliatan kok,Mba Histi pasti mamerin anaknya ntar " Kata gadis itu santai.


" Iya,aku ampe lupa Mba Histi suka pamer hehe " Balas gadis lain terkekeh.


Keduanya mengintip kerumah tapi sudah ditutup oleh Ibu Sania dan temannya demi kenyaman keluarga itu.


Didalam rumah Histi menganga melihat kasur mereka dikeluarkan dari kamar beserta lemari plastiknya.


" Loh kenapa ada disini ?" tanya Histi bingung.


" Diluar aja biar anak mu dijaga leluasa " Jawab Ibu Sania tenang.


" Kan dikamar bisa " kata Histi menggaruk kepala.


" Gak enak kalo didalam,nanti tetangga berkujung kalo disini kan enak luas,barang2 kalian juga aman " balas ibu Sania.


" Iya Yank,gak papa diluar aja biar udara masuk " Sahut Serkan masih menimang bayinya yang tertidur pulas.


" Hm ya udah " kata Histi pasrah.

__ADS_1


Histi sedikit terkejut dengan aturan desa yang mengharuskan wanita baru melahirkan diisi diruang tamu,karna jika dikota privasi ibu dan anak begitu terjaga tapi wanita itu lupa jika di kampung berbeda hal,apalagi para tetangganya begitu antusias.


Histi duduk dengan tenang,Mbah dukun membuatkan sesuatu disampingnya sedangkan Ibu Sania mulai membongkar baju bersih Histi,dan temannya menaruh baju kotor Histi kedalam bak untuk dicuci.


Menjelang agak siang,bayi kecil itu terbangun karna buang air..


Serkan yang baru menjadi Ayah muda terlihat masih takut2 membuka bedongan sang anak.


" Caranya gini,santai aja gak usah panik " Ucap mbah dukun membantu membuka kain.


" Iya Mbah " Jawab Serkan paham.


Dalam sekejab bocah kecil itu telanjang bulat,kulitnya begitu merah dan sensitive membuat Serkan ngeri2 sedap.


" Mbah itu nya di tutupin " Kata Serkan tak enak melihat kelamin anaknya diangai.


" Dia bakal Mbah mandiin " Kata Mbah dukun terkekeh.


" Ya tapi jangan dlihat terus " kata Serkan menunduk.


" Yaelah Yank,masih mungil loh ini gak bisa tegang kek kamu " Sahut Histi gemas.


" ehhh " Kata mbah dukun kaget.


Serkan mengkrucut kesal dan menutup milik anaknya dengan kain.


" Masih kecil Serkan,lihat nih imut kan " Kata Mbah dukun menyentuh pelan.


" ehhh " kata Serkan melotot.


Histi dan wanita itu tertawa melihat wajah lucu Serkan.


" Jangan pegang2 " Kata Serkan kesal.


Ibu Sania datang membawa air hangat dalam bak besar.


Bocah itu pun diangkat dan dimasukkan kesana.


" Udah pikirin satu nama ?" tanya Mbah dukun sambil mencuci badan anak Histi.


" Sudah Mbah " Jawab Histi.


" Siapa ?" tanya Ibu Sania kepo.


" Siapa Yank ?" tanya Histi kepada Serkan.


" Sutar Pratama Salders " Jawab Serkan.


" Sutar ?" Ulang ibu Sania kaget.


" Iya Bu,Sutar artinya Rezeki yang mengalir dan Salders nama keluarga besar Histi " Jawab Serkan tersenyum.


" Yank " Ucap Histi berkaca kaca Serkan memakai nama Kakeknya.


" Itu wasiat Kakek mu sayang,aku harus menepati nya " Jawab Serkan.


Histi menunduk dengan manik berkaca kaca,wanita itu begitu terharu Serkan masih menggunakan nama keluarganya meski sebenarnya Serkan bisa menggunakan nama lain.


" Ya itu nama yang bagus Serkan " Ucap Mbah dukun setuju.


" Mbah rasa nanti anak mu akan menurun kesifat keluarga mu bukan keluarga Histi " Lanjut wanita itu lagi.

__ADS_1


" Hah kenapa begitu Mbah ?" tanya Histi kaget.


" Perkiraan Mbah saja tidak tau apa yang akan terjadi nanti " Jawab wanita super itu tenang.


" Waduh kalo mirip keluarga Serkan bakal beku nih " batin Histi merinding.


Serkan tersenyum kecil,lelaki itu tak perduli anaknya akan mirip siapa yang penting baik.


Tanpa disadari bayi kecil itu sudah rapi dan wangi.


" Nih susuin dia pasti lapar " Kata Mbah dukun memberi bayi tersebut kepada Histi.


Histi menerimanya meski sedikit gemeteran.


" Hay Sutar ? kamu suka gak nama pemberian Papa ?" Tanya Histi kepada bayinya.


Bocah itu menatap Histi dengan kedipan kecil,terlihat sekali mirip dirinya saat sedang serius.


" Kamu jangan dingin kayak Papa ya kasihan Mama nanti ngelawak garing " Kata Histi memelas.


Bayi itu masih diam tak bersuara.


" Dia kok ngak nangis Mbah ? biasanya kan nangis kalo kena air " Kata Histi bingung.


" Iya ada sebagian gitu ada juga yang gak " Jawab Mbah.


" Tapi aman kan Mbah ?" tanya Serkan ngeri.


" Aman,bisa ngomong kok pas lahir juga dia langsung teriak " Jawab Mbah.


Serkan menghela nafas lega,seharian rumah mereka adem ayem hanya sesekali Sutar menangis buang air dan lapar.


Serkan izin 1 minggu untuk merawat istri dan anaknya,Mbah dukun dan Ibu Sania tak bisa 24 jam menunggu Histi karna mereka punya kesibukan masing2.


" Yank aku ngantuk " Kata Histi terlihat lelah.


" Ya udah tidur aja biar dia aku yang jagain " Balas Serkan.


" Serius ? kamu juga cape loh " Kata Histi khawatir.


" Terus mau tidur semuanya ?" Tanya Serkan gemas.


" Hehe kalo siang gak dibolehin sama Mbah " Kata Histi mengkrucut.


" Makanya,nanti gantian tidur " Balas Serkan.


" Sini aku kasih kiss dulu biar semangat jaga " kata Histi merentangkan tangan.


Serkan mendekat dan mengecup pipi wanita itu lembut.


Histi menangkup wajah Serkan dan mengecup bibir lelaki itu mesra.


" Kamu puasa ya 1 tahun " Kata Histi menggoda.


" ehh enak aja,40 hari lah " Protes Serkan


" Ihh mana bisa " Kata Histi terkekeh.


Keduanya pun berdebat hingga sang bayi terbangun mendengar tawar menawar orang tuanya dalam pembuatan adik baru.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2