Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
155


__ADS_3

Putri bertopang dagu menatap Serkan yang memakan masakannya meski sesekali pria itu terkejut dan minum air.


" Hehe enak ngak Dok ?" Tanya Putri penasaran.


" Kamu mau nikah ya ?" Tanya Serkan mengusap mulutnya dengan tisu.


" Hmm kalo ada yang mau nikahin sih hayok " Jawab Putri terkekeh.


Serkan mengulum senyum dengan anggukan kecil.


Putri tersenyum cerah,gadis itu terlihat bahagia meski mendapatan cibiran kecil dari Dokter dingin itu.


" Dokter mau kemana ?" Tanya Putri melihat Serkan berdiri.


" Kamar mandi " jawab Serkan tenang.


" Mau ditemenin eh maksudnya....


Serkan melototkan matanya membuat Putri terkekeh.


" Gak jadi Dok,takut ngak keluar lagi " Kata Putri terkikik geli.


" Iya saya cemplungin ke dalam closet " Ujar Serkan tajam.


" Hahah jangan dong ntar ngambang lagi kyak hati ini " Kata Putri tertawa


" Dasar gila " Hujat Serkan berjalan menjauh.


Putri kembali tertawa dan mencomot tempe gorengnya.


" Iuhhh asin " Pekik Putri dengan wajah kecut.


Serkan menutup kamar mandi dan menguncinya dengan erat.


Lelaki itu sedikit takut dengan kebarbaran gadis tersebut karna Putri merupakan gadis yang sangat berani.


Hingga sore hari mereka berdua saling bekerja,Putri mendapatkan banyak pelajaran hari ini bahkan gadis itu berkali kali mendapat hadiah ketukan dikepalanya oleh sang Dokter.


" Mau kemana ?" tanya Serkan berhenti membaca saat Putri datang dengan tergesa.


" Pulang Dok " jawab Putri dengan cepat membereskan semua buku dan peralatan menulisnya.


" Tumben,gak lembur ?" Sindir Serkan.


" Hehe hari ini gak soalnya udah dijemput Bodyģuard " Kata Putri tersenyum.


" Bodyguard ?" Tanya Serkan kaget.


" hehe calon mertua Dokter " jawab Putri malu2.


" Hah !" pekik Serkan melotot.


Putri tertawa dan langsung berlari kencang keluar ruangan.


" Sialan tuh bocah,emang dia pikir aku mau nikah sama dia !" Gerutu Serkan kesal dijahili gadis centil itu.


Lelaki itu sebenarnya kesal dan risih dengan adanya Putri diruangan karna gadis itu tak bisa diam,ada saja yang dibicarakan atau dpereti bahkan mata buatan di ruangan itu sampai lepas menggelinding kelantai membuat darah dingin lelaki itu mendidih seketika.


Tapi disisi lain,Serkan mulai banyak beradaptasi,lelaki itu lebih leluasa mengeluarkan mimik wajahnya bahkan kata2nya tidak sekaku dengan asisten yang lama.


" Huh akhirnya bisa tenang " Gumam lelaki itu merenggangkan otot2 tubuhnya.


Dikoridor,Putri berlari kencang kearah luar bahkan gadis itu tak membalas para sapaan perawat yang melintas didepannya.


" Pa " Pekik Putri melambaikan tangan melihat seorang pria sedang menjilat es krim di parkiran bersama 2 bocah kecil.


" Kakak " Pekik 2 anak kembar bernama Svarga dan Salma.


Putri berlari dan ngos ngosan didepan ketiga orang itu.

__ADS_1


" Udah ?" tanya si Papa sambil terus menjilat es krimnya.


" Udah,buat aku mana ?" tanya Putri menadahkan tangan.


" Yahhh habis " Ucap pria itu pura2 sedih


" Yaaaah Papa curangg,masa buat aku ngak ada " Pekik gadis itu kesal.


" Hehe tadi belinya 3 Kak buat Kakak satu,tapi dimakan Papa " Adu Salma serius.


" Iya Papa bilang nungguin Kakak lama,takut mencair " Sahut Svarga jujur.


" Hihhh padahal aku udah ngebut banget tau demi dapat es krim !" Kata Putri menampar lengan pria itu.


" Hehe nanti Papa beli lagi ya " Ucap lelaki itu cengengesan.


" Gak mau pokokny mau sekarang !" kata Putri merajuk.


" Ya udah ini " Jawab Lelaki itu memberikan bekasnya.


" Ihh masa aku dikasih bekas liur Papa sih " Kesal Putri menabok lengan pria itu.


Kedua adik Putri tertawa geli melihat Kakaknya merajuk.


" Ya udah iyaaaa,kita beli sekarang sama kulkas2 nya " Ujar lelaki itu kesal.


" Beneran Ya !" Kata Putri mengancam.


" Iya tapi malam ini kamu harus tidur dirumah !" Ujar lelaki itu tegas.


" Tapi kontrakan aku gimana ? ntar ada yang maling lagi " Kata Putri mulai bimbang.


" Ya elah siapa yang mau nyuri kasur bantal bekas pulau sih " Ucap lelaki itu memutar mata malas.


" Hehe tapikan tetep aja,mereka yang menemani waktu kelelahan aku " Kata Putri menunduk malu.


Salma dan Svarga tersenyum geli,kedua bocah itu juga baru pulang les terlihat dari seragam yang mereka kenakan.


Karna makin sore,mereka pun memutuskan pulang,tapi saat Putri mau masuk kemobil tiba2 seseorang memanggilnya dari arah belakang.


Gadis itu berbalik badan dan terkejut melihat pria incarannya mendekat dengan wajah ngos2an.


Papa Putri ikut berbalik dan terkejut melihat wajah Serkan.


" Kenapa Dok ?" tanya Putri mendekat.


" Ini,kamu meninggalkannya " Jawab Serkan memberi rantang yang dibawa gadis itu tadi.


" Oh iya " Ucap Putri menerima.


" Bisa keluar dari Kartu keluarga kalo ini hilang " Ucap Putri ngeri.


Serkan terkejut dan menatap gadis itu dalam.


" Masih ada isinya ?" tanya Putri menggoyangkan rantang mahal itu.


" Ayamnya masih ada,tapi udah saya kasih ke kucing yang ada ditaman " Jawab Serkan


" Uwuuuu Dokter sweet banget sih " Ucap Putri alay dengan gaya cibi2nya.


Serkan memutar mata malas.


Pria itu melihat orang tua Putri dan menunduk hormat.


Papa Putri pun membalas dengan senyuman kecil dengan otak dan mata terus menatap lelaki itu dalam.


" Apa dia tidak mengenaliku ?" Gumam Papa Putri pelan.


" Ya udah,saya balik dulu " Kata Serkan pamit.

__ADS_1


" Ehhh " Kata Putri menarik jas putih Serkan.


Sang Papa dan Serkan melotot kaget dengan keberanian gadis itu.


" Eh maaf,ngak kotor kok Dok,tangan saya udah steril hehe " kata Putri menelan ludah kasar.


" Apa lagi ?" tanya Serkan berusaha tenang.


" Sampai jumpa besok " Ucap Putri halus dan tersenyum manis.


Deg....


Serkan tersentak dengan expresi wajah gadis itu.


" Hm " Jawab Serkan tersadar dan mencoba tenang.


Putri melambaikan tangannya dengan senyuman merekah seolah berpamitan kepada si pemilik hati.


Serkan kembali membungkuk pelan tak sengaja melihat Papa Putri yang menatap dirinya.


Mobil itu pun melaju meninggalkan lokasi parkiran.


Didalam mobil,Putri memeluk rantang pemberian Serkan dengan wajah mesem2.


" Kakak " Panggil Salma mendekati kursi Putri.


" Hm " Jawab Putri tenang.


" Kenapa Om tadi manggil nama Kakak Putli ?" Tanya Salma polos.


" Hehe ada deh " Jawab Putri terkekeh.


" Kan nama Kakak yang sebenalnya Histi " Ucap gadis itu heran.


Sang Papa menoleh kearah putrinya menatap gadis itu dalam.


" Hehe " Putri tersenyum malu kepada lelaki itu.


" Histi " Panggil sang Papa tenang.


" Iya Pa " Jawab Histi menoleh kaget.


" Kenapa dia manggil kamu Putri ?" tanya Bara sambil menyetir mobil.


" Kamu ngak mau lagi pake nama yang dikasih alm. Om kamu ?" Tanya Bara serius.


" Bukan gitu Pa " Jawab Histi menunduk takut.


" Terus kenapa,apa ada yang salah dengan nama itu ?" Tanya Bara tajam.


" Aku sebenarnya mau pake nama asli,tapi udah banyak yang tau kalo aku cucu Reno Salders,mereka berteman sama aku cuma karna Kakek dan Papa kaya,aku males Pa,aku pengen punya temen yang gak pandang harta dan tahta makanya aku mau tinggal dikontrakan sempit aja biar mereka ngira aku anak orang biasa "


Jawab Histi takut2.


" Jadi kamu ambil nama tengah aja ?" tanya Bara mulai paham.


" Iya hehe,boleh yaaaaa pleaseeee " Rengek Histi manja.


" Jangan sampe ketahuan Kakek sama Nenek kamu nanti mereka sedih " Jawab Bara tegas.


Histi mengangguk lemah dan menatap kedua adik kembarnya yang telah memancing terbukanya rahasia selama ini.


" Solly " Ucap kedua anak itu serempak.


Bara terkekeh pelan melihat wajah lucu anak2nya.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2