
Citra sudah sibuk bermain dengan ponselnya, sementara Riko yang sedang gelisah karna dari tadi juniornya ingin langsung praktek, tapi Riko tidak tau bagaimana memulainya, dia mencari kesibukan dengan mengerjakan tugas akhirnya di komputer, tapi tetap saja dia tidak fokus, adegan demi adegan yang sudah dia tonton terus menghantui pikirannya sambil sesekali melirik Citra dengan tatapan nafsunya.
Dia menatap setiap lekuk tubuh Citra, dan menelan ludah.
"Kak Riko, ajarin aku mempelajari ponsel baru aki dong, dari tadi aku ngga ngerti." ucap Citra tiba - tiba.
Riko langsung tersenyum senang, seolah - olah dia sedang mendapatkan mainannya.
"Apanya yang ngga kamu tau." ucap Riko yang sudah duduk di samping Citra, Citra menunjukkan ponselnya ke Riko, Citra bertanya tentang apa yang tidak dia ketahui, tapi Riko tidak fokus, dia sedang menatap leger dan telinga Citra.
Riko menelan ludah bernafsu melihat mangsanya yang sudah di depannya.
Riko langsung mengecup leher dan telinga Citra, Sontak Citra terkejut.
"Kak Riko ngapain." ucap Citra terkejut.
Tapi Riko sudah tidak perduli, dia langsung merebahkan tubuh Citra, dan langsung menghisap bibir Citra sangat lama sampai - sampai Citra kesulitan bernafas.
Citra bersusah payah melepaskan ciuman Riko. Riko melepaskan ciumannya dibibir tapi berpindah di leher dan telinga Citra.
"Kak Riko kenapa sih, kok tiba - tiba jadi kayak gini." gerutu Citra bingung dengan tindakan Riko.
Riko berhenti melakukan aktifitasnya dan menatap mata Citra dalam - dalam.
"Cit, aku mau itu." ucap Riko lirih.
"Aku sih mau kak, tapi yang aku pertanyakan apakah kak Riko sudah bisa?" tanya Citra, Rikopun mengangguk yakin lalu kembali ******* bibir Citra dengan nafsu setelah itu kembali lagi ke leher Citra.
Citra kemudian menahan Riko yang gerakannya sudah kemana - kemana.
"Sebelum di lanjutin, kak Riko mandi, kak Riko bau keringat." keluh Citra.
"Masa sih aku bau." ucap Riko tidak percaya lalu mencoba mencium badannya dan memang dia bau keringat.
"Ya udah aku mandi, tapi kamu jangan tidur." ucap Riko, dan Citrapun mengangguk. Riko kemudian bangkit dari tubuh Citra yang dia tindih.
__ADS_1
"Gimana kalau kita mandi bareng." ajak Riko yang sudah hendak masuk kamar mandi.
"Ihh, kak Riko apaan sih, aku ngga mau, aku tadi udah mandi, kak Riko aja deh." tolak Citra.
Seketika wajah Riko cemberut, dia memonyongkan bibirnya, dia menatap Citra dengan tatapan memohon.
"Imut banget sih." gumam Citra melihat ekspresi memohon Riko, tapi Citra tetap menolak ajakan Riko karna dia malu untuk mandi bersama Riko.
Di dalam kamar mandi, Riko terus menenangkan juniornya yang dari tadi sudah tidak sabaran.
"Bentar lagi." gumam Riko.
Riko mempercepat mandinya, kemudian keluar dengan semangat hanya menggunakan jubah.
Seketika ekspresi wajahnya berubah dari yang tadi sangat senang menjadi muram, karna dia melihat Citra sudah tidur.
"Dia lagi bercanda kan." gerutu Riko tidak percaya.
Riko kemudian berjalan mendekati Citra, dan mencoba membangunkan Citra, tapi yang ada Citra malah merentangkan tangannya dan mengenai wajah Riko, lalu mengubah posisi tidurnya.
"Baru aja mau praktek, ehh tempat prakteknya tutup." gerutu Riko kecewa lalu berjalan ke meja kerjanya.
Di mencoba menenangkan pikiran dan juniornya yang dari tadi sudah sangat ingin praktek di sarangnya, tapi apalah daya, tokonya tutup rapat.
Setelah pikirannya tenang, Riko merasa belum ngantuk dia kemudian kembali mengerjakan tugas akhirnya, agar dia segera selesai dan wisuda tepat waktu, setelah dia selesai wisuda dia akan mengadakan pesta pernikahan mereka. Rencananya.
Disaat Riko sedang serius mengerjakan tugasnya, tiba - tiba pesan beruntun masuk di ponsel Riko, ponsel Riko terus bergetar tidak berhenti membuat konsentrasinya hancur.
Dia kemudian membuka chat grup mereka, yang ternyata mereka sedang bergosip tentang Riko dan yang memulai duluan adalah Arman.
Arman : "Rik gimana prakteknya udah sukses belum?"
Romi: iya penasaran gue hahaha.
Doni : praktek apaan?
__ADS_1
Anton: iya apaan, kasi tau dong kudet nih gue.
Arman: praktek membuat anak. hhahaha
Doni : 😨
Anton : 😱
Romi : hahaha
Anton : masa sih Riko ngga tau caranya, yang bener aja.
Doni : polos banget.
Arman : Hahaha 😂
Romi : 😂
Anton : kasian tuh barang, abisnya kelamaan di angguran makanya kaku, wkwkw
Romi, Arman : wkwkw
Riko : 😤
Romi : 😬
Arman : lo nongol, udah selesai prakteknya. wkwkwk.
Mereka kembali menertawai Riko di grup mereka, Riko kesal dengan mereka, dia kemudian mengubah aturan grup, mengeluarkan mereka menjadi Admin dan hanya dia satu - satunya Admin, dan mengubah grup menjadi hanya Admin yang bisa menulis pesan. Akhirnya grup sepi.
Riko kembali mengerjakan tugasnya hingga larut malam, setelah itu dia merasa sangat lelah, diapun berhenti lalu berbaring di samping Citra.
Riko menatap wajah Citra yang sedang rertidur pulas sambil merapikan rambut Citra yang berantakan, Riko kemudian mengecup bibir Citra, sebagai ciuman sebelum tidur.
"Selamat malam istriku." gumamnya lalu memeluk Citra kemudian tertidur.
__ADS_1